Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Mengalahkan Induk Monster Belut Listrik Beracun


__ADS_3

Ema semakin khawatir tentang keadaan Alice. Ema sejak tadi sudah menggunakan telepati untuk berkomunikasi kepada Alice. Tapi tidak mendapatkan jawaban sehingga ia terus maju ke depan hingga melihat Alice yang sedang bertarung dengan seekor monster belut listrik beracun yang lebih besar dari sebelumnya.


"Nona." Panggil Ema yang sudah datang.


"Kau disitu saja Ema, serap semua monster belut listrik beracun yang sudah aku kalahkan untuk sebagai kekuatanmu. Jika Aku membutuhkan pertolonganmu. Saat ini Aku ingin mencoba mengalahkan induk dari monster yang dinamakan dengan King monster belut listrik beracun." Ucap Alice dengan telepati.


"Baik nona."Jawab Ema.


"Manusia brengs****, aku sudah menunggu 10 tahun untuk mengembangbiakan anak-anakku tumbuh dewasa sehingga dapat menelusuri sungai ini dan membasmi semua permukiman manusia yang tinggal di sekitar hulu sungai. Tapi kau telah menghancurkan semua rencana yang aku miliki." Ucap King monster belut listrik beracun.


Alice tidak ada berbicara sama sekali namun mengeluarkan seluruh kemampuan sihir miliknya untuk mengalahkan monster yang ada di hadapannya. Alice menggunakan sihir tanah untuk membuat dinding yang besar untuk king monster belut listrik beracun.


Aliran sungai yang terhenti dan air di penghalang dinding tanah hanya sedikit sehingga hanya merendam setengah dari tubuh king monster belut listrik beracun.


"Kau kira aku dapat mati jika tidak ada air?" tanya king monster dan lagi-lagi Alice tidak menjawab ucapan king monster belut listrik beracun. Ia membuat tanah dan air menjadi lumpur untuk membuat tubuhnya tetap bisa hidup.


Alice langsung membuat serangan berikutnya menggunakan api yang bersuhu 100 derajat dilemparkan ke arah king monster belut listrik beracun sehingga membuat lumpur menjadi keras dan menekan seluruh tubuh king monster belut listrik beracun untuk tidak dapat bergerak kembali karena lumpurnya telah mengeras.


King monster belut listrik beracun yang tidak dapat bergerak membuat dirinya mengumpulkan kekuatan sihir listrik dan racun yang disebarkan lewat udara untuk menyerang Alice. Alih-alih Alice menyerap kekuatan yang luncurkan king monster belut listrik beracun. Lalu Alice memberikan serangan balik dengan mengembalikan kekuatan listrik dengan beberapa kali petir yang mengarah ke tubuh king monster belut listrik beracun.


Kekuatan yang dahsyat itu Bahkan tidak dapat langsung membunuh king monster belut listrik beracun dengan begitu mudah karena matanya yang masih dapat bergerak dan mengumpulkan sisa tenaga untuk menyerang kembali Alice. Alice langsung mengarahkan kedua tangannya dengan 5 elemen yang dimiliki olehnya pada tegangan listrik dan terbang ke arah kepala king monster belut listrik beracun. Alice menebaskan pedang monster miliknya dari depan kepala king monster belut listrik beracun hingga ke ujung ekornya. Alice membuat tubuh king monster belut listrik beracun menjadi terbelah dua. Darah yang muncrat keluar setelah penebasan itu. Alice memerintahkan Ema untuk menampung darah yang keluar dari tubuh king monster belut listrik beracun.

__ADS_1


Ema dengan mudahnya menampung pada botol penyerap yang dapat penampung cairan hingga 1 danau. Alice mengambil inti monster yang dimiliki oleh king monster belut listrik beracun yang telah dikalahkan olehnya. Dan menyerahkan tubuh king monster belut listrik beracun kepada Ema.


"Nona, kita benar-benar untung banyak." Jawab Ema kepada Alice dengan tersenyum.


