Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kau Memang Teman Yang Pengertian


__ADS_3

Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju salah satu mall diseoul. Slama diperjalanan Karin lebih banyak diam begitupun dengan Kim. Karin merasa tak enak karna slalu mengulangi kesalahan. Sedangkan Kim memikirkan ada apa dengan Karin yang lebih banyak diam. "Apa aku terlalu kasar saat berbicara tadi." Batin Kim bertanya-tanya dan sesekali ia melirik Karin yang hanya diam memandangi jalanan.


"Jangan banyak melamun chagi.." Memegang tangan Karin sekilas meliriknya, Karin merespon dengan tersenyum kearah Kim.


"Mianhae kalau nada bicaraku terlalu kasar tadi, aku hanya tak suka saat kau berkata dengan bahasa yang tak aku mengerti." Jelas Kim dengan mengeratkan pegangannya. Lagi-lagi Karin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa menit kemudian, mobil Kim memasuki mall dan memarkirkannya dibasemant. Mereka turun dan berjalan beriringan memasuki mall.


Saat masuk kedalam, Karin terpesona akan suasana mall yang besar dan sangat rapih, membuat siapapun yang masuk kesana akan merasa nyaman. Tak begitu banyak pengunjung sehingga lebih leluasa saat berjalan. Banyak toko yang menjual brand-brand ternama didalamnya. Dan yang pasti mall ini sangat lengkap akan fasilitas, bukan hanya menjual berbagai brand terkenal. Disini juga banyak brand furniture rumah dan sebagainya, bahkan untuk kebutuhan dapur ssperti bahan pangan pun disini tersedia.


Karin yang sedari tadi setia mengikuti langkah Kim, mengikuti tubuh Kim yang berbelok kesuatu toko besar yang menjual berbagai macam kebutuhan dapur. Kim menarik troli lalu mendorong menelusuri lorong-lorong yang disisi kanan dan kirinya menyediakan banyak macam kebutuhan. Kim mulai memilih dan memasukkannya kedalam troli, sedangkan Karin hanya diam dan setia mengikutinya dibelakang. Kim yang menyadari itu langsung melirik kebelakang dan menarik tangan Karin, menyuruhnya memegang alih kendali troli yang Kim pegang. Sontak Karin terjekut dan langsung mengerti, akhirnya mereka melanjutkan aktivitas berbelanjanya.


"Banyak sekali tuan, untuk apa daging sebanyak ini.?" Tanya Karin saat Kim memasukkan banyak daging sapi yang sudah dipack menjadi beberapa jenis, seperti steak, slice bahkan daging giling.


"Tentu saja untuk dimakan Karin-shi. Hemm jika kau ingin menjualnya kembali boleh saja, asal menguntungkan dan keuntungannya bisa kita bagi dua." Ledek Kim disela-sela ia memilih daging antara tangan kiri atau tangan kanan, lalu Kim memasukkan kedua daging tersebut kedalam troli. Plin plan ya wak si Kim ini, hahaha


Setelah beres memilih daging, Kim kembali melangkahkan kakinya yang diikuti Karin, mereka menuju stand yang menyediakan berbagai macam buah segar. Disana Kim kembali memilih-milih aneka buah, dari buah apel, stroberi, melon, bahkan semangka.


"Karin-shi.. Kau tak ikut memilih buah? Jangan hanya diam mengikuti saja, kajja bantu aku."


Karin gelagapan saat Kim menegur sekaligus menyuruhnya, ia langsung menarik plastik dan memilih lalu mengambil beberapa buah pir. Karin sembarang mengambil buah, toh ia menyukai semua jenis buah, jadi jika Kim tak suka dengan buah pir bukan masalah besar jika Karin yang harus menghabiskan seorang diri.


"Apa segini cukup tuan.?" Menyodorkan plastik berisi buah pir kehadapan Kim.


"Jika kau rasa cukup langsung taruh ditroli, lalu ambillah stok dapur yang habis." Titah Kim sembari memukul-mukul pelan buah semangka ditangannya.


Situasi ini benar-benar membuat Karin terbengong sesaat, ia melihat Kim sangat pandai dan teliti dalam bekerja dan begitu juga saat berbelanja. Tak seperti pria pada umumnya, yang tak ingin berlama-lama saat ditoko bahan pangan seperti ini. Ditambah lagi mereka seperti pengantin baru yang benar-benar membeli segalam macam kebutuhan dapur. Sampai troli yang mereka bawa sudah membentuk bukit.


