
Satu minggu telah berlalu, dikediaman mansion Kim. Karin masih dengan posisi tidur nyenyaknya dan tanpa sadar tengah dipeluk erat oleh sosok pria bertubuh besar nan berotot.
Siapa lagi kalau bukan Kim, namun saat malam berganti pagi. Dengan perlahan Kim bangkit dari posisinya, berusaha sebisa mungkin tak melimbulkan suara yang dapat membangunkan Karina.
Selama Karin kembali, Kim slalu tidur bersama Karin disetiap malamnya dan yang pasti ia melakukannya tanpa sepengetahuan Karin. Datang ditengah malam saat Karin sudah terlelap, lalu pergi sebelum Karin bangun.
Rasa rindu akan sosok wanita yang ia cintai itu tak dapat dibendung lagi, mangka dari itu Kim melakukan hal ini agar rasa rindunya terobati. Dan ntah ada angin apa pagi ini mereka ribut besar saat Karin bersuara meminta pada Kim agar dirinya dipulangkan ke Indonesia.
Saat ditengah-tengah Kim menyuapi sarapan kedalam mulut Karin, disaat itu pula ia menyentak sendok keatas piring dengan keras.
"Cukup Karina.! Aku tak akan melepaskanmu kali ini."
"Wae.? Bukankah ini penyekapan namanya.? Kau menculikku secara paksa lalu menyekapku dikamar ini selama seminggu, bukankah ini penculikkan namanya? Kau bisa dipenjara atas kasus ini Kim.!"
Ujar Karin dengan derai air mata sembari menatap Kim, bibirnya bergetar hebat karna menahan tangis namun seketika pecah saat otaknya dilintasi kejadian seminggu lalu di Indonesia.
"Aku melakukan ini karna aku mencintaimu, dan aku mengambil kembali apa yang harusnya menjadi milikku."
"Aniyo, kau melakukan ini bukan atas dasar cinta. Kau melakukan ini karna kau terobsesi padaku." Sambar Karin.
"Hubungan kita telat usai Kim, kita sudah tak memiliki hubungan apapun. Semua telah setelah setahun lalu dan kumohon berhentilah, jangan membodohi dirimua seperti ini. Kita tak akan pernah bisa bersatu."
"OMONG KOSONG.! Tidak bisa bersatu bagaimana, aku sudah mengajakmu untuk menikah denganku tapi kau menolak. Dan jika kau sadar saat malam terakhir kita dimana kau memberiku obat tidur lalu kabur meninggalkanku begitu saja, disaat itulah niatku untuk melamarmu Karin-ah. Tidaklah kau sadar hah.!"
Ujar Kim dengan nafas terengah menahan gejolak emosi didalam dirinya.
__ADS_1
"NEE! Aku sadar jika kau ingin melamarku, dan justru itu aku melakukannya. Karna aku tak ingin mematahkan harapanmu terhadap pernikahan yang tak mungkin bersatu."
" Haish!! Jangan membual dengan alasan beda keyakinan lagi. Banyak diluaran sana yang bisa bersatu meski berbeda keyakinan, lalu kenapa kita tidak."
"Karna aku sudah tidak mencintaimu. Mian." lirih Karin dengan suara pelan, ia berbohong soal pernyataannya barusan, dengan dalih jika ia ingin kembali ke Indonesia. Otaknya terus kepikiran mengenai keadaan kak Choki saat ini.
Prangg!!! Suara pecahan piring yang Kim lembar dengan kasar kelantai mengejutkan Karin dengan reaksi tubuhnya yang tersentak lalu bergetar.
"GEOJISMALHADA.! (bohong)"
"Jika memang kau tak mencintaiku lagi, lalu untuk apa kau mengkhawatirkanku jika aku sampai tertangkap polisi karna tindak kriminalku saat malam itu."
"Aku tau berbohong atas ucapanmu Karina." ujar Kim lantan nan keras, emosinya memuncak seketika mendengar pernyataan Karin, ingin rasanya ia membunuh seseorang, namun ia melampiaskannya kepiring yang masih terisi setengah makanan kelantai.
"Jangan bilang kau mencintai si bodoh itu."
"Tentu aku mencintainya. Dia lelaki masa kecilku, perannya sangat berarti untukku sampai sekarang, ia tak kasar sepertimu. Dan obsesinya tak sepertimu Kim." tantang Karin pada Kim yang tentu saja membuat mata Kim yang sipit langsung terbelalak lebar menatap Karin.
"Aagkhh."
"Apa kau bilang tadi, katakan sekali lagi.!" emosi Kim pecah, ia mencengkram keras rahang Karin tanpa memperdulikan erangan Karin yang menandakan ia kesakitan.
Awalnya sakit namun lama kelamaan rasa sakit itu hilang lantaran setahun lalu Karin pernah merasakan amarah Kim yang pecah seperti ini. Obsesi pada Karin membutakan rasa empatinya pada diri Kim.
"Apa kau sadar jika cintamu itu tak berbalas. Coba kau pikirkan ulang, apa dia membalas cintamu? Apa dia pernah menyatakan cinta sampai berniat menikahimu.?"
__ADS_1
Sontak jantung Karin berdetak kaget, ucapan Kim ada yang salah dan ada yang benar, yang dimana Choki pernah menyatakan cinta untuk Karin tapi tak pernah mengatakan ingin serius membawa cintanya kedalam jenjang pernikahan.
"Kenapa diam? Tanganku memegang rahangmu Karin-ah, bukan mulutmu."
"Ooh.. Apa ucapanku benar?" Ujar Kim dengan nada mengejek serta tatapannya yang tajam.
Tanpa berlama-lama, Kim mendorong tubuh Karin keatas kasur sampai tubuhnya terkukung.
"Mau apa kau Kim. Menyingkirlah.!"
"Aku ingin melakukan yang seharusnya terjadi saat kau baru tiba dimansion ini."
.
.
"Mmphh.." lirih Karin menahan suaranya agar tak keluar, namun lirihan Karin membuat Kim semakin bersemangat melakukan hal yang sudah sangat ia rindukan setahun belakangan ini.
Hati Karin menolak, memb3ront4k namun ntah kenapa tubuhnya seakan melemah begitu ketika Kim melakukannya dengan lembut. (21++)
......................
Next episode menyusul lagi ya guys.
Insya Allah cepet kok hehe. Jangan lupa di Like ya guys 🙏🥰
__ADS_1