Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Bertemu Kawanan Serigala Gunung.


__ADS_3

Semua orang yang akan berangkat ke hutan terlarang telah berkumpul di depan pintu gerbang istana, tepatnya di portal sihir teleportasi. Viola, Aidan dan guru yang lain mengantarkan mereka.


"Jaga diri kalian baik-baik dan kembalilah dengan selamat." Ucap Viola kepada mereka. Semuannya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Arlan, Alice, Darren, Dylan, Aleda, Haura, Evan, Glen dan Freya berdiri di atas portal sihir. Mereka pergi meninggalkan istana ke arah perbatasan camp militer perang kerajaan Gasta.


"Kita ke camp?" tanya Arlan Alice yang paham mereka tiba di portal teleportasi camp kerajaan.


"Kita memang akan pergi ke hutan larangan dari sini." Jawab Darren kepada mereka.


"Sudah lama kita gak kemari. " Jawab Evan kepada Haura.


"Iya. Mungkin sudah sepuluh tahun lebih kita tidak pernah berkunjung." Jawab Haura.


"Guru juga tau tempat ini?" tanya Aleda dan Haura menganggukkan kepalanya.


"Kita tidak perlu masuk ke dalam camp, kita langsung saja berjalan dari sini ke hutan larangan." Jawab Darren.


Mereka semua mengikuti Darren yang membawa jalan menuju hutan larangan. Dari camp mereka akan berjalan di hamparan rerumputan hijau sejauh 5 km.


Mereka semua mengunakan peringan tubuh, ada yang berlari dengan cepat dan ada yang terbang. Selama satu jam mereka telah menyelusuri hamparan tanah yang berisi padang rumput yang hijau.


"Di sini tempat kita berlatih dulu." Jawab Arlan yang sedang berlari dengan Alice. Alice menganggukan kepalanya.


"Hamparan rumput hijau yang ada di Padang rumput yang selalu di rindukan." Jawab Haura.


"Aku paling suka jika memanen tanaman herbal yang sembarangan tumbuh di padang rumput ini." Jawab Evan.


"Apa masih lama?" tanya Glen.


"Lumayan." Jawab Darren.


"Kita akan melewati beberapa pepohonan menuju ke aliran sungai." Jawab Evan.


"Di sebrang aliran sungai kita akan memasuki daerah hutan awal sebelum ke hutan larangan." Jawab Haura.


Meraka berhenti di penghabisan padang rumput dan berjalan santai dibawah rindang pepohonan. Dan tidak terasa waktu sore hampir tiba.


"Kita lanjutkan saja perjalanan atau membuat tenda di sini?" tanya Darren.


"Lanjut saja, 3 jam lagi baru malam." Jawab Haura.

__ADS_1


"Oke. Kita istirahat sebentar. Setelah itu lanjut ke hutan awal." Jawab Darren.


Mereka semua menggunakan sihir peringan tubuh untuk terbang melewati sungai yang deras untuk ke hutan awal. Sampai di pinggir sungai hutan awal, mereka beristirahat sebentar untuk minum.


"Aku lupa memberikan kalian ini." Jawab Darren yang memberikan perfume hewan.


"Ini apa Papa?" tanya Alice.


"Uwkkkkkk." Freya yang mual dengan bau dari botol kecil yang di berikan oleh Darren.


"Ini apa?" tanya semuannya.


"Ini adalah perfume dari minyak hewan yang hidup di hutan ini. Gunakan minyak hewan ini di pakaian kalian saja untuk menyamarkan bau kalian sebagai manusia." Jawab Darren.


"Harus memakainya?" tanya Aleda yang tidak suka dengan baunya juga.


"Baiklah." Jawab mereka semua yang membaluri pakaian mereka dengan minyak kecuali Freya dan Aleda. Freya dan Aleda berbohong sudah memakai minyak hewan itu. Dan mereka semua kembali berjalan menuju ke arah hutan larangan. Mereka berjalan menelusuri hutan awal.


Mereka berjalan hutan awal bersama-sama namun tanpa sadar mereka sudah di intai oleh hewan berbulu jauh dari tempat mereka.


"Suasananya sedikit seram." Jawab Freya.


"Iya. Aku juga merasakan itu. Belum lagi masuk ke dalam hutan terlarang tapi keheningan yang sudah terasa." Jawab Aleda.


