
"Kami pasti akan kesana." Jawab Agi kepada Arlan.
"Kami juga berterima kasih kepada mu nona Alice, telah menyembuhkan kami semua." Jawab seorang wanita paruh baya yang telah di tolong oleh Alice saat di ruang bawah tanah.
"Semua juga karena perjuangan kalian untuk tetap bertahan hidup. Mulai dari sekarang jaga kesehatan kalian semua." Jawab Alice.
Arlan dan Alice meninggalkan desa dan berjalan kaki lagi untuk kembali.
"Akhirnya selesai juga." Jawab Alice kepada Arlan.
"Iya. Bagaimana jika kita mempercepat perjalanan kita?" tanya Arlan.
"Oke, lanjutkan." Jawab Alice yang lebih dulu berlari dengan cepat. Mereka menggunakan sihir untuk meringankan tubuh mereka dan juga melatih kekuatan fisik mereka di perjalanan dengan berlari.
Di tempat lain, Glen dan Freya lebih dulu ke istana Kerajaan Suhi, tempat Ayah Glen memimpin yaitu Raja Steven. Glen tidak mengatakan apa-apa kepada Ayahnya, saat mereka berdua sampai, mereka langsung ke guild kerajaan untuk mengambil misi yang sudah mereka tetapkan untuk di ambil saat di guild kerajaan Gasta.
"Pangeran Glen?" tanya penjaga guild.
"Aku ingin mengambil misi, ini, ini dan ini." Jawab Glen memberikan 3 lembar kertas misi.
"Pangeran dan nona Freya mau mengambil misi ini?" tanya penjaga guild.
"Iya, misi ini juga berada di tempat yang sejalan dan cukup untuk memberikan kami poin setelah menyelesaikannya." Jawab Glen. Setelah itu mereka pergi dari guild dan langsung melakukan perjalan menuju wilayah Arm yang terletak di bagian timur kerajaan Suhi.
3 misi yang berada di wilayah Arm adalah wilayah yang mengelola sumber daya alam yaitu pertanian, perkebunan dan peternakan. Selama 3 tahun belakangan ini, para penduduk mengalami kerugian dari gagal panen, kematian hewan ternak dan sebagainnya.
"Apa yang menjadi alasan mereka tidak mau mengambil misi ini?" tanya Freya kepada Glen.
__ADS_1
"Salah satu pekerjaan penduduk kerajaan Suhi adalah bertani. Beberapa orang memiliki sihir tanah yang bisa membantu mereka untuk bertani. Tapi bertani itu sendiri adalah tentang kegigihan, kesabaran dan kecintaan. Mungkin saja beberapa orang hanya memikirkan hal lain selain bertani, sehingga banyak orang yang lebih memilih misi yang sangat menjanjikan, atau mereka menganggap masalah pertanian bisa di selesaikan sendiri." Jawab Glen.
Glen dan Freya membutuhkan waktu setengah hari untuk tiba di desa Arm. Desa yang berada di bawah kaki gunung dan hutan dengan hamparan daratan seluas 100 Hektar. Daratan yang memiliki sumber alam yang baik dari masa ke masa namun tidak 3 tahun belakangan ini. Banyak padi yang tidak panen seperti biasanya, buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak tumbuh dengan baik. Tanaman yang tidak sehat dan peternakan yang tidak berkembang biak.
Glen dan Alice sudah berdiri di atas bukit melihat hamparan wilayah Arm.
"Ke arah mana dulu kita?" tanya Freya.
"Kesana dulu. Kita ke wilayah pertanian." Jawab Glen menunjuk ke arah persawahan, wilayah Arm di bagi menjadi 3 bagian dengan masing-masing mengelola sumber daya alam masing-masing.
"Oke." Jawab Freya.
