
Setelah melewati sarang lipan, Haura bersama dengan Dylan dan Aleda kembali ke tempat hutan belantara dengan pepohonan yang amat tinggi dan besar.
"Akhirnya kita bisa melewati sarang lipan itu juga." Jawab Aleda yang sudah khawatir sejak tadi karena jika semua monster lipan itu bangun bisa saja mereka akan terjebak di tempat itu selamanya.
"Setelah ini kita akan kemana?" tanya Dylan.
"Hmmmm." Haura melihat langit dan sekitarnya. Langit yang masih gelap dan hutan yang terbentang luas.
"Sebaiknya kita mencari tempat untuk beristirahat. Hari semakin gelap." Jawab Haura.
"Guru aku melihat itu." Jawab Aleda yang melihat akar pohon yang begitu banyak dan membentuk seperti sebuah gua.
"Hmmm." Jawab Dylan dan Haura yang melihat apa yang di tunjuk oleh Aleda.
"Kita cek kesana." Jawab Haura.
Mereka yang berjalan dengan melewati 10 pohon besar menuju pohon yang ditunjuk oleh Aleda. Sampai di sana mereka melihat bahwa pohon itu begitu besar dan lebih besar dari pohon sekitar nya. Dan lebih tinggi dari pohon sekitar nya. Akar pohon yang melilit-lilit seperti gua seperti rumah burung seperti mulut gua. Akar pohon yang besar sekitar 50 cm dari tanah dan melingkar berbentuk lonjong dengan tinggi 3 meter dan kedalaman 5 meter.
"Ini bisa kita jadikan sebagai tempat sementara." Jawab Haura yang masuk ke dalam akar pohon dan melihat ke dalam dan sudah memeriksanya. Tidak ada apa-apa semuannya aman.
"Aku akan mencari beberapa makanan di sekitar." Jawab Dylan kepada Haura dan Aleda.
"Guru akan menyiapkan beberapa ranting pohon untuk menutupi akar pohon ini dan menyiapkan tempat tidur untuk kita." Jawab Haura.
"Aku juga akan membantu menyiapkan beberapa hal yang bisa di masak selama menunggu kalian." Jawab Aleda.
"Baik." Jawab mereka bertiga dengan kompak dan langsung melaksanakan pekerjaan masing-masing.
Dylan pergi ke arah utara dari posisi pohon besar berakar itu. Mengumpulkan beberapa ranting kering untuk kayu bakar. Selama mengumpulkan kayu bakar, Dylan menemukan pohon berry yang dapat di makan tumbuh liar di sekitar lahan tanah ia mencari ranting kayu.
"Berry hutan ini bisa untuk di makan." Jawab Dylan yang sudah memeriksa tanaman yang di lihatnya ini dan langsung mengumpulkan sebanyak yang bisa dia masukkan ke dalam kantong penyimpan.
__ADS_1
"Eh ini, " jawab Dylan yang melihat ada seekor kelinci yang keluar dari pohon berry itu. Dylan langsung menangkap kelinci itu tapi tak berhasil. Dylan mengikuti kemana kelinci itu pergi dan tersandung wortel.
"Aduh..." Ucap Dylan yang hampir terjatuh namun bisa seimbang kembali.
Dylan melihat benda yang membuatnya tersandung dan ternyata itu adalah wortel.
"Apa mungkin kelinci tadi itu mau mengambil ini?" tanya Dylan yang melihat sudah ada tanah yang di gali di sekitar wortel.
"Wortel disini cukup besar." Jawab Dylan yang melihat wortel berukuran setengah kilo satu batang saja. Dylan langsung mencabut wortel dengan menggunakan sedikit kekuatan air miliknya untuk mudah di cabut.
Dylan juga menemukan ubi jalar yang ada di sekitar beserta dengan kentang. Dylan mencabut perlahan-lahan dan memasukkan ke dalam kantong penyimpan. Dylan cukup lama mencari makanan yang akan di makan mereka.
