Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Badai di Hutan Larangan Part 1


__ADS_3

Alice, Arlan dan Darren sudah berada di mulut gua namun mereka terkejut dengan suasana di luar yang gelap seperti malam hari.


"Apa kita terlalu lama tadi saat mengumpulkan jamur herbal?" tanya Alice yang melihat langit yang gelap dari depan mulut gua.


"Benar juga. Sepertinya kita tadi masuk ke dalam gua masih pagi hari dan ku rasa itu sebentar saja. Tapi kenapa kita keluar sudah gelap begini?" tanya Arlan.


"Sepertinya ini bukan matahari yang terbenam tapi awan hitam yang akan hujan." Jawab Darren.


Baru saja berbicara seperti itu, tiba-tiba angin kuat yang berhembus ke arah mereka.


"Ada apa ini?" tanya Alice lagi sedang melihat ke depan, angin berhembus dengan kencang sehingga pepohonan dan tumbuhan lain yang berada di depannya terlihat bergoyang kencang karena angin yang membawanya.


"Udara ini?" Arlan yang merasakan udara dingin yang di bawa oleh angin yang menerpa mereka.


"Iya, udara dingin yang kemungkinan hujan." Jawab Darren.


"Bukan itu paman, ini lebih dingin di sertai dengan sedikit debu. Kemungkinan akan ada badai ." Jawab Aslan.


Baru saja berbicara seperti itu, air hujan turun ke sekitar dengan begitu deras. Alice yang keluar dari mulut gua langsung kembali lari ke arah mulut gua. Hujan yang di sertai dengan angin.


"Apa benar akan ada badai?" tanya Arlan yang sudah merasakan bahwa fenomena hujan ini akan menjadi badai.


"Sepertinya kita harus menetap di gua ini " Jawab Darren.


"Awas!" Arlan yang memeluk Alice saat sebuah ranting pohon basah yang terbawa oleh angin hampir saja menusuk Alice yang membalikkan tubuhnya sehingga tak terlihat.


"Sepertinya benar yang di katakan Arlan, ini akan terjadi badai. Alice kau tidak apa-apa?" tanya Darren yang melihat Arlan menolong Alice.


"Tidak apa-apa papa." Jawab Alice yang kaget dengan kejadian barusan.

__ADS_1


Arlan melepaskan pelukan dari Alice dan mereka melihat keadaan di luar dimana angin kencang yang menerbangkan beberapa hal di udara.


"Benar-benar seperti badai yang sedang menuju ke sini." Jawab Arlan.


"Ini memang badai yang di sertai dengan angin ****** beliung. Bagaimana jika kita tetap di dalam gua sampai badai ini selesai." Jawab Darren yang memperhatikan keadaan di luar.


"Ide bagus, lagi pula kita tidak menemukan hewan buas atau monster yang ganas di dalam gua. Semuannya sudah beres." Jawab Alice yang berfikir sama untuk menetap di dalam gua.


"Baiklah, aku akan menutupi gua ini agar tidak ada ranting, batu atau benda lainnya yang ikut bersama dengan angin pada badai ini masuk ke dalam gua." Jawab Arlan dengan menggunakan sihir tanah miliknya untuk menutup pintu gua dan hanya menyisakan sedikit lubang berbentuk letak sebagai ventilasi dan juga melihat situasi keadaan di luar.


"Kerja bagus." Jawab Darren.


Mereka yang menunggu beberapa jam badai angin dan hujan deras yang tak berhenti membuat hal yang membosankan sehingga mereka juga melihat situasi bawah badai ini belum reda sama sekali.


"Badai di luar tidak berhenti sama sekali. Bahkan lebih deras hujan dan kencang angin yang membawa banyak benda-benda berterbangan." Jawab Alice yang melihat dari lubang kotak sebagai ventilasi dinding tanah yang di buat oleh Arlan untuk mereka.


"Jadi kita tidur di sini?" tanya Arlan dan Darren menganggukkan kepalannya.


