Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Mendapatkan Jamur Herbal di Gua: Alice, Arlan dan Darren


__ADS_3

Monster ular tanah yang telah terpotong-potong dan terjatuh ke tanah. Arlan selesai membuat monster ular tanah kalah. Darren melepaskan kenkai yang sudah membuat perlindungan untuk mereka.


"Kerja bagus." Jawab Darren kepada Alice dan Arlan. Mereka bertiga melihat daging monster ular tanah yang berserakan di depan gua.


"Bau amis." Jawab Arlan yang mencium bau tubuhnya yang terkena banyak darah monster ular tanah yang di potong-potong dengan pedangnya.


"Mandi di sungai sana, bersihkan tubuh mu." Jawab Alice.


"Kau juga sayang." Jawab Darren melihat Alice juga terkena percikan darah saat Arlan memotong-motong monster ular tanah.


"Baik paman." Jawab Arlan.


"Iya Papa. Tapi akan boleh menyimpan semua daging monster tanah ini." Jawab Alice.


"Iya." Jawab Arlan dan Darren.


Alice menyimpan semua daging monster ular tanah yang sudah terpotong-potong ke dalam kantong penyimpan. Arlan juga membuat dinding kamar mandi untuk mereka yang membersihkan diri di sungai.


Sedangkan Darren langsung melihat jamur herbal yang di lihatnya dari kejauhan tadi.


"Sudah aku duga, ini benar." Jawab Darren melihat jamur herbal yang berada di ujung mulut gua.


"Tapi jamur herbal ini masih belum dewasa, belum bisa di panen." Jawab Darren sendiri yang memeriksa bahwa jamur yang di lihatnya masih berupa tunas yang baru saja muncul dari dalam tanah.


Arlan dan Alice yang selesai membersihkan diri di aliran sungai dan bergabung di gua bersama dengan Darren. Darren yang sejak tadi memeriksa berbagai tempat yang mungkin ada jamur herbal lagi yang akan tumbuh.


"Apa yang papa lihat?" tanya Alice.


"Sedang melihat jamur herbal yang akan tumbuh." Jawab Darren yang tersenyum.


"Jadi itu benar jamur herbal?" tanya Alice dan Arlan bersamaan dengan wajah terkejut mendengarkan jawaban Darren.


"Iya." Jawab Darren. Arlan dan Alice langsung ikut jongkok bersama dengan Darren melihat ke tanah dimana jamur herbal masih muncul.


"Apa ini yang dinamakan jamur herbal Papa?" tanya Alice.


"Iya. Tapi ini belum tumbuh sepenuhnya. Mungkin kita butuh menunggu 3 hari lagi paling lama untuk bisa memanen jamur herbal." Jawab Darren.

__ADS_1


"Oh." Jawab Arlan dan Alice mengangguk-anggukkan.


"Coba kalian periksa di sekitar dalam gua dan di sekitar." Jawab Darren memerintahkan mereka mencari jamur herbal lainnya.


Selamat telah mengalahkan monster ular tanah. Apakah anda mau mengambil misi selanjutnya? ( Alice mengiyakan.)


Di sekitar gua kalian terdapat kolam herbal yang tubuh Bungai teratai putih suci yang menjadi sumber nya. Namun anda harus mengalahkan naga air yang berada di kolam.


Alice menganggukkan kepalanya menerima tantangan ini. Tapi, untuk sementara waktu Alice tidak bertindak langsung. Dia akan melakukan hal ini nanti malam secara diam-diam.


"Apakah di dalam gua tidak ada penghuni?" tanya Arlan kepada Darren.


"Entahlah. Aku belum memeriksanya." Jawab Darren.


"Jadi Papa tidak melihat ada lagi jamur herbal sekitar luar gua?" tanya Alice.


"Tidak ada. Saat kalian mandi tadi papa sudah memeriksanya." Jawab Darren.


"Ya sudah ayo kita masuk ke gua untuk memeriksanya." Jawab Darren yang mengajak mereka masuk.


"Benar juga, monster ular tanah tadi mengejar lebih dari satu monster tikus. Kemungkinan gua ini adalah rumah nya monster tikus." Jawab Arlan.