Sedangkan Haura memotong beberapa akar pohon yang lurus-lurus untuk di tancapkan menjadi pagar pintu masuk. Haura juga membuat bolong di tengah dalam akar pohon yang akan di jadikan tempat istirahat mereka. Haura benar-benar merombak akar pohon yang seperti gua itu menjadi seperti sebuah rumah pohon yang berada di dekat tanah.
Haura menyelesaikan tugasnya dengan mudah karena menggunakan sedikit bantuan sihir untuk memasang atas atap akar agar tidak ada bolong dan jika hujan, air tidak akan masuk. Haura juga sudah memotong dan merapikan di dalam akar pohon untuk kayak di tempati.
Sedangkan Aleda sedang memotong-motong beberapa sayur dan daging yang masih ada di dalam kantong penyimpanan miliknya. Aleda memang sengaja menyetok banyak ke dalam kantong penyimpanan untuk misi di hutan larangan. Dan mulai meracik dan mulai memasak apa yang ada.
"Apa Dylan belum kembali?_ tanya Haura.
"Oh. Memasak apa?" tanya Haura.
"Sop daging sapi. Stok daging sapi yang aku bawak masih ada dan bahan rempah-rempah nya masih ada. Sehingga aku masih bisa menggunakannya." Jawab Aleda.
"Wah, wangi sekali." Jawab Haura yang mencium aroma dari uap masakan Aleda.
"Aleda, aku pergi mencari Dylan. Hari sudah hampir gelap, dia masih belum kembali." Jawab Haura.
"Iya guru Haura." Jawab Aleda.
Baru saja ingin pergi, Dylan sudah kembali.
__ADS_1
"Dylan, kenapa lama sekali?" tanya Haura yang melihat Dylan sudah kembali.
"Aku menemukan beberapa tumbuhan yang bisa kita makan." Jawab Dylan dengan mengeluarkan kentang, wortel, ubi jalar dan buah berry.
"Apa?" tanya mereka yang sudah melihat semuannya.
"Ini bisa untuk kita selama 2 Minggu." Jawab Haura yang melihat banyak.
"Hahahah." Aleda tertawa kencang melihat wajah Dylan yang cukup kotor.
"Lihat wajah mu? Kalian berdua pergilah membersihkan diri. Aku akan menyiapkan makanan kita." Jawab Aleda.
Dylan memasukkan kembali stok makanan yang di temukan olehnya ke dalam kantong penyimpan lalu pergi membersihkan diri dengan menggunakan sihir air miliknya. Kemudian mereka makan malam bersama lalu tertidur.
Mereka bertiga yang tidur pulas setelah menikmati makan dan mengunci tempat sementara mereka agar tidak ada hewan buas dan membuat pelindung sihir di sekitar. Namun terbangun akibat suara petir yang begitu kuat membludak. Kilat yang kemana-mana dan di ikuti dengan angin yang begitu kencang.
"Ada apa ini?" tanya Dylan yang membuka pintu dan melihat ke luar.
"Ada apa?" tanya Haura.
"Lihat guru Haura, sepertinya akan ada badai." Jawab Dylan.
"Anginnya begitu dingin dan kuat. Serta petir yang kencang yang begitu kuat terdengar. Benar, ini akan ada badai." Jawab Haura.
"Ada apa?" tanya Aleda yang baru saja bangun dan melihat kedua lelaki itu keluar dari rumah pohon.
"Lebih baik kita tetap masuk ke dalam." Jawab Aleda.
"Tik,...... tik...tik...." Hujan yang mulai turun dan seketika dengan cepat deras dan di sertai angin yang kencang. Dylan, Haura dan Aleda langsung cepat masuk dan melihat dari sela akar pohon yang bisa melihat ke luar. Keadaan di luar sangat kacau ..Angin, badai angin dan petir terlihat jelas. Angin yang membawa beberapa benda melayang di atas udara dan menabrak beberapa pohon dan benda lainnya .
"Sungguh mengerikan." Jawab Aleda.
__ADS_1
"Tidurlah, biar kami yang akan menjaga malam ini." Jawab Dylan.
"Iya. Kami akan melihat keadaan sekitar. Jangan kemana-mana sendirian." Ucap Haura kepada Aleda.