
Gavin tidak langsung menjawab. Pria itu justru menatap ke arah Reynaldi. Pria itu benar-benar sangat bingung sekarang bagaimana cara menjelaskan pada Denis.
"Kenapa kamu diam Gavin! AYO JAWAB!" suara Denis semakin meninggi.
Turunkan suaramu!" bentak Reynaldi.
"Kamu diam! ini sama sekali bukan urusanmu!" niatnya untuk minta maaf pada Reynaldi menguap entah kemana, berganti dengan amarah karena merasa dikhianati oleh dua sahabatnya.
"Kamu yang diam! ini memang bukan urusanku, tapi tidak mungkin aku diam saja melihat kamu membentak Gavin di depan mataku,"
"Kenapa? kenapa kamu nggak tega? apa karena dia lebih kaya dari aku? begitu? harusnya kamu itu menasehati dia, dan melarang dia untuk melakukan hal itu. Tapi tunggu dulu! aku kan nggak sekaya dia, mana mau kamu membelaku
Yang jelas kamu pasti membela orang yang memberikan keuntungan buatmu. Munafik!" sindir Denis dengan raut wajah bengis.
Reynaldi mendengus mendengar sindiran Denis. "Cih, apa aku serendah itu menurutmu? kalau aku memang ingin mengambil keuntungan dari Gavin, kenapa aku tidak mengambil kesempatan untuk mempersatukan Reyna dan Gilang, ketika aku tahu kalau mereka berdua saling mencintai? harusnya aku marahkan padamu, karena permintaanmu dan karena ancaman Dania yang akan bunuh diri kalau tidak bisa bersama Gilang, membuat putriku menangis. Apa kamu tidak sadar kalau secara tidak langsung kamu dan putri egois'mu itu telah merampas kebahagiaan Reyna? ingat Denis, pertunangan Gilang dan Reyna itu adalah sumbangan dari putriku. Dania masih bernyawa sekarang, karena pengorbanan putriku. Sekarang, kamu buka mata kamu lebar-lebar, apa Gilang menikah dengan Reyna? tidak bukan?" ucap Reynaldi panjang lebar, membuat Denis terdiam tidak bisa membalas ucapan Reynaldi.
"Sudah, sudah! kalian berdua jangan berdebat lagi. Aku yang memang tidak tegas tentang hal ini. Kamu Denis, salahkan aku, jangan Reynaldi!" Gavin buka suara menghentikan perdebatan dua sahabatnya.
__ADS_1
"Sekarang, tolong kamu jelaskan kenapa kamu bisa tega melakukan hal seperti itu. Apa kamu tidak sadar kalau apa yang kamu lakukan itu, sama aja dengan mempermainkan keluarga besarku?" tanya Denis dengan tatapan menuntut.
"Semua demi kebahagiaan Gilang. Aku ingin mengembalikan dia menjadi Gilang yang dulu, yang penuh kehangatan. Apakah kamu tahu, semenjak dia bertunangan dengan Dania, dia tidak seperti Gilang yang dulu, dia selalu murung dan seperti memiliki beban yang sangat berat. Dia selalu berusaha menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja untuk bisa melupakan sejenak apa yang membebani pikirannya," terang Gavin dengan lugas.
Denis tersenyum smirk karena merasa apa diucapkan Gavin hanya alibi saja.
"Gavin, Gavin kalau kamu mau berbohong, tolong yang cerdas sedikit. Kalau ini semua demi kebahagiaan Gilang, kenapa kamu tidak menikahkan dia dengan Reyna? padahal kamu tahu kalau mereka berdua saling mencintai, tapi kenapa kamu malah menikahkan Gilang dengan pembantu itu?"
Gavin menghela napasnya dengan berat. "Denis, apa kamu masih Denis sahabatku yang dulu? apa kamu masih bisa dipercaya dan mendukung apa yang aku lakukan? kamu pasti tahu kalau aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa sebab bukan?"
"Gavin, maaf! sekarang aku ingin mengetahui alasan sebenarnya. Aku janji kalau aku akan mendukung kalau memang alasannya masuk akal," pungkas Denis akhirnya. Pria itu sudah mulai terlihat tenang sekarang.
