
"Kalau tidak percaya, tanya sendiri pada anaknya. Bukannya tadi dia sudah bilang kalau dia tidak pernah menginginkan untuk menikah degan Dania? apalagi coba itu namanya kalau bukan tertekan?" Melinda memasang wajah sinis.
"Ma,Pa, Oma benar. Aku sama sekali tidak pernah mencintai Dania. Aku yakin Mama sama papa pasti tahu kalau dulu aku bersedia karena Dania yang ingin mengakhiri hidupnya. Belum lagi,Om Denis yang memohon padaku," Gilang menimpali ucapan Omanya.
"Masalahnya sekarang kalian sudah bertunangan dan masyarakat sudah tahu akan hal itu, Gilang. Ini bukan perkara mudah untuk langsung membatalkan pertunangan, apalagi ini secara sepihak. Apa kamu tahu akibat dari pembatalan ini? ini tentu saja akan berimbas pada perusahaan." ucap Gavin, memberi pengertian.
"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja nantinya. Untuk sekarang jalan satu-satunya, Gilang menikah diam-diam dengan Cahaya, karena kalau Dania tahu sekarang, dia tidak akan tinggal diam,dan pasti akan berusaha membatalkan pernikahan dengan berbagai cara. Lebih parahnya dia pasti akan tega untuk mencelakai Cahaya," ucap Melinda.
"Ma, kenapa Mama mengatakan hal seperti itu sih? Aku tahu kalau Mama tidak menyukai Dania, dan lebih menginginkan Reyna menjadi istri Gilang, tapi Mama gak boleh berpikir seperti itu tentang Dani. Aku rasa pemikiran Mama tentang Dania sudah sedikit berlebihan. Tidak mungkin Dania akan melakukan cara apapun bahkan mau mencelakai Cahaya. Aku rasa Dania tidak sekejam itu," ucap Jelita.
Melinda mendengus dan tersenyum smirk.
"Kamu sudah terkecoh dengan sikap Dania yang pura-pura baik, Jelita. Apa kamu tahu kalau tadi dia sudah mencaci maki Cahaya, hanya karena Cahaya mengantarkan makan siang pada Gilang? apa kalian juga tahu, kalau Dania dengan egoisnya merebut Gilang dari Reyna? Dia hanya memikirkan dirinya sendiri, dan tidak perduli dengan perasaan orang lain, apa kalian mau Gilang hidup dengan wanita seperti itu seumur hidup?" ungkap Melinda dei nada yang berapi-api.
"Mencaci maki Cahaya? merebut Gilang dari Reyna? apa maksud semua ini?" alis Jelita bertaut tajam. Wanita itu benar-benar sangat bingung sekarang.
Melinda akhirnya menceritakan tentang hubungan Gilang dan Reyna yang kandas hanya karena Reyna mengalah dan mengiklaskan Gilang pada Dania. Melinda juga mengatakan alasan kenapa Reyna melakukan hal itu hanya karena tidak ada Dania bunuh diri.
"Kenapa tidak ada yang memberitahukan hal ini pada kami berdua?" Gavin buka suara. "Kalau kalian memberitahukan hal ini, aku kan bisa berpikir ulang untuk menerima permintaan Denis untuk menjodohkan Gilang dengan Dania?"lanjutnya kembali.
"Saat itu situasinya sangat sulit, Pa. Om Denis Sudan memohon padaku, bahkan Reyna juga memohon padaku," Gilang yang dari tadi hanya jadi pendengar, kali ini kembali buka suara.
__ADS_1
"Jadi sekarang bagaimana dengan perasaanmu pada Reyna? apa kamu masih mencintainya?" tanya Jelita, menyelidik.
"Kalau boleh jujur,Iya, aku masih mencintainya, karena dia itu cinta pertamaku, jadi sangat sulit bagiku untuk melupakannya," jawab Gilang dengan tegas.
"Kalau begitu, kenapa kamu malah mau menikah i Cahaya, jika kamu masih mencintai Reyna?"
"Karena hanya dengan ini caranya membuat Cahaya tidak curiga dengan kebaikan kita yang menurutnya sangat tidak wajar. Selain itu, karena aku tahu kalau aku dan Reyna memang tidak ditakdirkan bersama." jawab Gilang dengan wajah sendu.
"Kenapa kalian tidak bisa bersama?"
"Karena Dania, Ma. Reyna bilang, walaupun dia mencintaiku, dia tetap tidak akan mau menikah denganku karena tidak mau menyakiti perasaan Dania. Menurutnya lebih baik dia sendiri seumur hidup daripada harus membuat Dania sedih," jelas Gilang dengan suara yang lirih.
"Ternyata seperti itu ceritanya? aku tidak menyangka kalau Dania bisa bersikap egois seperti itu. Kenapa sikapnya sangat berbeda dengan Bella dan Denis ya?" Jelita menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir. Kemudian dia menoleh ke arah Melinda mama mertuanya.
