
"Apa kau lupa kalau ini Korea Karin-shi, pikirkanlah lagi tentang tawaranku. Dan ku sarankan kau selesaikan terlebih dulu urusanmu dengan teman satu kamarmu itu." Jelas Kim pada Karin, lalu menjatuhkan kepalanya kedalam pangkuan Karin, memejamkan matanya diatas sana.
Setelah Karin dan Kim bersantai sejenak diruang tv, Kim bergegas mengantar Karin kembali ke mes. Selama diperjalanan Karin memikirkan ajakkan Kim untuk tinggal bersamanya. Dan ditambah lagi perkataan Park kemarin, dia harus menjauhi teman seperi Gadis. Karin menopangnya kepalanya dengan tangannya yang bersandar dipintu mobil. Gerak gerik Karin ternyata sudah diamati oleh Kim sedari tadi.
"Apa kau baik-baik saja Karin-shi.?" Tanya Kim sesekali melirik kearah Karin.
"Nee tuan, aku baik-baik saja. Aku hanya masih mengantuk hehe." Alih Karin karna tak ingin diketahui Kim bahwa ia sesang pusing memikirkan maksud Gadis yang menjatuhkan harga dirinya seperti ini. Kim hanya mengelus asal pucuk kepala Karin seraya tersenyum gemas. Sikap Kim memang pria sangat dewasa dan kaku, bahkan sangking dewasanya Karin merasa bukan sedang bersama kekasihnya melainkan bersama kakaknya.
Mobil Kim berhenti tepat disisi area gedung mes. Karin menundukkan kepala berterima kasih karna diantar, lalu Kim memberi kode dengan menunjuk pipi dengan jari telunjuknya. Karin yang paham langsung mendaratkan kecup*n disana. Mereka melontarkan senyum satu sama lain, lalu saat Karin hendak keluar Kim kembali menahannya.
"Mwo tuan.? Apa lagi.?" Tanya Karin lalu menoleh kearah Kim, dengan terkejut ternyata Kim menyambar paper bag ditangannya.
"YA tuan itu milikku, kembalikan padaku. Palli-oh!!" Karin merebut kembali paper bag dari tangan Kim namun ditahan oleh Kim.
"Ini milikku sekarang." Singkat Kim menjawab dengan tatapan tajam.
"Aish kau ini, jika kau menginginkannya kita bisa membaginya dengan sama rata." Ucap Karin jengah sembari menatap paper bag itu. Lalu dengan perlahan Kim membuka paper bag dan mengambil kotak yang berisi coklat didalamnya.
"Ini ambillah, itu untukmu dan ini untukku." Kim menyodorkan 2 buah bola coklayt ketangan Karin.
"Astaga kau ini tuan, yang benar saja masa aku hanya diberi 2 buah." Protes Karin sembari melihat Kim membuka salah satu bungkus bola coklat lalu melahapnya.
"Hemm enak juga, rasanya manis seperti coklat, kau mau Karin-shi." Goda Kim seraya memoyongkan bibirnya.
Karin yang melihatnya langsung terkekeh karna gemas lantaran sikap Kim seperti anak kecil.
"Aninde tuan aku belum mandi bahkan aku belum sikap gigi." Spontan Kim menjauhkan dirinya.
"Aish kau ini jorok sekali, kenapa kau begitu jorok menjadi wanita." Protes Kim saat mendengar penyatanyaan Karin.
__ADS_1
"YA!! Bagaimana aku mau mandi, baju ganti saja aku tidak punya. Kau yang menculikku tadi malam seharusnya kau bertanggung jawab." Karin mencubit punt*ng Kim lantaran kesal. Kim meringis kesakitan, saat ingin membalas cubitan Karin. Namun langkahnya kalah cepat, Karin keburu melangkah seribu sebelum Kim melayangkan tangannya kedada Karin.
Setelah Karin keluar mobil ia berbalik arah dan memberi finjer love besar dengan mengukir tangannya diatas kepala membentuk love sembari melontar senyuman manis. Kim yang melihatnya terkejut lalu membalas dengan senyuman senang saat melihat kekasihnya bertingkah menggemaskan.
......................
Karin melangkah menaiki anak tangga menuju kamar mes Gadis yang kini menjadi tempat tinggalnya juga. Saat tiba didepan pintu Karin menggerakkan jarinya untuk menekan kode kamar, namun terhenti sesaat karna kembali mengingat ucapan kak Choki, Park dan juga Kim. Ia kecewa dan marah pada Gadis karna tlah memfitnahnya, disisi lain ia juga bingung harus bagaimana kedepannya.
