Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Istirahat Setelah Menyelesaikan Misi Hutan Larangan


__ADS_3

Pagi hari, Alice langsung ke ruang perawatan dimana Aleda, Dylan dan Haura di rawat. Alice memeriksa keadaan mereka yang masih tertidur dengan membawakan beberapa makanan bubur untuk sarapan mereka. Jendela kamar pasien yang di buka oleh Alice membuat Aleda terbangun.


"Maaf aku membangunkan mu." Jawab Alice yang melihat Aleda sudah terbangun.


"Tidak apa-apa. Pukul berapa ini?" tanya Aleda.


"07.00 Wib. Bagaimana keadaan mu?" tanya Alice yang bertanya apa yang sedang di rasakan oleh Aleda.


"Tidak ada yang sakit dan juga demam ku sudah turun." Jawab Aleda yang memeriksa tubuhnya sendiri bahwa ia sudah tidak panas lagi.


"Syukurlah. Aku membuatkan bubur ini untuk mu dan yang lainnya. Makanlah, aku akan pergi ke ruang sebelah untuk memberikan ini kepada Dylan dan Guru Haura." Jawab Alice kepada Aleda.


"Wanita itu memang ramah dan baik." Jawab Aleda tersenyum saat Alice dengan ceria memberikan bantuan yang begitu tulus kepadanya.


"Selamat pagi guru Haura, Dylan" Jawab Alice.


"Pagi." Jawab Guru Haura dengan tersenyum namun Dylan hanya diam saja tanpa ekspresi.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Alice.


"Cukup baik." Jawab Haura dan Alice menoleh ke arah Dylan dan Dylan hanya memberikan anggukan saja.


"Baguslah. Guru, aku ini sudah memasakan ini untuk kalian. Makanlah." Jawab Alice.


"Terima kasih. Aku sudah mendengar cerita dari perawat tentang mu tadi malam. Sebelumnya aku tidak percaya tentang mu yang dapat membuat jamur herbal menjadi obat penawar yang bagus untuk segala penyakit. Baru menyadari bahwa semua itu bukan hanya bualan yang di lebih-lebihkan tapi itu kenyataan yang benar. Aku tidak menyangka senior Darren memiliki anak yang jenius seperti mu." Jawab Haura.


"Itu hanya kebetulan saja Guru. Semua ini hanya ajaran dari Mama yang mengajari ku beberapa hal tentang pengobatan." Jawab Alice tersenyum manis.


"Anak ini benar-benar tidak menyombongkan dirinya akan hal itu." Jawab Haura dalam hati melihat prilaku Alice. Tiba-tiba Darren, Arlan, Glen, Evan dan Freya datang ke ruangan.


"Jangan terlalu melihat putri ku dengan begitu " Jawab Darren kepada Haura.


"Senior." jawab Haura yang melihat Darren bersama dengan yang lain sudah datang.

__ADS_1


"Papa? Kalian semua datang?" tanya Alice.


"Iya." Jawab Freya yang membawa Aleda bersama dengannya untuk masuk ke dalam ruangan Dylan dan Haura.


"Monster apa saja yang kalian temui di hutan larangan sampai membuat kalian menjadi seperti ini?" tanya Evan.


"Kau sendiri bagaimana?" tanya Haura membalikan pertanyaan dari Evan.


"Hanya melihat beberapa monster yang harus di hindari." Jawab Evan.


"Begitu juga dengan kami." Jawab Haura.


"Sudah-sudah. Melihat kalian semua selamat adalah hal bagus. Bagaimana keadaan mu Haura?" tanya Darren.


"Sudah lebih baik." Jawab Haura yang meluruskan tubuhnya yang duduk dengan tegak di atas kasur pasien.


"Baguslah. Bagaimana dengan mu Dylan?" tanya Darren.


"Seperti dengan namannya, ternyata di hutan larangan itu isinya adalah binatang yang aneh-aneh dan kekuatannya melebihi kita. Bahkan cuaca di sana sangat mengerikan." Jawab Aleda.


"Iya. Jadi inilah kenapa senior pernah terjebak di hutan itu selama sepuluh hari?" tanya Haura.


