
Haura, Aleda dan Dylan yang berada di dalam akar pohon yang dijadikan tempat tinggal sementara mereka. Mereka sudah beberapa hari di dalam tidak keluar menunggu badai yang terus menerus terjadi.
"Lihat, hujan dan anginnya berhenti." Jawab Aleda yang melihat dari lubang akar pohon. Aleda melihat sedikit cahaya muncul.
"Apakah semuannya sudah berhenti?" tanya Dylan kepada juga berdiri dan melihat Aleda melihat ke arah keluar.
"Iya. Sepertinya matahari akan terbit sebentar lagi." Jawab Aleda.
Dylan berjalan membuka pintu dari tempat teduhan mereka beberapa hari ini. Turun ke bawah dan menginjakkan kaki ke tanah yang masih basah setelah hujan badai.
"Kalian berdua sudah bangun?" tanya Haura yang melihat mereka berdua sudah berada di luar.
"Guru lihat." Ucap Aleda yang melihat segerombolan jamur herbal tumbuh di sudut akar pohon yang berada di bawah akar pohon mereka berteduh beberapa hari ini.
"Jamur herbal?" tanya Dylan dan Haura yang sangat semangat melihat jamur herbal yang di temukan oleh Aleda.
Mereka bertiga memetik jamur herbal dengan jumlah jamur herbal sebanyak 15 buah yang berada di akar itu. Dylan yang berdiri dan melihat sekitar melangkah berjalan menuju tempat lain dan melihat ada jamur herbal lain yang hidup di pohon di sebelah.
"Guru, Aleda, aku menemukan jamur herbal lagi." Jawab Dylan yang berteriak saat dirinya melihat jamur herbal. Dengan di tutupin beberapa daun kering dan daun basah yang ada di atas jamur herbal, Arlan dengan mudahnya menyingkirkan dedaunan itu dan mulai memetik jamur herbal yang bisa di ambil hanya 6 tangkai buah jamur herbal.
"Jika di sini juga ada, apa mungkin di tempat lain juga ada?" tanya Haura dengan melihat pemandangan sekitar dengan banyak daun yang sudah berserakan di lapangan dan ranting-ranting pohon yang berjatuhan. Dengan segala macam daun yang tidak sama baik dari jenis maupun warna. Dedaunan yang di bawa banyak dari badai hujan beberapa hari ini.
"Kita berpencar saja untuk mencari keberadaan jamur herbal." Jawab Aleda yang mengusulkan ide kepada Haura dan Dylan. Mereka berdua mengiyakan dan berpisah ke arah masih-masing untuk mengumpulkan jamur herbal.
Berjalan ke satu pohon ke pohon lainnya untuk mencari jamur herbal. Memang ada beberapa pohon yang akarnya di tumbuhi oleh jamur herbal. Walaupun tidak banyak setiap pohon tapi di kumpulkan satu persatu membuat mereka mendapatkan panen yang banyak.
Semakin jauh dan menyebar, mereka bertiga yang berpisah memutuskan untuk mengumpulkan jamur herbal dan memutuskan untuk menghentikan pengumpulan lagi.
"Aleda? Apakah sudah siap?" tanya Dylan yang juga kembali dari tempat pengumpulan danau herbal.
__ADS_1
"Iya, sudah terlalu jauh jika mencari jamur herbal kesana. Makannya aku kembali lagi." Jawab Aleda.
"Iya, kita sama-sama sama untuk berjalan ke depan untuk melanjutkan perjalanan dari pada berpisah satu-satu." Jawab Dylan.
"Dimana guru?" tanya Aleda.
"Ke arah sana. Kita pergi untuk menyusulnya saja." Jawab Dylan.
"Baik." Jawab Aleda
Dylan dan Aleda berjalan pergi menuju ke arah Haura. Saat mereka sampai di tempat Haura yang sedang memetik jamur herbal di akar pohon mereka terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya.
"Ada apa ini guru?" tanya Dylan yang melihat jejak kaki besar yang ada di sekitar tanah.
