
Arlan, Alice dan Darren sedang berteduh di sebuah gua selama beberapa hari. Dylan, Aleda dan Haura sedang berteduh di akar pohon besar selama beberapa hari. Glen, Freya dan Evan yang sedang berteduh di bawah tanah akar pohon besar bekas rumah kelinci selama beberapa hari. Mereka semua berteduh di tempat masing-masing untuk bisa bertahan hidup dari hujan badai yang berhari-hari.
"Ini sudah dua hari, hujannya tidak berhenti-henti bahkan tetap setia dengan deras bersama dengan anginnya." Jawab Alice.
"Iya. Kita tidak pernah tau sampak kapan semua ini akan berakhir. Tapi setidaknya kita masih memiliki beberapa stok makanan yang cukup untuk di makan selama seminggu." Jawab Darren.
"Itu jauh lebih cukup paman. Tapi jika hujan ini terus berlanjut hingga hari ketujuh. Mau tidak mau kita hanya memiliki dua cara. Pertama, kita sudahi pencarian jamur ini. Kedua kita keluar dan mencari makanan di hujan badai untuk bertahan hidup." Jawab Arlan.
"Tidak sampai seminggu. Kalau tidak salah, kejadian ini sudah pernah terjadi. Entah apa yang sudah dilakukan orang terdahulu, tapi saat aku kemari hujan ini terus deras selama 3 hari." Jawab Darren.
"3 hari?" tanya Alice.
"Hmmmm. Aku baru ingat, sepertinya memang begitu." Jawab Darren.
"Maksud Papa?" tanya Alice.
"Papa lupa berapa hari di tempat ini tapi seingat Papa waktu cerah di tempat ini hanya sebentar tapi waktu hujan lebih banyak. Ada hujan biasa ataupun hujan badai. Mungkin perbandingan cuaca cerah dengan cuaca hujan adalah 1 : 3 karena waktu cerah itu hanya sehari saja." Jawab Darren yang sedang berfikir.
"Jika seperti yang dikatakan oleh Papa maka waktu pencarian kita mencari jamur herbal hanya sebentar selebihnya kita harus berjuang hidup." Jawab Alice.
"Iya." Jawab Darren.
"Jika ini sudah terjadi mengapa papa tidak memberi tahukan kepada yang lainnya?" tanya Alice.
"Aku baru saja mengingatnya dan menyimpulkan hal ini baru saja. Dari apa yang kita alami juga aku alami di masa lalu. Dan ternyata cuaca di hutan larangan seperti ini." Jawab Darren.
"Jika seperti itu maka kita hanya punya waktu.......... " Arlan yang sedang berfikir.
__ADS_1
"Mungkin kita memiliki waktu hanya 3 kali di hari yang cerah." Jawab Arlan lagi.
"Benar juga, saat sampai di sini cuaca cerah dan hari ini hujan. Jika hujan yang kita tunggu ini adalah 3 hari maka sebentar lagi akan reda." Jawab Arlan lagi.
"Benar juga." Jawab Alice.
Disisi lain, Aleda, Dylan dan Haura yang berada di dalam akar pohon sedang melihat cuaca hujan yang sedikit demi sedikit mulai berhenti.
"Setelah hujan beberapa hari kelihatannya ada cahaya yang keluar dari balik awan itu." Ucap Aleda .
"Benar juga, mungkin sebentar lagi akan berhenti." Ucap Haura yang melihat ke atas langit.
"Baguslah jika berhenti. Kita bisa mencari makanan untuk diri sendiri. Stok makanan yang kita miliki juga sudah terbatas. Maka kumpulkan lagi nanti saat hari cerah." Jawab Dylan.
"Iya, aku harap begitu. Udara yang masuk ke dalam juga tidak sekencang biasannya." Jawab Aleda yang merasakan tangannya yang di keluarkan dari balik pintu untuk merasakan air hujan dan keadaan di luar.
"Apa mungkin ini memang keadaan cuaca yang ada di hutan larangan?" tanya Dylan.