Semua isinya dipenuhi dengan kebutuhan rumah, dari makanan sampai persabunan. Setelah selesai menelusuri seluruh lorong dan dirasa sudah cukup, Kim mendorong trolinya menuju meja kasir.


"Karin-shi, apa kau punya cash atau kartu.? Aku lupa membawa dompet." Sahut Kim.secara tiba-tiba.


"Emm ada tuan, tunggu sebentar." Karin bergegas merogoh tasnya guna mengambil dompet. Kim tiba-tiba terkekeh kecil sembari menatap Karin.


"Aninde aninde.. Aku hanya bercanda Karin-shi, aku punya uang untuk membayar ini semua. Aku hanya ingin membuayarkan lamunanmu saja."

__ADS_1


"O-oh hehe oke tuan.." Senyum malu terukir diwajah Karin saat tau maksud Kim.


"Tuan.. Untuk apa ini semua? Apa tidak terlalu berlebihan belanja begitu banyak." Tanya Karin sembari menatap troli yang terisi begitu penuh.


"Tentu saja untuk kita, untuk siapa lagi memangnya.." Ketus Kim yang langsung maju setelah antriannya berjalan maju.


"Tapi kita hanya tinggal berdua, apa tidak mau bazir tuan." Tanya Karin terus menerus sampai Kim memejamkan mata mengekpresikan sikap yang tak biasa.


"Ssstttt.. Sudah kau diam saja jangan banyak bertanya, aku sedang lapar sekarang. Jika kau bertanya lagi, aku akan memakanmu disini.!" Ancam Kim menatap intens mata Karin.


Karin langsung diam seribu bahasa, namun sedikit terukir senyum kekeh diwajahnya, pasalnya wajah Kim begitu lucu saat menahan lapar. Setelah mengantri beberapa saat, kini giliran troli mereka yang maju mendekati meja kasir lalu menaruh semua brang belanjaan kemeja untuk discan.


Setelah selesai membayar, Kim kembali mendorong troli keluar dari toko bahan pangan. "Karin-shi, kau cari resto didekat sini. Aku kebasemant untuk memasukkan barang-barang ini ke mobil." Ucap Kim tanpa menoleh.


"A-ah tuan biar aku saja. Kau yang mencari tempat makan, tak apa sini.. Berikan kuncinya padaku." Titah Karin yang langsung mengambil alih troli dari tangan Kim. Awalnya Kim ingin menolak, namun cacing diperutnya meronta-ronta meminta diberi makan. Akhirnya Kim memberi kunci mobil pada Karin dan mereka berpisah saat Kim sudah menemukan resto yang tak jauh dari toko bahan pangan.


"Aku disini, setelah selesai memasukkan barang, tinggalkan troli dekat lift basemant, nanti ada staff mall yang mengambilnya." Perintah Kim yang langsung direspon Karin dengan anggukkan mengerti dan berlalu meninggalkan Kim. Karin berjalan menuju lift untuk turun ke lantai bawah, karna mobil mereka terparkir diarea basemant bawah.


"Sepertinya aku mengenali tubuh wanita itu.." Gumam Park dari kejauhan, karna rasa penasarannya tinggi akhirnya Park mencoba berjalan mengikuti Karin. Dan benar dugaannya, saat berhenti dipintu lift, Park mengenali tubuh temannya itu.


"Ommo Pa-parkshi..? Sedang apa dirimu disini.?" Tanya Karin dengan suara terkejut dan mengerutkan alis.


"YA.! Ada apa dengan wajahmu? Seperti tidak suka bila bertemu denganku." Park melototkan bola matanya menatap Karin, protes pada Karin atas raut wajahnya seperti tidak suka bila bertemu dengan Park.


Seketika Karin tersadar dan langsung melontarkan senyum sembari melayangkan pukulan kecil pada lengan Park. "Aahh aninde.. Tentu saja aku senang bertemu dengan squishy sepertimu." Celoteh Karin dengan nada candaan, mencoba membuyarkan suasana hati Park yang terlihat mulai emosi. Dan untunglah Park langsung tersenyum saat Karin mencoba mengajaknya bercanda.


"Woww banyak sekali belanjaanmu, apa kau ingin membuka toko hem.?" Tanya Park sembari membantu mendorong troli masuk kedalam lift yang kebetulan sudah terbuka.


