
Arlan yang terbang cukup jauh dan balik kembali ke posisi awal.
"Alice, sepertinya aku sudah yakin ini apa." Jawab Arlan yang sudah kembali ke posisi Alice depan lobang besar seperti gua.
"Ini seperti rumah belut." Jawab Arlan.
"Belut?" tanya Alice terkejut.
"Iya, belut. Panjang lubang ini sekitar 20 meter dan lebarnya adalah 10 meter. Kemungkinan sekitar 8 meter tubuh belut yang hidup di dalam lubang ini." Jawab Arlan.
"Monster Belut maksud mu?" tanya Alice.
"Iya, masih ingat dengan buku monster rawa, sungai dan danau?" tanya Arlan yang sedang membantu Alice untuk mengingat.
"Aku ingat, ada 3 jenis monster belut yang hidup di rasa, sungai dan danau. Pertama monster belut biasa, kedua monster belut listrik, dan yang ketiga adalah monster belut listrik beracun yang menjadi spesies langka karena sejarah mengatakan adanya perkawinan silang antara ular air beracun dengan belut listrik dan keturunannya menjadi belut listrik beracun." Jawab Alice.
"Kau benar, apa jangan-jangan ini adalah monster belut listrik beracun?" tanya Arlan yang sedang menatap Alice karena hipotesis yang dimiliki olehnya.
"Kau benar, aku juga berfikir begitu. Tapi itu hanya tebakan kita berdua, bagaimana jika kita masuk untuk melihat?" tanya Alice.
"Tapi itu sangat berbahaya." Jawab Arlan untuk membuat Alice berfikir bahwa ini sangat beresiko.
"Lalu apa yang akan membuat kita mengetahui apa yang ada di dalamnya?" tanya Alice.
"Ini malam hari, kemungkinan belut akan keluar dari lubangnya untuk mencari makanan. " Jawab Arlan. Baru saja beberapa detik berlalu Arlan mengucapkan, tiba-tiba air sungai menjadi bergerak kuat seperti ombak.
"Arlan lihat." Jawab Alice yang mengajak Arlan untuk terbang tinggi lagi. Air yang ada di bawah oleh mereka sedang berguncang kencana seperti ombak karena seekor monster belut keluar.
"Belutnya?" Arlan memanggil belut yang berada di bawah mereka.
__ADS_1
"Kita amati dulu apa yang sedang di lakukan olehnya." Jawab Alice kepada Arlan.
"Baik." Jawab Arlan yang menganggukkan kepalanya.
Belut yang berukuran 8 meter dengan panjang tubuh 20 meter sedang keluar dari sarangnya dan menelusuri aliran sungai yang berukuran lebar 15 meter. Monster belut itu dengan tenang keluar dari lubang dan tubuhnya memanjang, tubuhnya mengeluarkan aliran listrik sehingga seluruh ikan yang berenang di sekitar dirinya mati terserang aliran listrik. Beberapa ada yang pingsan.
Ekor belut itu menjadi penghalang ikan yang telah terapung di air. Terlihat air yang telah terkontaminasi dengan aliran listrik tadi berubah menjadi keruh. Dengan cepat Alice mengambil sampel air yang telah keruh itu secara diam-diam.
Monster belut beracun itu dengan cepatnya membuka mulut dan memasukan semua ikan yang di dapat olehnya ke dalam mulut. Monster belut beracun itu berisi ikan. Alice juga diam-diam mengambil ikan yang masih pingsan.
"Kita pergi dulu." Jawab Alice kepada Arlan. Arlan menganggukan kepala. Mereka kembali ke tempat Isolasi. Semua penduduk yang masih berendam di dalam air herbal yang hangat sudah hampir selesai.
"Kalian bisa keluar dari kolam. Gunakan pakaian kalian dan kita akan berdiskusi kembali " Jawab Alice yang memerintahkan mereka untuk keluar dari kolam. Kulit mati bekas koreng yang berada di kulit para penduduk desa yang terisolasi sudah hilang.
