
Tak ingin meringis kesakitan karna t4mparan Karin, Kim mencoba diam sejenak lalu membenarkan posisi wajahnya yang tadinya menyamping lalu kembali tegak lurus menatap Karin.
Tatapannya dingin dan tajam, selangkah demi selangkah Kim mendekati Karin.
Bukannya mundur seperti setahun lalu, dimana rasa takut akan dimarahi Kim, justru Karin diam dengan tegap serta membalas dengan tatapan tak kalah tajam pada Kim.
Sraghh...
Kim menarik paksa tubuh Karin masuk kedalam pelukkannya, ia mengeratkan pelukkan saat mendapat menolakan yang dilakukan Karin dengan cara memberontak.
"I miss you chagia.. I miss you.."
Lirih Kim dengan suara parau seperti sedang menahan tangis.
Karin diam sejenak dari berontaknya lalu seperkian detik kemudian dengan cepat ia mendorong dada Kim lalu ia mundur menjauh dari Kim.
"Jika kau merindukanku, bukan begini caranya. Caramu ini benar-benar kotor Kim. Kau dengan teganya menyakiti bahkan hampir menghabisi ny4wa seseorang tanpa ampun.!"
"Jika terjadi sesuatu yang fatal pada kakakku. Aku tak akan pernah mengampunimu.!"
Sambung Karin dengan tajam dengan deru air mata yang mengalir dipipinya.
Ia berlalu pergi kelantai atas melewati serta meninggalkan Kim yang terdiam kaku dengan wajah yang tertunduk karna menutupi kesedihan yang tak bisa ia sembunyinya.
......................
Beberapa hari berlalu, keadaan Choki yang masih tak sadarkan diri dirumah sakit. Keadaan rumah besar yang seketika ramai dipenuhi oleh anak-anak panti yang senantiasa melafalkan doa-doa untuk sang kakak tercinta yaitu Choki.
Keadaan Maura juga mengkhawatirkan, terlepas perginya Karin meninggalkan Indonesia, kesehatan Maura naik turun terlebih ia yang biasanya menyusu dengan ASI kali ini diganti dengan Sufor.
Tentu hal itu ada penolakan dari Maura, ia terus rewel disaat menginginkan ASI, namun sang baby sister yaitu Tiur memberinya Sufor.
Ibu panti pun dibuat kwalahan membantu Tiur untuk menenangkan Maura dikala ia menginginkan ASI.
__ADS_1
Kejadian yang menimpa anak-anaknya membuat kepalanya pusing, rasa khawatir dengan keadaan Karina yang diculik. Kondisi Choki yang belum menunjukkan tanda-tanda siuman ditambah dengan kesehatan cucunya yang sedang sakit karna merindukan sang ibu angkatnya yaitu Karina.
"Ya Allah.. Izinkan hambamu untuk memohon ata doa-doa yang hamba ucapkan ini. Temukan anak perempuanku dalam keadaan baik-baik saja. Sadarkan putraku dari komanya ya Allah. Hanya kepadamu aku memohon dan hanya kepadamu aku menyembah. Aku berserah kepadamu ya Allah."
Doa demi doa slalu dipanjatkan sang ibu panti dalam keadaan sujud sholatnya.
Dari cerita Boby padanya, bahwa Karin memang benar diculik. Namun penculikkan ini berbeda, Boby menjelaskan yg ia ketahui saja lebih dan lengkapnya hanya Karina dan pak Choki yang tau.
"Penculiknya bernama Kim, seorang pria asing pemilik perusahaan ternama di Korea, Gadis dan Karin pernah kerja disana. Bedanya Gadis kerja dibagian produksi, sedangkan Karin kerja dibagian office."
"Lalu nak.?"
tanya Ibu Panti pada Boby, ia senantiasa mendengar cerita dari Boby mengenai asal mula masalah ini terjadi.
Boby menarik napas dalam lalu membuangnya pelan sebelum melanjutkan cerita yang ia ketahui.
"Yang saya tau dari bapak, bosnya Karina menyukai Karina, lalu bapak bilang kalau hubungan mereka berakhir secara sepihak. Itu sebabnya penculikkan ini terjadi."
"Ma..maksud kamu.? Karin yang memutuskan secara sepihak.?" Ceceran Ibu panti pada Boby
"Emm, iya bu. Bisa dibilang kekasih Karin tak terima hubungannya diputuskan secara sepihak, dan meminta Karina kembali padanya. Namun ditolak pak Choki lantaran ingin melindungi Karina sebagai kakak yang melindungi adiknya. Namun kejadian ini diluar dugaan."
"Pak Choki tak menduga jika ada unsur pemaksaan serta keker4san yang menimpa dirinya."
"Untuk sekarang kita hanya bisa berdoa agar pak Choki cepat sadar. Selebihnya ibu jangan khawatir, kami sedang berusaha untuk menggali informasi tentang keberadaan dan keadaan Karina disana."
Jelas Boby panjang lebar yang dibalas anggukkan kecil Ibu panti.
Boby tak menceritakan secara detail dan ada yang ia tutupi lantaran tak ingin membelit masalah ini terlalu dalam. Yang pasti sudah jelas kenapa pak Choki mencegah sekuat tenaga agar Karin tak dibawa oleh kekasihnya itu.
Kedekatan majikan dengan Karin sudah jelas bisa dibaca okeh Boby jikalau majikannya menyukai adik satu pantinya itu. Itu sebabnya ia rela babak belur sampai koma demi mencegah Karina dibawa.
Cinta memang penuh pengorbanan serta kebodohan. Aish.. Benar-benar ya, cinta itu buta.
__ADS_1
......................
"Siapa kau.?"
Tanya Irene saat dirinya baru duduk dikursi dan menatap seorang wanita cantik didepannya.
"Kau tak perlu tau siapa aku. Apa kau Kim Irene.?"
Mata Irene terdiam sejenak sembari menatap wanita didepannya cukup lama, ia memperhatikan lekuk tubuh, penampilan serta bentuk wajah dari wanita cantik didepannya ini.
"Aku datang kesini karna ini."
Wanita itu menempelkan selembar kertas dipembatas kaca yang membatasi dirinya dengan Irene.
Irene membaca kertas itu secara perlahan, seketika matanya membulat lalu kembali menatap serius wajah wanita didepannya.
"A..pa mak..sudhmu? Apa kau yakin.? Dari mana kau tau tentangku.? Siapa kau.?"
Ceceran Irene lalu ia menutup mulutnya dengan satu tangan lantaran masih syok.
"Tawaranku tak akan kutawarkan dua kali. Jika kau mau maka akan ku urus kebebasanmu, dan ku pulangkan kau ke Amerika setelah kau menyelesaikan kesepakatan ini denganku."
Tegas wanita itu pada Irene sembari menarik kembali selembar kertas itu dan memasukkannya kedalam tasnya.
"Pikirkan baik-baik tawaranku. Lusa aku akan kembali untuk mendengar jawaban darimu."
"Aku permisi."
Wanita itu mengakhiri obrolan mereka lalu bangkit pergi meninggalkan Irene yang dibengong kaku ditempat.
......................
Wuihhh masih setia aja nih kalian dengan cerita ini.
__ADS_1
Duh jadi semangat lagi nih lanjut bikin next episodenya 😁👍.
Jangan lupa di Like ya guys..