
Alice dan Arlan yang baru saja tiba di guild langsung melaporkan misi yang diambil dan sudah diselesaikan mereka.
"Kalian berdua belum pergi?" tanya Gerry yang melihat Arlan dan Alice datang ke guild setelah 3 hari yang lalu.
"Kami ingin melaporkan penyelesaian misi paman." Jawab Arlan.
"Apa?" tanya Gerry yang mendengar pernyataan yang dikatakan oleh Arlan.
Arlan langsung mengeluarkan kantong penyimpanan miliknya dan mengambil kepala monster belut listrik beracun yang disimpan olehnya kemarin.
"Brukkkk." Suara kepala monster belut listrik beracun ada di atas lantai guild karena di atas tidak mampu menampung besarnya.
"Ini buktinya." Jawab Arlan yang tersenyum melihat Gerry yang masih terkejut. Semua orang yang masih di dalam guild tiba-tiba hening dan semua mata menuju ke arah Arlan dan Alice.
"Kami sudah menyelesaikan misi yang di ambil dan juga kami harap poin dan koin dari hasil misi yang telah di selesaikan." Jawab Arlan.
"Pangeran Arlan, kalian benar mengalahkan ini?" tanya Gerry yang melihat kepala monster belut listrik beracun. Dan Arlan menganggukan kepalanya.
"Sebentar aku menenangkan diri dulu." Jawab Gerry yang keluar dari ruangan meja registrasi ke depan meja registrasi guild untuk melihat monster belut listrik beracun.
"Berapa tingkatnya? Bukankah ini adalah monster langka belut listrik beracun? Bagaimana kalian mengalahkannya? Apa kalian tidak apa-apa dengan racunnya? Bagaimana penduduk fungi? Apa ada korban jiwa?" Gerry yang tidak berhenti bertanda sesuai dengan apa yang sedang ada di kepalanya.
"Arlan kau tidak menjawab ku?" tanya Gerry yang sejak tadi tidak menerima jawaban dari Arlan dan ia sudah tidak sabar mendengarkannya dan tidak ingat untuk memanggil Arlan dengan sopan.
"Yang mana dulu yang harus kami jawab?" tanya Arlan dan Alice tertawa kecil.
"Apa aku terlalu banyak bertanya?" tanya Gerry dan semua orang menganggukkan kepalanya. Semua orang yang ada di guild mendekati Kepala Monster Belut Listrik Beracun.
"Pak Gerry, kita bisa membicarakannya dan mencatatnya sebagai laporan guild." Jawab Alice untuk memecahkan situasi yang saat ini semua orang sedang menonton.
"Ah benar." Jawab Gerry yang berdiri dan memanggil anggota guild untuk datang membawa kepala monster belut listrik beracun.
Gerry, Alice dan Arlan pergi ke ruangan tertutup dan mulai membicarakan kronologi mengalahkan monster belut listrik.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu?" tanya Gerry.
"Karena monster belut listrik beracun ini." Jawab Arlan dengan singkat.
"Maksudnya bagaimana....." Gerry yang ingin mengetahui namun di potong oleh Alice.
"Biar aku saja yang menceritakannya pak." Jawab Alice.
"Ide bagus, aku tau Arlan tidak akan menceritakan dengan lengkap." Jawab Gerry yang langsung memalingkan tubuhnya ke arah Alice. Alice yang ingin bercerita tiba-tiba berhenti karena Aidan masuk dengan terburu-buru dan melihat mereka langsung duduk di samping Alice.
"Apa kau tidak apa-apa Alice?" tanya Aidan yang menjadi paranoid.
"Aku tidak apa-apa Pak Aidan." Jawab Alice.
"Syukurlah, jika sampai kau mengalami hal buruk. Aku pasti akan di marahi oleh Guru." Jawab Aidan.
"Tenang saja, tidak akan mungkin terjadi sesuatu dengan Alice selama ada aku." Jawab Arlan.
"Semuanya tenang, aku akan mulai bercerita." Jawab Alice untuk memberikan ketenangan di ruangan dan semua orang diam.
