
Gerry yang tidak ingin banyak berbicara hanya memberikan stempel kepada kertas misi yang diambil oleh Alice.
"Tidak apa-apa. Silahkan datang kembali setelah menyelesaikan misi yang kamu ambil." Jawab Gerry yang meninggalkan Alice setelah memberikan kertas misi.
"Aneh." Jawab Alice dalam hati melihat Gerry yang tiba-tiba menjadi dingin dan meninggalkan dirinya begitu saja.
Alice yang selesai dari urusan di guild pergi berjalan menuju ke rumah ibunya. Saat perjalan ke rumah, Alice bertemu dengan Darren.
"Papa?" panggil Alice yang mengenali punggung ayahnya. Darren menoleh ke belakang melihat sosok putrinya yang sedang berjalan menuju ke arah dirinya.
"Putri kesayangan Papa." Peluk Darren saat Alice menghampirinya.
"Papa jangan sampai membangunkan Ema." Jawab Alice yang masih menggendong Ema di tangannya. Darren melirik dan menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita pulang memberikan kejutan kepada Mama mu." Jawab Darren.
"Ayo." Jawab Alice yang tersenyum.
Mereka yang berjalan bersama menuju ke arah rumah. Terdengar suara pintu yang terketuk, Alika segera berjalan untuk membuka pintu.
"Alice?" panggil Alika yang terkejut melihat anaknya ada di depan pintu.
"Mama." Alice yang langsung memeluk Alika tanpa mengganggu Ema yang masih di gendong olehnya.
"Masuk-masuk, mama sudah selesai memasak. Kenapa bisa pulang sayang?" tanya Alika.
"Di meja makan saja kita bercerita." Jawab Darren.
Alika dan Alice tertawa melihat Darren yang sedang tersingkirkan. Alice yang berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk meletakkan Ema yang masih tertidur di kedua tangan. Setelah itu bergabung bersama dengan Darren dan Alika di meja makan. Mereka makan bersama dan berbicara banyak hal.
"Papa sudah mendengar tentang berita mu di akademi tadi. Papa tidak menyangka bahwa anak kesayangan papa bisa memiliki kecerdasan strategi perang." Jawab Darren yang mengelus kepala Alice.
"Mama belum mendengarnya. Ceritakan kepada mama " Jawab Alice yang belum mengetahui tentang kejadian peperangan di kerajaan Mizu. Alice mulai bercerita kepada Darren dan juga Alika. Mereka berdua mendengarkan cerita Alice dengan sangat senang dan sesekali mereka tertawa dan terlihat serius.
"Jadi seperti itu ceritanya." Jawab Alika yang sudah mengetahui.
__ADS_1
"Iya mama. Tapi besok pagi Alice harus pergi mengambil misi lagi." Jawab Alice.
"Apa? Alice baru saja selesai menjalankan misi sulit yang mempertaruhkan nyawa. Bukannya istirahat lebih dulu namun mengambil misi lagi?" tanya Alika.
"Sayang, biarkan Alice menikmati masa mudanya. Saat ini dia masih memiliki semangat api yang ada dalam dirinya. Biarkan semangat itu menyala-nyala dengan tujuan yang jelas dan baik." Jawab Darren.
"Tapi ingat, jaga dirimu baik-baik jangan sampai terluka ketika menjalankan misi." Jawab Alika.
"Iya Mama. Alice juga mengambil misi tingkat rendah yaitu mengumpulkan bahan-bahan obat-obatan." Jawab Alice yang tersenyum.
"Oh." Jawab Darren dan Alika ya sama-sama merasa lega ketika Alice menjelaskan tentang misi yang mudah saja.
"Sayang malam ini kamu tidur sendiri, biarkan Alice tidur dengan ku." Jawab Alika.
"Kenapa aku juga tidak boleh ikut?" tanya Darren.
"Tidak, Alice sudah dewasa. Lagi pula ini urusan perempuan." Jawab Alika yang memeluk Alice untuk bersatu. Alice juga menganggukkan kepalanya sambil Alika.
"Baiklah." Jawab Darren.
Pagi harinya, setelah sarapan bersama. Alice berpamitan kepada Alika dan Darren dan pergi menjalankan misi.
