Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Mengumpulkan jamur herbal di gua


__ADS_3

Arlan yang melihat Alice dengan tertidur pulas langsung membalikkan tubuhnya untuk keluar dari tenda dan kembali di depan api unggun hingga matahari menjelang terbit.


"Sudah bangun?" tanya Arlan kepada Alice.


"Iya. Bagaimana dengan mu? tanya Alice ke Arlan.


"Baik." Jawab Alice.


"Baguslah." Jawab Arlan yang langsung berdiri dan masuk ke dalam tenda miliknya.


"Pagi paman." Jawab Arlan yang menyapa Darren keluar dari tenda.


"Bagaimana dengan penjagaan tadi malam?" tanya Darren kepada Arlan


"Aman paman." Jawab Arlan.


"Tidurlah. Aku akan membangunkan mu nanti." Jawab Darren dengan menepuk pundak Arlan.


"Tidak paman, aku mau mengambil handuk yang aku tinggal di dalam tenda. Aku akan mandi dulu, bukannya kita mau masuk ke dalam gua itu?" tanya Arlan.


"Baiklah." Jawab Darren yang meninggal Arlan.


Alice yang langsung ke sungai mencari air dan mencuci beberapa sayuran yang di temukan ia di dalam hutan tadi malam di cuci bersih untuk di masak pagi ini.


Selesai itu Alice langsung memasak dan di bantu oleh Darren untuk menyiapkannya. Mereka bertiga sarapan bersama sebelum melanjutkan petualangan untuk masuk ke dalam gua.


"Dari mana dapat sayur ya?" tanya Arlan.


"Iya. Sayuran ini aku temukan di pinggir sungai tadi. Setelah selesai mandi." Jawab Alice yang berbohong.


"Iya juga. Aku melihat beberapa sayuran tadi." Jawab Arlan yang membenarkannya.


"Apa kita udah siap untuk masuk gua?" tanya Alice.


"Setelah sarapan kita akan masuk ke dalam gua." Jawab Darren.


"Baiklah." Jawab Alice dan Arlan.


Mereka yang sudah selesai sarapan langsung pergi menuju ke arah gua. Di dalam mulut gua mereka bersama-sama melangkah dengan bantuan obor sebagai penerang.

__ADS_1


"Tunggu dulu, aku ingin memeriksa sesuatu." Jawab Arlan yang membuka jamur herbal yang sudah di tutupi oleh tanah dan diberi perlindungan untuknya.


"Masih sama." Jawab Arlan.


"Benar juga. Belum ada perubahan, bahkan satu inch pun belum ada tumbuh." Jawab Alice yang mengukur jamur herbal yang masih tunas itu. Alice dengan teliti mengukur jamur herbal dengan ukuran miliknya semalam dan meneliti apa yang sebenarnya terjadi.


"Biarkan saja. Memang lama ." Jawab Darren yang memerintahkan mereka untuk masuk ke dalam gua. Arlan dan Alice mengiyakan perintah dari Darren. Meraka bertiga melanjutkan petualangan untuk masuk ke dalam gua. Sampai di depan 3 buah lorong di dalam gua.


Alice, Arlan dan Darren berhenti.


"Kalian akan kemana?" tanya Darren.


"Sepertinya aku akan mabil ke kanan." Jawab Alice.


"Aku akan ke kiri." Jawab Glen.


"Baiklah. Aku akan mengambil ke arah depan yaitu pertengahan lorong." Jawab Darren.


"Kalau ke sana aku mau ngapain lagi. Tadi malam aku sudah menelusuri lorong itu." Jawab Alice dan Arlan secara bersamaan dalam hati karena mereka berdua sudah mengetahui apa yanga ada di dalam nya.


Alice yang masuk ke dalam lorong gua yang sebelah kanan dan pertama sendiri melihat apa yang ada di dalam. Alice melangkah demi melangkah sampai tujuan tapi itu akan lama jika memang tujuannya memang sama.


Alice langsung mencabut beberapa kristal biru yang berada di dinding dan menyimpan di dalam kantong penyimpanan.


