Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kamu Minum Chagia


__ADS_3

"Ahh ****,!! Kenapa terlihat begitu menggoda." Batin Kim kesal saat melihat dua gundukkan Karin yang tengah dipompa dan mengeluarkan ASI yang sangat deras.


Sedekali Karin melirik kearah Kim yang tengah fokus pada dadanya. Ntah itu fokus karna alat yang bisa memompa bu4h dadanya, atau fokus pada hal yang lain. Ntah lah, Karin hanya tersenyum smirk saat melihat mimik wajah Kim.


"Berika botolnya Kim. Ini sudah mulai penuh." Pinta Karin membuyarkan lamunan Kim. Tanpa menjawab, tangan Kim meraih botol kosong khusus ASI lalu memberikannya pada Karin.


"Hei, kenapa ngelamun terus.? Apa yang kamu pikirkan.?" Tanya Karin pelan


"Eoh? Eem aniyo chagia.." Ujar Kim panik lalu memalingkan pandangannya kesembarang arah. Karin merespon dengan senyuman kekeh, ia mengetahui apa arti dari tingkah Kim yang panik ini.


"Sabar ya.. Tunggu jahitanku mengering." Titah Karin sembari menuangkan ASI nya ke botol kosong pemberian Kim tadi.


Kim tersenyum malu seraya menundukkan wajahnya sejenak lalu menerima botol yang sudah terisi ASI sembari melihat Karin kembali mempompa PD sebelahnya.


"Kenapa feelingmu slalu benar chagia." Ujar Kim malu.


"Wajahmu mengartikan semuanya oppa. Aku hampir hafal semua mimik wajah dan gerak gerikmu." Ledek Karin sembari mencolek hidung Kim.


Lagi-lagi Kim tersipu malu dan kini warna kedua pipinya berubah warna menjadi kemerahan ditambah telinganya juga ikut memerah lantaran malu.


......................


Tak terasa setengah jam berlalu, Karin sudah memompa kedua PDnya dan terkumpul 4 botol yang sudah terisikan full ASI.


"Lalu? Mau diapakan semua air susumu ini.?" tanya Kim bingung seraya menatap botol-botol diatas meja.


"Kamu minum chagia.." Ledek Karin yang membuat mata Kim terbelalak syok.


"Jinjjah..? Aku.?" Jawab Kim seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Hahaha aniyo chagia. Kalau kamu minum ASI ku, kamu akan menjadi anak sepersusuanku. Dan kamu gak boleh berhubungan badan lagi denganku." Jelas Karin sembari tertawa lepas.


"Aish.. Sudah bisa meledek rupanya kamu hem..!" Ujar Kim seraya mencubit pipi Karin gemas.

__ADS_1


"Lagian kamu polos banget,. Taruh aja di freezer oppa. Yang ku tau seperti itu. Nanti kalau mau diminum tinggal di..." Ucap Karin terputus dan kembali murunh saat pikirannya kembali mengingat sang buah hati.


"Cup.." Kim mencium bib*r Karin, mencoba membuyarkan pikiran sedih Karin dengan *****4* lembut bibir sexy Karin.


"Oppa, aku lapar." Bisik Karin saat ia melepas aktivitas bibir keduanya.


"Oke, Kajja.. Aku masakkan ramyeon untukmu, kita makan sama-sama." Jawab Kim tersenyum.


......................


Saat Kim kembali kekamar saat setelah ia menyimpan ASI difreezer sesuai instruksi dari Karin. Kim melihat Karin tengah perupaya menuruni kasur.


"Sini aku bantu chagia.. Jangan memaksa diri sendiri kalau belum kuat. Panggil saja aku, itu salah aatu gunanya aku berada disampingmu saat seperti ini." omel Kim sembari memapah Karin.


"Ish..!! Kamu kira aku lumpuh apa.!? Aku bisa sendiri, tadi hanya terasa sedikit nyeri mangkanya aku perlahan saat turun." Balas Karin tak kalah cerewet.


Kim hanya diam tak menjawab, hal itu membuat Karin penasaran dan langsung menoleh kearah Kim, dan benar dugaan Karin. Kim mengumpat dalam diam, ia mengikuti gaya bicaranya seperti berbicara (Bla bla bla bla.)


