Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kritis


__ADS_3

Tit.. Tiit.. Tiiit..


Suara dari alat Elektrokardiograf terus berbunyi. Memperlihatkan garis kasar yang mendeteksi detak jantung seorang pasien yang sedang mengalami kritis.


Beberapa selang menempel ditubuh Choki, dari hidung hingga mulut. Kondisinya sampai hari kedua belum sadarkan diri.


Keadaannya pun kritis, wajahnya membengkak akibat luka pukulan. Bahkan Dokter menyatakan Choki mengalami gag4r otak ringan, hal itu yang menyebabkan hilangnya kesadaran.


Boby yang stay dirumah sakit hanya bisa diam duduk disebelah brankar Choki, dengan menatap sedih akan kondisi tuannya saat ini.


Ia merasa bersalah datang diwaktu yang tidak tepat. Sekitar 30 menit perjalanan dari RS kerumah, Ia dan Rian langsung datang kelokasi saat Tiur dengan gelagapan memberi selembar kertas lecek yang diberikan dari Karin dan diperintahkan untuk memberikannya pada Boby begitu Boby kembali kerumah.


Dan bodohnya lagi, Boby datang sendiri dengan keadaan seadanya tanpa strategi. Sampai akhirnya ia ketahuan oleh orang suruhan Kim yang berjaga disekeliling lokasi.


Sebuah p1st0l diarahkan pada Boby saat ia turun dari mobil, mau tak mau ia menyerah dan mengangkat tangan.


Tak ada perlawanan disana, hanya saja orang suruhan Kim bertanya mengenai identitas dan tunjuan Boby datang.


Saat Boby memberitahu dan saat itu pula ia melihat Karin dibawa keluar dari gedung dan melihat pember0ntakan Karin minta dilepas.


Boby sempat bertanya mengenai identitas mereka namun tak ada yang menjawab, justru ia hanya mendengar salah seorang suruhan Kim mendapat panggilan dan perintah disana.


Mata Boby terus terjutu pada Karin, bagaimana mereka mempelakukan Karin dari tangan Karin yang dib0rgol lalu memintanya masuk kedalam mobil dengan cara yang lembut. Tak ada kekasaran disana.


Tak lama ia melihat ada beberapa orang keluar dari gedung, salah satunya Kim. Kim masuk kedalam mobil yang ada Karin didalamnya, dan yang lain menyusul masuk kedalam mobil masing-masing.


Saat tengah memperhatikan pergerakan mereka, salah satu orang suruhan Kim menyenggolnya dengan kaki, dan memintanya masuk kedalam gedunh untuk membereskan keadaan.


Aneh. Tapi ini lah kenyataannya. Mereka yang melakukan penculikkan tapi ia yang disuruh untuk membereskannya.


Dan betapa terkejutnya ia saat masuk dan melihat tuannya tersungkur skarat dilantai. Dengan cepat ia mengangkat tubub Choki, menghubungi beberapa bodyguard serta Dokter pribadi keluarga Johan. Dan saat itulah akhir dari kejadian malam itu.

__ADS_1


Sekarang ia hanya bisa menunggu tuannya sadar dari komanya dan bisa mendengar sendiri cerita awal kenapa bisa sampai begini.


......................


Kripp.. Kripp..


Sinar mentari menyorot tepat diwajah Karin, semalaman suntuk ia menangis tanpa henti.


Menyadari dirinya dari kemarin sudah berada dinegara yang berbeda, obat bius yang diberikan sangat tinggi kadarnya sampai membuatnya tak sadarkan diri dan tak merasakan apapun.


Ceklek..


Tap.. Tap.. Tap..


Suara pintu dan langkah kaki masuk kedalam dan mendekatinya sangat terdengar jelas.


Kim duduk disisi ranjang membelakangi Karin yang tidur dengan posisi miring memunggunginya.


"Bangun Chagia, kau belum makan dari kemarin."


Tak ada jawaban apapun dari Karin, hanya ada keheningan didalam kamar mengah ini.


Srag.. Srag.. Sraghh..


Karin bangkit dari tidurnya lalu duduk dengan posisi tetap memunggungi Kim.


Sempat Kim menoleh kearah Karin dan tersenyum kecil saat melihat Karin dari belakang.


Namun pergerakan tak terduga dari Karin membuat Kim syok. Karin berlari cepat keluar dari kamar meninggalakan Kim dikamar megah itu sendiri.


Dengan cepat pula ia mengejar Karin keluar dari kamar. Pandangan Karin terlihat bingung saat melihat sekeliling rumah yang megah ini.

__ADS_1


ntah kemana ia harus berlari, yang pasti ia harus menuju tangga dan turun kebawah.


"YAK!! TAHAN DIA.!!"


Perintah Kim pada anak buahnya yang berjaga dilantai bawah. Dengan sigapnya mereka langsung mencegah Karin berlari menuju pintu keluar mansion.


"LE..PAS!!"


Teriak Karin berontak saat salah satu anak buah Kim berhasil mengangkap Karin. Mereka sempat kucing-kucingan dengan Karin lantai bawah, bahkan tanpa ragu Karin meraih vas bunga yang ada didekatnya lalu melemparnya kearah orang yang mengejarnya.


"Chagia, berhentilah bersikap seperti ini. Kau terlihat pucat, jangan menghabiskan tenagamu cuma-cuma."


Ujar Kim dari anak tangga mendekati Karin dan membentangkan tangannya hendak meraih tubuh Karin.


Saat bodyguard melepas cengkramannya, disaat itu pula satu t4mparan keras mendarat diwajah Kim.


Mata Kim terpejam merasakan panas serta pedih pada pipi kirinya.


"Per-set4n dengan tenagaku.!!"


"Apa pedulimu dengan keadaan ku hah.!"


Sentak Karin marah dengan air mata yang terbendung dikelopak matanya. Tak perduli pada siapapun yang ada didalam rumah ini. Tak peduli siapapun yang melihat drama yang tengah dilakukan majikannya.


Para karyawan yang bekerja dimansion megah ini tak menghiraukan majikannya, bahkan sebagian dari mereka memilih pergi dari sana dan meninggalkan pekerjaannya sejenak demi menghargai privasi sang majikan.


......................


Lanjutannya dari cerita novel ini akan terus berlanjut sampai end.


Nantikan terus episodenya..

__ADS_1


Jam tayang masih berantakan lantaran kesibukkan Author dalam menjalankan kegiatannya diluar menulis cerita ini.


Mohon bijak dan terima kasih atas pengertiannya.


__ADS_2