Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Tidak Dengan Hatinya


__ADS_3

"Ini akibatnya bila bermain-main dengan seorang Kim Namjoon."


Kim menjamb4k rambut Choki agar wajahnya mendongak keatas dan melanjutkan kalimatnya.


"Kau sendiri yang memintaku untuk menjaga Karin-ah. Jadi jangan salahkan aku bila aku mengambilnya dengan cara seperti ini."


"Aku tak akan melepas milikku dengan cara yang mudah. Apa yang sudah menjadi milikku akan slamanya menjadi milikku."


Lanjut Kim dengan nada datar namun tatapannya yang tajam menatap mata Choki yang penuh amarah disana.


"Hegh. Am-billah ji-ka memang kau mau. Ka-u bisa me-miliki fisiknya tapi tidak dengan ha-tinya." jawab Choki dengan suara berat dan terbata-bata karna menahan sakit pada sekujur tubuhnya.


Beberapa bulan lalu Kim mengirim pesan pada Choki, menanyakan keberadaan Karin. Namun tak ada respon balasan dari Choki, tak menyerah disana, Kim kembali mengirim pesan melalu nama perusahaannya dengan mengatas namakan kerja sama anatar perusahaan.


Lagi-lagi tak ada respon balasan dari Johan Gruop. Hal itu membuatnya geram bukan main. Sampai akhirnya Kim meminta Jay membantunya. Tentu saja Jay membantu Kim, ia mengutuskan orang lapangannya terbang ke Indonesia untuk mencari informasi tentang keberadaan sekaligus keadaan Karina.


Sebenarnya Kim tak ingin melakukan hal kotor seperti ini, namun emosinya sudah terpendam lama dan ini titik puncaknya. Ditambah saat ia mendapat laporan bahwa Karin dan Choki menjalin hubungan gelap setelah meninggalnya istri Choki (Miranda).


Tanpa pikir panjang, setelah menyelesaikan pernikahan kontraknya dengan Soya. Kim langsung memesan tiket keberangkatan ke Indonesia namun harus dicancel karna sang nenek masuk rumah sakit secara mendadak karna kesehatannya menurun drastis hingga bisa dikatkan kritis.


Tiga hari dirumah sakit menemani sang nenek yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan yang menamcap dihidung serta alat-alat medis yang memantulkan suara dramatis dan membuat rasa khawatir terus menyelimuti perasaan Kim saat itu.


......................


"Hiks.. Hiks.."

__ADS_1


Deru tangis sesegukan dikeluarkan Karin didalam mobil, tanpa rasa malu dan canggung meskipun ia tak sendiri didalam mobil itu. Ada supir yang stand by didalam dan sedari awal Karin masuk supir itu tak bersuara bahkan tak bergerak dari posisi menyandarnya.


Cetag.. Brugh. Drap..


Suara pintu terbuka serta suara jatuhnya b0k0ng diatas kursi mobil tepat disebelah kanan Karin, tak lain ialah Kim.


Tangis Karin seketika dipaksa berhenti saat ia sadar Kim masuk dan duduk disebelahnya. Tak lama mobil melaju saat Kim memberi isyarat melalui lirikkan dipantulan spion tengah.


Kim menarik nafas dalam lalu melepasnya perlahan. Ia melihat pergelangan tangan Karin yang di borgol.


"Mian chagia."


ucap Kim sembari meraih sekaligus menggenggam tangan Karin. Secepat kilat Karin menepis tangan Kim lalu menyembunyikan tangannya disisi kirinya.


"Fyuuhhh..."


...


***Ciitttt..


Braghh***..


Secara tiba-tiba supir yang membawa Kim dan Karin menghentikan mobil secara mendadak. Supir meminta maaf saat kejadian lantaran ada hewan melintas. Dan diwaktu saat hendak melanjutkan kemudi, ntah keberanian dari mana meski dengan kondisi tangan masih diborgol.


Karin membuka pelatup kunci pintu lalu mendobrak paksa pintu dan keluar begitu cepat. Karin berlari keluar kembali kearah belakang menuju gedung.

__ADS_1


Tak perduli lagi akan kondisinya yang berantakan, tangan diborgol bahkan berlari tanpa alas kaki. Derai air mata terus keluar dari dalam matanya, Karin terus berlari tanpa melirik sedikitpun kebelakang yang terlihat Kim dan anak buahnya yang berlari mengejar Karin.


"KAK CHOKIII...!!!!"


Bragh..


Ntah kekuatan dari mana Karin mampu mendobrak pintu ruangan yang mengurung Choki tadi, namun saat pintu berhasil dibuka Choki sudah tak ada disana. Mata Karin berkeliling mengitari ruangan yang minim cahaya itu, ia mencari Choki yang sudah menghilang ntah kemana.


Pikirannya kalang kabut ntah kemana, yang pasti ia memikirkan Choki, apa lagi mengingat kondisinya yang babak lantaran perlakuan Kim dan anak buahnya.


"Kak.. KAK CHOKI.!! DIMANA KAMU KAK.!"


"Hiks. Kak.. KAKAK DIMANA.!!"


"Mpphh.. Mmphh"


Mulut Karin tiba-tiba dibekap dari belakang, derai air matanya masih terus mengalir membasahi pipi, tenangnya perlahan melemah saat tubuhnya terus memberontak minta dilepas. Tak lama penglihatannya memudar karna rasa pusing yang memutar didalam kepalanya. Bau menyengat dari kain yang disumpal dimulut dan hidungnya itulah yang menyebabkan kesadaran Karin menghilang dan pingsan.


......................


Hello guys. Dah lama ya nungguin.?πŸ˜„


Sorry guys, butuh perjuangan banget buat balik ke pernovelan, selain nyari ide diluaran sana. Author juga ada kesibukan diluar sana yang bikin makin ngaret balik kedunia pernovelan ini.


Tapi its oke lah ya.. Kan up nya didoblein sama Author. Hehe😁

__ADS_1


Jangan lupa di like ya guyz 😘


__ADS_2