Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Rencana Arlan dan Alice Menghadapi King Mo


__ADS_3

"Aku benar-benar tidak bisa berfikir." Jawab Alice yang banyak mendengarkan penjelasan dari Arlan.


"Jadi kau adalah klan naga?" tanya Alice.


"Iya." Jawab Arlan.


"Salam yang mulia raja." Ucap Jerry yang memberikan penghormatan kepada Arlan.


"Kau mengenalnya?" tanya Alice.


"Pantas saja aku tidak asing dengan aroma mu, ternyata kau adalah keturunan naga suci." Jawab Ema. Beberapa hewan legendaris memang tidak saling akur dan saling memimpin satu sama lain, mereka lebih suka sendirian.


"Tentu nona, yang mulia adalah raja di antara raja klan hewan dan klan naga. Yang mulia adalah keturunan asli naga suci yang menjaga perdamaian antara klan hewan dan klan manusia." Jawab Jerry.


"Bukannya kau mengatakan bahwa kau akan berevolusi menjadi manusia, tapi kenapa kau menjadi seorang pangeran Arlan?" tanya Alice.


"Aku juga bingung untuk menjelaskan hal ini. Saat aku bermeditasi setelah kehancuran 100 tahun yang lalu, aku membuka mata sudah terlahir menjadi seorang pangeran. Sama seperti dengan mu Alice. Tapi yang berbeda adalah, kau yang tidak memiliki kekuatan sama sekali saat lahir. Tapi aku sudah memiliki kekuatan sejak lahir dan ingatan yang jelas di masa lalu." Jawab Arlan.


"Jadi dari mana kau tau bahwa aku adalah pahlawan suci?" tanya Alice.


"Saat aku melihat mu berburu bersama dengan Ema. Aku melihat mu menggunakan 5 elemen sihir dasar. Itulah yang menyakinkan ku saat sebelumnya aku kira aku salah orang." Jawab Arlan.


"Salah orang?" tanya Alice.


"Aroma mu sama seperti aroma wanita di 100 tahun yang lalu. Saat aku bertemu dengan mu di desa, saat itu aku mengetahui bahwa kau adalah pahlawan suci. Dan untuk memastikan diri ku, aku harus lebih banyak mengetahui tentang mu. Maaf jika aku mengawasi mu tanpa izin dari mu." Jawab Arlan.


"Dan membuatku ingin lebih mengenal mu saat kita berada dalam masalah di desa, saat kita melawan monster ular tanah saat itu. Kau melihat mu menggunakan elemen air. Aku semakin ingin mengetahui lebih jelas apakah kau benar-benar pahlawan suci. Dan saat aku melihat mu menggunakan 5 elemen itu baru aku berani memastikannya." Jawab Arlan lagi.


"Hebat, kau benar-benar hebat. Pantas selama ini aku merasa bahwa kau itu adalah pembohong. Ternyata kau menyimpan rahasia yang begitu luar biasa. Tapi kenapa aku harus yakin bahwa apa yang kau katakan itu benar?" tanya Alice.


"Kau bisa memeriksa ku dengan menggunakan sistem yang kau miliki." Ucap Arlan dengan berbisik kepada Alice sehingga hanya mereka berdua yang mengetahuinya sementara yang lain tidak dengar.


"Kau?" tanya Alice dengan memberikan tatapan tajam kepada Arlan.

__ADS_1


"Oke aku percaya kepada mu. Tapi alasan mu menceritakan kepada ku tentang hal ini? Jika benar aku adalah seorang pahlawan suci yang bisa bekerjasama dengan klan naga. Kerjasama yang seperti apa yang kau maksud?" tanya Alice.


"Kau hanya perlu membunuh Monster King Mo seperti sebelumnya, tapi mengalahkannya bersama dengan ku. Kau harus bersama dengan ku menyegel Monster King Mo selamanya. Bersama dengan para monster lainnya juga. Untuk itu aku mohon bantuan dari mu untuk bekerjasama melakukan hal ini." Jawab Arlan.


"Bagaimana aku menyegelnya? Aku tidak mengetahui ilmu kenkai?" tanya Alice.


"Kau hanya perlu meneteskan darah dan mengaktifkan segelnya.Untuk hal rinciannya aku akan mengajari mu. Untuk saat ini kita harus menyusun strategi yang harus dilakukan. Apa kau bersedia bekerjasama dengan ku Alice?" tanya Arlan.