"Entahlah, kita di tempat ini sudah hampir empat hari. Jadi kita hanya memiliki waktu 5 hari lagi untuk keluar dari hutan larangan sesuai dengan janji yang sudah di sepakati.
"Kita harus memiliki rencana ke depannya." Jawab Dylan..
"Benar, selama menunggu beberapa hari di tempat ini. Kita sudah banyak belajar dari apa yang terjadi dan juga kita bisa bermeditasi merasakan aura sihir yang kuat di sekitar sini." Jawab Haura.
"Bagaimana dengan keadaan yang lain? Apakah mereka juga sedang kehujanan seperti kita?" tanya Aleda.
"Mungkin saja. Tapi yang terpenting adalah kita percaya bahwa mereka bisa mengatasinya." Jawab Aleda lagi
__ADS_1
"Benar juga, namun yang menjadi pertanyaan ku adalah kenapa badai ini sangat menenangkan suasana. Hanya ada beberapa hal yang berterbangan terbawa badai namun tidak ada satu pun monster yang berkeliaran di keadaan badai." Jawab Dylan.
"Iya juga ya? Biasanya para monster akan langsung mencari tempat tinggal dan berhamburan saat badai tiba." Jawab Haura.
"Guru merasakan hal yang sama?" tanya Dylan.
"Iya. Suasana yang begitu hening tanpa ada monster yang keluar dalam badai." Jawab Aleda yang sedang membaca situasi apa yang sedang di bicarakan oleh Dylan dan Haura. Mereka memberikan kesimpulan tentang keadaan di hutan larangan yang sudah mereka lihat beberapa hari ini.
"Bahkan kita tidak menemukan satu ekor kupu-kupu atau serangga yang berterbangan atau merayap di sekitar." Jawab Haura.
Di sisi lain, Glen, Freya dan Aura yang masih di dalam gua tanah yang berada di bawah pohon besar.
"Guru, selama beberapa hari ini aku sudah memperhatikan keadaan di luar tidak ada satupun hewan atau monster yang berkeliaran di badai. Bahkan saat pertama kali badai datang kita tidak menemukan satu ekor pun hewan atau monster yang tinggal di tempat ini terlihat. Apakah jangan-jangan mereka sudah mengetahui tentang badai ini?" tanya Glen.
"Benar juga. Kita yang bergantian menjaga karena takut jika monster yang memiliki rumah ini tiba-tiba kembali. Tau ada monster lain yang ingin berteduh di sini. Tapi selama ini kita tidak melihat satupun hewan atau monster yang terlihat." Jawab Evan.
"Iya, ada yang janggal dengan keadaan ini. Hujan badai yang di sertai angin kencang dan petir yang kuat tapi tidak ada satu pun hewan yang keluar. Biasanya insting hewan lebih sensitif jika dalam keadaan seperti ini sehingga mereka akan berbondong-bondong mencari tempat untuk berteduh. Apa jangan-jangan benar bahwa mereka mengetahui bahwa akan badai yang lama?" tanya Freya.
"Mungkin saja. Jika mereka tidak mengetahui akan adannya badai pasti mereka akan mulai mencari tempat yang aman? Seperti sudah bersiap sejak awal. Jika tidak, mereka pasti akan muncul kesana kemari saat hujan badai turun." Jawab Glen.
"Aku akan melaporkan hal ini kepada guild agar bisa menjadi catatan bagi mereka." Jawab Evan.
"Bagaimana dengan keadaan yang lain? Apakah mereka juga sedang berteduh seperti hujan yang deras seperti ini?" tanya Freya.
"Jangan khawatir, aku lihat bahwa mereka semua cukup hebat." Jawab Glen.
"Baguslah jika seperti itu."Jawab Freya.
__ADS_1
Alice, Arlan, Darren, Haura, Dylan, Aleda, Freya, Glen dan Evan sedang berteduh masing-masing dari badai hujan di hutan larangan melihat ke luar tiba-tiba hujan berhenti begitu saja dan matahari yang beberapa hari tidak muncul tiba-tiba muncul.