Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Turun dari Tebing


__ADS_3

Evan, Glen dan Freya sedang melihat semua pertarungan monster kadal api dengan monster lalat yang terus bertarung satu sama lain. Mereka bertiga yang dengan erat sedang memegang rerumputan di sekitar tebing. Karena jika mereka terbang bisa saja menarik perhatian monster kadal api.


"Guru, ini seperti ginseng puluhan tahun." Jawab Glen yang sedang memegang daun ginseng di tebing.


"Aku juga." Jawab Evan yang juga mendapat ginseng yang sama.


"Apa ini juga termasuk?" tanya Freya yang mencabut juga ginseng yang ada di depannya.


"Iya." Jawab Glen dan Evan yang sedang menganggukkan kepalannya.


"Pelan-pelan kita mencabut ginseng selama mereka bertarung. Dan kita harus turun dari pegunungan ini ke sana." Jawab Evan.


"Baik guru." Jawab Glen dan Freya.


Glen dan Freya bersama-sama merayap turun ke bawah sambil mengumpulkan gingseng yang di lihat mereka selama turun ke bawah. Evan juga melakukan hal yang sama seperti Glen dan Freya. Mereka bertiga berhasil meninggalkan kawah putih.


"Akhirnya kita sampai." Jawab Freya yang sudah turun terakhir dari Glen dan Evan yang lebih dulu sampai di sebuah dataran tebing tanah.


"Aku mendapatkan 10 gingseng." Jawab Glen.


"Aku mendapatkan 15 gingseng." Jawab Evan.


"Aku hanya dapat 7 gingseng." Jawab Freya.


"Bagus. Ini sudah menjadi berkah untuk kita mendapatkan ginseng puluhan tahun ini tempat ini." Jawab Evan.


"Sepertinya kita tidak perlu menetap di sini." Jawab Glen yang melihat sekitar.


"Benar juga. Ini masih tebing yang dekat dengan puncak. Aku rasa ini akan terkena guncangan dari monster kadal api. Kita ke bawah lagi saja." Jawab Glen.


"Iya juga. Kita turun ke bawah lagi, kalau bisa ke dasar dari bukit ini." Jawab Evan.


"Tapi...." Freya yang melihat ke bawah terlihat kabut menyelimuti tebing dan tidak melihat dasar dari tebing ini.


"Tidak apa-apa. Pelan-pelan saja." Jawab Glen.

__ADS_1


"Aku akan duluan, setelah itu Freya dan kemudian Glen. Selagi kita turun kita akan mengecek apakah ada obat herbal lainnya yang bisa di ambil." Jawab Evan.


"Baik." Jawab mereka berdua dan turun ke bawah pelan-pelan.


Mereka turun ke bawah dengan menggunakan batu-batu yang menempel di tebing dengan perlahan. Turun sambil melihat tanaman yang mereka lewati. Beberapa tanaman herbal yang bisa di ambil dan di simpan oleh kantong penyimpanan.


Mereka tidak bisa menggunakan kekuatan sihir untuk terbang turun ke bawah tebing karena tidak ingin kehadiran mereka dapat di lihat oleh monster. Mereka juga tidak mengetahui apa yang ada di bawah mereka.


Beberapa perjalan panjang mereka turun dari bukit terdengar suara deras air.


" Apa ini suara air?" tanya Evan.


" Aku juga mendengarkannya." Jawab Glen.


"Apa itu suara air sungai? Tapi aku masih melihat kabut di bawah, belum ada melihat apapun selain kabut." Jawab Freya.


"Benar juga. Mungkin itu adalah air terjun." Jawab Evan.


"Freya, coba gunakan sihir api mu untuk di jatuhkan ke bawah melihat apa yang ada di bawah." Jawab Glen.


"Kita gunakan ranting ini saja." Jawab Glen yang memberikan ranting pohon kering yang ditemukan oleh nya di tebing. Ranting itu diberikan kepada Freya untuk di bakar dan di jatuhkan ke bawah.


