Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Mendapatkan Harta Peninggalan Di Gua Tikus


__ADS_3

"Jadi itulah yang membuat mu menyuruh ku untuk segera bangun dan kemari?" tanya Alice.


"Iya nona." Jawab Ema.


"Baiklah. Jerry, ada yang ingin aku tanyakan beberapa hal kepada mu." Jawab Alice.


"Katakan nona, apa yang ingin nona Alice ketahui?" tanya Jerry.


"Kenapa kau bisa di hutan ini? Bukannya tikus pemburu harta karun sudah lama punah? tanya Alice.


"Ini adalah persembunyian majikan ku terdahulu nona. Tapi karena dia sudah meninggal dan memberikan ku kutukan membuat aku tetap berada di gua ini. Kemanapun aku pergi aku akan kembali ke gua ini. Jadi aku tidak bisa berlama-lama keluar dari gua ini. Hanya ada waktu 7 hari untuk ku keluar dari gua ini dan akan kembali lagi kemari. Majikan ku dulu adalah penyihir ilmu hitam, dia memiliki kekuatan terhadap racun yang mematikan dan pola sihir yang aneh. Karena kekacauan yang terjadi 100 tahun yang lalu, dia mengalami luka berat dan meninggal di tempat ini." Jawab Jerry menjelaskan tentang manjikannya terdahulu.


"Lalu kenapa dia harus menyegel mu, maksud ku memberikan kutukan kepada mu?" tanya Alice.


"Majikan terdahulu sebenarnya adalah orang yang baik walaupun dia adalah seorang penyihir hitam yang mengembangkan banyak racun di dunia ini, tapi dia melakukan semua itu karena obsesi dirinya yang terlalu menyukai racun. Dan soal kutukan ku itu, semua karena racun yang ditemukan oleh nya dan di teliti oleh nya." Jelas Jerry.


"Berkaitan dengan racun?" tanya Alice.


"Iya. Nona akan mengerti jika aku memperlihatkannya, namun sebelum itu nona harus meminum ramuan ini lebih dulu." Ucap Jerry yang memberikan sebuah botol kepada Alice.


"Ini apa?" tanya Alice.


"Ini adalah penawar dari racun yang akan kita lihat." Jawab Jerry.


"Tapi tubuh nona adalah tubuh yang kenal terhadap racun apapun. Begitu juga dengan ku yang sudah di berikan kekuatan itu dari nona." Jawab Ema.


"Tidak apa-apa Ema. Kita ikuti saja ucapan dari Jerry." Jawab Alice.

__ADS_1


"Baik nona." Jawab Ema.


Mereka berdua memakan obat penawar itu lalu di ajak oleh Jerry masuk ke dalam dungeon milik majikan Jerry dahulu.


"Ini adalah dungeon milik tuan Kara. Dia membuat dungeon ini untuk menyembunyikan dan mengembangkan berbagai jenis racun yang sudah di kumpulkan oleh nya selama ini." Jawab Jerry.


Alice dan Ema melihat jajaran lemari yang berisi banyak botol racun yang ada di dalamnya. Tempat penelitian yang begitu menakjubkan dengan alat-alat dan jajaran buku yang ada di rak serta meja penyihir. Alice mengikuti Jerry dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Terlihat jelas ruangan yang berisi botol racun, ruangan berisi penawar racun, ruangan perpustakaan yang berisi buku-buku, ruangan penelitian dan ruangan tempat tidur. Terkahir, Jerry menunjukkan ruangan harta Karun.


"Apa?" tanya Ema yang melihat banyak emas, permata, kristal, pedang dan lainnya ada di dalam ruangan itu.


"Itu adalah hasil harta yang di tinggalkan tuan Kara dan juga harta yang aku ambil selama tuan Kara tidak ada. Semua harta ini sudah menjadi milik mu nona dan bukan hanya ini, tapi dungeon ini adalah milik nona sepenuhnya. Karena nona adalah majikan yang sekarang." Jawab Jerry.


"Aku benar-benar beruntung." Jawab Alice sama hati.


