
"Nona juga mengambil misi lain selain dari misi mengumpulkan tanaman herbal? Lalu kenapa kita di sini? Dimana misi untuk mengalahkan monster kelelawar itu? " tanya Ema yang penasaran.
"Tidak jauh dari tempat ini." Jawab Alice dengan mengeluarkan sebuah peta yang sudah dituliskan di dalam kertas misi untuk menemukan monster kelelawar.
"Lihat, kita saat ini berada di titik ini dan tanda silang ini adalah gua monster kelelawar itu. Aku sengaja menyilangnya karena mungkin memang itu adalah sarangnya." Jawab Alice.
"Hmmm."
"Apakah kau tidak merasa sejak masuk ke dalam hutan?" tanya Alice.
"Maksud nona?" tanya Ema.
"Lihatlah keadaan hutan yang tidak banyak monster yang berkeliaran bahkan malam hari seperti ini tidak ada satu pun pergerakkan. Mungkin itu karena monster kelelawar. Di dalam informasi yang aku temukan di dalam misi ini, monster kelelawar di temukan di tengah malam. Dan banyak murid yang datang namun tidak pernah kembali. Bahkan beberapa penyihir kerajaan di kirim namun tidak kembali. Hanya beberapa penyihir kerajaan yang kembali karena memang mereka tidak melawan monster. Mereka hanya mengatakan bahwa melihat monster itu sedang memakan monster lainnya di dalam hutan. Pihak kerjaan belum ada tindakan apapun karena mereka belum pernah menerima kekacauan yang disebabkan oleh monster untuk penduduk. Mereka sudah memasang pelindung di pinggir hutan ke arah kota." Jawab Alice.
"Karena prajurit kerajaan masih memiliki banyak jadwal pembasmian monster yang lebih diutamakan." Jawab Ema.
"Benar, mereka juga mengatakan di dalam misi untuk mencari informasi sarangnya saja. Namun jika membunuhnya bukankah kita dapat koin yang banyak?" tanya Alice dengan tersenyum.
"Hahahah, nona benar. Jadi nona berfikir bahwa monster kelelawar itu ada di gua ini?" tanya Ema.
"Iya. Kita harus menemukannya malam ini. Saat ini kita bergantian berjaga. Aku ingin tidur lebih dulu, Ema kau pergi pantau gua itu. Beritahu aku menggunakan sihir transisi suara batin kita berdua." Jawab Alice.
"Baik nona." Jawab Ema.
Alice yang masuk ke dalam tenda untuk tidur sedangkan Ema yang menjadi kucing pergi ke depan gua untuk mengintai apakah benar itu adalah sarang Monster Kelelawar. Ema tertidur di atas batang pohon di depan gua.
__ADS_1
Alice yang sebenarnya di dalam tenda sedang memikirkan cara untuk mengalahkan monster kelelawar dengan mudah. Alice membaca buku monster kelelawar. Dan sedang melatih Indra mata dan pendengarnya.
Kicauan sayap-sayap kelelawar kecil dari gua berterbangan ke keluar. Ema yang melihat itu langsung melaporkan kepada Alice.
"Nona, sepenuhnya ada yang bergerak dari dalam gua untuk keluar." Jawab Ema.
"Nona itu hanya kelelawar kecil." Jawab Ema yang kembali tenang melihat kelelawar gua berterbangan keluar.
Tiba-tiba dua lampu berwarna merah dari mulut gua terlihat, lama kelamaan bentuk tubuh besar dengan kedua sayap di belakangnya. Ternya itu adalah seekor monster goa yang sesungguhnya.
"Nona, dia keluar. Dia benar-benar ada di goa itu." Jawab Ema dengan semangat.
"Jangan sembarangan bergerak, kelelawar memiliki kemampuan pendengaran yang tajam. Keistimewaan kelelawar adalah saat di malam hari, mereka mencari mangsanya atau mencari makanan di malam hari dengan cara ekolokasi saat terbang. Yaitu mereka dapat mengukur jarak dan mengetahui sekeliling dari pantulan bunyi, kemampuan kelelawar menggunakan suara dapat mengetahui di mana mangsanya berada. Mereka mampu mendengar bunyi ultrasonik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz, gelombang ultrasonik inilah yang di keluarkan kelelawar saat terbang untuk mencari mangsanya." Jawab Alice yang memerintahkan Ema untuk jangan panik.