"Iiih Kim!! Nyebelin.!" Bentak Karin kesal, reflek ia mencubit perut Kim dengan gemas.


......................


...Disisi Lain...


Jay baru saja tiba diruangan kerjanya yang berada dilantai atas club miliknya. Ia menghempaskan tubuhnya diatas sofa empuk yang berada diruangannya. Jay menyenderkan kepalanya diatas senderan sofa seraya menatap kosong langit-langit.


"Aku lelah..!" Gumam Jay seraya memejamkan mata. Dan tak lama suara ketukkan pintu terdengar dan pintu langsung dibuka tanpa menunggu jawaban dari Jay.


"Hai.." Ujar Rosy, seorang wanita cantik blasteran Korea Amerika yang bekerja diclub Jay sebagai moderator club.


"Hai Ros. Kemarilah." titah Jay seraya membentang lebar kedua tangannya tanpa melirik.


Saat mendapat sinyal perintah dari Jay, Rosy langsung berlari kecil menyambut bentangan tangan Jay.

__ADS_1


"Kamu lelah Jay..?" tanya Rosy lembut saat setelah ia memeluk dan berlalu menatap lekat wajah Jay. Suaranya yang terdengar lembut dan imut sangatlah menggemaskan ditelinga bagi siapapun yang mendengarnya.


Namun sikapnya yang dewasa dan peka akan situasi membuat lawan bicaranya seakan tak percaya bahwa kepribadian Rosy sangatlah berbeda saat hanya sekilas melihatnya.


Tangan lentik Rosy memijat lembut kening Jay, tatapan mata yang indah dan serius saat memijat itupun membuat Jay mengukir senyum hangat. Tangan Jay yang sedari tadi berada dipinggang Rosy pun kini tak lagi diam. Ia mulai merambat menaiki punggung mungil Ros.


"Ssshhhh🤫.. Tidak untuk malam ini, aku kesini bukan untuk meminta sesuatu. Aku pyuurr ingin memanjakan mu yang kelelahan karna mengurus semua urusan Kim." Jelas Ros yang tau akan maksud Jay.


"Hem.. Tapi aku tidak pegal-pegal sayang, aku menginginkanmu. Aku rindu padamu." Ujar Jay seraya mendekatkan wajahnya hendak menc*um bibir mungkin Ros.


Keduanya saling membalas satu sama lain. Kelembutan dan kemahiran permainan Ros seketika membuat Jay terbuai olehnya. Jari jemari lentiknya yang menguasai seluruh area sensitif belakang telinga Jay membuatnya semakin terhanyut.


"Ouh baby.. Bisa kita mulai.? Kau benar-benar membuatku candu Ros." Rancau Jay tak tahan dengan deep voice. Anggukkan dan senyum penuh aeti Ros lontarkan sembari menurun kaki dan tubuhnya kearah kaki Jay.


Rosy mulai membuk4 sabuk pinggang yang Jay kenakan dan melihat sesuatu yang sudah mendes4k ingin keluar dari selimutnya. Belaian lembut tangan Rosy ketika menyentuh lembut juni0r Jay sangatnya memabukkan. Sponta rancau Jay keluar ketika merasakan sentuh4n nikm4t yang Rosy berikan.


"Ouhh Rosy.." Desah Jay seraya menutup matanya dengan satu tangan dan menjatuhkan kepalanya keatas dinding sofa.


"Yes honey.. Nikmatilah, aku yang mengemudi malam ini untukmu." Balas Rosy tak kalah mendes4h saat mengutarakan kalimatnya.


......................


"Oppa, apa boleh besok atau lusa kamu mengantarku ke makamnya." Ucap Karin pelan disela-sela aktivitas makan mereka.


Kim terdiam sejenak mencerna ucapan Karin yang terdengar sanget pelan, lalu tangannya meraih tangan Karin sembari mengelus pelan dengan ibu jarinya. "Nee, lusa akan ku antar. Kita kesana sama-sama." Jawab Kim pelan.


......................


Segini dulu ya guys. Lagi kurang mood Author 😁😁


Insya Allah next episode Author bikin yang lebih panjang ya guys hehe.


Jangan lupa di like disetiap episode ya guys. Oke guys.

__ADS_1


Kalau ada saran, nasihat dan kritik sebagainya boleh langsung komen ya. Jangan sungkan oke...😁


__ADS_2