Alice menemukan lorong gua yang sudah buntu. "Jadi ini yang dinamakan lorong gua. Aku sudah alama menantikan hal ini tapi." Jawab Alice sendiri dan hati. Dan tiba-tiba beberapa jamur herbal yang tubuh dan siap di panen berada di pinggir jalan.


"Jamur herbal?" tanya Alice langsung membuka mata dan memetik jamur herbal dan berada di pinggir kristal yang. Alice langsung berhenti jika semua sudah selesai...


Sedangkan Arlan yang mahal kedalam gua sebelah kiri langsing berjalan ke dalam gua dan melihat bahwa tidak ada jebakan dan ia berjalan dengan santan ke dalamnya.


Arlan menemukan hal yang sama seperti apa yang di temukan oleh Alice. Batu kristal yang di sekitar ya ada jamur herbal. Arlan juga mengambil batu kristal serta jamur nya. Tapi tenang saja, aku akan mengumpulkan dengan cepat agar aku tidak salah memilih. Arlan itu terkadang bertemu dengan orang-orang dengan bersikap dingin. Tapi tidak dengan kamu. Jawab Arlan dalam hati.


Sedangkan Darren yang sedang berada di lorong tengah gua masuk dan melihat dinding. Darren melihat terus apa yang ada di dalam dan menemukan hal yang sama seperti apa yang ditemukan oleh Arlan dan Alice.


Darren juga menemukan kristal beku yang berwarna biru dan sekelilingnya itu ada jamur herbal. Betapa senangnya Darren menemukan jamur herbal. Darren langsung memasukkan semua kristal dan juga jamur herbal.


Mereka bertiga keluar dari tempat itu dan bertemu di depan lorong gua. Dan sing bercerita apa ya h mereka alami.


"Aku hanya menemukan kristal ini dan jamur herbal ini." Jawab Alice.

__ADS_1


"Aku juga." Jawab Arlan.


"Tentu saja aku juga." Jawab Darren.


"Apa?" tanya Arlan dan Alice yang terkejut dengan Darren yang mendapatkannya hal yang sama.


"Bukannya sudah menjadi gua yang buntu?" hanya Arlan dalam hati.


"Kenapa bisa sama? Padahal aku melihat dengan jelas hanya ada dinding dan tidak ada apa-apa kecuali portal itu?" tanya Alice dalam hati.


"Kenapa wajah kalian berdua?" tanya Darren.


"Tidak apa-apa papa." Jawab Alice yang gugup.


"Tidak ada paman. Oh ya berapa ya h paman hasilkan?" tanya Arlan.


"Hanya ada 110 jamur herbal dan kristal ya mungkin ada 50 kg." Jawab Darren.


"Banyak sekali." Jawab mereka berdua yang bertepuk tangan.


"Aku juga mendapatkan 160 jamur herbal. Dan 100 tahun kristal. Bagaimana dengan mu?" Jawab Alice.


"Aku hanya mendapatkan 100 jamur herbal dan 100 kg kristal yang aku ambil panen." Jawab Arlan tersenyum.


"Hahahaha kerja bagus." Jawab mereka yang begitu bahagia mendapatkan jamur herbal yang di cari oleh mereka.


"Sepertinya ini cukup dalam pencarian kita. Tidak perlu kita mencari lagi untuk sementara waktu. Kalian istirahat lah." Jawab Darren yang begitu bersemangat memberi semangat kepada orang lain.


"Baik Papa. " Jawab Alice yang setuju dengan ucapan Darren. Arlan hanya menganggukkan kepalanya dan mengiyakan apa yang sudah di sampaikan oleh Darren.


"Ini cukup aneh. Kenapa tidak ada satu pun hewan atau monster yang kita temui padahal sudah bersemangat dan antusias dalam persiapan." Jawab Alice.


"Tidak apa-apa. Ini keberuntungan kita." Jawab Darren.


"Benar juga. Tapi sepertinya ini juga bagus." Jawab Arlan.


Mereka bertiga yang berjalan bersama-sama untuk keluar dari gua bercerita sambil memegang obor untuk mereka berjalan.


"Jika aku manggunakan sihir cahaya mereka juga akan kaget." Jawaba Alice dalam hati sambil tertawa

__ADS_1


__ADS_2