"Aku benar-benar banyak belajar ketika masuk ke dalam hutan larangan. Ternyata monster yang selama ini aku lawan tidak sebanding dengan monster yang ada di dalam hutan larangan." Jawab Evan.


"Aku setuju." Jawab Dylan.


"Monster di sana sangat mengerikan." Jawab Freya.


"Kemampuan kita harus di tingkatkan lagi. Jika ramalan dari buku itu nyata, kita bertahan satu jam saja itu adalah hal yang mustahil karena mereka akan segera menghabisi kita. Satu ekor monster saja sudah membuat kita kesalahan. Apalagi jika mereka berkelompok untuk menyerang kita?" tanya Glen.


"Iya. Kekuatan ku tidak cukup hebat jika menghadapi monster-monster itu." Jawab Dylan.


"Tapi dari situ kita belajar untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Bukannya aku melihat kalian semua sudah naik tingkat ?" tanya Alice, tiba-tiba semua mata menuju kepada Alice.

__ADS_1


"Apa aku salah berbicara?" tanya Alice melihat mereka lagi.


"Benar yang dikatakan oleh Alice. Di dalam hutan larangan dengan di kelilingi oleh berbagai jenis monster, kalian semua hidup dengan baik dan kekuatan yang kalian milikinya bertambah." Jawab Arlan.


"Benar juga." Jawab Dylan yang sudah langsung melihat status kekuatan miliknya sendiri yang ternyata sudah bertambah. Yang lainnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Alice bahwa mereka sudah naik pangkat.


Yang di katakan oleh Alice benar, semua orang kekuatannya meningkat, tidak seperti biasannya padahal mereka setahun belajar di asrama. Mereka semua berfikir hal yang sama.


"Tapi kekuatan yang meningkat kali ini dengan pesat adalah senior Darren dan juga Arlan. Kalian berdua benar-benar sudah menggunakan harta Karun leluhur atau gak lainnya?" tanya Evan yang melihat status jendela Darren yang benar-benar sudah berada di alam setengah dewa.


"Benar juga." Jawab mereka satu satu harus terkejut dengan kenyataan ini.


"Hallo semua. Bisa aku memeriksa keadaan mereka dan kalian menunggu di luar?" tanya dokter yang datang membuat mereka semua bubar di dalam. Beberapa saat setelah dokter masuk, dokter itu keluar dan mengatakan bahwa keadaan mereka bertiga sudah baik-baik saja dan dapat keluar dari ruang penyembuhan.


"Semuannya sudah baik-baik saja. Mereka sudah bisa pulang dan beristirahat. Semua ini karena obat penyembuh yang di gunakan oleh Alice untuk mereka. Bahkan aku juga tidak memiliki penawar racun yang di alami mereka." Jawab Dokter.


"Alice?" tanya Freya dan Glen dalam hati secara bersamaan.


"Semua hanya karena jamur herbal itu dokter." Jawab Alice yang tersenyum.


"Aku menantikan pembelajaran dari nona Alice dengan Guru Alika untuk memberikan resep pembuatan obat herbal dari jamur herbal." Jawab dokter itu tersenyum dan berpamitan pergi.


"Jadi benar bahwa Alice bisa membuat ramuan itu?" tanya Evan yang masih belum percaya.


"Iya. Aku yang menjadi bukti nya." Jawab Haura yang sudah berganti pakaian keluar dari pintu ruangan pasien bertemu dengan mereka. Bersama dengan Dylan yang mengikutinya.


"Pantas saja mereka menyuruh kita untuk cari jamur herbal? Dan menyerahkan semuannya ke Bu Alika. Ternyata memang benar-benar didikan seorang raja dan dokter terbalik." Jawab Haura.


"Sudah-sudah jangan di bahas lagi. Sekarang kita istirahat dulu agar besok dapat mengadukan ke guild tentang misi yang di jalankan." Jawab Darren


"Benar juga. Aku juga masih belum hilang lelah nya kemari." Jawab Freya yang masih mengantuk.


"Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian. Jadi ikutlah dengan ku" Jawab Alice kepada mereka dengan tersenyum. Mereka mengikuti Alice ke rumah Darren dan setelah mendapatkan kamar masing-masing mereka tidur hingga menjelang subuh.

__ADS_1


__ADS_2