"Tentu saja. Serap sekarang dan jangan meninggalkan sisa dari pertarungan kita ini." Jawab Ema.


Ema menyerap tubuh king monster belut listrik beracun dan Alice menyerap inti sihir king monster belut listrik beracun. Mereka berdua meningkatkan sihir mereka setelah mengalahkan kelompok monster belut listrik beracun.


Alice yang membuka matanya setelah melakukan penyerapan inti monster belut listrik beracun dan merasakan bahwa seseorang sedang mengawasinya.


"Ema, ada seseorang yang sedang melihat kita." Jawab Alice kepada Ema yang sudah selesai menyerap tubuh king monster belut listrik beracun.


"Nona, tidak ada siapa-siapa." Ucap Ema kepada Alice.


"Dia sudah pergi. Aku kira dia hanya mengawasi." Jawab Alice kepada Ema.


"Sudahlah jangan fikirkan hal itu lagi. Sekarang aku ingin melihat level sihir milik mu." Jawab Alice kepada Ema.


"Baik nona." Jawab Ema.


"Kau semakin meningkat. Hampir ke tingkat dewa." Jawab Alice melihat sihir racun yang dimiliki oleh Ema.

__ADS_1


"Tentu saja. Semua ini karena aku sudah terlalu banyak memakan tubuh monster belut listrik beracun yang dikalahkan oleh nona." Jawab Ema tertawa kecil.


"Nona juga meningkat." Jawab Ema melihat status sihir pertahanan racun yang dimiliki oleh Alice. Alice sudah memiliki kekebalan terhadap seluruh jenis racun mematikan karena telah meningkatkan kekuatan racun yang didapat dari inti king monster belut listrik beracun.


"Sudah hampir pagi, lebih baik kita kembali" Jawab Alice kepada Ema. Ema yang berubah menjadi kucing di gendong Alice untuk kembali.


Pagi hari, Alice dan penduduk desa sudah bangun dan bangunan rumah yang di buat semalam oleh Arlan di kembalikan menjadi dataran tanah di hutan.


"Kita sudah bisa kembali ke desa." Ucap Arlan kepada penduduk desa karena dia telah mengecek bahwa air sungai sudah tidak tercemari lagi oleh racun.


"Kau yakin?" tanya Alice .


"Iya. Aku sudah mengecek bahwa aliran sungai sudah kembali jernih. Bahkan aku tidak menemukan tubuh monster belut listrik beracun di tempat semula. Mungkin sudah hanyut oleh air sungai." Jawab Arlan.


"Aku juga lupa, kenapa kita tidak membawa tubuh monster itu ke dalam alam spiritual untuk di simpan." Jawab Alice yang pura-pura lupa tentang tubuh monster.


"Tenang saja. Mungkin sudah di makan ikan piranha atau sudah tiba di lautan sehingga di makan oleh hiu." Jawab Arlan. Penduduk desa menjadi tertawa ketika Arlan mengatakan hal itu kepada mereka. Akhirnya mereka kembali ke desa.


"Kami tidak dapat berlama-lama disini, kami harus kembali ke istana." Ucap Alice kepada penduduk desa. Penduduk desa tidak mengizinkan mereka kembali sebelum menikmati pesta. Mereka ditahan sehari untuk menikmati pesta perayaan atas keberhasilan mereka berdua mengembalikan keamanan dan kesuburan desa. Dan di saat itu juga Alice menceritakan bahwa yang dihadapan mereka adalah pangeran mahkota, putra raja Ansel dari kerjaan Gasta yaitu Arlan Gasta. Penduduk desa sungguh terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Alice. Pagi hari berikutnya, Alice dan Arlan pamit untuk kembali.


"Aku harap dapat bertemu kembali dengan mu pak Agi, ingatlah untuk perlahan-lahan membangun desa Fungi menjadi berjaya kembali. Aku akan menunggu hasil panen dan sumber daya alam lainnya di kerajaan Gasta. Aku menunggu kalian nanti di istana." Jawab Arlan kepada Agi.

__ADS_1


__ADS_2