Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Menerima Misi Pertama Part 1


__ADS_3

Alice mengangkat tangannya untuk bertanya. Dan Aidan mempersilahkan Alice untuk bertanya.


"Sudah berapa orang yang telah meninggal selama ini dan bagaimana riset yang telah terjadi dari misi yang di hadapi orang-orang Yang meninggal karena misi?" tanya Alice.


"Kenapa ingin mengetahui?" tanya Arlan yang berbisik.


"Kenapa?" tanya Alice.


"Yang mereka hadapi tidak sesuai dengan informasi yang di dapat. Soal jumlah mungkin sekitar 128 orang." Jawab Aidan.


"Kau bisa datang ke perpustakaan untuk membaca tentang semua rangkuman itu." Jawab Arlan.


"Aku menantikan kau akan mengajaknya." Jawab Alice tersenyum.


"Oke." Jawab Arlan.


"Jika tidak seperti itu, aku yakin Arlan tidak akan mengajak ku untuk melihat." Jawab Alice dalam hati.


"Hmmm. Bagaimana dengan orang yang tidak mengambil misi sama sekali? Dan bagaimana jika misi gagal?" tanya Alice lagi.


"Sepertinya yang sudah aku katakan, misi mendapatkan poin. Poin yang kalian dapatkan akan menjadi tolak ukur kalian dalam penilaian akademi. Dan kalian akan mudah untuk menaikkan tingkat kalian semakin banyak mengambil misi. Dan jika tidak mengambil misi sama sekali, kalian harus keluar dari akademi ini. Jika misi gagal kalian tidak akan mendapatkan apa-apa bahkan jika kalian terluka. Tapi kalian tidak akan terkena hukuman." Jawab Aidan.


"Jadi seperti itu." Jawab Alice dalam hati.


"Ada lagi yang ingin bertanya?" tanya Aidan kepada mereka semua.


"Jika tidak ada, aku akan membagikan kalian cap sihir anggota guild siswa elit akademik sihir. Bawa kemari plakat kalian bertiga." Aidan menyuruh mereka untuk mendatanginya dan menyerahkan plakat miliknya. Mereka berjalan satu persatu dns menyerahkan plakat kepada Aidan. Aidan mencap stempel sihir ke dalam plakat mereka dan memberikan satu buah kantong penyimpan yang berisi 1 ruang kamar untuk ruang kantong penyimpan. Yang berarti hanya muat menyimpan barang di dalam satu kamar saja pada satu kantong penyimpanan yang diberikan Aidan.

__ADS_1


"Aku sudah membuat sihir di plakat kalian. Kalian hanya perlu datang ke guild dan memberikan plakat pengenal ini dan mengambil misi. Sedangkan untuk kantong penyimpanan bisa kalian gunakan untuk menyimpan barang-barang penting. Bisa koin emas, tapi penyimpanannya tidak terlalu besar." Jawab Aidan. Mereka bertiga menganggukkan kepalanya.


"Sedangkan yang lainnya, kalian sebagai senior mereka maka beritahu hal-hal yang harus di kerjakan, jadwal mendengarkan di kelas ini dan kapan saja boleh mengambil misi. Atau hal-hal lain yang ingin kalian sampaikan. Aku persilahkan., Namun, ada hal yang harus aku umumkan kepada kalian semua." Jawab Aidan yang membuat wajah semua orang tegang kecuali Alice, Dylan dan Arlan.


"Kerajaan Mizu muncul sebuah dungeon. Belum ada yang berani untuk masuk ke dalam dungeon tersebut sehingga belum tau berapa level dungeon itu. Atau hal lainnya. Oleh karena itu, misi ini kita harus menerimanya sebagai misi pertama kalian semua menjadi satu tim untuk masuk ke dalam dungeon." Jawab Aidan.


"Apa? Bukanya itu kerajaan pangeran Dylan?" tanya Freya.


Dylan diam saja dan melirik ke arah Arlan yang berdiri bersama dengan Alice.


"Beberapa monster muncul dari dungeon itu dan menghancurkan beberapa desa di sana. Para penyihir yang berada disana tidak berani mengambil resiko untuk masuk ke dalam dungeon dan mengalahkan monster yang ada di dalam. Mereka hanya berani melawan monster-monster yang keluar dari dungeon" Jawan Aidan lagi.


