
Bayu turun dari dalam taksi dan langsung berjalan masuk ke dalam pekarangan rumah Gilang. Selain untuk mengambil mobilnya yang memang dia tinggalkan setiap pagi,dia juga mengantarkan sebuah dokumen yang diminta oleh Gilang.
Di saat kaki Bayu menapak di lantai dalam rumah, seorang gadis ceria langsung berdiri dari sofa menyambut Bayu, siapa lagi gadis itu kalau bukan Grizelle adik perempuan Gilang.
"Hai,Kak Bayu," sapa Grizelle dengan wajah berbinar.
"Hai juga, princess Grizelle!" sahut Bayu, sembari tersenyum.
"Nggak usah panggil princess Grizelle, Kak," Grizelle mengerucutkan bibirnya.
"Jadi maunya dipanggil apa?"
"Maunya dipanggil, Sayang, beb,honey, pokoknya yang romantis gitu," jawab Grizelle dengan malu-malu.
Bayu menggaruk-garuk kepalanya, bingung mau menjawab ucapan Grizelle
"Zell, apa Gilang ada? aku mau ngantarkan dokumen ini padanya?" Bayu sengaja mengalihkan pembicaraan.
Raut wajah Grizelle seketika berubah masam, karena sadar kalau pria di depannya itu, sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Ada,Kak. Kak Gilang sepertinya ada di ruang kerjanya," jawab Grizelle,dengan nada bicara tidak bersahabat.
"Oh, terima kasih ya! aku ke sana dulu!" Grizelle menganggukkan kepala dengan pelan.
Bayu yang sudah melangkah beberapa langkah, tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Grizelle.
"Zell,terima kasih ya,buat sarapan yang setiap hari kamu siapkan untukku," ucap Bayu, sembari menyelipkan senyuman.
"Sarapan?" gumam Grizelle, dengan kening yang berkerut. "Kapan aku menyiapkan sarapan untuknya?" batinnya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kata, Cahaya kamu sengaja menyiapkannya di kotak makanan dan meminta Cahaya untuk memberikannya padaku. Terima kasih banyak ya," ucap Bayu sekali lagi
"Eh,i-iya, Kak. Aahh, itu mah karena aku tahu kalau kakak pasti belum sarapan dari rumah. Kakak tidak perlu harus berterima kasih seperti itu," sahut Grizelle mengakui hal yang tidak pernah sama sekali dia lakukan.
"Oh, tidak boleh seperti itu. Bagaimanapun aku harus tetap berterima kasih. Sekali lagi terima kasih. Ternyata bukan hanya wajahmu yang cantik, hatimu juga cantik," puji Bayu yang seketika membuat hati Grizelle berbunga-bunga dan kaki gemetar karena tidak kuat mendengar pujian dari Bayu.
"Kalau gitu, aku ke ruangan Gilang dulu, ya!" Bayu beranjak meninggalkan Grizelle yang hanya untuk menganggukkan kepala saja terasa sulit.
Wanita itu termagu, dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang mengerjap-erjap.
"Apakah yang tadi hanya mimpi?" batin Grizelle masih sulit untuk percaya. Kemudian dia mencubit tangannya sendiri untuk memastikan.
"Aww, sakit! ternyata ini bukan mimpi. Yeay bukan mimpi! sorak Grizelle yang langsung naik ke sofa dan melompat-lompat di atasnya.
__ADS_1
"Kak Cahaya? ini semua karena Kak Cahaya. Aku harus ke kak Cahaya sekarang," Grizelle melompat turun dan lari ke atas menuju kamar Gilang dan Cahaya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak Cahaya!" teriak Grizelle sembari memeluk Cahaya, begitu kakak iparnya itu membuka pintu.
"Grizelle, kamu kenapa? kenapa kamu segirang ini?" Cahaya benar-benar bingung.
"Kak, terima kasih ya! kakak sudah mengatakan kalau aku yang menyiapkan sarapan pada Kak Bayu, padahal kan bukan aku," ucap
Grizelle menjawab kebingungan Cahaya. Dia memanggil Cahaya kakak, karena menikah dengan Gilang, padahal kalau dilihat dari usia, mereka berdua seumuran.
"Oh, gara-gara itu ternyata," batin Cahaya, menahan tawa. Ya, selama ini setiap memberikan kotak makanan pada Bayu, Cahaya memang selalu mengatakan kalau sarapan itu disiapkan oleh adik iparnya itu.
"iya!"jawab Cahaya singkat.
"Kenapa sih kakak bisa sampai kepikiran untuk melakukan itu?" tanya Grizelle antusias
"Itu karena aku bisa lihat kalau kamu menyukai kak Bayu. Jadi untuk mendekatkan kalian berdua ya aku sengaja melakukan hal itu," jelas Cahaya.
"Aduh Terima kasih, Kak. Apa kamu tahu tadi? Kak Bayu memujiku cantik, bukan hanyalah wajah tapi hatiku juga cantik," kadar kegembiraan Grizelle benar-benar belum berkurang.
"Mulai besok, biar aku sendiri yang melakukannya,dari memasukkan ke kotak makanan, sampai memberikan ke tangannya.Boleh kan?"
"Aku juga mau belajar masak, apa kamu bisa mengajariku?" tanya Grizelle dengan wajah memelasnya.
