
Alice yang yang tertidur di dalam dungeon seharian penuh sedangkan waktu di dunia nyata sudah berada 3 jam. Ana yang langsung membangunkan Alice sesuai dengan janjinya. Alice segera bangun dan membersihkan dirinya kembali.
"Benar-benar sangat segar setelah berendam di air herbal lalu tidur kemudian berendam lagi." Jawab Alice tertawa kecil sedang menyisir rambutnya.
"Nona sudah siap untuk kembali?" tanya Ema.
"Kau dari mana saja?" tanya Alice.
"Makan." Jawab Ema.
"Makan?" tanya Alice.
"Aku akan menunjukan kepada nona setelah nona selesai tugas dari akademi." Jawab Ema.
"Kau sudah main rahasia?" tanya Alice.
"Itu tidak penting, sekarang kita harus kembali. Kasian Pangeran Arlan yang terus menunggu nona di depan pintu kamar." Jawab Ema.
"Arlan?" tanya Alice. Dan Ema langsung memegang Alice dan mereka kembali ke kamar kerajaan.
"Pangeran Arlan siaga di depan pintu nona. Satu jam yang lalu, kamar nona ingin di serang. Tapi tuan Arlan sudah mengatasinya. Nona, terkadang aku berfikir bahwa tuan Arlan ini juga memiliki banyak rahasia tersembunyi." Ucap Ema.
"Apa yang dikatakan Ema benar juga. Terkadang aku merasakan hal yang sama." Jawab Alice yang merasa bahwa Arlan menutupi banyak hal.
"Bagaimana jika kau selidiki dia mulai sekarang." Jawab Alice.
"Oke." Jawab Ema.
Alice keluar dari kamar dan melihat sosok Arlan ya masih berdiri di depan pintu kamar.
"Aku sudah cukup istirahat, kita kembali." Jawab Alice. Arlan tersenyum dan berjalan mengikuti Alice yang sudah berjalan di depannya.
__ADS_1
"Siapa yang sedang mengincar ku?" tanya Alice tiba-tiba.
"Apa aku sudah membangunkan mu?" tanya Arlan.
"Tidak, aku mendengar dari orang-orang yang sedang menatap kita." Jawab Alice.
"Hanya beberapa tikus yang ingin menculik mu." Jawab Arlan.
"Apa? Menculik?" tanya Alice yang mengehentikan langkahnya dan berbalik ke belakang. Kepala Alice membentuk dada Arlan.
"Auuu" Ucap Alice yang langsung memegang kening kepalannya.
"Tenang saja, semuannya sudah beres." Jawab Arlan yang mengelus kepala Alice.
"Bukan itu yang ingin aku dengar. Aku ingin dengar apa alasan mereka ingin menculik ku?" tanya Alice.
"Mereka adalah kelompok pebisnis kotor yang suka memperbudak penyihir dokter untuk membuat obat-obatan yang akan mereka jual dengan kualitas tinggi. Mereka mendengar bawah ada pelatihan untuk membuat obat penyembuh dan mereka mendengar tentang mu. Jadi target nya adalah untuk menculik diri mu dan akan di perbudak oleh mereka untuk menghasilkan uang banyak. Namun aku sudah mengalahkan mereka dan juga aku sudah mengetahui dalang yang membocorkan rahasia ini." Jawab Arlan.
"Jika aku beritahu juga kau pasti tidak kenal. Orang itu adalah seorang pelayan yang baru seminggu yang lalu di rekrut oleh kerajaan. Dia bertugas di bidang dapur. Dia sudah di interogasi oleh keamanan kerajaan." Jawab Arlan.
"Tenang saja, pelayan-pelayan itu hanya membicarakan pelan. Mereka tidak berani untuk membicarakan di luar. Aku sudah memerintahkan mereka untuk tutup mulut. Yang lain tidak mengetahui, hanya aku dan 3 pelayan yang baru saja lewat tadi yang mengetahui kejadian tadi." Jawab Arlan.
"Walaupun sebenarnya kau juga mengetahui hal ini bukan dari pelayan ku bukan?" tanya Arlan yang tersenyum dan berjalan masuk ke dalam laboratorium.
"Tunggu, maksudnya?" tanya Alice yang terkejut.
