Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Guild Sagasta


__ADS_3

Hari ini, murid-murid akademi sihir dunia kembali ke akademi setelah selesai melaksanakan misi yang telah di berikan guild. Sampai di sana dengan sihir teleportasi, mereka harus ke kantor guild untuk melaporkan perjalanan mereka dan mendapatkan poin dan koin dari hasil misi.


"Ku dengar beberapa hari yang lalu kau dan murid elit pergi ke kerajaan Mizu untuk menyelesaikan misi tingkat S." Jawab seseorang yang langsung menyambut rombongan mereka saat membuka pintu guild.


"Lebih tepatnya Misi Alpa." Jawab Aidan yang tersenyum dan memberikan token kepada seorang lelaki yang bertubuh besar dengan otot yang terlihat jelas dari bentuk kain yang menyelimuti tubuhnya.


"Oh benarkah? Kali ini apa yang di dapatkan?"


"Kau baca saja Gerry beritanya." Jawab Aidan yang menunjuk ke arah token yang dia letakkan di atas meja kau yang menjadi pembatas mereka berdua.


Dia adalah Gerry, ketua guild kerajaan Sagasta yang memiliki sihir unik.


"Aku akan memeriksanya." Jawab Gerry yang mengambil token di atas meja dan meletakkan kedua tangannya di atas token sambil memejamkan matanya.


"Ha?" Gerry terkejut dengan membuka matanya dan menyelesaikan pemeriksaannya.


"Kenapa? Kau terkejut bukan?" tanya Aidan yang sedang meledek Gerry.


"Luar biasa." Jawab Gerry sambil melirik anggota baru yang berada di belakang Aidan.


"Sepertinya tahun ini benar-benar mendapatkan seorang penyihir yang bertalenta." Jawab Gerry melirik ke arah Alice.


"Jadi dia adalah anak dari guru Darren?" bisik Gerry kepada Aidan dan Aidan menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Maaf menunggu lama, aku akan segera menghitung koin yang kalian dapatkan dari misi ini. Berikan token kalian masing-masing satu persatu." Jawab Gerry kepada mereka dengan tersenyum dan dibantu oleh para pelayannya untuk menyiapkan koin emas kepada mereka.


Gerry memberikan poin kepada token Aidan dan pelayannya memberikan koin kepada Aidan.


"Seperti biasanya, kerja bagus Pangeran Arlan." Jawab Gerry yang menyapa Arlan yang telah memberikan token miliknya. Arlan hanya tersenyum kepada Gerry dan menerima imbalannya.


Selanjutnya Glen, Freya, Jagger, Aleda dan Dylan bergiliran untuk menerima poin dan koinnya. Terakhir adalah Alice.


"Misi kali ini, kau yang banyak berkontribusi." Jawab Glen.


"Tidak Pak, semua ini hanya karena kami memiliki guru yang baik dalam membimbing dan teman-teman yang mampu bekerjasama dalam setiap kondisi di Medan perang." Jawab Alice dengan tersenyum.


"Sifatnya sama seperti ibunya." Jawab Gerry dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ini adalah bagian yang lebih besar dari yang lain. Sesuai dengan permintaan dari Raja Kozi." Jawab Gerry.


"Terima kasih pak." Jawab Alice.


"Jadi poin dan koin ku lebih banyak dari yang lain? Dan ini ternyata guild kerjaan......" banyak hal yang sedang di amati oleh Alice sejak masuk ke dalam guild sampai saat ini.


"Oh ya, jangan lupa untuk memberikan salinan terjemahan buku yang di minta oleh Raja Kozi. Jika sudah selesai, datang ke guild ini untuk memberikannya." Jawab Gerry.


"Baik pak." Jawab Alice.


Gerry memberikan token milik Alice. Setelah mereka semua sudah menerima imbalan mereka. Mereka pergi istirahat ke tempat tinggal mereka masing-masing.


"Baiklah. Kalian semua boleh istirahat selama 2 hari. Kalian boleh pulang ke rumah masing-masing atau menetap di asrama akademi." Jawab Aidan yang memberikan informasi yang sangat menyenangkan bagi para murid.


