
Glen dan Freya kembali ke istana Suhi dan melaporkan hal ini kepada guild. Misi yang di ambil mereka sebenarnya hanya sebuah pengumpulan data sehingga poin yang akan di beri adalah 3000 poin saja karena mencari 3 informasi. Namun semua hal yang terjadi membuat guild memberikan 5000 poin karena Glen dan Freya bukan hanya menemukan penyebab keresahan penduduk wilayah Arm tapi juga melawan bencana. Semua berakhir sangat menakjubkan. Glen dan Freya tidak perlu untuk menjalankan misi lainnya lagi setelah mendapatkan poin 5000 sebagai misi dari akademi.
"Bagaimana? Apa kita harus pergi ke kerajaan Niguis?" tanya Glen kepada Freya.
"Sepertinya tidak perlu. Lagi pula permasalahan di guild kerjaan Niguis hanya ada 5 misi dan juga semua misi itu aku yakin mereka bisa mengambilnya. Kemarin itu hanya menjadi pilihan tambahan kita bukan?" tanya Freya.
"Tidak mau berkunjung dulu ke rumah?" tanya Glen menawarkan.
"Hmmmm, apa boleh?" tanya Freya dan Glen menganggukan kepalanya.
"Kita menyelesaikan misi ini hanya seminggu. Jadi tidak apa-apa jika kita ke kerajaan Niguis selama beberapa hari. Lagi pula waktu menjalankan misi yang di berikan oleh akademi adalah sebulan. Kita lebih cepat mengerjakan misi ini." Jawab Glen.
Glen dan Freya memutuskan untuk pergi berkunjung ke kerajaan Niguis. Dan tinggal beberapa hari di sana.
. . . . . . . .
Di tempat lain, Dylan dan Aleda memutuskan untuk mengambil misi yang ada di kerjaan Sky. Mereka yang tiba di kerjaan Sky langsung bertemu dengan raja Karta. Setelah berkunjung sebentar, mereka langsung pergi ke guild kerjaan Sky untuk melaporkan misi yang di ambil oleh mereka.
"Luar biasa pemandangan di sini." Jawab Dylan yang melihat jajaran bukit tinggi yang menjadi hiasan di antara kerjaan Sky. Awan yang mengelilingi perbukitan dan beberapa gunung yang ada di sekitar bukit. Kerjaan Sky berada di atas awas, bukit tertinggi yang dulunya adalah gunung dan telah meletus dan tidak aktif lagi bahkan bukan lagi sebagai gunung.
"Bukannya sama seperti kerajaan Mizu yang di kelilingi oleh lautan dan hutan, sedangkan kami di kelilingi oleh bukit, gunung dan hutan." Jawab Aleda.
"Benar juga. Oh ya, kenapa kita di berikan unicorn oleh paman? Bukannya itu adalah hewan berharga kerajaan Sky?" tanya Dylan.
__ADS_1
"Semua orang mempunyai kendaraan itu jika mereka adalah seorang penyihir, orang kaya dan pedagang kaya." Jawab Aleda.
"Kenapa hanya 3 kelompok?" tanya Dylan.
"Karena hanya 3 golongan itu saja yang memerlukan unicorn sebagai hewan transportasi yang cepat dan memudahkan mereka untuk berpergian. Sementara para rakyat jarang berpergian jauh, mereka hanya menetap di tempat lahirnya dan jika pergi mereka bisa menyewa." Jawab Aleda.
"Oh begitu." Jawab Dylan.
"Mau akan tau nanti, ayo belajar cara menunggangi unicorn." Jawab Aleda.
Aleda dan Dylan di beri fasilitas oleh Karta 2 unicorn, kuda terbang untuk menuju ke misi mereka. Mereka mengambil bukit Bou. Salah satu bukit yang menjadi wilayah penduduk kerjaan Sky. Bukit yang berdampingan dengan gunung berapi. Misi mereka adalah mengalahkan kera api yang berada di gunung berapi dekat bukit Bou.