Ceklekk, pintu terbuka. Saat Karin melangkahkan kakinya masuk kedalam, ia terkejut dan menjerit dengan keras saat melihat apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
"AAAAAAA GADIS..!! KAMU APA-APAAN SIH. Sontak teriakkan Karin membuat penghuni sekitar kamar keluar dari kamar dan berlari kearah sumber suara. Mereka berdatangan dan betapa terkejutnya penghuni lain saat melihat Gadis dan dua orang lelaki asli pribumi dalam satu kamar tanpa mengenaikan busana, mereka sedang asik memadu padankan tub*h mereka tanpa sadar kehadiran Karin saat memasuki kamar. Sontak hal itu membuat Gadis dan dua lelaki itu kalang kabut bukan main, mereka buru-buru memakai pakaian mereka. Dan tanpa sadar keributan itu memancing penjaga gedung menghampiri kerumunan.
"Wae-oh ada apa ini.? Tanya penjaga pada salah satu orang yang ada disana, dan tanpa menunggu jawabannya penjaga gedung langsung menerobos masuk kedalam kamar dan mendapati Gadis dan dua lelaki itu sedang sibuk memakai baju mereka masing-masing. Tanpa pikir panjang penjaga gedung meminta penghuni lain pergi dan hanya menyisakan Gadis, Karin dan dua lelaki lalu penjaga gedung dan beberapa saksi mata.
"Apa yang kalian lakukan hah.!"Teriak ahjussi pada mereka. Namun mereka tak ada yang satupun menjawab, sampai akhirnya Karin membuka mulutnya.
"Mereka sedang bercumb* ahjussi, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kalau ahjussi tidak percaya kita bisa menanyakan pada saksi mata saat melihat mereka tanpa mengenakan pakaian." Tuntas Karin menjelaskan pernyataannya, hal itu membuat Gadis mengeraskan rahanganya. Gadis tak habis pikir kalau Karin memojokkan dirinya bukan membantunya keluar dari masalah ini.
Karin yang jengah dengan sikap Gadis sampai tak memikirkan rasa emati sesama wanita, karna Gadislah Karin mengambil kesempatan ini untuk membalas perbuatannya yang tlah memfitnah dirinya.
"Kamu seneng ya Rin liat aku diposisi kaya gini, seneng ya kamu liat aku lebih menderita kaya gini." Ketus Gadis sembari melirik Karin sinis.
"Seharusnya aku yang ngomong gitu ke kamu Ndis, hal apa yang buat kamu seneng sampe buat kak Choki percaya sama ucapan kamu saat kamu fitnah aku sebagai cewe rendahan." Tangis Karin pecah saat menyebut nama Choki.
"HAHA jadi mas Choki udah nanya ke kamu ya Rin.? Terus apa kata mas Choki Rin.? Dia pasti percaya kan sama omongan aku soal kamu, HAHA sriusan Rin mas Choki udah percaya.? Aduhh aku seneng deh dengernya kalau mas Choki udah percaya, HHAHA jadi aku gak perlu capek-cape lagi ngikutin kamu terus foto-foto kamu buat nunjukkin kek mas Choki." Jelas Gadis seperti orang ngelantur dengan tertawa lepas seperti orang stress.
Karin yang mendengarnya langsung hanya terdiam dan menangis melihat sikap temannya yang berubah seperti ini. Karin menangkup tubuh Gadis, menguncang-guncang tubuhnya sembari menangis terisak.
"Kamu kenapa tega Ndis, kenapa kamu jahat sama aku. Salah aku apa sama kamu Ndis. Hiks.. Hiks.."
__ADS_1
"AHHH LEPAS..!! AKU BENCI KAMU KARIN, AKU BENCI KAMU BAHAGIA DIKELILINGI ORANG-ORANG YANG PEDULI SAMA KAMU, SEDANGKAN AKU, AKU HANYA MENJADI BUDAK BUAT MEREKA, AAAGGRHHH..!!" Teriak Gadis pecah, ia juga tiba-tiba menjambak rambut Karin tanpa ampun, ahjussi dan yang lain melihatnya mencoba menolong dengan melerai mereka. Menarik Gadis keluar dari kamar, lalu membawanya keruang kesehatan yang berada dilantai bawah.
