
"Hujan? Sepertinya pergantian siklus musim biasa saja. Tidak ada yang mengurangi musim hujan itu sendiri." Jawab Ali.
"Jadi apa penyebabnya?" tanya Glen.
"Besok kita fikirkan lagi, sekarang kalian istirahatlah. Kalian juga pasti sudah lelah seharian mengumpulkan data dan ikut ke sawah langsung." Jawab Ali. Glen dan Freya mengiyakan ucapan Ali.
Glen yang saat ini belum bisa tertidur tiba-tiba merasakan bahwa sekelilingnya sedang bergetar. Glen berdiri dari kamar dan melihat lampu yang bergoyang dan air di dalam gelas yang goyang.
"Gempa?" tanya Glen yang keluar dari kamar dan Ali sedang duduk di ruang tamu membaca buku.
"Glen, ada apa?" tanya Ali.
"Kakek tidak merasakan gerataran seperti gempa?" tanya Glen.
"Oh, ini hanya getaran yang sering terjadi beberapa tahun ini. Hanya sebentar saja. mungkin ada tanah yang longsor di atas bukit atau juga getaran gunung yang ada di sebelah bukit permukiman ini." Jawab Ali dengan santai.
Glen berfikir dan masih merasa aneh jika penyebabnya apa yang dikatakan oleh Ali.
" Sudah berapa kami hal ini sering terjadi?" tanya Glen.
"Mungkin sudah sekitar 5 tahun belakangan ini setelah letusan gunung berapi yang ada pada gunung sbdelah." Jawab Ali.
"Kakek aku mau keluar mencari angin." Jawab Glen.
"Jangan terlalu lama. Aku juga akan tidur. Aku sudah mengantuk." Jawab Ali dan Glen menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Glen yang keluar dan meletakkan tangannya ke tanah untuk merasakan getaran yang ada di tanah. Menutup mata dan merasakan getaran ini berasal dari mana. Glen yang menggunakan sihir miliknya untuk merasakan getaran dan mengikuti kemana asal getaran ini. Glen yang terus berlari mengikuti getaran yang terjadi berhenti karena tidak ada getaran lagi yang terasa.
"Getarannya berhenti?" tanya Glen dalam hati. Dan ia baru sadar bahwa dirinya sedang berada di persawahan. Glen kembali ke rumah Ali dan istirahat.
Pagi hari, saat sarapan Glen kembali bertanya kepada Ali tentang getaran yang dirasakan olehnya tadi malam.
"Kakek Ali, apakah getaran tanah seperti tadi malam itu sering terjadi di malam hari?" tanya Glen.
"Tidak juga, tidak ada ketentuan waktu getaran itu terjadi. Kadang malam hari, siang hari, pagi hari atau sore hari. Dan juga tidak saat hujan, kemarau atau tidak. Getaran itu memang sering terjadi. Memangnya kepada Glen?" tanya Ali.
"Sehari sekali?" tanya Glen lagi.
"Tidak juga. Terkadang sehari dua kali, atau tidak sama sekali. Jadi aku tidak terlalu memperhatikannya." Jawab Ali.
"Terima kasih Kakek atas informasinya. Jadi hari ini apa yang bisa kami bantu?" tanya Glen kepada Ali.
Mereka pergi ke sawah dan menanam tanaman padi muda yang masih seperti rumput hijau itu di seluruh area sawah yang sudah di bajak. Dari padi hingga siang hari. Setelah siang mereka beristirahat. Dan tiba-tiba getaran di tanah kembali terasa.
Glen mengecek kembali sebenarnya itu getaran apa. Freya juga mengikuti Glen yang sedang memeriksa asal getaran itu. Mereka sampai pada sawah yang baru saja di tanami oleh mereka.
"Freya, gerataran itu berasal dari bawah ini." Jawab Glen.
