
Monster kera api yang sudah jatuh ke tanah karena serangan yang diberikan oleh mereka bertiga kepadanya. Aurora yang menangis atas kemenangannya di peluk oleh Aleda.
"Ibu, ayah. Hiks...hiks...." Aurora yang memanggil kedua orangtuanya. sambil menangis.
"Nona tenang." Jawab Aleda yang memeluk Aurora.
"Aku benar-benar bahagia. Terima kasih." Jawab Aurora yang menyeka air mata yang ada di pipinya. Dan melepaskan pelukan ke Aleda.
"Kalau bukan karena kalian berdua, aku tidak mungkin bisa menyelesaikan dendam ini." Jawab Aurora.
"Kita satu tim dengan kepentingan yang berbeda tapi memiliki tujuan yang sama." Jawab Dylan.
"Benar juga, aku akan memberikan saksi kepada guild tentang bantuan kalian ini." Jawab Aurora kepada Dylan dan Aleda.
"Terima kasih kembali nona Aurora." Jawab Aleda.
"Aku benar-benar bisa bernapas dengan tenang sekarang. Karena semua tujuan hidup ku adalah membalaskan dendam ku kepada monster yang telah membunuh kedua orangtua ku." Jawab Aurora.
" Jadi apa yang ingin anda lakukan selanjutnya?" tanya Dylan.
"Aku juga tidak mengetahuinya." Jawab Aurora.
"Jika tidak ada tujuan lagi, lebih baik mendaftarkan menjadi penyihir petualang yang tidak berkaitan dengan negara mana pun tapi tetap menjadi pengikut guild." Jawab Dylan yang memberikan usulan.
"Bisa seperti itu?" tanya Aurora.
"Benar, bukannya itu adalah peraturan lama? Tapi berbedanya adalah penyihir petualang harus mengandalkan dirinya sendiri. Karena penyihir petualang akan menjadi sasaran orang-orang jahat yang ingin memanfaatkan dirinya." Jelas Aleda.
__ADS_1
"Aku juga pernah mendengarnya. Tapi sepertinya untuk saat ini aku akan memikirkannya kembali." Jawab Aurora.
"Baiklah jika begitu." Jawab Dylan dan Aleda.
"Oh ya, aku akan bersama dengan kalian pergi ke guild. Melaporkan semua yang terjadi, jadi ayo kita pergi." Jawab Aurora.
Mereka bertiga pergi ke guild bukit Bou dan Aurora menceritakan semua apa yang terjadi. Guild mencatat semuanya dan memberikan poin 5000 untuk Dylan dan Aleda.
"Nona Aurora, ada apa kemari? Sudah lama ya setelah kejadian itu anda tidak pernah datang kemari?. Bahkan aku mendengar bahwa anda melakukan pencarian dan ingin melakukan balas dendam kepada kera itu." Jawab penjaga guild yang langsung berbicara melihat Aurora yang masuk bersama dengan Dylan dan Aleda. Penjaga guild itu sangat mengenal Aurora dan merupakan temannya.
"Aku kemari untuk melaporkan hal itu." Jawab Aurora dengan singkat.
"Maksud nona, nona mau melaporkan bahwa monster kera api sudah di kalahkan?"
"Iya. Kami bertiga sudah mengalahkannya 2 jam yang lalu." Jawab Aurora.
"Sebelum itu, aku perkenalkan kepada mu. Putri kerajaan Sky, Aleda. Putra kerajaan Mizu, Dylan Jenasi." Ucap Aurora membuat semua orang di guild tekejut mendengarnya. Serentak semua orang berdiri dan memberikan penghormatan kepada Aleda dan Dylan.
"Tidak perlu formal. Lanjutkan saja aktifitas kalian seperti biasannya." Jawab Aleda kepada rakyatnya. Tapi rakyatnya hanya berdiri dan siap mendengarkan cerita yang akan di sampaikan oleh Aurora.
"Nona, lanjutkan saja agar cepat selesai." Ucap Aleda yang berbisik kepada Aurora.
"Silahkan duduk, agar ceritanya lebih nyaman " Ucap penjaga guild. Dylan, Aleda dan Aurora duduk di tempat yang di sediakan. Tadi guild meminta mereka untuk ke ruang tertutup tapi Aleda menolaknya melihat semua orang ingin mendengarkan cerita dari Aurora.