"Boleh. " Jawab Evan yang memberikan izin kepada Freya dan Glen untuk membuat penerangan melihat apa yang ada di bawah mereka.


Freya langsung mengambil ranting itu dan langsung mengeluarkan sihir apinya untuk membakar ranting dan menambahkan kekuatan sihir sedikit untuk membuat api di ranting tetap menyala dan tidak mati karena angin. Freya menjatuhkan ranting itu dan mereka bertiga fokus kepada ranting yang di jatuhkan Freya ke dasar tebing.


Glen, Evan dan Freya melihat ranting itu jatuh sekitar 60 meter dari mereka dan terlihat itu adalah air yang mengalir.


"Sungai? Benar apa yang aku katakan bukan?" tanya Freya kepada Glen dan Freya.


"Tapi suara yang deras ini mungkin bukan hanya sekedar dari aliran sungai yang deras tapi pasti tidak jauh dari aliran sungai ini ada air terjun." Jawab Evan.


"Kita harus pelan-pelan guru. " Jawab Freya yang mengatakan hal ini kepada Evan.


"Iya. Kita harus hati-hati mulai sekarang. Sebentar lagi kita akan turun ke bawah. Dan kita tidak tau apa yang ada di dalam sungai itu. Dan terlihat di bawah benar-benar hanya sebuah sungai yang di kelilingi tebing-tebing besar ini." Jawab Evan.

__ADS_1


"Kita gunakan saja beberapa batang kayu yang ada di bawah tadi untuk sebagai sampan singkat." Jawab Glen.


"Benar. Cukup satu batang pohon sedang itu untuk satu orang. Kita akan menelusuri sungai ini." Jawab Evan.


"Tapi aku...." Jawab Freya.


"Dengan ku saja." Jawab Glen yang menawarkan diri.


"Terima kasih." Jawab Freya yang tersenyum.


Mereka perlahan-lahan turun dan sampai di sebuah pohon yang menjulang di tebing dengan diameter 3 meter dan tinggi 20 meter. Evan langsung mengeluarkan pedang miliknya dan mereka bertiga di atas batang kayu itu. Glen berada di ujung, Freya berada di tengah dan Evan berada tepat di akar pohon.


Evan yang sudah mengeluarkan pedang miliknya langsung menggunakan sedikit kekuatan untuk memotong pohon besar itu sebagai perahu mereka menelusuri sungai.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Evan kepada Glen dan Freya.


"Siap guru." Jawab Glen dan Freya.


"Pegangan yang erat. Dalam hitungan ke tiga aku akan memotongnya." Ucap Evan dan mereka berdua menganggukan kepalannya.


"Satu, dua, tiga....." pohon itu terbelah dan jatuh ke sungai.


"Arghhhhh." Freya yang sedikit takut saat mereka yang berada sekitar 20 meter dari permukaan sungai.


"Blrrrrr." Suara pohon besar yang di naikin oleh Glen, Freya dan Evan sudah jatuh ke sungai dan mereka di hanyutkan oleh aliran sungai yang begitu deras.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Evan yang langsung bertanya saat mereka sudah berhasil mendarat di atas permukaan air sungai.


"Aku tidak apa-apa guru." Jawab Glen.


"Aku juga." Jawab Freya yang memeluk punggung Glen karena takut. Sedangkan Glen memegang kedua ranting yang kuat dari pohon itu dengan kedua tangannya sehingga ia memberikan keseimbangan untuk tetap berada di atas pohon itu.


"Baguslah. Tempat ini benar-benar gelap di selimuti kabut sejak tadi. Entah apa yang ada di depan tapi aku harap semuannya akan baik-baik saja." Jawab Evan.


"Iya guru. Aku tidak melihat apa-apa bahkan dirimu yang 5 meter jauh dari kami." Jawab Freya.

__ADS_1


"Aku hanya mendengar suara mu." Jawab Glen. Mereka yang masih di atas pohon tapi tak melihat karena kabut.


__ADS_2