"Tentu saja aku tidak keberatan," ucap Cahaya, jujur.
"Kalau begitu, ayo kita ke bawah dan memasak," ucap Grizelle dengan semangat empat lima.
"Emm,besok aja ya,Zell. Kan tadi aku mbak Rini udah selesai masak," tolak Cahaya dengan halus.
"Iya, ya. Ya udah deh,besok aja nggak pa-pa," Grizelle tiba-tiba lemas. "Emm, Kalau gitu aku keluar dulu ya, Kak, sekali lagi terima kasih," Grizelle kembali memeluk Cahaya.
"Ternyata begini rasanya punya kakak perempuan walaupun bukan sedarah," gumam Grizelle sembari berlalu pergi.
Cahaya yang masih bisa mendengar ucapan Grizelle tadi, tersenyum dan merasa terharu karena merasa benar-benar diterima baik oleh keluarga Maheswara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ngapain kamu ke kamar kami?" tegur Gilang yang kebetulan berpapasan dengan Grizelle ketika baru keluar dari kamarnya.
"Mau tahu aja. Urusan perempuan lah," jawab Grizelle ketus.
__ADS_1
"Kamu nggak ngelakuin sesuatu kan pada kakak iparmu?" alis Gilang bertaut, curiga.
"Kenapa aku harus ngelakuin sesuatu pada kakak ipar? kalau tadi dia Dania, baru aku akan ngelakuin segala cara membuat dia nggak nyaman di rumah ini," jawab Grizelle, santai.
"Udah, ah. Aku mau ke kamar dulu. Nanti kalau mau makan malam, baru panggil princess izell," ucap Grizelle sembari mengibas-ngibaskan rambutnya ketika melewati sang kakak.
"Cih,sok cantik!" ucap Gilang, diiringi dengan naiknya sudut bibir sebelah kiri.
"Anak perempuan,papa Gavin mah, emang cantik!" Grizelle masih sempat untuk membalas ucapan kakaknya, tanpa menoleh sama sekali pada sang kakak. Bibir Grizelle seketika melengkung ke atas, mengingat perdebatannya tadi dengan Gilang kakak lelakinya. Hal ini merupakan hal yang sangat dia rindukan. Sudah sangat lama, bahkan hampir tidak pernah lagi dia berdebat dengan kakaknya itu, semenjak bertunangan dengan Dania.
Sementara itu, Gilang masuk ke dalam kamar dan melihat Cahaya yang sedang fokus menyisir rambutnya.
"Aya, si Grizelle ngapain tadi masuk ke sini? dia gak berbuat aneh-aneh kan padamu?" Gilang memutar-mutar tubuh Cahaya untuk melihat apakah ada sesuatu yang aneh di tubuh istrinya itu.
"Apaan sih, Mas. Kamu nggak boleh berpikir negatif sama adik sendiri. Dia sama sekali tidak berbuat jahat padaku,"
"Yang benar?" tanya Gilang memastikan, dan Cahaya menganggukkan kepala, dengan mantap. Ya, pria itu memang tahu kalau adiknya itu bukan orang jahat, tapi satu hal yang dia tahu, dari dulu adiknya itu ingin sekali kalau Reyna jadi kakak iparnya, makanya dirinya khawatir kalau Grizelle mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti hati Cahaya. Namun begitu melihat raut wajah Cahaya yang biasa saja, pria itu mengembuskan napas lega.
"Jadi, ada urusan apa dia ke sini?" tanya Gilang kembali.
"Dia hanya mau menawarkan diri, untuk membantuku, bila aku mendapat kesulitan dalam tugas kuliah," jawab Cahaya yang memutuskan untuk tidak memberitahukan apa alasan sebenarnya Grizelle datang menemuinya.
Tawa Gilang seketika pecah, sampai membuat pria itu memegang perutnya karena sakit akibat tertawa. Untuk sesaat Cahaya tertegun melihat suaminya itu tertawa lepas. Jika dia sedang memegang handphone sekarang, ingin rasanya dia mengabadikannya dalam bentuk video, sebagai kenangan kalau suaminya itu pernah tertawa selepas itu.
"Kenapa, Mas tertawa? apa ada yang lucu?" Cahaya mengrenyitkan keningnya, seketika menepis rasa kagumnya.
"Ya jelas luculah. Grizelle menawarkan diri mau membantumu? asalkan kamu tahu, dia itu dulu paling malas yang namanya kuliah, dan jurusan kalian juga berbeda. Dia itu, hanya ahli dalam mendesain pakaian, dan make up saja, bagaimana bisa dia dengan percaya diri datang menawarkan diri seakan-akan dia itu sangat pintar saja," jelas Gilang? di sela-sela sisa tawanya.
"Hush! kamu tidak boleh seperti itu pada adik sendiri. Bisa aja kan dia memang pintar manajemen bisnis,"
"Tidak mungkin!" Gilang kembali tertawa.
Tanpa mereka sadari, Jelita yang awalnya ingin memanggil Gilang dan Cahaya untuk makan malam, tersenyum dengan mata yang berkilat-kilat ketika melihat Gilang tertawa lepas. Wanita setengah baya itu, merasa kalau anaknya yang dulu sudah kembali.
Tbc
Preechaya Pongthananikorn, as Grizelle
Puttichai Kasetsin/Dj push as Bayu
__ADS_1