Karin yang terdiam dilantai hanya menatap kosong dan mendengar teriakkan Gadis yang kian semakin jauh. Salah satu penghuni wanita disana mencoba menenangkan Karin dengan merapihkan rambut Karin yang berantakan, dan membantunya duduk disisi kasur.
......................
Setelah kurang lebih 2 jam, ahjussi mengetuk kamar Gadis lalu dengan cepat Karin membukakan pintu.
"Kau temannya Gadis-shi nak.?" Tanya ahjussi lembut pada Karin, lalu Karin membalas dengan anggukkan pelan.
"Kalau begitu ikutlah denganku kelantai bawah." Pinta ahjussi yang langsung diiyakan Karin, mereka berjalan beriringan menuruni anak tangga. Dan setibanya diruang kesehatan, Karin tak menemukan Gadis disana. Berniat menanyakan keberadaan Gadis namun ia urungkan niatnya.
"Duduklah nak." Pinta ahjussi sembari memberi kode agar duduk dikursi yang berada didepan meja. Ahjussi itu menyodorkan selembar kertas, yang bertuliskan tentang kesehatan mental Gadis saat ini. Menjelaskan pada Karin, bahwa dalam beberapa bulan ini Gadis mengalamin stress berat sampai menganggu aktivitas kerjanya dipabrik. Sikap dan sifatnya berubah semenjak kembalinya ia dari hari cuti tahunan karyawan pabrik, yang dimana karyawan boleh pulang bertemu keluarga semacam mudik.
Tangis Karin pecah saat mendengar penjelasan ahjussi mengenai keadaan Gadis. Lantaran yang ia tau Gadis adalah wanita kuat, pekerja keras tanpa mengeluh. Ia syok saat melihat sendiri saat Gadis dengan lantangnya melakukan hubungan badan dengan dua lelaki sekaligus.
......................
Setelah dari ruang kesehatan, Karin kembali keatas menuju kamar. Ia membereskan barang-barang Gadis dan juga barang-barang miliknya. Mereka harus meninggalkan mes 2x24jam, lantaran Gadis akan dipulangkan ke Indonesia karna sudah tak diperbolehkan lagi untuk bekerja di pabrik milik Kim. Dan Karin yang hanya menumpang disana mau tak mau juga harus angkat kaki.
Karin menuruni anak tangga dengan dua koper miliknya, untuk barang-barang Gadis sudah lebih dulu ia berikan pada ahjussi untuk dikirim keagennsi yang bertanggung jawab atas diri Gadis.
Ahjussi sempat menawarkan Karin untuk tetap tinggal sampai besok, namun Karin menolak lembut lantaran tak enak pada penghuni yang lain. Karna teriakkannya semua ini terjadi, dan sampai memakan korban yaitu Gadis. Kini ia berada didalam taxi, selama diperjalanan Karin menatap kosong keluar jendela. Sesekali ia menyeka air mata yang mengalir dipipinya. Sampai akhirnya taxi itu berhenti disebuah gedung megah bertingkat.
Karin melangkahkan kakinya yang berat memasuki gedung tersebut, menekan tombol lift lalu melangkah masuk dan kembali menekan nomor lantai tunjuannya. Sampai pada akhirnya ia berdiri tepat didepan pintu, saat ia ingin menekan bell pikirannya memerintah tangannya untuk mengurungkan niatnya. Dengan langkah berat Karin memutar arah dan kembali melangkah menuju lift. Saat pintu liftr terbuka sontak sepasang mata mereka bertemu satu sama lain.
"Karin-shi.." Karin tertunduk dibalik topinya lantaran malu saat Kim menyebut namanya. Kim melangkah keluar lift lalu mendekatkan dirinya, mengangkat tengkuk Karin lalu menatap intens wajah sembab Karin.
"Kau menangis Chagia.." Tanya Kim lembut saat menatap Karin, kini Karin menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukkan Kim, tangisnya kembali pecah saat mengingat kejadi pagi ini dimes, karnanya dia harus melihat teman wanita satu-satunya dipulangkan dan mengalamin stress berat yang Karin sendiri tak tau penyebabnya.
__ADS_1
......................
Hai guys, makasih ya udah mampir dinovel aku, semoga suka ya guys hehe. Kalau ada saran dan kritikkan tentang crita, cara penulisan atau apapun itu mengenai cerita diatas. Boleh langsung komen ya guys👍😁