Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Ke Gudang Harta Kerajaan Mizu


__ADS_3

Dylan yang mengajak Alice, Glen, Arlan, Aidan, Jagger, Freya dan Aleda masuk ke dalam gudang harta kerajaan Mizu.


"Selamat datang di gudang harta kerjaan Mizu. Dan sesuai perintah Ayahanda, ambilah satu harta karun yang kalian suka." Jawab Dylan kepada semua orang yang sudah masuk kedalam gudang harta kerajaan Mizu. Semua orang yang melihatnya sedikit terkejut karena mereka melihat pemandangan mewah yang begitu tersusun rapi.


"Seperti sedang di gudang senjata," ucap Glen yang melihat pedang yang tersusun rapi di antara jajaran harta lainnya.


"Ini apa?" tanya Freya yang melihat benda unik.


"Ini tombak?" tanya Aidan yang melihat jajaran tombak tersusun rapi.


"Bagaimana dengan ini?" tanya Freya yang melihat banyak kristal yang begitu indah berwarna warni.


"Kali ini, apa yang akan kau ambil?" tanya Arlan yang membisikkan pada telinga Alice.


Alice yang hanya berdiri di tengah-tengah gudang sementara yang lain sudah kesana kemari melihat seluruh isi gudang harta. Alice berdiri bersama dengan Arlan.


"Aku harap, aku juga mendapatkan pilihan dari mu." Jawab Arlan lagi.


Alice memejamkan matanya dan merasakan aura sihir pada benda sekitar. Rata-rata semua benda di sekitar memiliki aura sihir. Namun terdeteksi ada 3 harta yang memiliki aura sihir yang kuat. Alice membuka mata yang melihat keberadaan benda yang memiliki aura yang kuat itu.


Alice berjalan ke arah benda itu di ikuti dengan Arlan yang berada di belakangnya. Alice berjalan ke arah sebuah kotak kuno yang telah usang dan terasingkan. Alice mengambil kotak itu dan menyentuhnya cukup lama. Alice menyerap sihir kotak usang itu dengan cara memegangnya. Setelah merasa menyelesaikan penyerapan sihir', Alice memberikan kotak itu kepada Arlan.


"Bawa ini." Jawab Alice kepada Arlan, Arlan yang menerimanya. Alice melanjutkan langkah kakinya untuk berjalan kembali ke arah sebuah kalung kristal berwarna hitam namun kalung itu memang terlihat menyeramkan dan tidak terlihat menarik di mata orang lain.


"Ada apa dengan kalung ini?" tanya Freya kepada Alice yang mengambil kalung itu.


"Aku suka." Jawab Alice.


"Aku juga akan mengambil kalung yang memiliki liontin merah ini. Sepertinya cocok." Jawab Freya.


"Aku sarankan lebih baik ambil kalung dengan batu permata delima itu. Kalung itu lebih cocok dengan Freya. Pasti akan sangat bagus jika di pakai oleh Freya." Jawab Alice.


"Benarkah?" tanya Freya yang berjalan ke arah kalung yang di maksud Alice dan langsung mencoba memakai didepan kaca.


"Benar. Ini lebih cantik dan kocok dari kalung yang sebelumnya." Jawab Freya dalam hati.

__ADS_1


"Apa perlu aku membantu mu untuk memakainya?" tanya Arlan kepada Alice yang sedang memegang kalung.


"Tidak perlu. Pegang saja." Jawab Alice yang melangkah kembali meninggalkan tempat kalung dan berjalan ke arah sebuah Batu permata yang masih tertutup dengan batu biasanya.


Alice menyentuh satu persatu batu yang ada di sekitarnya dengan menyerap sihir yang berada di dalam. Alice dengan sangat mudah menyerap seluruh aura sihir.


"Kita sudah memilih dua, tidak mungkin tiga bukan?" tanya Arlan.


"Tidak. Aku hanya ingin menyentuhnya." Jawab Alice kepada Arlan dengan tersenyum dan tetap menyentuh beberapa bola kristal yang tersusun berjajar di hadapannya.


"Kotak itu akan berguna untuk Arlan yang memiliki sihir petir walaupun sihirnya sudah aku serap." Jawab Alice dalam hati.