"Dungeon ini muncul karena adanya muncul portal beberapa monster. Bangkai monster itu yang menjadi sebuah dungeon dan akan mengakibatkan muncul portal lain. Pelajaran yang harus kalian ingat dengan baik, portal muncul dari dungeon. Dungeon muncul dari bangkai monster." Jawab Aidan.


"Bangkai monster biasanya akan di jual di guild untuk dijadikan sebuah penelitian atau sebagai hal lainnya yang berguna untuk kita. Tapi bangkai monster yang terlalu berlebih dan tidak di ketahui selama seminggu akan mengakibatkan munculnya dungeon." Jawab Aidan.


"Jadi seperti itu, pantas saja." Jawab Alice dalam hati.


"Jadi guru menyuruh kami semua menjadi satu tim untuk masuk ke dalam dungeon? Mencari informasi dari dalam dungeon bahkan jika memungkinkan menghancurkan dungeon. Ini adalah misi pertama yang harus kami isi sebagai 6 petarung elit?" tanya Alice dalam hati.


"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan. Pergi bersiap, 6 jam lagi kita kumpul di perbatasan untuk pergi ke kerajaan Mizu." Jawab Aidan. Alice mengangkat tangannya.


"Ada apa Alice?" tanya Aidan.


"Jika kita ingin datang ke kerajaan Mizu dan kita belum mengetahui banyak kondisi yang terjadi di sana. Bukankah kita harus bertanya langsung kepada Pangeran Dylan yang mungkin bisa menjelaskan situasi? Kita tidak bisa asal masuk ke dalam dungeon jika memang taruhannya nyawa. Kita harus mengetahui monster mati sehingga tercipta dungeon. Warna, tekstur atau monster apa yang sudah keluar dari dungeon? Bukankah itu semua bisa di ketahui jika dilihat dari luar?" tanya Alice.


"Apa-apaan dia?" tanya Glen dalam hati.

__ADS_1


"Perempuan ini berani sekali berbicara seperti itu kepada Pak Aidan." Dalam hati Freya.


"Dia dengan mudahnya memerintah Dylan untuk menjelaskan?" tanya Aleda.


"Perempuan ini kenapa bisa berfikir seperti itu?" tanya Dylan dalam hati.


"Kau selalu berhati-hati." Jawab Arlan dalam hati sambil tersenyum melihat Alice.


Semua orang tercengang dengan apa yang dipertanyakan oleh Alice.


"hahahahha." Aidan yang tertawa setelah diam sejenak mendengar pertanyaan Alice.


"Kenapa guru tertawa?" tanya semua orang yang melihat Aidan.


"Kau benar-benar anaknya." Jawab Aidan dalam hati dan menghentikan tawanya.


"Kenapa guru tertawa? Apakah pertanyaan ku salah?" tanya Alice yang heran.


"Tidak. Pertanyaan mu di luar ekspektasi yang aku bayangkan." Jawab Aidan.


"Aku baru saja memberikan sedikit informasi dan kau dengan cepat memikirkan strategi mengumpulkan informasi. Aku suka itu." Jawab Aidan.


"Maksudnya guru?" tanya Glen.


"Kerajaan Mizu memang hanya memberikan informasi yang aku katakan kepada kalian barusan. Tapi, apa yang dikatakan oleh Alice adalah hal yang sudah akademi tanyakan lewat guild. Kemungkinan kita akan mendapatkan jawabannya beberapa jam lagi." Jawab Aidan yang serius.


"Jadi, Alice memiliki pemikiran yang sama seperti apa yang difikirkan para guru dan Guild?" tanya Glen.

__ADS_1


"Iya. Cukup mengejutkan. Alice bisa aku bertanya tentang hal ini? Bagaimana kau bisa memikirkan pertanyaan itu?" tanya Aidan.


"Hmmmmm. Terpikirkan begitu saja pak. Aku hanya menyimpulkan dari beberapa buku yang aku baca saat sekolah di desa. Beberapa hal harus di perhatikan secara keseluruhan, sehingga dapat menyimpulkan. Informasi yang disimpulkan dari data yang dibutuhkan akan membantu kita dalam bertindak untuk menjalankan rencana keberhasilan. Bukankah itu normal?" tanya Alice kepada Aidan kembali.


__ADS_2