
"Tubuhmu memang tidak terluka, tapi ini.. Disini perlu diobati." Tunjuk Park kekepala Karin, yang dimaksudnya Park adalah pikiran Karin yang masih kacau sehingga membuat rasa takut terus bermuncul didalam dirinya. "Sudah jangan menolaknya, besok pagi aku akan kembali lagi, aku menunggumu disini." Timpah Park yang membuat Karin tak bisa menolaknya.
"Baiklah tuan, aku menurut apa katamu saja." Jawab Karin sembari mengahapus jejak tangisnya.
"Emm, bagus. Jangan takut lagi, masuklah dan istirahat. Aku akan melihatmu sampai masuk gedung." Angguk Park lalu memberi kode agar Karin pergi. Dan benar, Park benar benar memerhatikan Karin sampai masuk gedung, memastikan Karin aman lalu melihat gerbang ditutup oleh penjaga gedung, barulah Park masuk kemobil dan pergi melajukan mobilnya.
"Cih.. Benar-benar wanita murahan kau Karin-shi." Decak Kim yang kesal melihat interaksi antara Park dan Karin.
......................
...Keesokkan Pagi...
Park menepati janjinya, datang pagi hari untuk menjemput Karin. Karin yang awalnya ragu karna mengira Park hanya basa-basi, namun ketika Karin turun dari gedung untuk melihat area luar gedung guna memastikan keberadaan Park ada atau tidak. Dan ternyata Park benar-benar menepati janjinya. Mata mereka bertemu, Park melambaikan tangannya memberi kode pads Karin. Karin yang sadar langsung merespon lambaian tangan Park, dan memberi isyarat untuk tunggu sebentar. Park yang paham langsung mengangguk senyum gemas, lantaran tingkah Karin yang lucu saat memberinya isyarat.๐.
10 menit tlah berlalu, Park yang menunggu diluar mobil sembari menghirup udara pagi, sembari melirik kearah gedung, untuk melihat apa Karin sudah turun. Namun nyatanya belum juga turun. :Ya! Lama sekali dia didalam, aku mulai bosan disini." Ucap Park sembari menyenderkan bokongnya disisi body mobil. Tak lama setrlah 5 menit berlalu, barulah muncul sosok wanita dengan pakaian formal, rok berwarna khaki sepanjang lutut, dipadukan dengan kemeja warna senada, dan tak lupa sepatu hils berukuran 5 cm. Yang membuatnya terlihat sexy dengan pakaian kerjanya itu.
"Kau akan kemana.?" Tanya Park sinis pada Karin yang mulai mendekat kehadapannya.
"A-ah ini, aku akan langsung berangkat kerja begitu selesai dari rumah sakit." Jawab Karin gugup, karna memang dia tidak berani kalau harus izin libur, pasalnya dia baru 1 bulan bekerja.
"Apa perusahaanmu pemimpinya orang gila hem?, apa mereka tidak mengizinkan karyawannya libur kerja karna sakit." Tanya Park yang menahan emosinya mendengar Karin akan bekerja setelag trauma yang ia alami tadi malam.
"Su-sudahlah tuan, aku benar-benar tidak apa apa." Jawab Karin meyakinkan Park kalau dia baik baik saja.
"Kalau begitu berjanjilah padaku, saat Dokter menyuruhmu untuk istirahat, kau jangan memaksakan untuk bekerja." Tanya Park pada Karin yang sudah menuju ambang pintu mobil. Karin yang hanya senyum lalu mengangguk, mengiyakan ucapan Park langsung masuk kemobil dan disusul oleh Park.
......................
Setibanya diRumah Sakit, mereka duduk dikursi tunggu, seraya menunggu antrian untuk menghadap Dokter. Sebelum berada dirumah sakit, Karin sudah lebih dulu memberitahu Kim bahwa dia izin setengah hari karna harus cek up kerumah sakit.
Disini lain, Setibanya Kim diloby kantor, ia langsung memasuki lift dan menuju lantai ruangannya, seraya melajukan langkahnya. Kim sekilas melirik meja kerja Karin yang tak jauh dari ruangannya. "Kemana dia, tumben sekali jam segini tidak ada dimejanya." Batin Kim setelah melirik sekilas kemeja kerja Karin.
"Dimana sarapanku, kenapa belum juga ia siapkan,tak mungkin ia telat menyiapkannya." Gumam Kim pada meja kosong dihadapannya. Kim yang kesal langsung menjatuhkan diri kesofa dan merogoh ponsel disaku celananya. Tadinya ia mau menghubungi Karin, namun layar ponselnya sudah menunjukan user name Sekertaris Kim. Kim tersenyum sekilas saat melihat user name dilayar ponselnya. Lalu membuka notif tersebut, ia penasaran apa isi dari pesen yang dikirim Karin untuknya.
"Cih.. Setelah kejadian berpelukkan sembari menangis tadi malam, sekarang kau izin kerja setengah hari Karin-shi.!?" Gumam Kim yang kesal, saat ekspetasinya ternyata tak sesuai dengan realita yang ia lihat.
