
"Jadi seperti itu, ngomong-ngomong ini adalah misi alpa pertama yang kami hadapi." Jawab Glen.
"Iya, selama aku menjadi siswa di akademi sihir dunia, aku hanya pernah menjalankan misi tingkat S secara individu atau kelompok. Tapi kali ini adalah misi alpha di atas misi S. Sedikit takut." Jawab Freya saat mereka sedang berjalan menuju tebing.
"Yang terpenting kalian jangan gegabah ketika di situasi nanti. Kali ini anggap saja sebagai bahan pelatihan kalian menghadapi musuh yang lebih kuat di bandingkan dengan kalian." Jawab Aidan.
"Baik guru. Tapi.... apa kami benar-benar bisa? Aku hanyalah tingkat dasar dan masih di level yang lebih rendah di bandingkan dengan 1 orc." Jawab Aleda.
"Itulah gunanya kalian memiliki tim. Jangan bertindak sendirian. Kalian harus mengalahkan beberapa orc dengan tim. Itu akan meminimalisir kekalahan." Jawab Aidan.
"Aku akan membagi 3 tim, kalian carilah pasangan kalian dan kalahkan 1 orc dengan 2 orang." Jawab Aidan.
"Aku tentu saja bersama dengan pangeran Dylan." Jawab Aleda yang merangkul Dylan langsung. Dylan hanya diam dan tidak menolaknya.
"Aku akan bersama dengan Glen." Jawab Freya yang merangkul tangan Glen juga.
"Tentu saja aku bersama dengan Freya." Jawab Glen.
"Yang tersisa?" tanya Aidan melihat Alice dan Arlan.
"Guru tenang saja, individu atau tim kami berdua bisa menghadapi 1 orc sendirian." Jawab Arlan.
"Laki-laki ini selalu saja sombong." Jawab Glen.
"Dia selalu bersikap arogan." Jawab Dylan dalam hati sambil melirik.
"Alice, jangan bertindak gegabah. Arlan, lindung Alice. Begitu juga dengan kalian. Saling melindungi satu sama lain dalam tim. Jangan sampai kalah." Jawab Aidan.
"Siap pak." Jawab mereka semua.
Mereka yang sudah membuat strategi dalam perjalanan akhirnya sampai di bukit.
"Pangeran Dylan, Pak Aidan." Panggil Jagger.
"Bagaimana situasinya?" tanya Aidan.
"Saat ini 250 orc berjalan menuju ke arah sini. Kami sudah menyiapkan beberapa baru untuk di jatuhkan dari tebing ini. Dan beberapa orang menghadang di akhir tebing ini. Tapi jumlah orc terus bertambah setiap satu menit. Dan tingkat kekuatan mereka adalah sihir level dasar tingkat 8 sampai 9." Jawab Jagger.
__ADS_1
"Kita memiliki berapa pasukan?" tanya Aidan.
"Aku yang memimpin dan 500 orang. 300 orang level dasar tingkat 9. 100 orang level menengah tingkat 9. 30 orang level puncak tingkat 1, 30 orang level puncak tingkat 3, 30 orang level puncak tingkat 5 dan 10 orang level puncak tingkat 9." Jawab Jagger.
"Dari segi kekuatan kita menang , tapi informasi yang aku terima bahwa level puncak tingkat 1 yang di kirim beberapa orang kalah dengan 1 orang orc. Kita tidak bisa merendahkan kekuatan musuh." Jawab Aidan.
"Kita memiliki rencana A yaitu dengan menjatuhkan batu-batu dari atas tebing ini dan menyerang mereka?" tanya Aidan.
"Iya." Jawab Jagger.
"Hmmmm, kalian berenam, apakah memiliki ide lain?" tanya Aidan.
"Apa kita membuat beberapa titik dengan formasi kelompok?" tanya Dylan.
"Kita membagi pasukan dengan perbandingan dari segi kekuatan?" tanya Jagger.
"Iya. Kita membuat titik itu untuk mereka." Jawab Dylan.
"Apakah seperti lapisan pelindung?" tanya Aidan.
"Boleh." Jawab Aidan dan Jagger menganggukkan kepalanya.
"Aku akan memerintahkan mereka." Jawab Jagger.
"Kita juga sudah membuat tim yang masing-masing terdiri 2 orang. Jadi kita buat 3 lapisan saja." Jawab Aidan.
