Aku Mecintaimu Tuan Kim

Aku Mecintaimu Tuan Kim
Kau Manis Sekali Park-shi


__ADS_3

"Karin-shi..!!" Park berteriak dan berlari kecil mendekati Karin.


"Ini untuk mu, hampir saja aku lupa memberinya." Menyodorkan paper bag berukuran sedang ke Karin.


"Ommo, apa ini.?" Karin menerima dan langsung membuka paper bag itu karna penasaran, ternyata isinya sekotak coklat pemberian dari Park.


"Wah.. Kau manis sekali Park-shi, Gomawo nee." Karin tersenyum seraya membungkuk badan.


"Ah jangan terlalu kaku begitu Karin-shi, aku senang memberinya." Park mengelus pucuk kepala Karin lalu berpamitan pulang. Karin mengangguk dan senantiasa menunggu Park masuk kedalam mobil dan pergi berlalu meninggalkan area gedung mes. Memastikan mobil Park telah menjauh Karin langsung memutar badan dan melangkahkan kakinya menuju mes.


"Nice Karin-shi.." Sahut suara seseorang yang tak asing terdengar ditelinga. Secara reflek Karin memutar tubuhnya kesumber suara.


"Tu-tuan Kim." Ucap Karin terbata ketika melihat sosok Kim didepannya. Kim menunjukkan sorot mata yang mematikan seakan akan ingin membunuh seseorang.


"Darimana kau Karin-shi? Kenapa lama sekali perginya hem.?" Kim melangkah perlahan mendekati Karin.


"Nee tu-an, itu a-ku. Aish maksudku aku dari.."


"Dari berkencan dengan selingkuhanmu.?" Kim memotong perkataan Karin, sontak Karin yang mendengarnya membulatkan mata.


"Apa maksudmu tuan, siapa yang selingkuh, kau menuduhku selingkuh darimu.? Itukah maksudmu.?" Mata Karin berkaca-kaca saat Kim menuduhnya selingkuh.


"Lantas apa ini semua, sudah jelas kau bersama lelaki lain sampai pulang selarut ini. Lalu apa namanya kalau bukan berselingkuh.?" Bentak Kim dengan meninggikan suaranya, sontak sentakkan itu membuat kelopak mata Karin tak sanggup lagi menampung air matanya.


"Dan apa itu, apa itu bukti cintanya padamu.?" Menunjuk paper bag yang digenggam Karin. Karin hanya bisa menangis dalam diam saat Kim terus berbicara dan menuduhnya. Karin tak sanggup membela diri, lantaran ia sadar kalau disini dialah yang salah. Pergi bersama lelaki lain tanpa sepengetahuan Kim. Meski dirinya dan Park tak memiliki hubungan apapun dan hanya sebatas teman. Namun tetap saja itu salah, jadi wajar Kim menuduhnya berselingkuh dibelakangnya.


"Kenapa kau hanya diam Karin-shi.! Kenapa kau tak menjelaskan apapun padaku." Nada Kim semakin meninggi sampai terdengar oleh penjaga gedung mes yang berada di dekat gerbang.


"Mianhae tuan, aku benar-benar minta maaf." Tangis Karin pecah saat ia mencoba membuka mulutnya untuk berbicara. Kim membuang nafas kasar sembari memukul udara lantaran kesal ditambah Karin tak mampu menjelaskan dan hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Apa kau tau, aku menunggumu disini seharian. Aku khawatir padamu saat kau tak kunjung membalas pesan dariku, bahkan kau tak mengangkat telvon dariku. Aku takut terjadi sesuatu padamu, karna kau adalah adik.." Kim menghentikan perkataannya dan hampir keceplosan menyebut nama Choki disela-sela emosinya.


Karin tak sadar jika Kim hampir keceplosan, dia hanya bisa membekap mulut dengan tangan agar tangisnya tak terdengar.


"Karin-shi katakan siapa dia.? Kim menurunkan nada bicaranya dan kembali bertanya.


"Dia temanku tuan."


"BOHONG.!!" Lagi-lagi Kim meninggikan suaranya lantaran tak percaya dengan jawaban Karin. Reflek Karin membungkukkan tubuhnya sampai berjongkok dihadapan Kim, terisak dengan wajah yang tenggelam dalam tubuh ringkuknya.


"Ya Allah, ternyata ini rasanya dituduh sampai ketika aku mengatakan kejujuran namun dia tetap tidak percaya dengan ucapanku." Dada Karin sesak saat bicara dalam diamnya.


