
Mereka semua kembali ke akademi setelah pesta yang diadakan di kerjaan Mizu. Para raja yang sudah melakukan rapat dan membuat suatu kesimpulan dan keputusan untuk melakukan kegiatan camp pelatihan.
Viola sebagai kepala sekolah sudah melakukan sebuah tindakan untuk meningkatkan kekuatan sihir yang dimiliki oleh seluruh siswa yang berada di dalam akademi sihir dunia. Mereka menggunakan berbagai pelatihan yang dilakukan dengan secara teori dan langsung praktek. Salah satu metode yang digunakan dalam pelatihan kedepannya adalah pelatih yang tertutup.
Guru-guru membuat dungeon menggunakan mantra sihir yang dapat dikendalikan oleh para guru dalam melatih siswa. Mereka yang membuat dungeon sendiri untuk melatih para siswa di sebut dengan pelatihan tertutup.
Para siswa diberikan kesempatan untuk masuk ke dalam dungeon. Mereka diberikan misi untuk mengalahkan monster yang ada di dalam dungeon secara mandiri bukan sebagai tim. Pelatihan ini sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan sihir para siswa.
Sedangkan, para siswa elit diberikan kesempatan untuk mengumpulkan poin senilai 5000 poin dalam sebulan untuk menyelesaikan segala misi yang ada di guild.
"Kalian semua selama sebulan ini telah belajar banyak teori tentang sihir oleh berbagai guru yang memiliki jenis-jenis sihir yang berbeda, selanjutnya. Kalian semua ditugaskan untuk mendapatkan 5000 poin misi dalam sebulan." Ucap Aidan.
"Apakah kami harus mengambil berbagai jenis misi di dalam guild?" tanya Glen.
"Iya. Kalian bebas untuk memilih berbagai misi yang ada di dalam papan mading guild. Kalian juga boleh individu atau tim. Yang terpenting kalian dapat mengumpulkan 1 orang 5000 poin dalam sebulan.", Jawab Aidan, semua indah diam dan saling melihat satu sama lain.
"Apakah tim di tentukan?" tanya Freya.
"Kalian boleh memilih tim berapa orang, dan bersama siapapun. Bahkan kalian bebas untuk memiliki jumlah 1 tim berisi 2 orang atau lebih." Jawab Aidan.
"Poin yang paling tinggi dalam misi guild hanya 2000 koin. Kalau kita sendiri, itu akan sangat berbahaya. Tapi jika memiliki tim, bisa saling bantu dan meningkatkan kepercayaan." Jawab Alice dalam hati.
"Lebih baik miliki tim aja, karena jika sendiri itu akan membahayakan. Jika berdua maka bisa melakukan banyak hal termasuk untuk saling meningkatkan kepercayaan dalam pertarungan yang sebenarnya. Walaupun jika memiliki tim kita harus membagi poin yang di dapat. Namun jika hanya satu orang tidak masalah." Jawab Glen dalam hati.
"Aku harus memikirkan tim yang bisa di andalkan?" jawab Dylan melihat sekitar dalam hati.
"Jika tidak ada pertanyaan lagi dari kalian aku akan sudahi pertemuan kita. Silahkan menikmati masa peperangan di luar guild dengan kekuatan kalian sendiri atau memiliki tim. Semoga kalian beruntung." Jawab Aidan.
"Alice kau bersama dengan ku saja." Jawab Arlan yang langsung memegang tangan Alice dan membawanya kabur dari pertemuan tadi.
Alice hanya terbengong melihat Arlan yang ada di depannya.
__ADS_1
"Hey." Ucap Arlan dengan membuat Alice sadar bahwa dirinya memikir banyak hal.
"Iya." Jawab Alice.
"Apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Arlan kepada Alice.
"Apakah pembelajaran di akademi seperti ini?" tanya Alice.
"Hmmm, memang ada yang berbeda." Jawab Arlan.
"Berbeda?" tanya Alice lagi.
"Biasanya kita akan belajar dengan menggunakan dungeon buatan dari akademi. Dan sesekali mengambil misi dari guild. Tapi kali ini kita harus mengumpulkan 5000 poin misi dalam sebulan. Biasanya hanya 1000 poin misi dalam sebulan." Jelas Arlan.
