
Mendengarkan strategi Dylan untuk menghadapi monster kera api, Aleda juga memberikan idenya dalam melengkapi strategi Dylan. Aurora dan Dylan menyetujui masukkan yang diberikan oleh Aleda. Setelah mereka mendiskusikan hal itu, mereka pergi ke pandai besi untuk memesan tombak yang menjadi alat utama untuk melengkapi strategi yang di rencanakan.
Aurora menjelaskan kepada tukang pandai besi untuk membuat tombak sejumlah 100 buah dengan waktu yang cepat. Pandai besi mengusahakan untuk menyelesaikan pesanan ini tepat waktu. Dylan juga memberikan perintah kepada pandai besi untuk membuat desain tombak yang sesuai dengan desain yang Dylan buat.
"Mohon kerjasama nya pak." Ucap Dylan, Aurora dan Aleda. Pandai besi mengiyakan mereka.
Setelah mereka menyelesaikan pemesanan ini, mereka bertiga kembali ke rumah Aurora dan menyiapkan hal lainnya. Mengumpulkan banyak mana untuk sihir mereka. Berlatih seperti biasanya untuk menghadapi monster kera api.
3 hari berlalu, tombak pesanan yang di buat oleh pandai besi sudah siap. Pandai besi itu dan beberapa anggotanya pergi ke rumah Aurora mengantar semua pesanan yang telah di terima olehnya dari Aurora.
"Kau benar-benar pandai pak. Terima kasih, ini upah anda." Jawab Aurora.
"Suatu kehormatan bagi saya bisa membantu nona Aurora, dulu juga Ayah anda telah banyak membantu ku dan warga di sini." Jawab pandai besi.
Setelah menyelesaikan transaksi itu, Aurora, Dylan dan Aleda bersiap untuk berangkat.
"Kau akan menyimpannya dengan menggunakan kantong penyimpanan." Ucap Aleda yang menyimpan semua tombak besi ke dalam kantong penyimpanan yang di milik olehnya.
Aurora dan Aleda menaiki unicorn yang sama sedangkan Dylan menaiki unicorn sendiri. Mereka bertiga berangkat menuju ke gunung Bou di udara dan melintasi bukit Bou menuju gunung Bou melihat apa yang ada di bawah mereka.
"Cukup bagus juga menggunakan transportasi ini. Dengan begini kita akan lebih mudah untuk mencari monster kera api dengan cepat." Jawab Aurora.
"Waktu nona ke sini menggunakan transportasi apa?"tanya Aleda.
"Aku menggunakan sihir peringan tubuh yaitu terbang." Jawab Aurora.
__ADS_1
"Lihat." Ucap Dylan yang menghentikan sesuatu dari bawah.
"Itu, iya itu monster kera api." Jawab Aurora yang mengklarifikasi bahwa itu adalah monster kera api.
Mereka melihat monster kera api sedang berburu di sekitar air sungai. Monster kera api itu sedang berada di sungai menikmati makanan pisang. Di sana terlihat jajaran pohon pisang yang ada di sekitar sungai.
"Kita turun." Jawab Aurora yang melepaskan dirinya dari unicorn Aleda.
"Aku akan menjadi umpan lebih dulu, kalian ingat dengan rencana kita?" tanya Aurora.
"Tentu." Jawab Aleda dan Dylan yang bersemangat.
"Aku akan ikut dengan mu, Aleda kami mengandalkan mu." Jawab Dylan.
Aurora menggunakan sihir peringan tubuhnya untuk terbang ke arah monster kera api. Aura juga membantu dengan memegang dadanya dan menggerakkan tangannya mengeluarkan sihir tanah. Sihir itu seketika mengurung monster kera sakti.
Lalu Dylan dengan cepat mengeluarkan sihir air miliknya untuk mengisi dinding yang telah di buat oleh Aurora dengan air sungai yang ada di dekat monster kera api. Air sungai yang di datangkan ke arah monster kera api membasahi tubuhnya.
"Sekarang." Jawab Dylan kepada Aleda. Aleda langsung menaburkan garam di atas mata monster kere api.
Dylan juga mendekati monster kera yang kepedihan matanya karena garam telah ditaburkan di kedua mata. Dylan mendekati ekor monster kera api dengan es yang membekukan ekor monster kera api.
Mereka yang langsung unggul dalam serangan pertama membuat mereka bahagia, tapi tidak setelahnya. Monster kera api itu menenggelamkan tubuhnya pada air yang sudah hampir penuhi tubuhnya. Monster kera api dengan menggunakan air itu untuk menghilangkan garam pada matanya yang terkena. Setelah itu monster kera api langsung keluar dari air dengan melompat ke arah dinding yang mengurungnya.
"Dia bisa melompat." Jawab Aurora.
__ADS_1
"Lakukan hal yang sama dengan berlapis. Jangan biarkan dia untuk melompat." Jawab Dylan.
"Baik." Jawab Aurora.
Aurora mengeluarkan sihirnya dengan membuat dinding yang berlapis-lapis untuk monster kera api dan menutup atapnya dengan tanah juga.
"Aleda gunakan tombaknya saat monster kera api itu saat dia keluar." Jawab Dylan.
"Baik." Jawab Aurora yang bersiap melakukan serangan. Dan ternyata benar, tidak menunggu lama, monster kera itu dengan cepat menghancurkan atap tanah yang mengurung nya dan melompat keluar.
Aleda langsung mengincar matanya walaupun beberapa kali monster kera api menghindarinya dan melemparkan api ke arah Aurora dan Aleda. Dylan membantu melindungi mereka dengan menembakkan air ke bola-bola api yang mengarah kepada mereka berdua. Setelah beberapa kali penyerangan akhirnya Aleda berhasil melukai satu mata monster kera api. Dylan juga menyerang ekor monster kera api untuk membekukannya kembali.
"Arghhhh." Monster kera api itu kesakitan saat tombak tajam telah tertancap ke mata kanannya. Belum siap menahan sakit mata kanannya tertancap tombak, Aleda langsung menyerang ke arah mata kiri monster kera api. Monster kera api tidak berkutik untuk menggunakan kekuatan api dari ekornya yang sudah di bekukan Dylan. Dan ia hanya mampu memukul-mukul di sekitar tanpa melihat dengan satu tangannya dan tangan lainnya sedang mencabut tombak-tombak yang menancap di matanya.
"Aleda sedang dengan kekuatan penuh ke arah tubuhnya." Jawab Dylan.
"Nona Aurora gunakan sihir tanah mu untuk menahan gerakannya." Ucap Dylan.
"Oke." Jawab mereka berdua dan melakukan apa yang dikatakan oleh Dylan.
Monster kera api itu benar-benar tidak bisa berkutik. Tubuhnya yang di tahan tanah liat yang sudah mengeras. Darah yang mengalir terus dari mata, tombak tajam yang terus menghujani tubuhnya. Dan air yang terus menyiram tubuhnya membuat rasa pedih karena luka dari tombak di siram dengan air.
Setelah beberapa waktu mereka terus menyerang monster kera api dengan begitu membuat darah yang keluar akan membuat lemah. Dan secara perlahan-lahan monster kera api tidak bisa bergerak dan tubuhnya tumbang terjatuh.
"Yes, dia telah biasa." Jawab Aurora yang terbang ke arah monster kera api yang sudah terjatuh di tanah.
__ADS_1
"Aku sudah membalaskan dendam kedua orangtua ku dan rakyat bukti Bou. Selamat tinggal monster kera api bodoh." Jawab Aurora yang berbisik ke telinga monster kera api..