Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Flashback Rosy


__ADS_3

Pagi ini Karin dan Kim sudah berada dimobil tepatnya dibelakang kemudi. Genggamannya terus mengerat tangan Karin tanpa memberi celah sedikit pun.


"Oppa, kenapa harus diantar supir.? Kita bisa pergi berdua kepemakaman." Ujar Karin bertanya lembut.


"Tak apa, aku sedang malas mengemudi, nikmati saja momen seperti ini. Jarang-jarang kita bisa seperti ini." Jawab Kim seraya menyanderkan kepala Karin kepundaknya lalu menciumnya dengan lembut.


......................


"Eeuhhgghhh...." Suara menggeliyat khas orang bangun tidur.


"Sudah bangun.." Sahut Rosy yang baru keluar dari kamar mandi.


"Eoh, berkatmu aku bisa tidur nyenyak Ros." jawab Jay seraya tersenyum sembari melipat kedua tangannya disamping kepalanya dan menatap Rosy yang tengah sibuk melingkar handuknya membungkus rambut panjangnya.


"Oh ya... Terima kasih pujiannya." ujar Ros


Beberapa detik tak ada perbincangan diantara keduanya, sampai pada akhirnya Jay duduk sembari meraih ponselnya. Tap tap tap.. Clear.


"Sudah ku transfer kerekeningmu Ros." Sahut Jay tiba-tiba dan kembali merobohkan tubuhnya kekasur.


"Mwo.? Transfer apa.?" Tanya Rosy bingung.


"Tentu saja uang. Anggap saja bonus bulanan untukmu." Jawab Jay sembari menguap lebar dan kembali terpejam.


Dengan cepat Rosy meraih ponselnya yang masih cas, lalu mentransfer kembali uang yang diberikan padanya. Dan melangkah mendekati Jay.


"Hei boss.. terima kasih untuk pemberiannya, tapi maaf. Aku tak bisa menerimanya, meski kamu bilang anggap saja itu bonus, tapi tetap aku tak bisa menerimanya. Dengan kamu mengangkatku sebagai ketua tim moderator saja itu sudah sangat membantu perekonomian ku. Untuk tadi malam,.. Anggap saja tak pernah terjadi." Jelas Rosy seraya mengusap-usap lembut rambut Jay kebelakang.


Saat setelah mendengar pernyataan Rosy, Jay lantas membuka matanya dan melirik ke arah Rosy yang tengah menatap tulus kearahnya.


"Kamu tersinggung dengan pemberianku sayang.?" Tanya Jay seraya bangkit dan kini mereka saling berhadapan. Rosy mengangguk pelan tanpa memalingkan pandangannya.


"Ouh.. Mianhae Rosy.. Aku tak bermaksud menyinggungmu soal tadi malam dan uang yang berikan. Aku hanya ingin memberinya padamu tanpa maksud apapun." Jelas Jay seraya menangkup kedua pipi Rosy lalu mengecup lembut bibir mungil Rosy.


Ntah kenapa kecupan itu berubah menjadi sebuah lum4tan yang dimulai dari Rosy lalu disambut Jay yang awalnya tersenyum senang dan mulai memberi balasan.

__ADS_1


Flashback On.


"EOMMA...!!!" teriak Rosy dari ambang pintu rumahnya saat melihat sang ibu tengah dipukuli oleh sekelompok orang yang biasa menagih hutang kerumahnya.


"YA!! SEKIYYA!! BERHENTI.. Bisakah kalian berhenti berbuat onar.!" Ujar Rosy penuh emosi sembari melerai dengan menarik baju salah satu pria yang memukul ibunya.


BUG!!! Bukannya berhasil justru Rosylah yang menjadi sasaran berikutnya. "YA anak muda jangan sok menjadi pelindung ibumu yang tak bisa melunasi hutang-hutangnya.!" Ucap Body Guard renternir pada Rosy.


Rosy menahan sakit pada pipi bagian bawah matanya akibat pukulan sang BG renterir itu. Rosy melihat sang ibu tersungkur tak berdaya dilantai hendak menghampiri, namun rambutnya ditarik oleh sang BG renternir itu sampai Rosy merasa ada beberapa rambutnya yang rontok.


"Aaagghhhh sakit!! Lepas!! Aku akan membayar hutang mendiang ayahku, beri aku waktu sampai aku gajian.!!" Ujar Rosy seraya menahan rambutnya yang ditarik kebelakang.


"Kapan?! Kami sudah bosan dengan janji-janji kalian.! Bahkan sampai ayahmu matipun kalian belum selesai melunasi hutang kalian.!!" Tanya BG renternir tak terima.


"To-tolong lepaskan putriku. Kami berjanji akan melunasi semuanya secepat mungkin." Sahut ibu Rosy dengan suara berat dan terbata.


"AKU TANYA KAPANNN..?!!!" teriak BG lebih kencang seraya menarik kuat-kuat rambut Rosy.


"Aaghh aaagghhhh lusa.. Lusaa aku akan memberikan uangnya pada kalian. Aku berjanji." Titah Rosy cepat sembari menahan sakit pada rambutnya.