Kim menarik berdiri tubuh Karin dan memaksanya masuk kedalam mobil. Tubuh Karin tak mampu melawan saat Kim menarik dan mendorong kasar tubuhnya.


Slama diperjalanan tak ada percakapan diantara mereka, hanya sesekali terdengar suara isak tangis Karin.


"Turunlah." Perintah Kim yang tak dihiraukan Karin, ia tetap menundukkan kepala dan tetap dengan isakkan tangis kecilnya.


"Kau mendengarku Karin-shi.!" Kim sedikit menaikkan nada bicaranya dan menatap Karin.


"Aku minta maaf tuan, aku benar-benar minta maaf." Ucap Karin lirih dan kembali menangis, dadanya terasa sesak saat memaksa untuk bicara.


"Aku tak mau mendengar ucapanmu saat ini, bicaralah saat sudah didalam nanti." Kim keluar dari mobil melangkahkan kakinya menuju pintu penumpang, membukakan pintu dan menarik tangan Karin untuk segera keluar dari mobil. Mereka berjalan memasuki gedung apartemen, Kim tak melepaskan genggaman tangannya dan terus mengeratkan genggamannya.


CEKLEKK.. Suara pintu terbuka.


Setelah masuk Kim mendorong kasar tangan Karin dan berlalu meninggalkannya begitu saya diruang tamu. Kim berjalan menuju kamar, sedang Karin hanya mematung ditempat saat ia menerima perlakuan kasar dari Kim.


Saat Kim keluar dari kamar ia menatap penuh ruang tamu yang kini kosong, tak ada sosok Karin disana. Kim panik saat Karin tak ada disana.

__ADS_1


"KARIN-SHI.. Dimana kau." Kim berteriak sembari berlari kecil mencarinya kesana kemari, sampai Kim berlari kedapur untuk mencari Karin.


"Aku disini tuan." Sahut Karin saat mendengar Kim meneriaki memanggil namanya. Kim menoleh kesumber suara lalu melangkahkan kakinya mendekati Karin, menarik leher belakangnya dan menci*m rakus bib*r Karin hingga beberapa detik.


"Jangan seperti ini Karin-shi, aku tak sanggup." Kim mengucapkan kalimatnya dengan mata tertutup. Wajah keduanya bertemu satu sama lain, Karin melihat ada kecemasan dalam raut wajah Kim. Kedua tangan Karin menangkup pelan wajah Kim, mengecup lembut bib*rnya.


"Maafkan aku, aku tak bermaksud seperti ini tuan." Ucap lirih Karin menahan air mata yang ingin keluar.


"Jadi benar kau berselingkuh dari ku Karin-shi.?" Mata Kim menatap sendu wajah Karin.


"Dia temanku tuan, dia benar-benar temanku. Kami tak ada hubungan apapun selain berteman, aku bertemu denganya jauh sebelum bertemu denganmu." Jelas Karin membalas tatapan Kim.


"Jika memang dia temanmu, kenapa kau tak membalas dan mengangkat telvonku.?" Karin terkejut sesaat, pasalnya ia benar-benar lupa pada Kim saat bersama dengan Park.


"Aah itu aku benar-benar lupa mengaktifkan nada dering diponselku, aku terbiasa mengaktifkan mode getar pada ponselku tuan. Kalau kau tak percaya, aku bisa membawa Park kepadamu sekalian kalian berkenalan satu sama lain." Alih Karin saat menjelaskan alasannya.


Kim mulai tersenyum kecil saat melihat raut wajah Karin yang lucu saat menjelaskan alasannya. Ia mulai sedikit percaya dengan ucapan Karin, ntah sejak kapan perasaan luluh ini muncul. Kim adalah orang yang tak mudah ditipu daya, namun saat ia berhadapan dengan Karin sifat dan sikapnya mudah luluh begitu saja.


"Jadi kau melupakanku begitu saja hem.? Kau lupa jika kau sudah memiliki kekasih.? Kim bertanya dengan tatapan menggoda dan jarinya yang mengelus bok*ng sekal milik Karin.


"Ah aninde tuan aku tak melupakanmu, aku benar-benar lupa untuk mengaktifkan mode dering diponselku, itu saja." Jawab Karin sembari menahan remas*n tangan Kim pada b*kongnya.


......................


......................


Maaf baru up guys, aku telat nihh.. Didaerah rumahku banjir, jadi gk fokus untuk ngetik lanjutan episode kemarin.


Insya Allah next aku stok deh ya, biar tepat waktu uploadnya.

__ADS_1


__ADS_2