
Setibanya Kim diruangan, ia mendudukkan tubuhnya disofa, lalu Kim mengingat akan pesan seseorang yang memintanya menerima Karin sebagai karyawannya diperusahaan milik Kim., secara tak langsung memintanya untuk menjaga Karin.
.
Flashback On
"Aku harus ngasih tau masalah ini ke mas Choki." Batin Gadis disela sela obrolan video call'nya dengan Karin.
"Yaudah ya Ndis, aku tutup dulu telvonnya. Aku harus membereskan barangku kekoper, besok udah harus pergi ke pengadilan terus langsung ke panti." Jelas Karin yang akan menyudahi obrolan tersebut.
"Emm.. Oke deh kalau gitu, kamu hati hati ya Rin, jaga dirimu." Jawab Gadis, lalu mematikan video call di ponselnya.
Tak perlu menunggu lama, Gadis langsung menscroll dan mencari user name *Mas Chok**i*. Gadis langsung menghubunginya, namun tak ada jawaban. Akhirnya Gadis memutuskan untuk mengirim via pesan. Gadis menjelaskan curhatan Karin yang ingin keKorea usai bercerai nanti dengan Rega, Rega menceraikan Karin dengan alasan Karin belum bisa memberinya anak, yang sebenarnya Regalah yang berkhianat dalam pernikahannya, dengan berselingkuh dibelakang Karin.
......................
Choki yang baru sampai dirumah besar, yang kini menjadi tempat tinggalnya. Semenjak meninggalnya sang ayah (Pak Johan) beberapa tahun lalu,.Choki lah yang meneruskan perusahaan pak Johan. Choki tanpa henti menjalankan hari harinya dengan kesibukkan, ditambah setahun lalu ia mendapat kabar wanita yang ia cintai akan menikah dengan tambatan hatinya. Choki yang merasa hampa dan sesak, hanya bisa menerima semua keadaan yang ia rasakan sampai sekarang.
Begitu sampai dikamar, Choki langsung bergegas melepas semua pakaiannya dan membersihkan tubuhnya dibawah guyuran deras air shower.
Setelah selesai mandi, Choki langsung keluar dan menuju kasur guna beristirahat. Choki sudah terbiasa tidur dengan tubuh polos. Hanya selimut yang menutupi tubuh sexy'nya. Hal ini sudah menjadi kebiasaannya setelah tinggal sendiri dirumah besar peninggalan pak Johan. Tak ada yang brani menganggunya, pembantu dan BG yang bekerja dirumah besar hanya melakukan tugasnya tanpa mengusik Choki, kecuali hal mendesak saja.
Saat Choki bersandar didinding kasur, ia mengambil ponsel yang sengaja digletakkan diatas meja disamping kasur. Saat membuka layar ponselnya, ada beberapa email masuk, panggilan tak terjawab dari Gadis, dan pesan dari Gadis yang mengatakan bahwa Karin akan bercerai besok dengan Rega dan akan keKorea untuk bekerja seperti Gadis.
Saat itu Choki tersentak dan terkejut saat membaca pesan dari Gadis. Hatinya mengatakan senang, karna Karin bercerai dengan Rega, namun pikirannya memikirkan keadaan Karin saat ini, pasti Karin sedang sedih dan menangis karna nasipnya sangat terpuruk. Tumbuh dengan status yatim piatu ditambah statusnya akan berubah jadi janda.
Choki ngehela nafas kasar seraya merosotkan tubuhnya yang terduduk menjadi terbaring. Mengangkat tangan dan menjatuhkanya keatas keningnya.
"Rin.. Kumohon, setelah ini jangan ada tangisan lagi diwajahmu. Aku akan slalu ada untukmu sampai kapanpun. Tolong buka hatimu perlahan untukku, agar aku bisa masuk kedalam dan menjadi penghuni tetap disana." Gumam Choki dalam pejaman mata.
......................