"Baiklah, ini jauh lebih baik. Aku akan mulai bercerita. Arlan dan Aku memilih ke tempat itu karena untuk mengincar poin yang cukup. Dan hal misterius yang ada di tempat itu membuat kami penasaran. Saat kami tiba di tempat itu....." Alice menceritakan semua nya dengan komplit kecuali dirinya yang menyamar menjadi penyihir petualang.
"Jadi kalian menemukan sangkar belut listrik beracun di atas air terjun dan kalian mengalahkannya berdua?" tanya Aidan dan Gerry bersamaannya setelah mendebat Arlan dan Alice yang membunuh monster belut listrik beracun.
" Iya, seperti yang sudah aku ceritakan pak. Tidak ada yang kurang mau lebih." Jawab Alice yang tersenyum.
"Kalian benar-benar hebat. Lain kali jangan melakukan hal itu lagi. Jika menemukan bahaya maka kabur lebih dulu dan mencari bantuan." Jawab Aidan dan Gerry menganggukan kepalanya.
"Tapi hal ini mendesak, lagi pula Arlan bisa." Jawab Alice yang tersenyum melihat Arlan. Untuk mengalihkan semua kekuatan melawan monster belut listrik beracun adalah Arlan.
"Aku akan selalu melindungi kekasih ku." Jawab Arlan mengikuti kemauan Alice.
"Apa?" tanya Gerry, Aidan dan Alice yang terkejut apa yang dikatakan oleh Arlan.
__ADS_1
"Bukannya sudah jelas sejak dulu?" tanya Arlan.
"Jadi rumor di luar sana itu benar?" tanya Aidan yang pernah mendengar bahwa Arlan memiliki kekasih yang tidak pernah di publish.
"Hmmm, jadi orang yang sering di bicarakan itu Alice?" tanya Gerry.
"Maksudnya apa?" tanya Alice yang tidak mengerti apa yang di ucapkan ketiga orang lelaki ini.
"Pangeran Arlan sering menolak tawaran perjodohan karena dia sudah memiliki kekasih yang sudah di tentukan olehnya sejak kecil. Bahkan Raja dan Ratu mengiyakan rumor itu. Namun tidak pernah ada yang tau siapa itu." Ucap Aidan.
"Benar, bahkan putri Freya dan Putri Aleda ayah mereka pernah mengajukan diri namun di tolak raja langsung dengan halus. Hal ini hanya orang-orang dekat yang mengetahuinya." Jawab Gerry.
"Aku juga sering mendengar pemimpin daerah atau pengusaha datang ke Raja Ansel hanya ingin mengajukan pernikahan namun selalu di tolak. Dan alasan pangeran Arlan jarang menghadiri pertemuan setiap tahun untuk pertemuan para penguasa wilayah karena menghindari hal ini. Pangeran Arlan hanya memberikan alasan yang ikut dengan Guru untuk memburu. Itu adalah alasan yang bagus untuk menghindari pertemuan." Jawab Aidan.
"Hahahah." Arlan yang tertawa.
"Sejak kapan aku mau menjadi kekasih mu?" tanya Alice.
"Kemarin, detik ini atau besok." Jawab Arlan.
"Ah, sudahlah." Jawab Alice yang bangkit dari tempat tidurnya dan pergi meninggalkan ruangan.
"Jadi itu benar?" tanya Gerry dan Aidan.
"Tentu saja. Paman mau tau kenapa aku memilih ya?" tanya Arlan. Dan membuat Gerry dan Aidan penasaran dengan menganggukkan kepalanya.
"Alice itu berbeda dari penyihir lain. Dan kekuatan dia lebih besar dari ku atau bahkan paman, paman. Tapi anggap saja ini hanya rahasia kita bertiga." Jawab Arlan yang berdiri dan meninggalkan Gerry dan Aidan didalam ruangan.
"Oh ya, jangan lupa poin dan koin kami untuk di antarkan nanti." Jawab Arlan sebelum pergi.
"Hey, pangeran Arlan apa maksudnya?" tanya mereka berdua saling menatap dan melihat Arlan sudah pergi.
"Benar-benar gila Arlan." Ucap Alice yang berjalan keluar guild dan pergi ke rumah Darren dan Alika.
__ADS_1