Darren mengeluarkan obor yang di simpan olehnya dalam kantong penyimpanan dan memberikan obor itu kepada Alice dan Arlan. Setelah di pegang obor pemberian Darren, Alice mengeluarkan sihir api untuk menyalakan obor. Dan mereka mulai melangkah masuk ke dalam gua.


Kelelawar gua yang berterbangan keluar saat Alice, Arlan dan Darren masuk ke dalam gua.


"Awas." Jawab Darren kepada Arlan dan Alice untuk menghindari puluhan kelelawar yang terbang mengarah keluar dan melewati mereka. Mereka bertiga dengan cepat menghindar ke kanan dan ke kiri saat kelelawar terbang keluar.


"Gua ini terlihat kecil dari luar tapi memiliki 3 cabang lagi?" tanya Darren.


"Sepertinya kita harus membagi diri untuk memeriksanya." Jawab Arlan.


Anda bisa mengambil lorong gua yang tengah untuk menemukan kolam herbal.


"Tapi ini sudah mau larut malam. Lebih baik tutup saja dulu mulut gua ini dengan sihir tanah milik mu Arlan." Jawab Darren.


"Benar juga. Aku lapar papa." Jawab Alice.

__ADS_1


"Aku juga. Kita sudah berapa jam berada di hutan larangan. Lebih baik kita mencari tempat untuk menetap." Jawab Darren.


"Benar juga. Kita baru saja mengalahkan monster ular tanah. Kita perlu nutrisi makan, dan kita tidak tau apa yang ada di dalam 3 lorong gua ini." Jawab Arlan.


Akhirnya mereka tidak tiba meneruskan perjalanan untuk mengecek apa yang ada di dalam lorong gua. Alice, Arlan dan Darren kembali untuk keluar dari gua.


"Bagaimana dengan jamur herbal ini?" tanya Alice jika mereka meninggalkan gua, bisa saja jamur herbal ini akan di injak atau di makan binatang lagi.


"Aku akan melindunginya." Jawab Arlan membuat sihir tanah memiliknya untuk melindungi jamur herbal dari hal-hal lain yang akan merusaknya.


"Sepertinya kita tinggal di tebing di atas pohon besar itu yang bisa langsung melihat gua dan air sungai dengan baik." Jawab Darren menunjuk ke atas. Tebing yang berada di depan mereka. Jalanan yang mereka jalananin tadi ternyata sekitarnya memiliki tebing bebatuan.


"Baik." Jawab Alice dan Arlan. Mereka menggunakan sihir terbang untuk ke tempat itu. Dan mengeluarkan tenda milik mereka masing-masing dan memasangnya di bawah pohon besar yang melindungi mereka dari sinar matahari.


"Kalian berdua cari batang kayu untuk memasak. Dan aku akan mencari makanan di sekitar." Jawab Darren.


"Iya." Jawab Alice.


"Kau siapkan saja peralatan masak nya, biar aku yang mencari batang kayu di sekitar sini." Jawab Arlan. Alice menganggukkan kepalanya.


Alice di tinggal sendiri dan ia langsung mengeluarkan beberapa bahan makanan yang di bawanya dan mengeluarkan alat-alat memasak.


"Aku selalu membawa cabai, bawang, dan rempah-rempah lain yang tidak mungkin ada di perjalanan misi. Heheh." Jawab Alice tertawa kecil saat mengingatkan bahwa semua rempah-rempah yang di bawa olehnya itu adalah persiapan dari Alika.


"Mama memang paling hebat dalam segala hal." Jawab Alice dalam hati merindukan sang ibu yang selalu memberikan hal baik untuk anaknya.


Arlan kembali dengan cepat dan membawa kayu kering di sekitar dengan banyak. Darren juga kembali membawa beberapa jenis buah liar yang bisa di makan, kelinci dan ikan.


"Papa, Arlan? Cepat sekali." Jawab Alice.


"Di sini cukup kaya makanan." Jawab Darren.


"Iya, tidak sulit juga mencari kayu kering." Jawab Arlan.


"Baiklah, aku akan mulai memasak. Arlan bantu aku memotong dan mencuci ikan dan daging kelinci. Papa, bantu Alice membuat api." Jawab Alice.


"Baik." Jawab Arlan dan Darren.

__ADS_1


__ADS_2