"Dibawah? Bagaimana bisa kita ke bawah?" tanya Freya dan Glen hanya diam saja. Glen masih meletakkan tangannya di bawah lumpur sawah dan memejamkan matanya. Glen menggunakan kekuatan sihirnya untuk merasakan tanah yang bergetar itu berasal dari mana. Glen merasakan ada begitu banyak energi sihir yang berbentuk bulat dan sesuatu yang besar mengelilinginya.
"Apa ini?" tanya Glen menarik tangannya dan terjatuh di antara lumpur.
__ADS_1
"Ada apa? Kau tidak apa-apa?" tanya Freya terkejut.
"Aku merasakan kekuatan sihir besar berasal dari bawah tanah ini. Ada begitu banyak energi sihir yang bulat seperti cangkang dan yang lebih mengerikan adalah yang mengelilingi itu." Jawab Glen.
"Apa? Maksud mu telur? Monster?" tanya Freya dan Glen menganggukan kepalanya.
"Sebentar, aku pernah membaca bahwa ada monster yang tinggal di bawah tanah." Jawab Freya yang mencoba mengingat buku yang pernah di baca olehnya tapi tidak mengingatnya. Freya masuk ke dalam kantong penyimpanan miliknya untuk mencari buku yang di maksud olehnya.
"Aku menemukan." Jawab Freya kepada Glen.
Mereka yang masih berdiri di atas lumpur sawah membaca buku monster tanah. Lembaran demi lembaran telah dilihat oleh Glen namun Glen masih menggelengkan kepalanya sampai pada halaman 65 terdapat sebuah gambar yang persis seperti yang di lihat oleh Glen bentuknya.
"Monster cacing tanah?" Glen mengucapkannya.
"Monster cacing tanah hidup di dalam tanah yang subur. Memiliki mulut yang bergigi ribuan untuk menyerap semua makhluk hidup yang hidup di tanah. Monster ini juga menyerap semua esensi sihir yang ada pada makhluk hidup sebagai makanan dan kekuatannya. Biasanya setelah memakan banyak makhluk hidup dia akan tertidur dan menghasilkan banyak telur yang akan di tetaskan olehnya. Telur itu akan menyerap esensi tanah yang subur. Sehingga tidak ada mahkluk hidup yang dapat mengambil kesuburan tanah itu. Telur itu akan menetas jika sudah ada pergerakan-pergerakan yang sering terjadi selama penyerapan seperti gempa yang terjadi di wilayah mereka di peran oleh induknya. Getaran itu adalah hasil pertumbuhan bayi cacing yang akan keluar dari cangkang telur sebanyak 100 kali getaran. Dan getaran terakhir akan membuat gempa yang dahsyat sehingga para bayi cacing dan induk cacing akan keluar dari tanah dan mencari esensi sihir dari makhluk hidup lainnya. Sekitar 5 tahun yang harus dilakukan induk cacing dalam menetaskan bayinya." Ucap Freya yang sedang membaca pada buku yang di pegang olehnya. Glen juga mendengarkan dan membaca apa yang ada di buku.
"Jadi yang aku rasakan itu monster cacing tanah?" tanya Glen bersamaan dengan Freya yang bertanya "Jadi itu adalah monster cacing?" mereka saling memandang mengungkap hasil dugaan sementara.
"Glen, ini gawat, waktu mentas para bayi cacing tanah itu adalah sebentar lagi." Jawab Freya.
"Kau benar. Menurut perkiraan yang dikatakan oleh Kakek Ali, getaran ini terjadi sudah 5 tahun." Jawab Glen.
"Iya, dan dalam buku ini juga mengatakan bahwa dia memerlukan esensi tanah. Karena itu selama 3 tahun ini ini tanah ini tidak memiliki kandungan tanah yang subur. Dan mungkin saja, tikus yang melanda persawahan juga telah di makan olehnya." Jawab Glen.
"Bisa jadi." Jawab Freya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan cara mengalahkannya?" tanya Glen dan mereka membaca kembali buku. Inti dari bacaan dalam mengalahkan monster cacing adalah dengan membakar habis seluruh tubuhnya menjadi abu. Karena monster cacing memiliki kekuatan pertahanan hidup yang cukup baik di tanah dan air.