"Aku mengerti. Aku akan diam saja menunggu nona datang." Jawab Ema.
"Baik nona." Jawab Ema
Monster Kelelawar itu keluar dari pintu gua dengan minat ke kanan dan kek kiri dengan sangat pelan. Ia sedang mendengarkan suara, suara paling keras dan banyak. Monster Kelelawar tiba-tiba berhenti melihat ke arah Ema yang sedang berada pohon.
Monster itu mendekat ke arah Ema namun di halangi oleh Alice yang sudah datang dengan menggunakan jubah hitam dan topengnya untuk menutupi identitas diri dan menggunakan pedang monster.
" Tingkat elemen raja?" tanya Alice ya sudah menghalangi monster kelelawar dan melihat level 9 yang ada pada. Di benar-benar sudah lama berlatih hingga berevolusi menjadi monster kelelawar yang kuat.
"Pantas saja para monster yang lain pada takut olehnya. Ternyata sudah berada di level elemen raja." Jawab Alice sendiri.
__ADS_1
"Nona terima kasih. Tapi aku ingin bertarung juga." Jawab Ema jangan langsung berubah bentuk menjadi seekor Chimera.
"Jangan ganggu dulu. Aku ingin melihat kemampuan level elemen raja." Jawab Alice dan tidak mengizinkan Ema untuk ikut bertarung bersama dengannya.
"Manusia? Sudah lama aku tidak makan daging manusiaaaa," panggil monster kelelawar yang sudah memiliki tingkat akal berfikir seperti manusia. Monster yang berada di level elemen raja sudah hampir mendekati kesempurnaan manusia.
"Jadi ini yang dinamakan tingkat elemen raja?" tanya Alice dalam hati.
"Aku tidak peduli apa tujuan kalian namun karena keberadaan kalian saat ini akan aku jadikan semua adalah kematian untuk kalian sendiri." Jawab Monster Kelelawar.
"Benarkah? Bahkan kita belum bertanding namun kau sudah memiliki kesimpulan seperti itu? Kita lihat saja siapa yang akan paham tentang hal itu." Jawab Alice yang tersenyum.
"Apa kekuatan ku sudah mampu melawan tingkat raja?" tanya Alice dalam hati yang melihat bahwa kekuatannya belum sepenuhnya kembali seperti masa lalu. Ali mengeluarkan pedang monster dan mengarahkannya ke monster kelelawar.
Kelelawar itu mulai mengaungkan suaranya sehingga membuat pasukan monster kelelawar bermunculan dari mulut gua. Ada pilihan prajurit yang keluar dan mengepung Alice dan Ema.
"Nona benar-benar tidak ingin aku bantu?" tanya Ema.
"Tidak. Aku ingin mencari lawan yang lebih tinggi di bandingkan dengan ku. Aku ingin melihat hasil dari apa yang sudah aku lakukan." Jawab Alice kepada Ema.
"Serang manusia itu dan bawa dia ke hadapan ku." Monster itu menyuruh pasukannya untuk menyerang Alice.
Alice maju dengan menggunakan pedang monsternya untuk mengalahkan satu per satu prajurit monster kelelawar. Prajurit-prajurit monster kelelawar itu hanya berada di tingkat dasar level 7 sampai 9.
"Nona memang hebat, dia bisa mengalahkan monster kelelawar prajurit yang berada di level yang sama dengannya begitu mudah." Jawab Ema yang tersenyum duduk melihat pemandangan pertarungan Alice dengan para prajurit kelelawar.
__ADS_1
Sayatan pedang monster mengarah ke leher, perut, dada, punggung, kepala dan sayap membuat luka yang dalam pada prajurit kelelawar. Alice dengan cekatan menggunakan pedang miliknya tanpa sihir.