"Oke. Aku akan kembali lusa. Jika tidak akan ku jual kau pada pria hidung belang, tapi sebelum itu. Aku yang akan mencicipimu dulu.!" Jelas BG seraya menghempas Rosy kearah ibu Rosy dan berlalu meninggalkan rumah Rosy sembari tertawa mengejek.


"Nee eomma, aku tak apa. Eomma kesakitan karna mereka, maaf eomma.. Rosy belum bisa membantu eomma untuk melunasi hutang-hutang peninggalan appa." Titah Rosy putus asa sembari menangis dalam pelukkan eommanya.


"Aniyo.. Tak seharusnya kamu bicara seperti itu Rosy. Ini semua tak seharusnya menjadi kewajibanmu." lirih eomma Rosy seraya memeluk dan ikut menangis meratapi nasip hidupnya yang begitu berat ini.


......................


...Sore Hari diClub Jay...


"Mina..." Sapa Rosy yang baru tiba didapur.


"Nee.. kenapa baru datang? Biasanya kamu datang lebih dulu. OMMO...!! Kenapa dengan wajahmu Ros?!" tanya Mina saat ia melihat lebam diwajah Rosy.


"Aniyo, bukan apa-apa. Ku rasa ini terbentur saat tidur." Bohong Rosy yang diketahui Mina, pasalnya Mina tau dari mimik wajah Rosy yang terlihat tidak jujur.

__ADS_1


"Aishh. Jangan bohong.! Apa jangan-jangan renternir yang kau bilang waktu itu datang lagi.?" tanya Mina serius. Rosy menjawab dengan mengangguk seraya menahan tangis yang ingin pecah. Dengan itu Mina langsung memeluk Rosy.


"Mina.. Apa kamu bisa bawa aku bertemu dengan tuan Jay.?" sahut Rosy seraya melepas pelukkannya.


"Kamu yakin untuk mengambil langkah ini.?" Tanya lagi Mina dengan serius. Pasalnya waktu Rosy menceritkan tentang ekonomi keluarganyavyang sedang kesulitan, Mina yang berkerja sebagai manager (Mami muda bagi para penghibur diclub). Sempat menawarkan tawaran pada Rosy untuk menjadi menari latar. Namun Rosy dengan tegas menolak, dan ternyata hari ini justru Rosy secara tidak langsung menerima tawaran Mina.


"Nee, aku yakin.! Aku membutuhkan uang itu untuk melunasi hutang orang tuaku."Ujar Rosy seraya menunduk pasrah.


"Aigo.. Baiklah Ros, nanti malam kita bersama ya menghadap tuan Jay." Jawab Mina kembali memeluk Rosy dan mengelus pundak Rosy.


......................


Malam Hari saat club sudah dibuka dan para tamu sudah mulai berdatangan. Yang seharus Rosy sudah ada ditengah-tengah meja bar dan siap untuk meracik minuman yang dimana meja Bar tersebut berada tepat di tengah lantai. Profesi Rosy diclub Jay cukup terkenal yakni sebagai BARTENDER wanita. Dan gajinya pun cukup terbilang besar, namun di club Jay yang memiliki gaji dan bonus besar dari profesi lainnya yakni wanita penghibur seperti penari latar dan wanita penghibur dalam tanda kutip (").


Rosy menarik napas dalam saat pintu lift terbuka, Mina yang menyadarinya itu pun tersenyum kekeh.


"Hei Ros tenanglah.. Bos Jay tidak akan memakanmu. Jadi santailah sedikit." Ledek Mina sembari melangkah keluar.


PLAKK!! "iiih menyebalkan. Diamlah!" Jawab Rosy ketus. Mina tertawa kecil ketika melihat jelas wajah Ros yang benar-benat gugup.


Tok.. Tok.. Tok.. Ketukkan pintu dilakukan Mina dengan perlahan. Dan disambut suara sahutan Jay dari dalam yang mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam.


"Malam tuan." ujar Mina lembut.


"Eemm, ada apa Mina.? Ada yang bisa ku bantu.? Katakan dengan singkat ya, aku masih ada beberapa berkas yang harus dibaca." Jelas Jay santai seraya melirik sekilaa kearah Rosy yang berada tepat dibelakang Mina.


"Nee tuan, maaf menganggu. Sebelumnya saya sudah meminta waktu tuan lewat telvon. Jadi, Ini Rosy. Karyawan yang bekerja di bagian BARTENDER yang sudah bekerja disini beberapa bulan belakangan ini." Ucap Mina seraya menarik pelan lengan Rosy kesampingnya. Dan Rosy langsung reflek menunduk memberi salam pada Jay.


"Lalu? Apa tujuannya.?" Tanya Jay serius sembari menyilang kakinya dan menyenderkan punggungnya kekursi kebesarannya.


"Annyeong tuan Jay, perkenalkan saya Rosy. Maaf jika mengganggu. Sebelumnya saya sudah membicarakan ini pada Mina, dan..."


"Katakan tujuanmu." Potong Jay ketus.


"Saya mau beralih posisi sebagai wanita penghibur disini. Namun jika boleh ini hanya 1x saja. Setelag itu izinkan saya kembali kebagian BARTENDER." jelas Rosy yang membuat Mina membulatkan matanya dan terbengong karna terkejut dengan pernyataannya yang berbanding terbalik dari sebelumnya.

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2