...Pagi Hari Dikediaman Choki...
Pagi ini Choki bersiap diri untuk ziarah kemakam ayahnya. Saat setelah sarapan, bel pintu rumah berbunyi, pembantu rumah bergegas membukakan pintu. Dan yang datang adalah wanita bertubuh tinggi langsing, dengan rambut sebahu dan wajah yang cantik. Namanya Miranda, ia adalah anak pak Irwan. Miranda tlah mengantikan posisi ayahnya yang dulu sebagai tangan kanan pak Johan. Miranda sekarang menjadi sekertaris Choki dikantor.
__ADS_1
"Slamat pagi Ky.." Sahut Miranda yang perlahan mendekati kemeja makan.
"Ya slamat pagi.." Jawab Choki seperlunya.
"Apa hari ini kamu sibuk Ky." Tanya Miranda pada Choki yang sedang meneguk habis air didalam gelas.
"He-em.. Aku ada urusan setelah ini." Jawab Choki seraya memundurkan kursi lalu pergi kelantai atas.
Miranda yang melihat Choki menaiki tangga ia pun langsung mengikuti langkah Choki. Dan betapa lancangnya Miranda yang langsung masuk kekamar Choki tanpa izin terlebih dulu.
"Apa kamu gak tau tata krama ketika dirumah orang lain Mir.?" Tanya Choki ketus seraya mengaambil jam tangan lalu mengaitkannya dipergelangan tangan kirinya.
"Ouc maaf.. Ku pikir aku diperbolehkan masuk, karna pintunya terbuka lebar." Jawab santai Miranda sembari menatap punggung Choki yang bidang dan kekar itu.
Choki yang menghela napas panjang, mencoba terdiam lalu kembali keluar kamar dan melewati Miranda begitu saja.
"CHOKI..!!" Teriak Miranda yang mengejar Choki, ia tlah muak dengan sikap Choki yang mengabaikannya slama bertahun tahun. "Kamu mau kemana?? Kenapa aku ditinggal." Tanya Miranda yang terus mengejar pelan Choki yang terus berjalan menuruni anak tangga. Sampai akhirnya berhenti digarasi rumah Choki.
"Kamu mau kemana, aku ikut." Tanya Miranda sekaligus mintanya agar diajak oleh Choki.
Miranda yang senang karna diajak, langsung masuk dan duduk dikursi depan. Choki tak bisa menolak keberadaan Miranda, karna ia berutang budi pada pak Irwan yang telah membantunya beradaptasi didunia bisnis. Pak Irwan sekarang sudah cukup tua untuk bekerja, dan meminta Choki untuk menerima Miranda sebagai penggantinya diperusahan Johan Gruop yang kini dipegang Choki.
"Ky, kita mau kemana? Mau jalan aja, atau mau nonton." Ucap Miranda yang sudah PD kalau Choki mengajak keluar berdua seperti ini.
"Aku ingin kemakam ayah." Jawab singkat Choki yang sedang menyetir sembari menatap layar ponselnya.
"O-oh oke.., Jangan main hp gitu dong, lagi dijalan begini, nanti kenapa napa." Pinta Miranda seraya memegang tangan Choki yang sedang memegang ponsel.
Choki yang merasa risih, langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan. "Ini udah gak jalan, tolong lepasin, ada yang mau kutelvon dulu." Ucap Choki seraya menarik pelan tangannya dan memberi kode pada Miranda untuk tidak bersuara.
"Yeoboseo.." Ucap Choki pada panggilan yang tlah diangkat penerima.
"a-ah hyeong apa kabar, lama tak menelvonmu., bagaimana keadaan disana apakah baik baik saja.?"
"nee, aku juga disini baik baik."
__ADS_1
"e-em sebenarnya ada yang inginku bicarakan padamu hyeong." "...." Obrolan yang terdengar oleh Miranda, namun dirinya tak begitu paham bahasa Korea hanya basic'nya saja. Jadi dia hanya bisa menjadi pendengar dari satu arah, tanpa mengetahui apa topik pembicaraan mereka.