"Nona Alice ayo keluar ruangan." Ucap Jerry yang mengajak Alice untuk keluar. Mereka memang berada di dalam sebuah rumah saat perpindahan dari gua tikus ke dungeon.


Alice semakin terkejut dengan pemandangan yang ada di luar. Jajaran tanaman obat, tanaman beracun dan peliharaan hewan-hewan ternak di pelihara dengan baik.


"Saya adalah pengurus dungeon milik tuan Kara yang sekarang sudah menjadi milik nona Alice. Nona Alice bisa memanggil saya Ana.Terima kasih sudah membebaskan kami." Jawab Ana yang seorang goblin.


"Ana sama dengan ku, kami melayani tuan Kara di masa lalu. Ana juga tidak dapat keluar dari dungeon ini karena kutukan yang diberikan oleh tuan Kara. Namun saat ini kutukannya sudah terhapus karena nona Alice. Ana bisa keluar masuk dungeon dengan bebas." Jawab Jerry.


"Tunggu, maksudnya Ana selama ini tidak pernah keluar dari dungeon ini?" tanya Alice.


"Iya. Itulah perjanjian ku dengan tuan Kara ketika beliau menyelamatkan ku dari bencana. Aku akan mengurus semua hal yang ada di dalam dungeon ini." Jawab Ana.


"Baiklah aku mengerti. Jerry, Ana. Aku tidak akan pernah membatasi ruang lingkup kalian. Jika kalian mau bebas dari kontrak ku maka katakanlah. Kalian berhak pergi kemanapun yang kalian inginkan tanpa persetujuan ku. Aku tidak akan membatasi kalian." Jawab Alice.

__ADS_1


"Tidak nona, kami akan melayani anda sepenuhnya karena itu adalah janji kami bedua jika kami sudah di bebaskan dari tuan Kara." Jawab Ana.


"Baiklah, jika itu pilihan kalian. Tapi jika kalian ingin pergi maka pergilah jangan menahan diri untuk di dalam dungeon ini saja. Dan kalian pasti akan ku ajak kemana pun aku berada. Aku akan memperlihatkan kalian pada dunia yang luas." Jawab Alice tersenyum.


"Kami akan mengikuti kemanapun nona akan pergi." Jawab Ana.


"Nona aku ingin pergi jalan-jalan melihat sekitar." Jawab Ema dan Alice menganggukan kepalannya.


"Nona kita pergi ke pekarangan halaman belakang rumah. Di sana ada terdapat tempat yang aku ingin tunjukan ke sana." Jawab Jerry.


"Apa kau sudah memberikan penawarnya?" tanya Ana.


"Sudah." Jawab Jerry.


Mereka pergi ke halaman belakang rumah. Alice melihat jajaran pohon bambu yang tertanam di belakang halaman rumah dengan jalan menuju sebuah tempat.


"Bambu-bambu ini adalah formasi untuk menghalangi racun tersebar keluar." Jawab Ana.


Mereka tiba di sebuah kolam dengan air berwarna hitam pekat dengan sebuah tengkorak kepala yang cukup besar yang di tutupi oleh kabut beracun.


"Jadi ini alasan kalian meminta ku meminum penawar karena kabut ini beracun yang di keluarkan dari air kolam ini?" tanya Alice yang sudah mengetahui saat dirinya menghirup udara kabut.


"Bagaimana nona bisa mengetahui?" tanya Jerry.


"Racun ini sangat tidak asing bagi ku." Jawab Alice dalam hati dan melihat sekitar kolam yang penuh dengan kabut. Alice melihat sebuah tanduk besar yang sudah menjadi tulang belulang.


"Apa itu?" tanya Alice.

__ADS_1


"Itu adalah tulang kepala monster yang di bawa oleh tuan Kara kemari. Kepala monster itulah yang menjadi penyebab racun mematikan yang di teliti oleh tuan Kara sendiri." Jawab Jerry.


"Aku ingin melihat jelas bentuk tulang kepala dari monster ini." Jawab Alice dengan menggunakan sihir udara miliknya untuk menyingkirkan kabut yang menutupi tulang kepala monster di dalam kolam.


__ADS_2