"Apa ini tidak terlihat aneh?" tanya Alice.
"Entahlah, tapi perubahan-perubahan itu akan memiliki hasilnya. Setiap tahun mereka akan memiliki peraturan tersendiri dalam melakukan misi. Dan mungkin saja, misi di dalam guild sedang banyak dan tidak ada orang yang berani untuk mengambilnya karena resiko terlalu besar atau memang di dalam guild banyak misi yang harus segera di selesaikan." Jawab Arlan.
"Tenang saja. Kita berdua akan menjadi tim. Lebih baik kita tidak sendirian dalam melaksanakan misi. Lagi pula kita sudah terbiasa berdua sejak dulu." Jawab Arlan tersenyum.
"Benar juga, jika aku sendiri dan mendapatkan poin dengan cepat akan membuat orang lain curiga. Jika aku bersama dengan Arlan, mereka akan mengira bahwa Arlan yang melakukan semua itu " Jawab Alice dalam hati melihat Arlan.
"Baik, aku terima. Mulai kapan kita akan mengambil misi." Jawab Alice.
"Sekarang. Kita akan ke guild dulu melihat beberapa misi yang bisa kita kerjakan." Jawab Arlan.
"Oke." Jawab Alice.
Disisi lain, Dylan yang sedang melihat tunangannya mendekati dirinya.
"Apakah kita bisa satu tim?" tanya Aleda dengan takut-takut bertanya.
__ADS_1
"Tentu saja. Ayo pergi ke guild melihat misi." Jawab Dylan. Aleda tersenyum dan mengikuti Dylan berjalan dari belakang menuju ke guild.
"Kita tidak boleh ketinggalan. Ayo." Jawab Glen kepada Freya melihat semua orang sudah pergi.
"Oke." Jawab Freya.
"Kalian semua sudah datang? Apakah kalian akan mulai mengambil misi dari guild?" tanya Gerry melihat siswa elit sudah berkumpul di guild.
"Bagaimana Bapak bisa tau?" tanya Arlan.
"Karena monster sedang meningkat di mana-mana. Kalian sebenernya bisa mengambil misi dari guild di Negera lain. Mungkin saja kalian bisa berpetualang ke seluruh negeri untuk menerima misi. Atau kembali ke negeri sendiri." Jawab Gerry.
Freya, Glen, Alice, Arlan, Dylan dan Aleda mendengarkan penjelasan Gerry dengan mengusulkan menerima misi guild dari negara mereka masing-masing.
"Akan kami fikirkan." Jawab mereka serentak.
"Aku sangat senang melihat semangat kalian." Jawab Gerry dengan mengambil buku catatan misi yang belum di selesaikan.
"Jika kalian melihat dinding guild yang bertanya pada tertutup. Kalian bisa lihat ini." Jawab Gerry memberikan buku catatan kepada mereka masing-masing. Dalam buku itu tertulis misi yang berada di guild lain. Buku sihir yang mencatatkan segala hal misi yang berada di guild dan di luar guild.
"Oh ya aku hampir lupa menyampaikan ini kepada kalian. Orang misterius yang menggunakan jubah dan topeng ukiran itu pernah datang ke guild kita memberikan monster kelelawar beserta beberapa tanaman herbal. Sekitar ada 20 jenis tanaman herbal. Para raja mengkonfirmasi bahwa itu adalah orang yang sama saat di temui di kerjaan Mizu. Para raja berharap, jika kalian bertemu dengannya bersikap baiklah dan jika dia melakukan kejahatan kalian harus segera kabur dari tempat itu." Jawab Gerry memberikan selembaran jimat kabur.
"Ini apa?" tanya Aleda.
"Jimat kabur. Kalian bisa menggunakan ini di saat genting. Gunakan sebaik mungkin." Jawab Gerry.
"Akademi belajar dari masa lalu, untuk mengurangi kehilangan siswa yang sedang dalam misi mereka memberikan jimat ini." Bisik Arlan.
"Untuk menghindari kematian para siswa?" tanya Alice dan Arlan menganggukan kepalanya.
"Silahkan kalian pilih misi yang akan di ambil. Aku permisi." Jawab Gerry meninggalkan mereka.
__ADS_1