"Hore...." Jawab mereka yang sangat senang karena libur.


"libur? hmmm." Jawab Alice dalam hati dan keluar dari guild.


Alice berjalan ke dinding mading guild untuk melihat misi yang di tempelkan.


"Liburan ingin di isi dengan mengambil misi?" tanya Arlan yang tiba-tiba ada di belakang Alice seperti biasanya.


"Bolehkah aku ikut?" tanya Arlan.


"Ku rasa kau akan sibuk dengan urusan negara." Jawab Alice dengan menunjukkan ke arah dinding misi guild. Arlan dengan cepat melihat pengumuman yang ada di mading guild.


"Pertemuan?" tanya Arlan dengan melihat.


"Hmmm. Baiklah, kali ini aku tidak ikut dengan mu." Jawab Arlan dengan sangat lesu dan tidak semangat.


"Semangat." Jawab Alice dengan tersenyum kepada Arlan.


"Aku permisi dulu." Jawab Arlan yang pergi meninggalkan Alice yang masih di depan Mading setelah mengusap-usap kepala Alice.


"Selalu seperti itu." Jawab Alice.


Alice yang mengambil sebuah kertas misi lalu pergi meninggalkan mading. Alice kembali ke asrama terlebih dulu untuk menyelesaikan sesuatu.

__ADS_1


"Ema, kau masih tidur?" tanya Alice yang sudah berada di dalam kamarnya.


"Aku akan segera keluar nona." Jawab Ema yang keluar.


"Bentar, aku ingin melihat status mu." Jawab Alice yang sedang memeriksa status Ema.


"Sudah naik dan semakin bagus." Jawab Alice.


"Tentu saja. Setelah menelan king Orc. Tapi nona, aku saat ini masih tetap mengantuk." Jawab Ema.


"Baiklah. Kau kembali ke wujud kucing saja. Dan tidurlah di atas kasur. Aku akan menyelesaikan buku ini dulu." Jawab Alice yang sedang mengeluarkan buku yang dibawa olehnya dari kerajaan Mizu.


"Terima kasih nona." Jawab Ema yang merubah dirinya menjadi kucing dan naik ke atas kasur lalu menutup matanya untuk tidur.


Matahari yang mulai naik ke tengah membuat suhu bumi menjadi terik. Alice memulai menterjemahkan buku yang ada di depannya. Mengambil buku kosong dan menyiapkan tinta dan kuas.


"Buku ini memang salah satu buku yang aku buat." Jawab Alice yang melihat sampul buku yang memiliki tanda di ujung atas kanan dan di dalamnya memiliki simbol unik milik Alice.


"Tapi aku sudah lama tidak mengingatnya." Jawab Alice yang memang sudah lama melupakan masa lalunya saat reinkarnasi.


Alice mulai membaca halaman pertama, dan mulai menulis ke buku kosong dengan bahasa dan tulisan yang digunakan di zaman saat ini.


Selembar demi selembar di tulis setelah di baca oleh Alice. Alice membutuhkan waktu sejak siang hingga sore hari matahari tenggelam. Alice menyelesaikan buku terjemahan dari buku asli yang tidak bisa di baca oleh orang-orang di zaman sekarang.


Alice menggendong Ema ke tangannya dan berjalan kembali ke guild untuk memberikan hasil terjemahan ini kepada Gerry.


"Alice?" tanya Gerry yang terkejut Alice ada di depannya.


"Pak Gerry aku menyerahkan buku terjemahan ini," ucap Alice.


"Ha? Buku ini sudah selesai?" tanya Gerry yang terkejut.


"Iya." Jawab Alice dengan tersenyum.


"Baiklah, aku akan menyampaikan ini kepada raja Kozi." Jawab Gerry.


"Pak, bisa aku mengambil misi ini?" tanya Alice yang menyerahkan selembaran misi yang di ambil olehnya tadi di mading guild.

__ADS_1


"Ini?" tanya Gerry yang kembali di kejutkan oleh Alice.


"Ada apa pak? Apakah aku tidak bisa mengambilnya?" tanya Alice yang melihat ekspresi Gerry yang masih terdiam melihat kertas misi yang di berikannya.


__ADS_2