Aku Mencintai Cahaya

Aku Mencintai Cahaya
Klarifikasi


__ADS_3

Reyna menghempaskan tubuhnya di atas ranjang, untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah. Dia yang biasanya harus bersih-bersih dulu sebelum naik ke ranjang, kali ini seperti tidak memperdulikan rutinitasnya itu.


Setelah berdiam beberapa lama dengan tubuh yang terlentang, Reyna tiba-tiba duduk dan langsung merogoh tasnya yang tepat berada di sampingnya. Dia mengambil handphonenya dan langsung menghubungi Dania.


Tidak perlu menunggu waktu lama, teleponnya langsung tersambung dan terdengar suara Dania yang terkesan malas dari ujung sana.


"Kenapa? tumben menghubungiku," ucap Dania.


"Apa yang sudah kamu lakukan itu,Dania? apa kamu sudah gila?" ucap Reyna dengan suara yang masih berusaha ditahan.


"Sudah aku duga, kalau kamu menghubungiku pasti karena masalah itu. Bosan! nggak mama sama papa,Darell, bahkan kamu juga. Padahal sebenarnya aku menunggu Gilang yang meneleponku,"


"Dia tidak akan menghubungimu!" tegas Reyna dengan sangat yakin.


Terdengar suara tawa meremehkan dari Dania.


"Kenapa kamu seyakin itu? aku yakin kalau sebentar lagi dia akan menghubungiku dan memohon-mohon padaku. Mana mau dia perusahaan mereka hancur hanya demi mempertahankan wanita murahan itu," ucap Dania tidak kalah yakin seperti Reyna.

__ADS_1


Kali ini gantian Reyna yang tertawa kecil dan sinis. "Dania, Dania, kamu jangan naif deh. Kamu sudah kenal dengan Gilang dan keluarganya. Mereka itu keluarga yang solid, dan akan berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Mereka juga keluarga yang tidak pernah mementingkan popularitas," ucap Reyna.


"Mereka boleh saja tidak mementingkan popularitas, tapi asal kamu tahu, mereka selain keluarga yang solid, meraka juga keluarga yang yang tidak tegaan. Aku yakin cepat atau lambat, mereka akan lebih memilih perusahaan dari pada Cahaya, karena banyak jiwa yang bergantung pada perusahaan itu. Dan kamu tahu sendiri, siapa yang akan mereka cari untuk bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat kan? semuanya ada di tanganku,"


Reyna bergeming, tidak bisa membantah karena apa yang dikatakan oleh Dania itu benar adanya.. Kemudian gadis itu mengembuskan napasnya dengan cukup berat.


"Kamu salah Dania. Masib ada aku yang akan membantu keluarga Maheswara untuk memulihkan keadaan," ucap Reyna akhirnya.


"Kamu jangan macam-macam,Reyna! Apa kamu pikir aku takut dengan ancamanmu? aku yakin kalau kamu tidak akan melakukannya karena aku tahu, kalau kamu tidak akan tega pada mama dan papaku,"


"Sial! kenapa dia tahu kelemahanku?" umpat Reyna kesal.