"Untuk umat manusia aku siap." Jawab Alice.


"Baiklah, langkah pertama aku akan menempatkan kelima klan ku pada masing-masing negara. Mereka akan memasang pola lingkaran sihir yang akan menjadi pusat-pusat pengaktifan segel." Jawab Arlan.


"Sebelum itu, bisakah kau perkenalkan mereka semua kepada ku?" tanya Alice.


"Mereka? Naga Tanah bernama Abimata, Naga Udara bernama Abistya, Naga Api bernama Abiwara, Naga Petir bernama Abiyoga, Naga Air bernama Abisam." Arlan memperkenalkan mereka semua satu persatu.


"Salam nona." ucap semuanya kecuali naga air.


"Salam nona, kita bertemu kembali nona Alice dan Ema." Ucap Abisam.


"Iya." Jawab Abisam.


"Yang kita temui di hutan larangan tempatnya di gua waktu itu?" tanya Alice kepada Ema.


"Iya nona. Aku naga air waktu itu." Jawab Abisam.


"Jadi hanya tinggal kalian berlima yang hidup?" tanya Alice.


"Iya. Hanya mereka yang berhasil sembunyi dan bertapa menjadi seorang manusia seperti saat ini." Jawab Arlan.


"Hmmm." Alice yang berfikir bahwa terlalu sedikit klan naga yang hidup.


"Bagaimana dengan anggota mu? Apa kau tidak mau memperkenalkan mereka secara resmi kepada kami?" tanya Arlan.

__ADS_1


"Baiklah, dia adalah Ema, monster Chimera. Dia adalah Ana, monster goblin. Dia adalah Jerry, monster tikus pemburu harta karun." Jawab Alice.


"Salam yang mulia raja." Ucap Ana dan Jerry.


"Salam." Jawab Ema yang sejak dulu tidak terlalu suka dengan klan naga.


"Apakah dia juga keturunan naga? Aku merasakannya begitu." Ucap Abimata.


"Iya, keluarga nya klan naga dan klan raja singa." Jawab Abisam.


"Jangan bahas lagi, aku tidak menyukainya." Jawab Ema.


"Baiklah, sudah cukup perkenalannya. Sekarang aku ingin memberikan usulan kedua, aku dan kau akan menyakinkan semua orang untuk melakukan persiapan menghadapi monster King Mo dan bencana sebelum kehadiran muncul." Jawab Arlan.


"Bagaimana cara menyakinkan semua orang?" tanya Alice.


"Dengan buku ramalan. Kita akan tetap menyembunyikan jati diri kita sendiri tapi tidak dengan kekuatan kita. Kita akan bekerjasama untuk menghadapi monster King Mo. Kali ini kau jangan sendirian, tapi bersama dengan ku." Arlan memberikan dua lembar halaman buku kuno yang telah robek itu.


"Darimana kau mendapatkannya?" tanya Alice.


"Karena memang aku yang membuat buku itu. Buku itu aku buat untuk membantu para umat manusia jika sesuatu terjadi pada ku di 100 tahun yang lalu. Tapi karena hal yang tak terduga aku menghilangkannya. Sebelum hilang juga aku sudah merobek halaman terakhir." Jawab Arlan.


"Jadi kau akan menggunakan buku kuno sebagai bahan pertimbangan mereka mempercayai mu?" tanya Alice.


"Iya. Kau lupa siapa Aku? Aku adalah pangeran dari kerajaan Gasta . Aku bisa di percaya oleh banyak orang, di tambah dengan mu yang sudah menjadi seseorang yang selalu di perhatikan oleh banyak negara.


"Kau kembali seperti yang dulu, dasar lelaki yang narsis." Ucap Alice pelan namun masih terdengar oleh Arlan.


"Kita juga harus persiapan tentang semua rakyat untuk segera mengungsi setelah kita dapat menyakinkan seluruh kerajaan tentang hal yang akan terjadi di masa depan." Jawab Arlan


"Aku mengerti." Jawab Alice.


"Ayo pergi." Ucap Arlan.

__ADS_1


Mereka semua pergi meninggalkan gua tikus dan kembali ke akademi.


__ADS_2