Akhirnya Darren mendirikan tenda untuk dirinya dan Arlan. Dan Arlan membantu Alice untuk mendirikan tenda untuk Alice. Mengisi selimut dan hal lainnya yang disusun di dalam tenda untuk persiapan tidur.


"Kriukkkkkk ...... kriukkkkkk." Suara perut yang terdengar dari perut Arlan, Darren dan Alice bersamaan dan saling bergantian membuat mereka tertawa bersama.


"Hahahhaa. Kita benar-benar lapar." Jawab Darren, Alice dan Arlan bersamaan dan mereka tertawa kembali .


"Hahahahha."


"Aku akan mengecek apa aja yang ada di dalam kantong penyimpan." Jawab Alice.


"Aku juga akan melihatnnya. " Jawab Arlan.

__ADS_1


"Ku rasa aku tidak ada. Sepertinya saat aku datang tak membawa apa-apa di situ juga aku tidak membawa apa-apa di sini." Jawab Darren yang melihat masakan buatan isteri nya sudah habis.


"Papa seperti biasanya selalu cepat dengan bontotan yang di buat oleh ku? Papa tidak ingat bahwa kita di beri makanan yang sama saat kita pergi ke sini?" tanya Alice yang menggelengkan melihat ini.


"Hahahha. Masakkan mama itu adalah masakan yang sangat terlezat di dunia. Jadi selama ini makanan dari pemberian mama aku selalu menjadi hidangan yang terbaik. " Jawab Alice.


"Papa yakin, Alice masih menyimpan masakkan dari mana?" tanya Darren.


"Papa tau saja." Alice mengeluarkan makanan yang tersisa dari sang Mama. Alika yang memberikan banyak bahan makanan lebih dari orang yang berharga. Alice hanya menemukan kue kering dan cemilan ya untuk makan semua orang.


"Masakkan aunty Alika?" tanya Arlan melihat Alice sedang mengeluarkan beberapa makanan yang masih ada di stok. Bukan hanya Arlan yang sangat tergiur dengan Alice yang mengeluarkan makanan yang susah di dapat itu tapi ternyata ada Darren juga sangat ingin memakan semua makanan yang di berikan kepada Alice.


"Iya. Kita makan ini saja malam ini. Lagian untuk besok sudah tidak bisa lagi di makan. " Jawab Alice.


Mereka bertiga akhirnya makan malam dan membuat api agar tidak terlalu dingin dengan tidak menggunakan kayu bakar. Mereka menggunakan sihir yang di buat Darren untuk api yang tetap menghangatkan sekitar.


"Mau sampai kapan badai ini usai?" tanya Alice yang melihat situasi di luar yang masih sangat berantakan akibat dari angin yang terus kencang di sertai dengan hujan yang sangat deras.


"Jika badai seperti ini kemungkinan bisa sehari atau dua hari." Jawab Arlan.


"Benar. Mungkin bisa sampai 3 hari juga." Jawab Darren.


"Jika sampai 3 hari, sepertinya stok makanan kita tidak akan cukup." Jawab Alice yang memperkirakan dengan stok makanan yang ada di dalam kantong penyimpan miliknya.


"Tenang saja. Aku juga menyiapkan beberapa makanan yang aku dapat kemarin." Jawab Arlan yang mengeluarkan beberapa buah persik yang masih ada dan juga seekor kelinci dan ikan sungai yang di dapat oleh Arlan tadi pagi ketika sedang mandi.


"Dari mana?" tanya Alice.


"Bukannya tadi lagi aku mandi? Hanya melihat beberapa ikan yang dapat di konsumsi jadi aku menangkapnya dan memasukkan kedalam kantong penyimpanan. Sedangkan buah ini memang masih ada karena aku mengambilnya tadi hanya sedikit jadi kita bisa menggunakan buah ini selama seminggu juga bisa. " Jawab Arlan yang menerangkan stok makanan yang di simpan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2