Reyna memejamkan matanya sekilas dan menghela napasnya dengan sekali hentakan. Wanita itu teringat apa kata-kata mama dan papanya tadi, dimana kalau dia ingin melakukan tindakan harus mempertimbangkan bagaimana perasaan kedua orang tua Dania.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Reyna, dilema.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Halo semua! mungkin kalian semua sudah menonton dan mendengar apa yang dikatakan oleh Dania di videonya. Video yang membuat semuanya heboh dan membuat kalian semua memaki keluarga Maheswara, pemilik The sky Group. Aku sangat menyesalkan apa yang sudah beredar itu. Perkenalkan, aku Reyna. Mungkin aku tidak terlalu kalian kenal, tapi setidaknya beberapa dari kalian pasti ada yang mengenalku. Di video ini, aku hanya ingin meluruskan sedikit apa yang sudah terjadi. Apa yang dikatakan oleh Dania, tidak sepenuhnya benar. Ok, kalau tentang pernikahan Gilang dan Cahaya itu benar.Mereka berdua menikah tanpa membatalkan pertunangan lebih dulu,aku akui itu. Namun, semuanya itu terjadi karena ada alasannya, yang tidak mungkin dibaberkan pada orang-orang, karena itu privasi keluarga internal mereka. Sebelum Gilang menikah dengan Dania,aku dan Gilang adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, tapi karena Dania melakukan pencobaan bunuh diri, aku terpaksa mengalah dan merelakan Gilang untuknya. Semuanya aku lakukan dengan ikhlas, karena aku menganggap dia sebagai sahabatku. Aku tidak mau kehilangan dia sebagai seorang sahabat, kalau aku masih tetap mempertahankan hubunganku dengan Gilang. Gilang sama sekali tidak pernah mencintai Dania, dia mau bertunangan dengan Dania karena atas permintaanku. Sekarang Gilang justru menikah dengan Cahaya, dan aku sama sekali tidak menyalahkannya, karena yang namanya cinta tidak bisa dipaksakan. Gilang sama sekali tidak bisa mencintai Dania karena Dania selalu bersikap posesif dan selalu berusaha menyingkirkan siapapun yang dia anggap saingannya. Bahkan aku sendiri hampir jadi korbannya. Dia masih belum sepenuhnya percaya kalau aku ikhlas merelakan Gilang untuknya. Dia bahkan sampai membayar orang untuk memata-matai apapun yang aku lakukan, seakan-akan aku ini penjahat yang perlu dicurigai. Dan mengenai Cahaya, apa yang dikatakan oleh Dania tentangnya sama sekali tidak benar. Awalnya aku memang sempat iri pada Cahaya karena bisa menikah dengan Gilang, tapi setelah aku mengenalnya lebih dekat, aku merasa, kalau memang dia pantas mendapatkan Gilang, karena dia wanita yang sangat baik. Eh bukan dia yang pantas, tapi Gilang yang pantas mendapatkan Cahaya, bukan hanya pantas tapi sangat beruntung. Dia memang berawal dari seorang pembantu dan yatim piatu, tapi aku tahu jelas, kalau dia menikah dengan Gilang bukan karena harta kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Maheswara. Apa menurut kalian seorang miskin, yatim piatu, dan seorang pembantu tidak pantas untuk menikah dengan orang yang lebih darinya? Segitu rendahnya kah bagi kalian kalau wanita seperti itu sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan pasangan yang kaya raya, sehingga kalian semua dengan mudahnya menghujat, kalau Cahaya pasti menggunakan ilmu hitam? Sebaiknya janganlah kita langsung cepat menghakimi seseorang yang belum jelas kebenarannya. Satu hal lagi, semua manusia punya hak untuk bahagia, dan Gilang sedang ingin meraih kebahagiaannya. Apakah salah jika Gilang menikahi wanita yang dia cintai? Kalian belum mengenal siapa Dania sebenarnya, dan kalian juga tidak mengenal Cahaya sebenarnya. Jadi stop untuk menghujatnya, bahkan sampai demo meminta agar dia dikeluarkan dari kampus. Untuk Om Denis dan Tante Bella, maafkan aku bila aku akhirnya memutuskan untuk mengatakan ini semua, karena aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap egois Dania. Jika om dan Tante, membenciku bahkan sampai membenci kedua orangtuaku, aku bisa menerimanya. Tapi aku yakin,kalau om dan Tante adalah orang yang bijaksana. Terima kasih!" Reyna melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Dania, yaitu merekam video klarifikasi dan menyebarkannya, di disertai dengan bukti-bukti di saat dia masih memiliki hubungan dengan Gilang, saat Dania terbaring di rumah sakit karena melakukan pencobaan bunuh diri, rekaman CCTV di mana dia hampir dilecehkan pria yang dikenalkan oleh Dania dan banyak lagi,yang mendukung semua pernyataan yang baru dia sampaikan.


Video itu dengan cepat tersebar,dan mendapat berbagai tanggapan dan pengguna media sosial.


Bersamaan dengan itu, menyusul video Randi selaku pria yang dituduhkan didekati oleh Cahaya. Randi melakukan klarifikasi dan didukung penuh oleh Reno dan Meta selaku orangtuanya. Randi mengatakan kalau Cahaya sama sekali tidak mendekatinya, justru dia yang mendekati Cahaya, tapi wanita itu sama sekali tidak pernah menanggapinya.


Randi juga mengatakan kalau photo yang ditunjukkan oleh Dania adalah photo setelah dia mengusir Dania yang saat itu datang memaki-maki Cahaya. Randi bahkan sampai memutar video rekaman CCTV yang memantau keadaan di luar kampus. Di dalam video rekaman itu tampak Dania yang hendak memukul Cahaya tapi ditahan oleh Randi.


Tidak sampai di situ, video puncaknya adalah video yang datang dari Denis dan Bella yang meminta maaf atas kelakuan Dania putri mereka. Di dalam video itu, Denis mengatakan tidak menyalahkan Reyna sama sekali. Bahkan Denis juga mengatakan kalau sebelum Dania tahu kalau Gilang dan Cahaya sudah menikah, dia dan istrinya, sudah tahu pernikahan itu dari keluarga Maheswara sendiri.


Keadaan berbalik begitu cepat, hujatan pada keluarga Maheswara kini berubah menjadi dukungan. Bahkan banyak yang meminta maaf pada Cahaya.


Di sebuah rumah mewah, Cahaya menangis terharu melihat semua dukungan yang datang padanya dari berbagai arah. Kalau seandainya ada Reyna di depannya ingin sekali dia memeluk wanita itu. Gilang yang biasanya tegar, kali ini matanya terlihat berkaca-kaca, menahan tangis. Dia tidak menyangka kalau Reyna dan Randi bisa sampai sejauh itu menolong menyelesaikan masalah mereka.


Hanya satu orang yang sangat marah sekarang,siapa lagi dia kalau bukan Dania. Bahkan kamar yang dia sewa itu, sudah sangat berantakan akibat kemarahannya.


"Reyna!!!!" teriaknya. Dia tidak menyangka kalau

__ADS_1


Reyna bisa melakukan hal itu. Dia pikir Reyna itu terlalu perasa dan tidak akan tega, karena masih memikirkan perasaan kedua orang tuanya.


Tbc


__ADS_2