"Seperti yang dikatakan oleh Gilang tadi juga. Reyna tidak mungkin mau menikah dengan Gilang. Jadi, daripada Gilang menikah dengan Dania, mama lebih memilih Gilang menikah dengan Cahaya. Mama hanya berharap kalau Reyna bisa menemukan pendamping hidup, laki-laki yang bertanggung jawab dan mencintainya," jawab Melinda dengan lugas.
"Papa sebenarnya tidak keberatan kalau kamu mau menikah dengan siapapun selagi wanita itu bukan istri orang, tapi permasalahannya, papa sekarang khawatir bagaimana nanti kalau mereka tahu kamu menikah dengan Cahaya. karena bagaimanapun pernikahan kalian tidak mungkin selamanya ditutupi. Papa juga khawatir kalau Dania nanti akan berbuat nekad untuk mengakhiri hidupnya lagi. Hal ini pasti membuat Cahaya akan selalu merasa bersalah nantinya. Sehingga dia tidak akan pernah bisa hidup bahagia," Gavin buka suara mengungkapkan kekhawatirannya.
"Aku tahu itu, Pa. Tapi ada baiknya kita jangan terlalu berpikir jauh ke arah sana dulu. Hal itu belum tentu terjadi. Kalau kita berpikir ke arah sana, sampai kapanpun kita tidak akan menemukan jalan keluarnya." sahut Gilang, diplomatis.
"Menurutku, kejadian di mana Dania mau bunuh diri itu hanya karena kecewa pada Reyna. Dia merasa dikhianati dan ditusuk dari belakang oleh Reyna. Sehingga Dian ingin sekali membuat Reyna merasa bersalah. Nah sekarang dia sama sekali tidak punya hubungan apa-apa dengan Cahaya, aku yakin kalau dia tidak akan ada niat untuk bunuh diri lagi. Justru sekarang yang aku khawatirkan adalah dia nekad untuk mencelakai Cahaya nantinya," sambung Gilang kembali dengan nada yang sangat yakin.
__ADS_1
Gavin diam untuk sejenak, mencerna ucapan Gilang. Jujur, hal yang paling memberatkan dia sekarang adalah reaksi Denis nantinya, kalau mengetahui, Gilang menikah dengan Cahaya, bukan dengan putri kesayangannya.
"Kenapa kamu diam? apa kamu masih sangat berat untuk menikahkan Gilang dengan Cahaya karena memikirkan perasaan Denis?" tebak Melinda, melihat raut wajah Gavin yang bimbang.
"Ini pilihan yang sangat sulit untukku, Ma. Yang satu sahabatku dan yang satu lagi anakku. Aku benar-benar bingung sekarang,"
"Mama tahu itu. Semua orang menginginkan kebahagiaan anak-anaknya, sama seperti Denis yang menginginkan kebahagiaan buat putrinya, walaupun sampai harus memaksakan kehendak. Bagaimana dengan kamu? apa kamu tidak bisa seperti dia yang juga memikirkan kebahagiaan putramu sendiri? Apa hanya karena memikirkan perasaan sahabat, kamu rela mengorbankan kebahagiaan putramu sendiri?"
Gavin membeku, tidak bisa membalas ucapan mamanya.
"Masalahnya sekarang, apa Gilang juga bisa bahagia jika menikah dengan Cahaya? sementara dia tidak memiliki perasaan apapun pada gadis itu?" ucap Gavin setelah kebekuaanya mencair.
"Setidaknya, pernikahan ini adalah keinginannya sendiri bukan karena paksaan. Itu berarti dia ada niat untuk belajar mencintai Cahaya. Bukan begitu, Gilang?" Melinda menoleh ke arah Gilang, dan menatap cucunya, meminta dukungan.
"I-iya, Oma," jawab Gilang dengan sedikit gugup.
"Papa tenang saja, aku akan belajar mencintai Cahaya, dan tidak akan menceraikannya demi Reyna, jika suatu saat Reyna memintaku untuk kembali padanya," Lanjut Gilang kembali dengan Tegas dan mantap.
"Sekarang sudah kamu dengar sendiri. Pokoknya mama tidak mau tahu, Gilang akan menikah dengan Cahaya, bukan dengan Dania. Kalau kalian masih tetap ingin menikahkan Gilang dengan Dania, lebih baik kalian jangan menganggap aku mama lagi. Kecuali kalau Cahaya tidak bersedia, tapi, mama yakin kalau Cahaya pasti bersedia kalau dengan cara yang diungkapkan oleh Gilang tadi. Kenapa mama bisa yakin? itu karena mama tahu kalau dia gadis yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri," ucap Melinda seraya berdiri dari tempat dia duduk dan beranjak pergi meninggalkan Gavin dan Jelita yang semakin terlihat dilema.
Tbc
__ADS_1
Apa Cahaya nanti akan bersedia menikah dengan Gilang? dengan cara apa Gilang membuat Cahaya bersedia menikah dengannya?
Mohon dukungannya selalu ya, guys. Please untuk tetap like, vote dan komen. Kasih hadiah juga boleh 😁🥰