
Alice yang sedang memasak makan malam di bantu oleh Arlan dan Darren dalam mengerjakannya hingga selesai. Setelah memasak bersama mereka makan bersama hingga matahari sudah terbenam.
"Istirahatlah terlebih dahulu." Jawab Darren kepada Arlan dan Alice.
"Papa?" tanya Alice.
"Nanti bergantian dengan Arlan." Jawab Darren kepada mereka berdua.
"Benar, kami akan bergantian." Jawab Arlan kepada Alice.
"Istirahatlah kalian lebih dulu. Tenaga kalian harus baik besok." Jawab Darren.
"Baik Papa. " Jawab Alice kepada Darren.
Mereka berdua masuk ke dalam tenda masing-masing. Sedangkan Darren sedang berada di depan api unggun dan menjaga mereka berdua yang sedang tidur.
"Bagaimana akan keluar?" tanya Alice.
"Bukannya nona punya sihir manipulasi orang untuk tidak terdeteksi kehadirannya?" Jawab Ema.
"Aku akan mencobanya." Jawab Alice menuruti petunjuk dari Ema.
"Ada yang ingin aku bantu nona?" tanya Ema kepada Alice.
"Bantu aku untuk memahami skill itu." Jawab Alice
" Baik......" Ema yang menjelaskan skill penyamaran.
Alice yang sudah mengerti apa yang di jelaskan oleh Ema membuatnya langsung memberikan praktek nya. Alice berhasil menahan ilmu sihirnya dan mengubah aura sihir miliknya.
"Nona berhasil. Bagaimana jika kita langsung ke lorong gua itu?" tanya Ema.
"Oke." Jawab Alice yang sedang berbisik.
"Bentar, aku mengintip papa lebih dulu." Jawab Alice yang melihat di lobang tenda sedang mengintip apa yang sedang di lakukan oleh Darren di luar.
Alice melihat Darren sedang berdiri di belakang tenda mereka dan membelakangi api. Terlihat jelas bahwa Darren sedang tidak melihat ke arah tendanya. Alice langsung menggunakan sihirnya dan kabur dari tenda. Alice sedang memakai jubah hitam dan memakai topeng nya. Alice yang langsung kabur dari tenda untuk mencari kesempatan bertemu dengan Ema di belakang hutan.
__ADS_1
"Nona, seperti tuan Darren tidak dapat melihat anda. Dia sedang duduk di depan api unggun." Jawab Ema Pelan kepada Alice.
Alice langsung masuk ke dalam gua. Ema juga keluar dari ruang spritual Alice dan membuat tubuhnya menjadi Chimera. Alice duduk di atas tubuh Ema dan mereka masuk ke dalam lorong tengah yang berada di dalam gua.
"Sungguh gelap, dan kau masih bisa untuk melihat?" tanya Alice yang berada di pundak Ema.
"Tentu saja nona, mata ku ini lebih berguna di malam hari. Dia akan melihat dengan jelas saat malam hari." Jawab Ema.
"Ohhhh. Ema aku sepertinya harus menggunakan obor untuk melihat nya " Jawab Alice yang mengeluarkan obor dan menghidupkan api obor. Alice menghidupkan obor dan memegangnya di atas pundak Ema. Mereka berdiri di depan 3 lorong itu.
"Sistem mengatakan bahwa aku harus memilih lorong tengah." Jawab Alice.
"Oke. Kita pergi." Jawab Ema kepada Alice. Mereka berdua memasuki lorong tengah yang begitu jauh dari gua tadi
"Hanya ada bebatuan yang ada di bawah, atas, kanan dan kiri." Jawab Ema yang melihat sepanjang jalan.
"Iya benar. Kau juga belum bisa pulang sebelum mencicipi makanan ini bukan?" tanya Ema yang tertawa. Mereka yang menjalani lorong gua dengan begitu lama akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu.
"Akhirnya sampai juga. Aku akan turun Ema." Jawab Alice yang memerintahkan untuk berhenti bermain dengan Ema. Ema menurut dengan berhenti dan tertidur di lantai dengan wajah yang memelas dan menyudutkan diri saja.