Sebelum ke bukit Bou, Dylan di beri pembelajaran oleh Aleda cara menunggangi unicorn dengan baik dan benar. Dengan ke sabaran Aleda memberikan pembelajaran dan contoh prakteknya secara perlahan kepada Dylan membuat Dylan bisa mengikutinya sedikit demi sedikit. Karena kecerdasan dan keuletan Dylan dalam belajar dengan serius, Dylan hanya belajar beberapa jam.
"Bagus, unicorn pangeran Dylan sudah saling mengenal dengan baik. Jadi pangeran sudah bisa memerintahnya sesuai keinginan pangeran Dylan." Jawab Aleda yang melihat Dylan cepat belajar dan dengan cepat juga Dylan bisa bersatu dengan unicorn dengan cepat. Setelah belajar beberapa jam, mereka istirahat sebentar dan makan malam.
"Besok pagi kita akan pergi, sekarang istirahat dulu." Jawab Aleda kepada Dylan. Mereka menginap di istana semalam setelah melaporkan ke guild
Pagi hari ini Dylan dan Aleda sudah bersiap untuk pergi. Mereka sudah menyiapkan semua hal-hal yang di perlukan. Dan menyimpannya di tas penyimpan.
Kedua ekor unicorn telah siap untuk di naiki Dylan dan Aleda sudah siap. Mereka berdua juga sudah siap. Naik di atas unicorn dan mereka terbang di atas awan dan turun sedikit di bawah awan.
"Luar biasa cantiknya. Aku baru mengetahui kerajaan Sky sebagus ini. Karena selama ini aku hanya berada di luar ruangan paman Karta." Jawab Glen yang begitu takjub dengan pemandangan pagi hari dari atas hutan yang mengelilingi bukit-bukit dan gunung di sekitarnya.
__ADS_1
"Inilah yang ingin aku tunjukkan kepada pangeran saat datang kerumah ku. Pangeran Dylan juga yang tidak ingin keluar bersama ku. Suku pangeran Dylan hanya berdiam diri di sudut ruangan dan membaca." Jawab Aleda.
"Benar juga.Tapi sudahlah jangan di bahas masa lalu." Jawab Dylan.
"Baiklah. Selain menikmati keindahan ini menggunakan jasa unicorn, kita juga menghemat waktu untuk tiba di bukit Bou." Jawab Aleda memperlihatkan beberapa jalan darat dan juga orang-orang yang sedang naik tandu..
"Menghemat waktu?" Ucap Dylan
"Iya benar. Jika melakukan perjalanan darat mungkin saja kita akan lama sampai. Dan juga dampak perjalanan darat adalah tebing yang curam dan juga tanah longsor di perbukitan." Jawab Aleda.
"Transfortasi udara memang paling berguna untuk dilakukan." Jawab Dylan.
"Kita sebagai penyihir bisa saja menggunakan sihir peringan tubuh untuk terbang ke tempat yang ingin kita kunjungi. Tapi akan melelahkan." Jawab Aleda.
Mereka yang berada di pundak unicorn bercerita sambil menikmati pemandangan dari atas. Beberapa jam berkendara di atas punggung unicorn yang terbang di langit awan-awan, mereka akhirnya tiba juga di bukit Bou.
Saat mereka tiba di bukit itu, mereka melihat daerahnya cukup asri suhunya dan tepat ya masih sangat jarang penduduk namun tetap terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Sampai di sana beberapa penduduk yang melihat Dylan dan Aleda sedang menaiki unicorn membuat penduduk sekita heran dan terkejut. Mereka berfikir bahwa Dylan dan Aleda sangat kaya.
"Kenapa semua orang melihat kita seperti itu?" tanya Dylan.
"Mungkin kita memang cocok. Hahahah. sudahlah. Mereka hanya heran jika seorang gadis muda dan pria tampan bisa menunggangi unicorn dengan begitu elegan." Jawab Aleda sedang meledek Dylan. Dylan hanya tersenyum tipis menjawab ucapan sang tunangan.
Mereka langsung mencari ketua dari wilayah penduduk bukit Bou dengan bertanya kepada warga. Warga yang baik hati membantu mereka untuk bertemu dengan kepala penduduk wilayah bukit Bou. Mereka berdua di antarkan langsung oleh warga yang ditanyai oleh mereka ke rumah pemimpin penduduk wilayah bukit Bou.
__ADS_1