"Nona kita mau kemana?" tanya Ema yang berjalan bersama dengan Alice.
"Kita akan ke hutan bagian barat dari kerajaan untuk mengumpulkan obat-obatan." Jawab Alice.
"Hanya obat-obatan?" tanya Ema.
"Tentu saja bukan." Jawab Alice yang tersenyum licik.
"Aku tau nona akan mengambil misi yang lebih sulit." Jawab Ema yang tersenyum.
Alice dan Ema memasuki hutan, setelah jauh dari permukiman dan masuk sampai ke dalam hutan. Alice memakai jubah hitam dengan topeng.
"Ema berubah, kita harus cepat masuk ke hutan lebih dalam lagi." Jawab Alice.
__ADS_1
"Baik nona." Jawab Ema langsung berubah menjadi Chimera. Alice menaiki punggung Ema dan mereka berjalan ke dalam hutan yang lebih dalam lagi.
"Ke arah kanan Ema." Jawab Alice yang terus menunjukkan arah sesuai dengan peta yang dipegang olehnya.
"Ema berhenti." Jawab Alice yang pemerintah Ema berhenti di depan sebuah air terjun dan hamparan rerumputan.
"Kita akan bermalam di sini. Tapi sebelum itu, kita akan mengumpulkan beberapa bahan obat dari misi mudah ku." Jawab Alice.
"Ema, pergi mencari kayu bakar dan binatang ayam hutan yang bisa kita makan. Ingat jangan terlalu membuat kekacauan." Jawab Alice.
"Nona ingin mencari bahan herbal apa?" tanya Ema.
"Hmmmmm, ini." Jawab Alice yang memberikan 20 kertas misi yang berisi tanaman herbal.
"Hahaha, nona mengambil semua kertas misi tanaman herbal?" tanya Ema.
"Mungkin saja bisa sekalian." Jawab Alice.
"Baiklah. Kita akan bertemu di sini lagi di sore hari." Jawab Alice kepada Ema.
Alice pergi ke hamparan ladang rerumputan yang sangat luas di seberang air terjun dan sedikit melewati pepohonan.
"Imperata cylindrica." Ucap Alice yang menemukan salah satu tanaman herbal jenis rerumputan yang bernama Imperata cylindrica yang biasa di sebut dengan alang-alang. Dalam misi memerlukan 20 tanaman Imperata cylindrica saja. Alice yang mulai mengumpulkan yang mendapatkan 100 tanaman Imperata cylindrica.
"Aglaia odorata, Sambiloto, Eclipta prostrata, Pisonia grandi. Semua tumbuhan rerumputan ada disini." Jawab Alice yang melihat semua tanaman rumput ada di depannya. Alice langsung mengambil dan menyimpan di kantong penyimpanan.
"Hmmm, sudah 5 misi tanaman herbal yang aku dapatkan. Tinggal 15 lagi." Jawab Alice berdiri dan melihat ke kanan dan kiri. Mencari tanaman herbal yang lain dari misi.
"Bauhinia purpurea, Gloriosa superba, Ixora chinensis, Senna alata, Orthosiphon aristatus, Eclipta prostrata, Chrysanthemum indicum, Pandanus amaryllifolius, Aglaia odorata." Jenis-jenis obat herbal bunga-bunga yang dapat di gunakan untuk obat. Alice menemukan bunga-bunga ini juga di ladang rerumputan.
"Sudah tidak ada lagi yang sesuai dengan kertas misi," Alice tidak mengambil semuanya hanya mengambil bunga-bunga yang sudah bisa dipanen untuk di petik dan meninggalkan tanaman yang masih kecil agar tidak punah.
"Tadi sebelum ke sini aku melihat beberapa tanaman kunyit, mungkin ada di sana." Jawab Alice yang berjalan ke arah air terjun.
"Curcuma heyneana, Curcuma aeruginosa, Curcuma xanthorrhiza, Curcuma mangga, Curcuma longa, Zingiber officinale." Alice menemukan tanaman sejenis jahe, temu lawak dan lainnya di dekat pinggir air terjun yang daerah lembab.
__ADS_1
"1, 2, 3....20. Semua sudah terkumpul." Jawab Alice yang sudah mengumpulkan semua tanaman obat yang ada di misi.