
Tanah yang bergetar keras membuat semua orang terkejut. Tidak ada yang tidak merasakan getaran tahan ini. Mereka mencari asal getaran dan melihat monster orc yang memiliki tubuh yang besar, mata yang merah, tanduk di mulutnya dan mata yang besar.
"King Orc?" tanya Alice yang melihat tubuh monster Orc yang tiba-tiba menjadi besar setelah memakan beberapa monster orc yang telah di bunuh dan tidak bisa di pindahkan.
Monster orc yang akan berevolusi menjadi king Orc. Monster itu memakan rekannya sendiri yang mati dengan begitu cepat tanpa melihat sekitar. Orc itu hanya terfokus pada bau daging darah segar. Orc berlomba-lomba dengan Dylan untuk merebut monster orc yang meninggal.
"Pangeran Dylan, tinggalkan saja dan hancurkan monster orc yang sudah kita kumpulkan. Dan perintahkan seluruh orang yang masih bisa bertarung untuk di posisi depan." Jawab Alice yang mendekati Dylan.
"Baik " Jawab Dylan.
"Dengar semuanya, guru bakar semua monster orc dan segera berkumpul di garis depan. Begitu juga dengan yang lain. Yang tidak bisa bertarung cari tempat yang aman, yang masih bisa bertarung segera menuju ke garis depan." Dylan yang mengirimkan suara transmisi kepada seluruh orang yang sedang bertarung.
Sisa monster orc yang tersisa saat ini adalah 21. Dengan satu monster orc yang segera berevolusi menjadi king Orc. Monster itu masih tidak menyerang namun fokus memakan semua sesamanya untuk mengumpulkan energi sihir agar berevolusi menjadi king Orc.
Aidan yang membakar seluruh mayat monster orc menggunakan sihir apinya hingga hangus menjadi debu dan tak tersisa apa-apa lagi. Freya, Aleda dan Glen kembali di garis depan bersama dengan Alice. Dylan dan Aidan juga berkumpul dengan Arlan, Jagger dan Alice.
"Kalian semua sudah datang?" tanya Jagger.
"Apa yang terjadi?" tanya Aidan.
"Monster orc merupakan monster kanibal yang memakan sesama jenisnya untuk meningkatkan kekuatan sihir mereka. Semakin banyak monster orc atau daging monster lainnya yang dimakan oleh monster orc akan memberikan nutrisi bagi tubuh mereka. Nutrisi kekuatan sihir dan fisik yang dimiliki oleh mereka. Apa yang kita lihat di depan adalah salah satu contoh monster orc yang sedang berevolusi menjadi monster king Orc." Jawab Alice.
"Aku yang sudah banyak berperang dengan berbagai monster baru kali ini melihat secara langsung evolusi monster orc menjadi monster king Orc." Jawab Jagger.
"Aku juga." Jawab Aidan.
"Jika guru dan senior juga baru melihatnya secara langsung lantas bagaimana kita akan mengalahkannya?" tanya Glen.
"Serangan tanpa jeda." Jawab Alice.
__ADS_1
"Benar, kita harus bersatu untuk menyerang monster orc yang hampir selesai berevolusi." Jawab Aidan.
"Iya, dalam buku eksklopedia monster mengatakan untuk mengalahkan monster orc yang sedang berevolusi atau bahkan jika sudah menjadi king Orc. Kita harus menyerangnya tanpa jeda." Jawab Jagger.
"Jadi ini alasan mu untuk membaca semua buku-buku itu?" tanya Arlan dalam hati melihat ke arah Alice.
"Lalu bagaimana dengan strateginya?" tanya Freya.
"Iya. Bagaimana kita akan menghadapinya?" tanya Aleda.
"Alice, apakah kau memiliki ide?" tanya Dylan.
"Kenapa bertanya kepada Alice?" tanya Glen.
"Karena yang tadi berikan arahan untuk membakar mayat monster orc hingga menjadi abu adalah Alice." Jawab Dylan.
"Apa?" mereka semua kaget kecuali Arlan yang sudah tau.