"Baiklah aku akan bercerita." Jawab Aurora dan semua orang siap mendengarkan dengan begitu seksama.
"Seperti yang sudah kalian ketahui tentang tujuan ku kembali ke bukit Bou ini. Beberapa kali aku mencoba membunuh monster kera api selalu gagal, lalu aku meminta langsung kepada guild pusat memberitahukan kepada guild dunia sebagai misi yang harus di selesaikan dengan segera. Mereka menyetujui hal itu dan Pangeran Dylan bersama dengan putri Aleda kemari menerima misi itu." Jawab Aurora.
__ADS_1
"Kenapa bisa pangeran Dylan dan putri Aleda langsung yang datang?"tanya petualang desa yang bertanya.
"Mereka adalah siswa inti akademi sihir dunia. Mereka mendapatkan misi itu dari sana." Jawab Aurora dan para pendengar menganggukan kepalanya.
"Monster kera api itu harus di lawan dengan cara menekan ekor apinya dengan kekuatan sihir air yang dapat membekukan Api di ekornya dan itulah yang dilakukan oleh pangeran Dylan."
"Kami bertiga berkerjasama untuk mengalahkan monster kera api dan kemenangan ini semua berkat strategi yang dibuat oleh pangeran Dylan. Pangeran Dylan memiliki aspek penilaian dalam berfikir untuk mendapatkan strategi yang tepat untuk situasi dengan melihat kemampuan kami dan kemampuan monster kera api."
"Pertama kali kedatangan mereka, pangeran Dylan juga meminta untuk membuatkan 100 tombak yang akan menjadi senjata melawan monster kera api yang akan digerakkan oleh putri Aleda. Kekuatan yang dimiliki oleh putri Aleda kekuatan tempur peperangan yang begitu hebat. Dan kekuatan yang di miliki pangeran Dylan juga tidak jauh berbeda dengan kekuatan putri Aleda. Bahkan kami bertiga hampir di tingkat level yang sama."
"Lalu bagaimana menjalankan strategi yang sudah di buat?" tanya seorang.
"Pertama kami melakukan penyerahan dengan mengurung monster kera api dengan. sihir tanah yang aku miliki. Lalu serangan kedua dilakukan oleh pangeran Dylan dengan mengisi air pada dinding yang telah aku buat untuk mengurung monster kera api. Setelah itu, putri Aleda menaburkan garam pada mata monster kera api. Tidak cukup sampai disitu karena kekuatan yang di miliki oleh kera api tidak bisa di remehkan." Jawab Aurora.
"Kami hampir kalah karena kekuatan yang dimiliki monster kera api tidak seperti yang aku analisis seperti saat berhadapan dengannya.........." Aurora tertua bercerita apa yang telah terjadi hingga selesai.
"Baiklah. Aku sudah mencatatkannya. Dan kalian bertiga pantas untuk mendapatkan 5000 poin masing-masing dan koin pembayaran sebanyak 1500 koin emas." Jawab penjaga guild yang memberikan hasil itu kepada Mereka bertiga. Mereka menyimpannya di kantong penyimpanan.
Setelah selesai administrasi di guild mereka langsung berpamitan untuk meninggalkan bukit Bou dan kembali di kerjaan. Aurora juga tinggal sementara waktu di guild sebelum kembali kerumahnya. Ia ingin mencari tau tentang penyihir petualang yang belum pernah di dengar dirinya.
Aleda dan Dylan kembali di kerjaan Sky dan menceritakan semua kepada Raja Karta. Setelah itu mereka hanya menginap beberapa hari saja lalu kembali ke akademi sihir dunia.
"Kalian jangan pergi dulu. Tinggallah dulu beberapa hari di sini." Jawab Karta. Aleda melihat Dylan untuk meminta izin dan Dylan menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan permintaan ayah mertuanya itu.
"Terima kasih." Jawab Aleda.
"Tenang saja, lagian kita hanya memerlukan waktu 5 hari menyelesaikan misi. Jadi masih ada waktu untuk tinggal di sini." Jawab Dylan.
__ADS_1
"Iya juga. Waktu yang diberikan akademi adalah sebulan dan kita menyelesaikan ini 5 hari. Kita akan di sini dua hari saja. Aku jadi penasaran dengan yang lain, apakah mereka sudah kembali atau belum." Jawab Aleda.