"Lalu bagaimana dengan kalung ini?" tanya Arlan.


"Aku sudah menyerap semua sihir pada kalung itu. Sudah tidak berguna lagi, kalung itu sudah menjadi kalung biasa saja sekarang." Jawab Alice dalam hati menjawab pertanyaan Arlan.


"Kita kembalikan saja. Aku tidak menyukainya setelah aku lihat-lihat." Jawab Alice.


"Baiklah." Jawab Arlan yang berjalan ke arah tempat kalung itu berada agar dapat meletakkan kembali kalung itu di tempat semula.


"Pangeran Dylan." Panggil Alice.


"Ada apa Alice?" tanya Pangeran Dylan dan Pangeran Arlan berjalan mendekati mereka yang sedang berbincang.


"Bolehkah aku meminta buku itu?" tanya Alice yang sedang menunjuk sebuah buku yang berwarna coklat dengan tulisan yang tidak di baca banyak orang.


"Buku itu?" tanya Dylan yang melihat Alice lagi dan Alice menganggukkan kepalanya.


"Ada apa pangeran?" tanya Jagger.


"Alice ingin buku itu." Jawab Dylan dengan menunjuk ke arah buku yang dimaksud.


"Bukanya itu adalah buku yang tidak pernah terbaca? Dan juga tidak di minati orang lain?" tanya Jagger dan Dylan menganggukkan kepalanya.


"Buku sebagus ini tidak ada yang mau membacanya?" tanya Alice.

__ADS_1


"Karena tidak ada yang bisa membacanya. Kami semua tidak ada yang bisa memecahkan apa yang ada di dalam buku itu. Karen hal ini, buku coklat ini tidak pernah keluar dari lemari kaca. Kata Ayahanda, buku ini sudah berada di sini sekitar 100 tahun yang lalu." Jawab Dylan.


"Aku bisa membacanya, bisa berikan itu kepada ku?" Tanya Alice.


"Aku akan membawanya, tapi kita harus memberitahu Ayahanda terlebih dahulu." Jawab Dylan.


"Baik." Jawab Alice.


"Semuanya sudah memilih benda yang ada di gudang harta?" tanya Dylan kepada semua orang. Dan mereka berkumpul menganggukkan kepala serta membawa barang-barang berharga miliknya.


Arlan membawa kotak yang di ambilkan Alice. Glen membawa sebuah pedang untuk dirinya, Aidan juga membawa sebuah pedang untuk dirinya, Jagger membawa pelindung lengan besi, Freya membawa kalung dan Aleda membawa tusuk konde.


Mereka yang sudah selesai memilih benda berharga di dalam gudang segera menghadap raja kembali. Dylan menceritakan hal yang di alami olehnya.


"Alice kau benar bisa membacanya?" tanya Kozi kepada Alice yang sedang memegang buku itu.


"Iya yang mulia, aku bisa membacanya." Jawab Alice.


"Kalau aku bisa membacanya apakah bisa?"


"Bisa. Tapi aku membutuhkan waktu untuk menerjemahkan buku ini. Apakah yang mulia ingin mengetahuinya juga?" tanya Alice kembali setelah menjawab ucapan Kozi.


"Baiklah. Buku ini aku serahkan kepada mu, mungkin ini adalah adalah jodoh buku ini bertemu dengan mu semenjak di temukan." Jawab Kozi.


"Terima kasih yang mulia, terima kasih sudah mengingatkan aku kembali." Jawab Alice dengan membungkukkan tubuhnya.


"Bagaimana dengan kalian semua?" tanya Kozi.


"Kami juga sudah memiliki barang yang kami sukai dari harta gudang." Jawab mereka semua.


"Baguslah. Aku hanya bisa memberikan hal ini kepada kalian. Semoga berguna untuk kalian semua yang sudah berjuang demi negara Mizu. Sekali lagi, sebagai seorang raja aku mengucapkan terima kasih kepada kalian.


"Sama-sama pak "


'Selamat sore." Jawab Kozi dengan mengakhiri percakapan kepada mereka dengan tersenyum dan mengucapkan "Semangat.'

__ADS_1


__ADS_2