"Bagaimana mungkin dia akan memakan temannya yang masih hidup." Jawab Aleda.
"Karena dia adalah monster orc." Jawab Aidan.
"Jadi apa rencana kita?" tanya Jagger.
"Saat ini yang memiliki kekuatan yang lebih besar hanya 3 orang. Guru Aidan, Senior Jagger dan pangeran Arlan yang akan menyerang sedangkan yang lain membuat pertahanan untuk melindungi penyerang. Menurut buku kuno, kelemahan King Orc ada pada 2 titik, kepala dan jantungnya. Serang keduanya secara bersamaan." Jawab Alice.
Mereka yang semua berdiri mendengar penjelasan strategi Alice sedang di perlihatkan monster orc yang merelakan tubuh mereka di makan oleh monster orc yang akan berevolusi menjadi monster king orc.
"Tidak ada waktu lagi. Jalankan rencana." Jawab Alice melihat monster orc yang sudah 50% berevolusi setelah memakan semua rekannya. Monster orc di serang oleh Aidan dengan kekuatan api level tinggi, serangan yang sama saat menghanguskan monster orc lain menjadi abu.
__ADS_1
"Serangan itu tidak akan mampu membuatnya terluka guru." Jawab Alice.
Monster orc yang sudah berevolusi memberikan serangan balasan dengan menghantamkan kedua tangannya ke arah Aidan. Aidan yang menghindar membuat kedua tangan monster orc menghantam tanah. Kehancuran tanah mengakibatkan getaran seperti gempa bumi. Semua orang menghindar dengan melayang ke atas dan memijak satu persatu batu yang terpantul ke atas dan terjatuh ke bawah.
"Arhhhhhhh." suara monster orc yang membuat kuping orang yang mendengar bisa menjadi tuli. Semua orang menutup telinganya.
"Jadi ini kekuatan orc yang sedang berevolusi?" tanya mereka masing-masing dalam hati.
"Nona, apa perlu aku muncul?" tanya Ema.
"Tidak. Kau tetap di dalam saja." Jawab Alice.
"Freya dan aku akan menyerang dengan kekuatan sihir api pada tangannya. Senior Jagger dan pangeran Dylan serang dengan sihir air pada kakinya setelah Glen membuat lobang pada tanah monster orc berdiri. Aleda alihkan matanya dengan sihir angin. Guru Aidan keluarkan seluruh kekuatan mu pada kepala monster orc. Dan pangeran Arlan, gunakan pedang monster untuk menusuk jantungnya."
"Baik." Jawab mereka semua.
"Alirkan sihir petir terkuat mu ke gagang pedang dan tusuk jantungnya dengan kekuatan penuh." Jawab Alice dengan menggunakan transisi suara kepada Arlan saja.
"Aku mengerti." Jawab Arlan.
Suara yang berhenti, mereka melanjutkan strategi yang dikatakan oleh Alice.
Mereka langsung berlari ke arah monster orc yang tubuhnya sudah besar 10 kali lipat dari tubuh mereka. Secara bersama-sama mereka menyerang monster orc yang sudah 70% berevolusi menjadi king orc.
Glen membuat lobang pada kedua kaki monster orc dan di susul dengan serangan Jagger dan Dylan yang mengisi lobang besar dengan air sehingga monster orc berdiri dengan tidak stabil. Serangan berikutnya Alice dan Freya membakar kedua tangan monster orc sehingga tidak dapat menyerang mereka. Aleda mengahlikan mata monster orc dengan sihir anginnya untuk membuat cela.
"Sedang Arlan, guru Aidan!" Alice yang menjerit ke arah mereka berdua. Dan Arlan bersama dengan Aidan menyerang pada titik lemah monster orc. Aidan mengeluarkan seluruh sihir dan tenaganya pada serangan kepala monster orc. Arlan juga menghunuskan pedang dengan mengalirkan kekuatan sihir petir menusuk ke jantung monster orc.
"Brukkkkkkk." Badan monster orc terjatuh ke tanah.
__ADS_1
"Kita menang." Sorak prajurit yang sedang berada di atas tebing.