......................
__ADS_1
Park gelisah saat Karin belum juga keluar dari ruang Dokter. Tadinya ia ingin ikut masuk kedalam, tapi Karin melarangnya, Karin agak risih kalau terus diikuti Park. Dan akhirnya Park memakluminya dan senantiasa menunggu dikursi tunggu. Begitu Karin keluar dari ruang Dokter, Park yang melihatnya langsung berdiri dan bergegas mendekati Karin. Memegang pergelangan tangan Karin, menuntunnya kekursi. Park terlihat khawatir, seperti melihat istri yang sedang sakit. Karin yang mendapat perlakuan lembut seperti itu, hanya bisa jengah pasrah.
"Tuan, saya tidak apa apa. Dokter juga bilang saya hanya perlu istirahat dan jangan ketempat sepi." Jawab Karin datar, karna terlalu malas mendapat perlakuan seperti ini, kekan ia sedang sekarat.
"Mwo?? Kau tak boleh ketempat sepi.?" Tanya Park memastikan ucapan Karin barusan.
"Nee, itu bisa membuat pikiranku kembali mengingat kejadian kemarin malam." Jawab Karin polos, seraya melihat layar ponselnya.
Park yang langsung menutup layar ponsel Karin, lalu menangkup pundak Karin agar posisi mereka berhadapan.
"Aku ingin bicara, tolong dengarkan aku." Ucap Park penuh keseriusan dalam tatapannya. Karin yang menatap mata Park hanya mengangguk pelan, lalu mendengarkan dengan baik ucapan Park.
"Kalau benar seperti itu saran Dokter, mari tinggal bersamaku. Jadi kau tak perlu merasa kesendirian dan takut." Ucap Park penuh keseriusan, dan perkataannya membuat Karin membulatkan matanya, tak percaya akan ajakkan Park yang mengajaknya tinggal bersama.
"WTF tu-an. Apa yang kau bicarakan, yang benar saja.!! Aku tidak mau. Tolak Karin dengar suara tinggi, yang membuat para pasien lainnya melihat kearah mereka.
"Lalu kau akan tinggal sendiri lagi. Bagaimana jika orang itu balas dendam, dan kembali mengincarmu." Jawab Park yang membuat Karin merasakan takut, jika benar penguntit itu balas dendam terhadapnya dan melakukan hal yang lebih parah, ntah apa jadinya nasipnya ditangan pria mes*m itu.
Park yang melihat Karin ketakutan, mengambil kesempatan untuk merayu Karin agar mau tinggal bersamanya. Senyum geli yang terlihat diwajah Park disadari oleh Karin. Dan ternyata Park hanya bermain main dengan ucapannya. Ia hanya menggoda Karin, sekaligus ingin melihat sifat asli Karin, apakan dia wanita gampangan atau tidak.
"Baiklah tuan, aku mau tinggal bersamamu mulai sekarang." Balas Karin yang sedikit mengeluarkan nada menggoda dalam bicaranya. Park tersentak mendengat ucapan Karin, langsung membulatkan matanya dan menatap Karin dalam.
Park yang sadar akan tawa Karin yang berhasil membalas keisengan Park yang tlah mengetes Karin dengan ajakkannya untuk tinggal bersama. Park hanya bisa menahan senyum malu diwajahnya. "Kali ini kita satu sama Karin-shi." Ucap Park seraya melontarkan senyum pepsodennya keKarin, yang dibalas dengan senyuman manis diwajahnya.
......................
"Apa kau yakin tidak ingin pulang saja Karin-shi." Tanya Park saat membelokkanya mobilnya ke lobby kantor Kim.
"Tidak tuan, lagi pula aku tidak lelah, lagi pula bila aku dirumah, itu akan sangat membosankan." (Jawab Karin seraya menyiapkan barang yang dibawanya.)
"Hem baiklah kalau begitu, aku hanya memberimu saran, kalau kau tetap kekeh inget kerja, aku tak bisa menahan lebih." Ucap Park pasrah dengan keputusan Karin.
"Terimakasih untuk semuanya tuan, kalau gitu saya turun dulu." Jawab Karin seraya membuka pintu mobil. Namun tangannya lebih dulu ditahan Park. Karin yang langsung menoleh kearah Park menunjukkan mimik wajah bertanya tanya. "Jangan panggil aku tuan lagi. Aku ingin berteman denganmu, jadi tolong panggil dengan sebutan yang lain saja." Ucap Park yang sedikit memanyunkan bibirnya. Karin yang hanya terkekeh melihat tingkah gemas pria tampan disampingnya ini sampai tak habis pikir. Kelakuannya sangat berbalik dengan gayanya yang seperti anak Mafia.
"Nee Tuan,. A-ah maksudku nee Park-shi. Aku tidak akan memanggilmu tuan lagi, dan.. Mari kita berteman." Jawab Karin dengan nada lembut, membuat Park tak berhenti tersenyum malu.
Sesaat tubuh Karin sudah menghilang dari hadapan Park, barulah Park menancapkan pedal gas mobil, berlalu meninggalkan loby kantor Karin.
