Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Glen, Freya dan Evan Bertarung Melawan Monster Semut Merah


__ADS_3

Badai Hujan yang terus menerus turun menurun beberapa hari dan membuat semua makhluk hidup sekitar sedang berteduh dan sedang berhibernasi di dalam rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Glen, Freya dan Evan yang masih berada di dalam gua akar pohon.


Freya yang terbangun lebih dulu di bandingkan dengan Glen dan Evan karena cahaya matahari yang menembus lubang gua di bawah akar pohon yang mengenai wajah Freya. Freya yang merasa silau terbangun dan berdiri melihat ke arah keluar. Matahari yang sudah terlihat di atas langit telah memancarkan cahaya pagi yang begitu sehat dan hangat.


"Badainya sudah selesai?" tanya Freya dalam hati.


Freya yang melihat sekitar sudah terang dan badai hujan sudah berhenti membangunkan Glen dan Evan yang masih tertidur. Glen, Evan dan Freya keluar dari gua bawah akar pohon. Dengan menghancurkan dinding depan gua yang tutup oleh Glen dan membuat gua itu semula seperti saat mereka menemukannya.


Pemandangan di luar dengan dedaunan yang banyak dan berserakan di atas tanah hamparan halaman sekitar hutan. Tumbuhan rumput yang mulai menghijau. Embun pagi yang menetes ke tanah. Sarang laba-laba yang penuh dengan embun yang perlahan jatuh menetes.


"Akhirnya kita bisa keluar dari gua yang pengap itu." Ucap Freya yang menghirup udara segar pagi hari.


"Seperti sudah setahun saja tidak menghirup udara segar." Jawab Glen.


"Setidaknya sekarang sudah menikmati pagi yang cerah." Jawab Glen.


"Sudahlah ayo kita pergi dari sini untuk melanjutkan perjalanan." Jawab Glen.


"Ingin mandi air hangat setelah beberapa hari ini mandi air hujan yang cukup dingin itu." Jawab Freya yang sedang membayangkan mandi di kolam air panas.


"Kita ambil ke arah kanan saja." Jawab Evan yang berjalan ke arah kanan. Glen dan Freya mengikuti Evan yang berjalan di depan memandu perjalanan. Beberapa langkah mereka berjalan, mereka tiba di sebuah hamparan halaman yang hanya terdapat gundukan tanah yang berbaris di sepanjang hamparan tanah tandus.


"Hamparan tanah basa yang terbentang luas ini dan tumpukan tanah apa itu?" tanya Glen.

__ADS_1


"Ayo kita periksa." Jawab Freya yang penasaran dengan tumbukan tanah yang seperti bukit kecil berukuran 3 meter. Tumpukan tanah yang berjajar dengan tidak teratur namun sangat banyak di hamparan tanah sekitar 10 hektar itu.


"Apa itu sebenarnya?" tanya Glen yang juga makin penasaran mengikuti Freya berjalan ke depan untuk memeriksa satu tumpukan yang ada di depan mereka.


"Jangan sentuh." Jawab Haura yang menghentikan Freya dan Glen 10 langkah lagi akan sampai di tumpukan tanah yang ingin mereka lihat. Freya dan Glen membalikkan tubuhnya melihat Evan yang menghentikan mereka berdua.


"Ada apa guru?" tanya Glen dan Freya bertanya bersama-sama.


"Aku merasakan aura sihir tidak jauh dari tempat ini. Ini juga bukan sembarangan energi sihir . Level nya mungkin berada di level 6 sihir tingkat raja. Sedangkan aku hanya level awal sihir tingkat Raja." Jawab Evan yang sudah memeriksa sekitar.


Seorang yang berada di tingkat raja sudah dapat merasakan atau menggunakan sihir deteksi untuk melihat kekuatan sihir yang berada di sekitarnya. Tingkat raja saat ini di dunia kecil ini hanya ada beberapa yang berada di tingkat raja level akhir yaitu seluruh 5 raja yang ada di dunia ditambah dengan Kepala Sekolah sihir dunia yaitu Viola dan Jenderal Darren.


"Bukannya itu kekuatan yang sangat besar?" tanya Glen yang terkejut dengan ucapan yang dikatakan oleh Evan.


" Lihat, apa itu yang keluar dari lubang bukit kecil dari ganang itu?" tanya Glen yang melihat semua berwarna merah yang cukup besar keluar dari bukit kecil tumpukan tanah itu.


"Lihat itu, itu memiliki lubang." Ucap Freya yang menggunakan sihir terbang sementara melihat dari atas tumpukan tanah itu. Kemudian melihat setiap tumpukan tanah itu terdapat lubang. Dan satu persatu lubang itu keluar seekor semut dengan warna merah dan berukuran sebesar 1 meter setiap ekor nya.


"Ini sarang semut." Jawab Freya yang turun dari sihir terbangnya dan memberitahu apa yang di lihat olehnya kepada Evan dan Glen.


"Bukan hanya ada 10 sarang sarang tapi sekitar ada 50 sarang semut yang ada di sini." Jelas Freya kepada Glen dan Evan.


"Sarang semut?" tanya Glen.

__ADS_1


"Aku mengerti. Mereka tidak akan pernah berpisah dan mereka akan keluar bersama-sama. Lihat apa yang aku katakan." Jawab Evan yang menunjuk ke arah tumpukan sarang semut yang ada di sekitar.


"Gawat, jadi apa yang harus kita lakukan guru?" tanya Glen dan Freya.


"Kita berada di sarangnya mereka. Lebih baik kita berusaha untuk menghindari hal ini. Apakah kalian bisa menggunakan sihir terbang untuk melewatinya dengan cepat?" tanya Evan kepada mereka berdua.


"Dengan cepat?" tanya Freya dan Glen yang terkejut.


"Iya, aku rasa yang aku rasakan sejak tadi adalah sihir dari raja semut yang memimpin kawanan semut ini." Jawab Evan.


"Lalu kenapa kita harus terbang dengan cepat?" tanya Glen.


"Karena jika melalui ini dengan menggunakan jalur jalan kaki kita akan segera di kerumuni para semut ini. Dan jika menggunakan jalur atas dengan terbang, sudah pasti pemimpin mereka akan merasakan hal itu. Kita akan mati di tangan seorang yang memiliki kemampuan sihir level raja tingkat 6." Jawab Evan menjelaskan.


"Jadi maksud guru kita harus melarikan diri tanpa terdeteksi?" tanya Glen.


"Iya sepeti itu." Jawab Evan.


"Baiklah. Tapi ingat, jika kita ketahuan, kita tidak dapat menghadapinya walaupun kita berusaha. Karena yang kita hadapi bukan lagi di level rendah tapi sudah setara dengan raja." Jawab Evan.


"Kami mengerti." Jawab Freya dan Glen yang mulai mempersiapkan diri untuk terbang sejauh ladang sarang semut ini dengan cepat dan tanpa ketauan oleh pemimpin mereka.


Glen, Evan dan Freya mulai terbang dengan cepat seperti yang sudah di katakan mereka menikmati pemandangan yang cepat dari atas melihat banyak sekali semut merah yang sudah keluar dari sarang mereka dan berjalan memenuhi tanah yang kosong menjadi tanah yang tidak pernah menumbuhkan tanaman lain d sekitarnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suara getaran gempa terjadi di hamparan tandus itu, monster semut merah yang besarnya sebesar 15 meter panjang tubuhnya, 7 meter tinggi tubuh monster semut itu dengan antena besar yang di miliki olehnya. Monster semut merah muncul dari tanah dan langsung menembaki Freya , Glen dan Haura saat mereka di atas sedang terbang.


__ADS_2