"Alice, lihat kulit kami? Bersih. Apa yang sebenarnya ada di dalam kolam ini? Kenapa bisa tiba-tiba ada kolam air hangat?" tanya para penduduk yang sudah siap berendam di air herbal hangat dan memakai baju mereka.
" Apakah ini adalah jamur dan ikan yang kalian maksud?" tanya Alice kepada mereka dan penduduk desa menjadi ribut melihat jamur dan ikan yang ada di depan mereka.
"Iya. Bagaimana Alice bisa mendapatkan jamur dan ikan yang persis seperti apa yang kami katakan?" tanya mereka.
"Kami mengecek apa yang terjadi di atas air terjun tinggi yang berada di desa kalian. Kami menemukan hal ini. Dan juga ini." Jawab Alice yang juga mengeluarkan air yang telah terkontaminasi itu.
Alice mempraktekkan setangkai bunga liar yang ada di luar untuk di rendam oleh air yang terkontaminasi. Bunga putih yang sebelumnya berubah menjadi bunga yang memiliki warna hitam di setiap ujung kelopak.
"Lihat. Ini adalah air yang terkontaminasi dengan racun." Ucap Alice yang sudah mempraktekkan di hadapan para penduduk desa dan terisolasi.
"Maksud Alice, air terjun telah terkontaminasi dengan racun?" tanya mereka dan Alice menganggukkan kepalanya.
"Racun dari apa?" tanya mereka lagi.
__ADS_1
"Racun dari monster belut listrik. Selama ini kalian hidup dengan menggunakan air yang mengalir dari air terjun sehingga kalian juga terkena dari racun belut itu. Untuk lebih jelasnya. Lebih baik kita semua keluar dari sini, beritahu Agi untuk mengumpulkan orang-orang desa. Tubuh kalian sudah terbebas dari racun." Jawab Alice.
"Kau tidak bohong Alice?" tanya mereka yang lebih terkejut saat Alice mengatakan bahwa mereka sudah terbebas dengan racun. Mereka menggunakan telepati untuk memberitahukan Agi membuka pintu ruang bawah tanah. Dengan cepat Agi membangun semua warga yang berada di dalam rumah, mereka semua keluar dan berkumpul di depan rumah Agi dan menunggu Agi dan para penduduk yang terisolasi keluar.
"Kalian benar-benar sudah sembuh?" tanya Agi yang sudah membuka gembok pintu rumah bawah tanah.
"Tentu. Lihatlah." Ucap mereka kepada Agi dengan memperlihatkan tubuhnya sudah bersih dari koreng. Mereka seperti seorang yang terlahir kembali dengan tubuh yang sehat tanpa koreng yang bernanah lagi.
"Ayah."
"Kakak."
"Ibu."
"Anakku."
Penduduk desa melihat keluarga telah sembuh membuat mereka berlari ke arah penduduk desa yang baru keluar dari ruang isolasi. Mereka begitu merindukan sosok keluarga mereka.
"Terimakasih penyihir penjelajah."
"Terimakasih telah menyelamatkan kakak ku."
"Terima kasih sudah menyelamatkan ibu ku."
"Terimakasih."Semua orang sedang berterimakasih kepada Alice dan Arlan. Arlan dan Alice hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"Semuanya tenang, ada hal yang harus kita selesaikan lebih dulu." Jawab Arlan kepada seluruh penduduk yang masih berbahagia karena keluarga ataupun teman mereka telah sembuh dari penyakit yang telah menghantui mereka selama ini. Semua orang diam dan mendengarkan apa yang ingin di sampaikan oleh Alice dan Arlan.
"Apa yang sebenarnya terjadi Alice? Bagaimana kalian bisa menyembuhkan mereka dalam waktu kurang dari sehari. Mungkin kalian melakukan permasalahan ini hanya membutuhkan waktu 6 jam saja." tanya Agi kepada Alice dan Arlan.
__ADS_1