Gavin tersenyum tipis dan menatap mata Denis untuk memastikan apakah apa yang diucapkan pria di depannya itu benar-benar dari hati atau tidak. Setelah menatap dengan intens, akhirnya Gavin bisa melihat keseriusan di mata sahabatnya itu.
"Sebenarnya pernikahan ini atas permintaan Gilang sendiri, karena ___" Gavin akhirnya menceritakan alasan Gilang menikah dengan Cahaya.
"Apa menurutmu kalau yang kamu lakukan sekarang itu sudah benar? bagaimana seandainya nanti Cahaya tahu kalau Gilang menikahinya karena balas budi, dan dia anak yang diselamatkan papanya dulu?" ucap Denis, dengan alis yang bertaut, karena gagal paham dengan pemikiran Gavin.
__ADS_1
"Aku tahu itu, tapi hanya itu caranya. Tapi yang aku lihat sekarang, Gilang sepertinya sudah mulai membuka hatinya pada Cahaya demikian juga sebaliknya. Aku hanya bisa berharap kalau sebelum Cahaya tahu, mereka berdua sudah bisa saling mencintai," ucap Gavin."Denis, sekali lagi aku mau minta maaf padamu, karena aku akui, kalau aku memang sudah mempermainkan keluargamu, tapi cobalah tarik ke dirimu dengan berpikir kalau kamu itu aku," lanjut Gavin lagi. sebenarnya dia memang merasa kecewa dengan sikap Gavin yang menikahkan Gilang dengan wanita lain tanpa pemberitahuan bahkan tanpa membatalkan pertunangan lebih dulu.
"Gavin, sebenarnya aku cukup kecewa padamu, tapi setelah dipikir-pikir, kamu melakukannya bukan karena niat untuk mempermainkanku. Aku tahu, dilema yang kamu rasakan dan itu cukup berat. Aku juga sadar kenapa kamu merahasiakan pernikahan Gilang, itu semua karena kalian lakukan hanya untuk melindungi Cahaya dari murka Dania. Sekarang aku sangat menyesal telah menyayangi dia dengan cara yang salah. Sekarang dia tumbuh menjadi pribadi yang egois," tutur Denis dengan panjang lebar.
"Itulah juga yang menjadi pertimbanganku. Aku juga yakin kalau Gilang dan Dania menikah,aku rasa tidak akan ada yang bahagia. Aku merasa kalau Dania sebenarnya tidak mencintai Gilang. Dia hanya merasa tertantang karena satu hal yang tidak bisa dia dapatkan hanya Gilang, makanya Dania begitu terobsesi untuk mendapatkan anakku, padahal selama ini apa yang dia mau selalu dia dapatkan. Aku yakin kalau seandainya dia benar-benar mendapatkan hati Gilang, lambat laun dia pasti akan merasa bosan, karena menurutnya tidak ada tantangan lagi," ucap Gavin lagi.
"Aku malu, aku benar-benar sangat malu pada kalian berdua. Aku merasa kalau aku sudah menjadi seorang ayah yang gagal untuk Dania. Padahal selama ini, Bella sudah sering mengingatkanku, tapi aku tutup telinga tidak mau mendengar," Denis mengusap wajahnya dengan kasar.
Melihat kondisi Denis, Reynaldi yang tadinya masih marah tiba-tiba merasa simpati. Pria itu menghampiri Denis dan memeluk pria itu.
"Sabar, Den! aku tahu itu kamu lakukan karena kamu terlalu sayang pada Dania,cuma cara kamu yang salah. Sekarang,kamu tidak perlu lagi menyesali apa yang sudah terjadi, tapi kamu fokus untuk memikirkan cara bagaimana untuk merubah Dania menjadi pribadi yang semakin baik," ucap Reynaldi, diplomatis.
"Ya, kamu benar, Rey! Terima kasih banyak ya! maaf kalau kata-kataku tadi menyinggungmu dan aku juga minta maaf atas apa yang hampir terjadi pada Reyna,"
Reynaldi mengangguk dan tersenyum. "Aku juga minta maaf, karena aku akui kalau kata-kataku juga tadi cukup kasar,"
Tbc
__ADS_1