"Ani.. Ini bukan belanjaan ku, ini.." Kalimat Karin terputus sejenak, ia bingung harus menyebut Kim kekasih atau bosnya. Padahal sebenarnya Park sudah tau bahwa Karin dan Kim sudah menjadi sepasang kekasih.


"Wae, kenapa diam? Untuk apa barang sebanyak ini.?" Park terus bertanya sampai pintu lift kembali terbuka, ia kembali membantu Karin mendorong troli keluar lift.


Titt.. Titt.. Suara mobil ketika remot ditekan.


"a-ah itu, Park kemari sini. Mobilnya disana." Ajak Karin sembari menarik pelan troli yang didorong Park.

__ADS_1


"Aish kau ini, aku bertanya dari tadi kau tidak menjawabnya. Dasar wanita pabbo." Gerutu Park mengerutkan alisnya dan mengikuti arahan langkah kaki Karin.


"Hehe, jangan cemberut begitu, ini punya kekasihku dia sedang makan, jadi aku yang berinisiatif memasukkan barang belanjaan ini ke mobil." Jelas Karin sembari membuka bagasi mobil, lalu menyusun barang-barang belanjaan kedalam bagasi.


Park yang ikut membantu Karin spontan hanya terdiam sampai semua barang tersusun rapih dibagasi. Setelah selesai memasukkan barang lalu menutup pintu bagasi lalu menekan kembali tombol kunci mobil. Karin langsung menjulurkan tangannya menarik tangan Park lalu membawanya masuk kembali kedalam mall.


"Kajja ikut aku makan siang bersama." Ajak Karin tersenyum pada Park. Namun tarikkan tangan Karin ditahan langsung oleh Park.


"Ani-oh, aku tidak bisa ikut. Kau saja, lagi pula ini kan hari kencanmu. Mana boleh ada orang lain yang bergabung." Sahut Park dengan nada datar, namun tersimpan sedikit nada kecewa didalamnya.


Karin yang melihatnya langsung mendekati Park, kini tubuh mereka saling bertemu. Setelah diam beberapa detik saling memandangi satu sama lain. Karin tiba-tiba memeluk Park secara tiba-tiba dan hanya seperskian detik lalu melepaskannya.


"Gomawo-oh Park-shi, kau memang teman yang pengertian." Karin tersenyum setelah ia memeluk kilas Park. Lalu menepuk lembut lengan Park.


"Emm.." Park mengangguk dan memberi isyarat pada Karin untuk segera masuk kembali kedalam mall. Lalu mereka berpisah dengan arah yang berlawanan.


Setelah memasuki mall dan menaiki lift, Karin melangkahkan kakinya menuju resto yang tadi sudah lebih dulu Kim masukki.


Kini Karin tlah sampai dan menghampiri Kim yang tengah asik menyuap makanan masuk kedalam mulutnya. "Annyeong tuan." Sahut Karin lalu menjatuhkan bokongnya dikursi yang berhadapan dengan Kim.


Kim tersenyum dan mengangguk menyambut kedatangan Karin. "Kenapa lama sekali Karin-shi.? apa barang belanjaannya terlalu banyak sampai kau kesusahn mengangkatnya."


Sontak Karin terdiam, ia teringat saat dibasemant tadi. Sebenarnya ia tak begitu kesusahan karna hampir seluruh barang diangkat oleh Park lalu dimasukkan kedalam bagasi oleh Park. Jadi yang seharusnya ditanya adalah Park bukan Karin.


"Aninde tuan, semua aman-aman saja. Sudah tersusun rapih dan trolinya sudah ku letakkan disamping lift seperti arahanmu."


"Gadis pintar, cah.. Makanlah hidanganmu mumpung nasinya masih hangat." Kim mengelus pucuk kepala Karin seraya melontarkan senyuman manis diwajahnya.


......................


Hai guys, apa kabar? Baik-baik ya semuanya. Sehat-sehat untuk kita semua. Author mau ngucapin slamat datang untuk para pembaca baru dikarya Author. Yuk kita saling support sistem untuk kedepannya.


Jangan lupa dukungan untuk karya Author ya, ditunggu like komen kritik dan sarannya. Insya Allah Author trima semua masukkan dari kalian.


Tanpa kalian apalah daya karya Author ini. Sekali lagi makasih banyak ya guys👍😁

__ADS_1


__ADS_2