"Ye hyeong, ku harap kau tak keberatan soal ini."
"nee.. Gamsahabnida hyeong." Telvon terputus. Choki menghela napas lega.
"Akhirnya kamu gak perlu kesusahan lagi Rin, untungnya Hyeong Kim mau membantuku." Gumam Choki yang terdengar oleh Miranda.
"Rin..? Kim..?, siapa mereka Ky? Kamu gk pernah crita ke aku soal mereka, dan 1 lagi.. Kamu bisa bahasa Korea.? Tanya Miranda pada Choki tanpa henti hentinya terus mengoceh mencoba merasa asik ketika diluar kantor.
Choki yang jengah dengam sikap Miranda, hanya diam dan menancamkan pedas gas. Sesampainya dipemakaman, Choki turun dari mobil diikuti Miranda dibelakangnya.
"Assalammualaikum Yah.. Ini Choki dateng lagi." Ucap Choki dengan nada lembut seraya mengusap batu nisan yang tertera nama Johan Anderson. Choki membacakan doa untuk Ayah terkasihnya, mencabut rumput liar diatas tanah makam, dan menyiram tanah yang mengering lalu menaburi bunga diatasnya. Miranda yang berdiri disisi makam sembari sesekali membantu dan memandang Choki teduh. Setelah selesai berdoa dan bersih bersih makam, Choki berjalan menuju mobil dan tak luput dari buntutnya yaitu Miranda.
"Ky, setelah ini kita kemana.?" Tanya Miranda seraya melontarkan senyum penuh harap ke Choki.
"Aku mau antar kamu pulang, terus untuk beberapa hari kedepan aku harus pergi ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan, ku titip semua urusan kantor ke kamu ya Mir." Jelas Choki pada Miranda, karna Choki harus kepanti menemui Karin, dan memang sudah lama ia tak kepanti lantaran sibuk dengan bisnisnya.
Miranda yang mendengar penjelasan dan perintah dari Choki hanya bisa menjatuhkan rahang mungilnya kebawah. "Gimana bisa²nya dia nyerahin semua ke aku, padahal aku disini lagi berusaha pendekatan dengannya, tapi dia terus²an ngehindar." Batin Karin yang kecewa dengan semua usahanya yang sia sia untuk mendapatkan hati Choki yang teramat dingin.
#Flashback Off
Kim yang tengah disibukkan dengan beberapa dokumen dimeja kerja, tak menghiraukan pesan spam yang masuk keponselnya. Sampai akhirnya ponsel Kim berdering, tanda panggilan masuk, dan tertera user name Jay.
"Yeoboseo" Sahut Kim pada Jay.
"Hyeong, aku tlah mengirim alamat dan beberapa foto apartemen yang kau minta, semoga cocok. Kau bisa melihatnya dulu untuk memastikan." Jawab Jay dibalik ponsel Kim.
Kim yang mengerti, langsung mematikan sambungan dan melihat pesan yang dikirim Jay. "Ah cukup bagus, cocok untuk ku dan Karin, kuharap dia suka pemberianku dan tak perlu tinggal di mes karyawan produksi lagi."
......................
Oke guys, episode ini lanjutan dari flashback episode AKU PAMIT pas choki kesedak makan siang diladang buah naga, waktu karin bilang mau ajak Choki kekorea. Choki keinget pesan dari Gadis, kalau Karin mau kerja disana tapi bohong dengan alesan mau tour yang dimulai dari Korea. Untungnya Choki udah nelvon kim buat nitip karin, yang aku bahas diepisode ini.
Sip deh kalau gini, insya Allah bisa tamat ya guys novelnya, bisa munculin karya² berikutnya. Jangan lupa dukungannya guys 😁👍
__ADS_1