
"Lihat?" Ucap Alice saat hujan berhenti dan melihat matahari terbit dengan terang.
"Hujan badai sudah berhenti dan langit kembali cerah kembali." Jawab Arlan.
"Syukurlah. Bagaimana jika kita keluar." Ucap Darren yang sedang berjalan keluar dari gua.
Mereka bertiga keluar dari gua dan menghirup udara pagi yang cerah ini dengan wajah yang begitu bahagia. Melihat sekitar dengan porak poranda dedaunan, ranting yang berserak di atas tanah.
"Lihatlah, semuannya kacau dengan begitu banyak daun dan ranting yang berjatuhan di atas tanah." Ucap Alice kepada Arlan.
Darren yang berjalan ke arah ujung gua melihat jamur yang di lindungi oleh Arlan. Sedangkan Arlan dan Alice masih sibuk menikmati pemandangan setelah badai di sekitar air terjun depan gua.
"Kalian kemarilah." Darren yang sedang memanggil Arlan dan Alice.
"Ada apa Papa?" tanya Alice dan Arlan yang berjalan mendatangi Darren.
"Lihatlah, jamur yang kita lindungi sudah siap untuk di panen." Jawab Darren yang tersenyum dengan menunjukkan jamur herbal yang sedang di petik.
"Papa, apa mungkin ada jamur lain di sekitar sini yang tumbuh setelah badai." Jawab Alice.
"Benar juga. Bagaimana kalau kita berpencar dan mencari jamur herbal lainnya di sekitar sini." Jawab Arlan.
Mereka menganggukan kepalannya dan mulai berpisah untuk memeriksa sekitar mencari jamur herbal.
Setelah beberapa waktu pencarian mereka bertiga masing-masing menemukan jamur herbal dan mulai mengumpulkan hingga siang hari.
"Banyak juga hasil panen yang di dapat." Jawab Alice tersenyum dengan bahagia karena telah mengumpulkan banyak sekali jamur herbal.
"Apa kita sudahi saja ini?" tanya Darren kepada Arlan dan Alice
"Jika yang di katakan guru benar, lebih baik kita harus kembali dan menunggu yang lain di camp militer saja. Daripada kita terus menerus bertahan di gua saat badai tiba." Jawab Arlan.
"Aku juga setuju jika Arlan mengatakan hal itu." Jawab Alice yang menganggukan kepalanya.
"Jika kalian berkata seperti itu maka kita akan kembali." Jawab Darren.
__ADS_1
"Siang ini kita makan ini saja, aku menemukan tadi di sekitar." Jawab Arlan memberikan buah pisang yang di temukan olehnya di hutan.
"Papa, Alice belum selesai mengumpulkan jamur herbal, kesana dan kesana belum di cek. Kita kembali saat sore saja?" tanya Alice kepada Darren.
"Baiklah, daripada kita mencari ke tempat lain dan waktu kita masih ada. Lebih baik kita kumpulkan lagi hingga sore. Setelah itu kita kembali." Jawab Arlan.
"Nona, aku merasakan ada aura inti buah surga yang tidak jauh dari sini. Jika kita mendapatkan itu mungkin bisa meningkatkan level sihir anda." Jawab Ema yang sedang berbicara dengan Alice.
"Baik." Jawab Alice.
"Aku pergi dulu." Jawab Alice yang buru-buru.
"Anak itu sangat begitu bersemangat." Jawab Darren yang tersenyum.
"Iya paman. " Jawab Arlan yang sedang melihat Alice.
Darren dan Arlan yang sedang mencari jamur herbal sedangkan Alice sedang mencari inti buah surga. Alice mengikuti petunjuk Ema yang terus berjalan ke arah ujung timur. Alice menemukan sebuah kolam yang menyatu dengan air sungai yang bercabang ke arah timur.
"Danau ini begitu tenang." Jawab Alice yang melihat sekitar.
"Nona, buah inti surga itu berada di dasar danau ini. Pergilah menyelam dan mencarinya. Namun berhati-hatilah ada ikan monster yang sedang menjaganya." Jawab Ema.
"Iya. Monster itu sangat besar dan kekuatan ya juga besar. Namun masih bisa anda kalahkan dengan mudah." Jawab Ema.