"Ini tempat kenkai tinggi." Jawab Alice.
"Iya. Aku akan mencoba menerobos." Jawab Alice dan baru saja mengeluarkan tangannya untuk menyentuh kenkai. Saat dirinya melihat kenkai yang hampir selesai untuk di pelajari portal sihir dari lambang yang di buat di kenkai ini.
Alice berhasil untuk memasuki kenkai untuk ke kolam abadi. Alice dan Ema terkejut sangat saat melihat di balik kenkai itu, ternyata ada sebuah danau dengan satu bunga yang hampir mengembangkan itu.
" Sungguh luar biasa." Jawab Alice tertawa melihat pemandangan itu. Tiba-tiba saat Alice mendekat untuk menyentuh air kolam, seekor naga air keluar dari kolam itu.
"Aku hampir lupa, aku harus mengalahkan monster naga air yang ada di dalamnya." Jawab Alice yang melihat getaran dari portal.
"Sudah lama aku tidak kedatangan seorang manusia. Siapa kalian?" tanya Naga air kepada Alice. Alice menggunakan hipnotis berbicara dengan naga air.
"Kau, Fenrir. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Naga air.
" Tentu saja mengalahkan kau." Jawab seorang Fenrir.
"Salam Raja." Jawab Naga air.
__ADS_1
"Kalian saling kenal?" tanah Alice.
"Sedikit." Jawab Glen kepada Alice.
"Dia siapa?" tanya Naga Air.
"Dia adalah Majika ku, nona ku Alice. Kurasa kau akan mengingatnya ."Jawab Ema.
"Majikan mu bukannya sudah mati?" tanya Naga air.
"Dia berenkarnasi menjadi dirinya. Jadi, naga air bisakah kami mendi di kolam herbal beberapa jam?" tanya Ema.
"Boleh. Tapi kenapa kalian bisa di sini?" tanya Naga air.
"Aku tidak mungkin merendamkan diri bersama naga air." Jawab Alice.
"Tidak apa-apa nona, dia adalah wanita." Jawab Ema.
"Benarkah?" tanya Alice dan Ema menganggukan kepalannya.
Alice tidak sungkan lagi dan langsung masuk ke dalam kolam herbal. Ema dan naga air bercerita. Ema hanya mendengarkan saja.
Selamat anda telah berteman dengan naga air. Anda mendapatkan peningkatan kekuatan penyembuh menjadi 60%.
"Naga air, apa aku tidak bisa meminta teratai itu?" tanya Alice.
"Maaf nona, itu adalah sesuatu yang tidak bisa di miliki orang lain bahkan aku sendiri. Itu adalah milik tuan ku, raja naga yaitu naga suci. Sama seperti mu yang terlahir kembali, raja kami juga pasti akan terlahir kembali. Dan saat dia sudah berenkarnasi dia akan datang mengambil. Jika nona tidak percaya, nona bisa mendekatinya dan nona tidak akan dapat memegangnya." Jawab naga air.
"Aku percaya. Aku di izinkan untuk mandi di kolam ini saja sudah bersyukur. Oh ya, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Alice lagi.
"Ceritanya panjang, tapi intinya aku hanya menunggu kolam suci ini akan di temui oleh sang raja." Jawab Naga air.
"Aku mengerti, pantas saja kalau orang lain mungkin tidak akan melihat kenkai yang di pintu masuk untuk di pasang di depan." Jawab Alice.
"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk mu?" tanya Naga air.
"Tidak ada. Kau hanya perlu sehat, bahagia dan bersabar sampai tuan mu itu kembali dan menjemput mu pulang. Mungkin kau sudah bosan di sini." Jawab Naga air.
__ADS_1
"Nona, naga air ini adalah teman ku. Lebih baik tidak perlu untuk di jelaskan. Kau yang akan mengerti itu nanti." Jawab Ema.
"Baiklah. Aku juga selesai mandi. Naga air aku berterima kasih telah mengizinkan aku untuk berendam di kolam mu." Jawab Alice dan naga air mengangguk kepalannya.