"Nona, kawanan serigala menuju ke arah kalian." Jawab Ema.


"Serigala?" tanya Alice.


"Iya." Jawab Ema.


Kalahkan kawanan serigala gunung akan mendapatkan poin 100 poin setiap ekor. (Layar sistem muncul di hadapan Alice dan Alice mengambilnya.)


"Berhenti." Jawab Darren yang menghentikan semua orang melangkah.


"Ada apa Senior?" tanya Haura dan Evan.


"Kawanan serigala sepertinya ke arah kita." Jawab Darren.


Semua orang membuat lingkaran dan saling membelakangi untuk menghadapi kawanan serigala.


"Apa kalian ada yang tidak menggunakan minyak hewan?" tanya Darren kepada mereka yang sedang bersiap.

__ADS_1


"Benar, mana mungkin aroma kita akan tercium jika di antara kita ada yang tidak menggunakannya?" tanya Glen.


"Aku memakainya walaupun itu sangat tidak enak wangi nya." Jawab Dylan.


"Aku juga memakainya." Jawab Alice.


"Apa jangan-jangan kau Freya tidak memakainya ?" tanya Arlan.


"Tidak, aku memakai parfum minyak hewan itu." Jawab Freya yang tidak mau mengaku.


"Maaf semuannya, itu aku. Aku yang tidak memakainya." Jawab Aleda yang terbata-bata mengatakan dengan jujur dan tertunduk malu mengakuinya.


"Sudah jangan saling menyalahi, sekarang fokus mengalahkan kawanan serigala itu." Jawab Darren.


"Kita harus bersiap." Jawab Alice.


"Auuuu." Para serigala sudah berhenti dan mengepung mereka semua.


"Kita kalahkan dulu mereka. Jika bisa, jangan membuat mereka mati. Buat saja mereka pingsan karena kawanan serigala gunung jangan sampai punah." Jawab Darren dan semuanya menganggukkan kepala.


Darren menggunakan sihir api mengarah ke serigala gunung Dan yang lain juga mengalahkan serigala gunung dengan sihir mereka masing-masing.


Ada yang mengenai kepala serigala sehingga serigala terjatuh pingsan. Ada yang mengalahkan kainnya yang membuat lumpuh sebentar. Ada yang menggunakan sihir listrik untuk membuat serigala gunung pingsan dengan bulu tubuhnya yang berdiri akibat listrik.


Dengan cepat mereka membuat 40 ekor kawanan serigala pingsan dan 1 ekor pemimpin serigala gunung yang sedang berkomunikasi oleh Alice.


"Pergilah dengan tenang, kami tidak membunuh kalian. Karena kami tidak ingin melukai kalian sejak awal. Kami datang kemari hanya untuk masuk ke hutan larangan." Jawab Alice membuat suara telepati kepada serigala. Pemimpin serigala gunung itu melihat sumber suara.


"Maaf sudah meremehkan kalian, kami hanya takut terancam sehingga menyingkirkan kalian dengan segera." Jawab Pemimpin serigala gunung.


"Mundurlah dan bawa semua anggota mu menjauh dari kami. Tapi ingat jangan melihat kesini ke arah ayah ku yang berpakaian hitam liris putih itu saja." Jawab Alice yang memarahi pemimpin serigala gunung menundukkan kepalanya ke arah Alice.


Serigala gunung itu mengerti apa yang di maksud oleh Alice menundukkan kepalanya ke arah Darren.


"Baik." Jawab Pemimpin serigala gunung yang menundukkan kepalanya ke arah Darren.


"Semuannya cukup." Jawab Darren melihat pemimpin serigala yang sudah menyerah.


"Auuu." pemimpin serigala memerintahkan anggota yang masih bisa berjalan dan tidak pingsan untuk berhenti. Mereka juga mengikuti perintah pemimpin serigala. Mereka perlahan-lahan mundur dengan membawa teman-teman yang pingsan akibat pertarungan ini.


"Mereka pergi?" tanya Freya.

__ADS_1


"Karena mereka tidak bisa menghadapi kita. Pakailah perfume minyak hewan itu agar tidak merepotkan lagi." Jawab Dylan kepada Aleda.


"Siap pangeran. Maaf atas keegoisanku kita mengalami hal ini." Aleda yang meminta maaf dengan tulus.


__ADS_2