"Oke." Jawab mereka yang setuju dengan hal ini. Alice yang tiba-tiba mengangkat tangannya.
"Kita akan kalah sebanyak apapun lapisan yang di buat." Jawab Alice yang membuat mereka semua terkejut.
"Apa maksudmu Alice?" tanya Aidan.
"Jika kita tidak menghentikan lingkaran sihir dungeon itu, kita tidak akan pernah menang. Yang menjadi faktor keberhasilan kita memang atau kalah adalah menghentikan lingkaran sihir yang mengeluarkan orc setiap menitnya."Jawab Alice.
"Benar juga." Jawab mereka yang menganggukkan kepala.
"Dalam pasukan ini yang paling kuat hanya beberapa orang yang berada di level puncak. Aku menyarankan untuk menyegel lingkaran sihir atau menghancurkan lingkaran sihir dungeon untuk membuatnya tidak aktif kembali. Atau di kerjaan Mizu ada yang levelnya sudah raja kecuali Raja Mizu?" Jawab Alice.
__ADS_1
"Benar juga, aku akan mengabarkan ini kepada Raja." Jawab Jagger.
"Anak guru pemikiran sama dengannya. Kenapa aku tidak memikirkan hal ini sejak tadi dan terfokus dengan pasukan yang akan melawan pasukan orc." Jawab Aidan dalam hati.
"Seperti biasanya, dia dengan cepat menganalisis situasi yang terjadi." Jawab Arlan dalam hati.
"Bagaimana perempuan ini bisa berfikir dengan cepat untuk mengambil tindakan seperti itu?" tanya Glen, Freya dan Dylan dalam hati.
"Bagus Alice." Jawab Arlan. Namun Alice masih tidak terlihat tenang.
"Kekuatan yang aku miliki sekarang hanyalah kekuatan level puncak tingkat 5. Aku hanya bisa mengalahkan 10 orc sekaligus dengan satu kekuatan setiap elemen. Namun, tidak semua elemen sihir yang aku miliki berada di tingkat puncak. Jika dengan bantuan pedang monster, mungkin aku bisa mengalahkan 100 Orc sekaligus saat melayangkan tebasan. Namun, itu hanya cukup 5 kali tebasan. Mungkin saja itu sudah cukup, namun aku tidak ingin memberitahu tentang kekuatan ku yang sebenarnya saat ini. Jadi cukup dengan kekuatan biasa dan serangan biasa." Jawab Alice dalam hati.
"Terima kasih telah mengingatkan kami tentang hal itu Alice. Kau sama seperti ayah mu." Jawab Aidan kepada Alice.
"Mungkin karena aku memang anaknya guru." Jawab Alice yang tersenyum.
"Benar, ayahnya adalah salah satu pahlawan dunia yang ku dengar kekuatan sihir apinya paling tinggi di seluruh di dunia. Bahkan aku mengidolakannya sejak kecil."Jawab Freya dalam hati.
"Apakah kekuatan dia sama seperti Ayahnya?" tanya Glen.
"Jadi perempuan ini memang anak pahlawan Darren yang memiliki sihir api dengan tingkat raja yang paling tinggi di seluruh dunia?" tanya Dylan dalam hati.
"Pangeran Dylan, siapa ayah dari Alice?" Bisik Aleda kepada Dylan.
"Darren Blossom." Jawab Dylan.
"Apa? Darren Blossom, pahlawan dunia yang kekuatan setara dengan raja-raja?" tanya Aleda yang baru saja mengetahuinya.
Jagger memberitahu strategi ini kepada pihak kerajaan. Dan pihak kerajaan sudah mengutus orang untuk menghancurkan lingkaran sihir dungeon. 1 orang tingkat raja pergi memenuhi perintah dari raja Kozi.
"Aku sudah memberitahu pihak kerajaan. Raja Kozi sudah memerintah 1 orang level raja dan 5 orang level puncak dengan tingkat berbeda untuk menyerang lebih awal." Jawab Jagger.
"Bagus. Kita bersiap dari sekarang." Jawab Aidan.
"Iya. Pangeran, aku meminta anda untuk memimpin pasukan." Jawab Jagger.
"Tidak perlu, ayah sudah memerintahkan mu memimpin pasukan ini dan aku hanyalah seorang murid Akademi Sihir dunia saat ini, bukan pangeran mahkota." Jawab Dylan.
__ADS_1