__ADS_1
......................
Sesaat Karin sampai dimeja kerjanya, ia menjatuhkan bokongnya kekursi, meletakkan tas dan merapihkan meja kerjanya. Lalu mengangkst telvon.
"Yeoboseo tuan.. Maaf mengganggu, saya ingin memberi info bahwa 1 jam setelah makan siang, ada meeting dengan perusahaan XX." Jelas Karin saat panggilannya tersambung dengan Kim. Kim sempat terkejut ia tak menyangka bahwa yang menelvon adalah Karin.
"Yee.. Siapkan semuanya, setelah makan siang kita langsung kelokasi meeting." Ucap datar Kim dan langsung memutus panggilan tersebut. Kim diam diam tersenyum senang mendengar suara Karin dan terlebih lagi, Karin kembali keKantor sebelum makan siang.
......................
...Skip Makan Siang...
Seperti biasa, Karin menyiapkan makan siang Kim dan Karin makan bersama dimeja dengan Kim. Disela-sela makan mereka Kim melontarkan pertanyaan yang membuat hati tersentak dan sesak.
"Kenapa kau sudah masuk kerja? Apa kandunganmu tidak bermasalah setelah bertengkar tadi malam dengan kekasihmu.?" Tanya ketus Kim tanpa melirik Karin dan terus melanjutkan mengunyah makannya.
Karin yang mendengar kalimat Kim yang terdengar tak masuk akal diotaknya. "Apa? Kandungan? Bermasalah, tadi malam.?" Batin Karin seraya menahan tangis bercampur emosi. "apa dia mengikuti gerak gerikku, sampai kejadian tadi malam pun dia tau.?" Batin Karin terus bertanyaยฒ tak berhenti.
"Kenapa di-am..?" Tanya Kim lalu melirik Karin. Kim terkejut saat melihat Karin sudah menangis sembari memegang piring dan meremas sumpit ditangannya. Kim yang menyadari emosi yang dirasakan Karin, ia langsung menghentikan aktivitas makannya, berdiri dari duduknya, menghampiri Karin lalu mengambil piring dan sumpit dari tangan Karin, dan meletakkannya diatas meja.
Kim menjatuhkan tubuhnya agar sejajar dengan Karin. Menatap Karin yang sedang terisak dalam diam. "Katakan. Ada apa denganmu? Apa dugaanku benar? Kau hamil?" Tanya Kim yang benarยฒ sok tau menau tentang Karin.
Saat ini hanya ada emosi yang tertahan yang Karin rasakan, ingin sekali ia menampar Kim dan mencabik cabik mulutnya yang benar benar sok tau saat mengucapkan kalimat konyolnya itu. "A-apa kau su-sudah memastikannya tu-an." Tanya Karin dengan suara terisak karna tangisnnya.
"Apa maksudmu memastikan? Bukankah kau kerumah sakit pagi ini untuk mengecek kandunganmu, sudah jelas tadi malam kau bertengkar dengan kekasihmu, kau menangis dan berpelukkan., kalian pasti bertengkar karna kau hamil, dan kekasihmu tak menginginkan anak itu. Benar bukan.?"
Karin semakin emosi mendengar semua ucapan konyol Kim, benar benar pria sok tau.!! "Kau terlihat bodoh tuan, kau benar benar terlihat bodoh saat menjelaskan apa yang kau lihat tanpa mendengar suaranya." Jawab Karin dengan suara berat dan bergetar seraya menahan emosi. "Apa kau tau tuan, bila aku sebelumnya hampir saja mendapatkan kriminalitas se*sual dari penguntit yang mengikuti?, untungnya ada orang baik menolongku dan mengantarku kerumah sakit keesokkan paginya, guna memastikan mentalku tidak terganggu dan kau tuan, kau dengan mudahnya mengucapkan pernyataan konyol lalu menuduhku hamil." Jelas Karin dalam tangisnya, Karin menjelaskan semuanya, dan membuat Kim salah tingkah dan merasa sangat malu, pasalnya ia benar benar salah menduga.
Kim yang benar benar merasa bersalah, ia langsung bangkit dari posisinya lalu menarik Karin kedalam pelukkannya. Karin terus menangis karna harus mengingat kejadian semalam yang ia alami. Kim pun ikut merasakan getaran tubuh Karin karna menangis, ia benar benar merasa bersalah.
"Maafkan aku Karin-shi." Ucap Kim lembut seraya mengelus pundak Karin, guna menenangkannya. "Aku benar baner minta maaf, aku bodoh telah menilaimu buruk." Timpah Kim penuh penyesalan seraya menundukkan kepalanya kedalam dekapannya bersama Karin.
...----------------...
Duh babang Kim jangan nuduh nuduh gitu ah lain kali.. Kasian kan Karin kalau sampe keinget kejadian serem yang dialaminnya. Yang lembut ya bang lain kali ๐๐
.
.
__ADS_1
Oke Guys, kita lanjut besok lagi ya.. Author ngetiknya dengan kondisi mata sayu guys. Sudah mengantuk hehe..๐๐