Beberapa jam kemudian , mereka tida di gerbang Arm wilayah 1. Mereka langsung ke kantor guild kecil yang ada di wilayah Arm untuk mengetahui situasi yang terjadi pada penduduk Arm. Setelah mendengar mereka memutuskan untuk mencari penginapan namun saat perjalanan mereka bertemu dengan seorang petani tua yang sedang menjual hasil beras miliknya di pasar dengan harga yang murah.
Namun tidak ada satupun orang membelinya karena beras yang di jual olehnya adalah beras yang tidak layak di jual. Berbau, berkutu dan juga banyak tercampur dengan pasir.
"Apa yang bisa kau bantu?" tanya lelaki tua itu.
"Bisakah kami menginap di rumah bapak? Sebagai gantinya kami akan memberikan beras ini dan juga biaya sewa penginapan." Jawab Glen.
"Untuk apa kalian menginap di rumahku sedangkan di sini banyak penginapan. Apa kalian tidak memiliki uang sehingga ingin menumpang dengan ku?" tanya lelaki tua itu lagi.
"Tidak apa, kami hanya ingin mencari ilmu sedikit tentang pertanian. Ini 10 koin emas untuk mu. 3 koin emas untuk beras yang kau jual dan sisanya adalah biaya penginapan dan juga mengajari kami cara bertani." Jawab Glen kepadanya.
"Tapi saat ini pertanian kami sangat buruk."
"Tidak apa-apa kakek, karena hal itu juga yang membuat kami datang untuk mencari tau apa penyebabnya." Jawab Freya.
__ADS_1
"Apa kalian seorang penyihir?"
"Iya. Kami adalah penyihir yang mengambil misi untuk ke desa ini." Jawab Freya.
"Tapi rumah ku hanya sebuah gubuk yang tidak semewah penginapan."
"Tidak apa-apa." Jawab Glen dan Freya tersenyum.
"Baiklah, aku menerima tawaran mu. Aku akan membereskan ini, lalu kita ke gubuk ku." Kakek itu langsung membereskan dagangannya dan bergegas pulang bersama dengan Glen dan Freya.
Dan benar, saat tiba di rumah sang kakek. Kakek itu ternyata adalah seorang petani senior di sekitar penduduk desa. Rumah yang cukup di huni 10 orang dengan ruang tamu dan memiliki lumbung padi.
"Perkenalkan nama ku Glen dan ini Freya. Dan kakek siapa?" tanya Glen.
"Panggil aku kakek Ali. Aku adalah seorang petani senior di desa ini. Dan ladang padi dari awal kita masuk tadi Sampang di depan rumah adalah milik ku. Sedangkan yang lainnya di milik penduduk desa.
Hamparan ladang padi yang sudah panen, ada yang sudah hampir menguning, ada yang masih hijau berisi padi yang tunduk dan ada yang masih mulai tumbuh.
"Kenapa tumbuhannya berbeda-beda? Ada yang mau panen, ada yang baru saja di tanam, ada yang hampir kuning, ada yang mulai berisi." Jawab Freya.
"Nanti aku jelaskan, kita masuk dulu ke rumah ku." Jawab Kakek Ali. Mereka yang sudah masuk dan di persilahkan untuk duduk.
"Kalian di sini dulu, aku akan membersihkan tempat tidur kalian." Jawab Kakek Ali dengan ramah mengantarkan air putih kepada Glen dan Freya.
"Aku sudah 5 tahun di tinggal oleh istri dan kedua putra ku tinggal di kota. Satu menjadi penyihir kerajaan dan satu lagi menjadi seorang pedagang di kota." Jawab Ali kepada Freya dan Glen yang sudah duduk di kursi tamu.
"Istirahatlah dulu di kamar kalian masing-masing. Aku sudah membersihkan dua kamar untuk kalian. Kamar yang itu dan itu. Kalian sendirilah yang mengaturnya mau di kamar yang mana." Jawab Ali kepada mereka dengan menunjuk kamar yang sudah ia bersihkan.
__ADS_1
"Baiklah kakek Ali, kami akan meletakkan barang-barang dulu di kamar. Kakek jangan kemana -mana." Ucap Freya kepada Ali.