
"Hal ini juga yang membuat kami menyimpulkan bawah 2 kali berturut-turut mengalami dua musim itu kami melihat banyak jamur herbal yang tumbuh di sekitar. Walaupun setiap tempat tidak lebih dari 3 tapi kami menemukan banyak jamur herbal di sekitar." Jawab Evan meneruskan penjelasannya.
"Memang benar, hujan badai itulah yang membawa keberuntungan untuk mendapatkan jamur herbal." Jawab Haura.
"Tapi hujan badai itu membuat kita harus menunggu kapan cuaca bagus. Kita juga harus memiliki tempat yang bagus untuk berteduh dan memiliki banyak makanan untuk beberapa hari selama hujan badai berlangsung." Jawab Darren.
"Situasi musim yang ada di dalam hutan larangan sudah dapat kita simpulkan." Jawab Ansel angkat bicara.
"Iya Raka Ansel." Jawab Gerry.
"Bagaimana dengan mu kelompok mu Haura?" tanya Viola.
"Lapor nona Viola, aku mendapat 80 buah jamur herbal. Aleda mendapatkan 90 buah jamur herbal dan Dylan mendapatkan 120 jamur herbal. Untuk laporan perjalanan kami hampir sama semua sama yang lain. Hanya saja kami tidak seberuntung yang lain saat bertemu dengan monster yang ada di dalam hutan larangan." Jawab Haura.
"Aku sudah mendengar bahwa kalian di serang hingga terkena racun karena serigala kepala 3." Jawab Ansel.
__ADS_1
"Benar raja Ansel. Sebelum itu kami bertemu dengan beberapa monster. Monster-monster yang kami temui saat itu bisa kami hindari. Dan saat itu juga kami berada di sarang Monster lipan. Saat itu kami dapat mengalahkan beberapa monster lipan namun tidak bisa membantai semua monster lipan yang ada di dalam sarang mereka. Itu adalah hal yang tidak di sengaja." Jawab Haura.
"Tidak sengaja bagaimana?" tanya Gerry.
"Senior Darren mengatakan bahwa jamur herbal hidup di tempat yang jarang sinar matahari dan lembab. Bisa juga hidup di dekat pohon tumbang. Saat itu kami menemukan hamparan pohon tumbang yang telah lama. Kami kira itu adalah rawa-rawa ternyata bukan. Hanya hamparan pohon tumbang dan dedaunan yang basah dan lembab. Saat itu kami mencari nya di bawah pohon tumbang. Kami menemukan beberapa jamur herbal di sana. Hal itu membuat kami senang, tapi ternyata saat itu Aleda menemukan sebuah benda aneh yang ternyata adalah telur lipan. Kami di hadapkan beberapa lipan yang menyerang kami. Dan ternyata lipan betina ada di bawah pohon tumbang itu untuk menjaga telur mereka sedangkan lipan jantan pergi mencari makanan. Untung saja kami hanya membangunkan beberapa ekor saja sehingga kami dapat kabur dari sama." Jawab Haura.
"Bahkan sarang Monster lipan ada di sana. Aku kira dulu serangan tidak akan bermutasi menjadi monster tapi ternyata mereka juga bermutasi menjadi monster juga." Jawab Viola.
"Iya, setelah dari sanalah kami berteduh dari hujan badai 2 kali musim. Saat itu juga kami menemukan beberapa jamur herbal lagi di sekitar akar pohon. Tapi saat aku mencari jamur herbal, aku merasakan ada monster yang mendekat. Tapi saat itu aku fikir bahwa ada monster yang mendekat dan saat itu Aleda dan Dylan datang. Kami tidak menyangka bahwa kami sudah di kepung oleh kawanan serigala." Jawab Haura.
"Kami hanya di kepung tanpa ada perlawanan sampai monster serigala berkepala tiga muncul di hadapan kami. Kami diserang dengan brutal hingga kami tak sanggup melawan ketua dari serigala itu yaitu monster serigala berkepala tiga. Kami sudah mengeluarkan semua kekuatan yang kami miliki tapi tidak bisa melukai dengan baik pada tubuh monster serigala kepala 3. Jadi kami menggunakan cara terakhir yaitu dengan mengunakan jimat teleportasi untuk kembali kemari, keluar dari hutan larangan." Jawab Haura.
"Iya, aku tidak menyangka bahwa Alice benar-benar bisa membuat obat penyembuh itu sendirian." Jawab Dylan.
"Iya, dia benar-benar wanita hebat dan serba bisa. Bukan hanya kuat dan tangguh sebagai penyihir tapi juga dapat menjadi seorang dokter ketika teman ya terluka. Dia juga membuatkan kami sarapan bubur di pagi hari. Alice benar-benar hebat dalam segala hal." Jawab Aleda.
__ADS_1
"Guru Haura, Aleda, Dylan, aku hanya melakukan apa yang aku bisa. Dan itu juga tindakan biasa yang di lakukan orang lain jika melihat teman atau gurunya terluka." Jawab Alice.
"Aku juga sudah mendengar akan hal itu. Anak mu dan juga Kakak Alika benar-benar luar biasa. " Jawab Viola dalam hati dan tersenyum melihat sosok Alice yang rendah hati seperti ibunya.
"Monster ular tanah, monster ikan, monster lipan, monster serigala berkepala 3, dan hewan spritual lainnya yang di temui benar-benar sesuatu yang langka. Bukan hanya itu tapi juga tentang kekuatan yang di miliki para monster itu. Jadi dapat di simpulkan bahwa hutan larangan itu sesuai dengan namannya. Larangan yang berarti di ladang untuk masuk ke dalam hutan larangan karena terdapat banyak monster kuat yang hidup di dalamnya." Jawab Gerry.
"Tapi yang membuat ku selalu berfikir adalah tentang hutan yang dihidupi oleh berbagai jenis monster langka dan kuat. Banyak orang yang tidak kembali lagi setelah masuk ke dalam hutan larangan. Darren yang dulu bisa keluar dari hutan larangan termasuk sebagai keberuntungan dan saat ini kalian semua bisa keluar dari hutan itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa beruntung." Jawab Viola.
"Benar juga. Aku juga berfikir sesuatu tentang hal itu sejak mengetahui hutan larangan lebih dalam dari informasi hari ini." Jawab Ansel
"Maksudnya?" tanya Darren dan yang lain juga tidak mengerti apa yang di katakan oleh Raja Ansel.
"Tidak apa-apa, hanya sedang berfikir sesuatu. Yang di katakan oleh Viola itu benar, aku sangat bersyukur bahwa kalian selamat dari misi masuk ke dalam hutan larangan.
"Baiklah aku dapat menyimpulkan bahwa tim Haura mendapatkan 290 buah jamur herbal, tim Evan mendapatkan 300 buah jamur herbal dan tim Darren mendapatkan 1000 buah jamur herbal. Yang terbanyak adalah tim Darren." Jawab Gerry melaporkan hasil laporan dari mereka semua tentang jumlah jamur herbal yang di dapatkan.
__ADS_1
"Guru Darren memang benar-benar hebat dalam melakukan misi kali ini." Jawab Dylan dalam hati.
"Aku benar-benar berfikir bahwa Alice adalah wanita yang spesial." Jawab Arlan dalam hati saat dia mengetahui bahwa Alice adalah wanita pilihannya.