"Baiklah." Jawab Alice.
Alice mulai masuk ke dalam danau dan menyelam hingga dasar. Terlihat jelas bahwa makhluk hidup yang ada di dalam danau masih begitu normal. Lama kelamaan berenang ke dalam Alice menggunakan sihir cahaya untuk melihat dengan jelas menggunakan mata miliknya.
Terlihat ada 3 cahaya yang hidup di dalam dasar. Alice terus berenang kedalam dan melihat ternyata itu adalah monster ikan yang menjaga inti buah surga.
"Manusia?" tanya monster ikan yang terkejut saat kedatangan Alice di hadapannya.
"Hey monster ikan, kedatangan ku kemari untuk mendapatkan inti buah surga." Ucap Alice yang berhadapan oleh monster ikan.
"Lancang! Siapa kau berani-beraninya meminta inti buah milik ku." Jawab monster ikan.
__ADS_1
"Tentu saja seorang manusia yang membutuhkan inti buah surga itu." Jawab Alice.
"Dasar manusia serakah." Ucap Monster ikan dengan menggunakan gelembung-gelembung yang mengarah ke Alice.
"Aku tidak ingin berkelahi dengan mu. Seharusnya kau sudah tau batasan kekuatan mu itu." Jawab Alice yang mengeluarkan kekuatan miliknya sehingga membuat aura di sekitar danau menjadi berhenti. Makhluk hidup yang lain tidak berani mendekat dan aura dingin menyelimuti monster ikan.
"Kekuatan dia?" tanya monster ikan yang mengenalinya.
"Kenapa?" Kau ingat dengan kekuatan ini?" tanya Alice yang tersenyum.
"Bagaimana mungkin kau masih hidup?" tanya Monster ikan yang menjadi takut.
"Kau harus ingat bagaimana aku tidak membunuh mu dan menolong ibu mu dulu." Jawab Alice.
"Maaf penyihir hebat, aku tidak mengenali mu. Tapi aku dengar kau sudah meninggal." Jawab Monster ikan.
"Itu tidak salah tapi tidak semuanya benar. Jadi bisakah aku meminta inti buah surga itu?" tanya Alice.
"Tentu saja. Tapi buah itu hanya berbuah 10 saat ini dan yang matang hanya ada 5 buah." Jawab Monster ikan.
"Aku akan menerima seberapa pun kau kasih inti buah surga itu. Karena aku bukan ingin merebut nya dari mu." Jawab Alice.
"Silahkan ini nona penyihir." Jawab Monster ikan yang langsung memberikan ke 5 inti buah surga yang sudah matang kepada Alice.
"Terima kasih. Tapi bisa aku bertanya satu hal lagi kepada mu?" tanya Alice.
"Apa yang bisa saya bantu?" tanya monster ikan.
"Aku membutuhkan informasi tentang apa yang terjadi selama 100 tahun ini."Jawab Alice.
"Setelah kejadian kekalahan anda dengan monster king mo. Kami klan setengah Monster dan hewan pindah ke hutan larangan ini. Bertahan hidup dan juga semua yang kami butuhkan dalam kehidupan ada di sini. Tapi ada hal yang harus anda tau bahwa di tempat ini memiliki dua cuaca. Cuaca cerah yang hanya sehari dan 3 hari cuaca badai."
"Kenapa begitu?" tanya Alice.
"Aku juga tidak tahu. Tapi untuk aku yang memiliki setengah Monster dan setengah hewan merasakan sesuatu ketika badai terjadi. Aku sulit untuk menjelaskannya tapi di saat itu juga aku merasakan kesakitan yang luar biasa. Dan dari informasi yang aku temukan bahwa mereka sedang mempersiapkan hal besar. Sebagian monster yang hidup di hutan larangan ini juga menghilang secara misterius." Jawab Monster ikan.
__ADS_1
"Hilang? Apa mungkin sama seperti yang terjadi 100 tahun yang lalu?" tanya Alice.
"Hal itu yang aku tidak ketahui. Selama ini aku mencari informasi hal itu juga dari darat." Jawab Monster ikan.