"Kemungkinan kawanan serigala. Lebih baik kita segera kembali. Dan menjauhi ke arah sana." Jawab Haura.
"Sudah jangan lagi bicara. Kita pergi." Jawab Haura yang terbang menjauh ke arah balik dari sana. Dylan dan Aleda mengikutinya.
"Apa itu?" tanya Dylan dan Aleda yang mendengar.
"Sial, mereka kemari." Jawab Haura. Dan tiba-tiba kawanan serigala datang dan mengepung mereka bertiga.
"Guru?" panggil Dylan yang sudah melihat apa yang harus dilakukan mereka untuk melawan para kawanan serigala.
Ada 20 ekor serigala liar yang berbadan besar mengepung mereka dan suara tanah yang bergetar dengan kuat membuat mereka bertiga heran. Karena serigala itu hanya diam memantau mereka bertiga tanpa menyerang.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Aleda yang melihat para serigala hanya menggulurkan lidahnya dan diam memperhatikan mereka bertiga.
"Aura yang menyeramkan." Jawab Haura yang merasakan bahwa ada kekuatan sihir yang besar sedang mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Ada apa guru?" tanya Aleda.
"Ada kekuatan sihir yang cukup besar sedang mendekat ke arah kita." Jawab Haura yang sedang memperhatikan seluruh lingkungan yang ada di depannya.
"Apa itu?" tanya Dylan.
"Kalian berdua bersiap." Jawab Haura. Haura yang baru saja mengatakan hal itu 10 detik, seekor serigala kepala 3 muncul di hadapan mereka bertiga. Tubuhnya lebih besar 5 kali lipat dari serigala yang sejak tadi sudah mengepung mereka bertiga.
"Monster serigala kepala tiga?" tanya Dylan, Aleda dan Haura bersama-sama melihat monster yang ada di hadapan mereka.
Sangat menyeramkan dengan bulu berwarna hitam, 5 meter tinggi tubuhnya, mata yang berwarna merah dan memiliki tanduk di tengah kepala dengan lidah yang menjulur ke luar. Air liur yang keluar dari lidah yang di keluarkan oleh monster serigala kepala tiga.
"Lagi-lagi manusia yang tersesat? Aku benar-benar rindu daging manusia hidup-hidup."Ucap kepala serigala yang berada di tengah.
"Kau ingin memakan kami?" tanya Haura yang tidak memiliki ketakutan.
"Berani kau berbicara dengan ku manusia?" tanya monster serigala kepala 3 itu lagi.
"Kalian fokus mengalahkan kepalannya satu-satunya. Dylan serang kepala yang kanan, Aleda serang kepala yang kiri dan aku akan menyerang kepala yang tengah. Ingat kelemahan serigala itu ada pada hidungnya, serang hidungnya lebih dulu setelah itu mata dan tanduknya. Apa kalian mengerti?" tanya Haura yang sedang mengirim telepati suara ke Dylan dan Aleda.
"Baik guru. Aku mengerti." Jawab Dylan.
"Kami menyerang dengan bersama?" tanya Aleda lagi.
"Iya. Lakukan dengan bersamaan." Jawab Haura.
"Hey manusia kenapa kau diam saja?" tanya monster serigala kepala tiga dengan melihat ketiga manusia yang ada di hadapannya tidak memiliki aura yang takut terhadap dirinya.
Selama ini banyak hewan dan manusia yang melihatnya langsung takut, karena monster serigala berkepala tiga adalah 10 peringat atas monster yang tinggal di hutan larangan. Mereka semua memiliki wilayah masing-masing tanpa mencampuri wilayah lainnya.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak diam. Aku hanya sedang berfikir bagaimana cara mengalahkan mu dan juga anggota mu yang begitu banyak sedangkan kami hanya bertiga." Jawab Haura.
"Jadi kau melihat bahwa aku tidak mampu untuk membunuh kalian sendiri sehingga kalian merendahkan ku?" tanya monster serigala kepala tiga yang sombong.