"Lihat, nona membuat alasan yang tidak masuk akal. Dan dia mengetahui bahwa nona mengetahui hal ini bukan dari pelayan yang membicarakan namun dari ku." Jawab Ema.
"Nanti saja aku bertanya kepadanya." Jawab Alice yang masuk ke dalam laboratorium. Dan melihat hanya tinggal 6 orang yang berada di dalam sedang membuat obat penyembuh. Yang lainnya sudah selesai dan sedang membereskan tempat mereka.
"Apa semuannya sudah selesai Bu?" tanya Alice kepada Selly.
__ADS_1
"Sudah, mereka semua sudah menghabiskan semua stok bahan jamur herbal yang ada. Dan ini yang terakhir." Jawab Selly.
"Dimana Mama dan yang lainnya?" tanya Alice.
"Mereka sedang membersihkan diri. Setelah ini kita akan melakukan pesta sekaligus makan malam karena sudah menyelesaikan semua pekerjaan ini." Jawab Selly.
Alice tersenyum dan ia di datangi beberapa dokter perwakilan dari setiap negara. Mereka mengucapkan terima kasih dan membuat laporan kepada Alice. Mereka memberikan laporan pembuatan obat penyembuh, berapa yang berhasil dan berapa yang gagal.
Alice yang melihat dan mendengarkan mereka merasa sangat bersyukur sudah memberikan bantuan dengan baik. Alice sangat senang melihat wajah ceria dan bahagia yang di tampilkan semua orang.
Selly yang melihat semua sudah beres dan Alice sudah selesai berbincang dengan para dokter. Arlan datang mengajak Alice untuk pergi ke halaman depan yang sudah di dekorasi untuk pesta malam ini.
"Kita pergi ke sana." Jawab Arlan dan Alice menurutinya.
"Arlan, ada yang ingin aku tanya." Ucap Alice saat mereka berjalan.
"Kau ingin bertanya kenapa aku bisa tau hal tadi? Alice, banyak hal yang aku ketahui tanpa kau ketahui. Tapi ini belum saatnya aku mengatakan hal itu. Jadi tunggu sampai aku siap, aku akan memberitahu mu apapun yang kau tanyakan bahkan yang tidak kau pertanyakan. Aku akan memberitahu mu apapun yang ingin aku beritahu." Jawab Arlan yang tiba-tiba bersikap dingin, tidak seperti biasanya yang hangat dan humoris. Arlan sedang memperlakukan Alice sama seperti dia memperlakukan orang lain, dingin, cuek dan sulit di ajak bicara.
"Sayang, kemari." Ucap Alika yang mengajak Alice duduk bersama dengannya dan berdekatan dengan Darren. Mereka menunggu semua orang berkumpul dan memulai acara pestanya.
"Terima kasih atas kerja keras kalian selama 2 hari hampir 3 hari untuk membuat obat penyembuh. Kalian benar-benar pejuang yang sangat di perlukan di setiap negara. Terutama terima kasih kepada Alice Blossom yang sudah memandu semua dokter terbaik di dunia untuk membuat obat penyembuh. Aku sebagai raja sekaligus paman mu sangat bangga. Untuk merayakan keberhasilan kita mari kita berpesta." Ucap Ansel yang sedang menaikkan gelasnya ke atas dan mempersilahkan semua orang menikmati makanan malam ini.
"Oh, aku hampir lupa. Untuk memberikan apresiasi kepada Alice Blossom, aku akan memberikan sebuah plakat kerajaan yang bisa membeli seberapapun buku yang dia mau di toko buku selama 5 tahun. Apakah itu cukup Alice?" tanya Ansel.
"Tentu saja. Raja Ansel memang paling tau apa yang aku mau." Jawab Alice tertawa dan mengucapkan terima kasih kepada Ansel.
"Alice, kau benar-benar terbaik." Jawab Aleda.
"Bagaimana bisa kau melakukan itu semua?" tanya Freya.
"Jika kalian bertanya tentang itu tentu saja karena dari ibu ku." Jawab Alice yang tertawa kecil untuk membuat suasana menjadi lebih santai. Mereka semua tertawa dan mengobrol satu sama lain dan memberikan banyak selamat kepada Alice.
__ADS_1