Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pertandingan Arlan dan Dylan


__ADS_3

"Semuanya sudah selesai, bukannya kita akan melakukan pertandingan persahabatan untuk selanjutnya?" tanya Dylan yang tiba-tiba datang di kerumunan Arlan, Alice, Freya, Glen, Rose dan Aidan.


"Kau ingin mengajukan diri Dylan?" tanya Aidan kepada Dylan.


"Iya. Bisakah saya mengajukan diri?" tanya Dylan. Aidan melirik ke arah Viola dan Viola menyetujui hal itu.


"Oke, siapa yang ingin kau tantangan?" tanya Aidan.


"Dia." Jawab Dylan yang langsung menunjuk Arlan. Arlan yang masih fokus dengan Alice di hadapannya menghiraukan semua orang yang berdiri dekat mereka.


"Arlan, dia menuju kau sebagai lawan ya." Jawab Alice yang memberitahu Arlan.


"Aku?" tanya Arlan kepada Alice dan Alice menganggukkannya. Arlan yang membalikkan badan menghadap Dylan yang sedang berdiri di depannya dengan menunjuk wajahnya.


"Aku sudah lama ingin sekali bertarung dengan mu pangeran Arlan." Jawab Dylan kepada Arlan.


"Oh." Jawab Arlan.


"Apa kau mau menerimanya Arlan?" tanya Aidan. Aidan menoleh ke belakang untuk bertanya kepada Alice. Alice hanya mengangguk kepalanya atas kode yang di berikan oleh Arlan.


"Baiklah. Aku akan menghormati mu pangeran Dylan." Jawab Arlan menerima tantangan itu.


Freya, Glen, Rose dan Alice pergi meninggalkan tempat dan duduk kembali di meja makan untuk menyaksikan pertandingan Dylan dan Arlan.


"Aku ingin melihat seperti apa kemampuan Arlan sekarang. Apalagi Dylan itu selalu menatap tajam semua orang." Jawab Alice dalam hati sambil memikirkan saat ia berpapasan dengan Dylan di ujian dungeon.


"Akhirnya, aku bisa datang di tempat ini dan juga bisa melihat kemampuan dia yang sesungguhnya. Aku tidak akan pernah sungkan mengeluarkan seluruh kemampuan." Jawab Dylan dalam hati.


"Baik, peraturan sama seperti tadi. Apakah kalian mengerti?" tanya Aidan dan mereka berdua menganggukkan kepalanya.


Dylan yang langsung membuat ombak tsunami yang besar untuk menyingkirkan Arlan. Arlan yang langsung membuat balok-balok tanah menjulang tinggi menghindari ombak. Satu persatu balok tanah yang tinggi melebur menjadi tanah basa akibat air tsunami. Arlan terus membuat balok tanah dan berdiri dari satu balok ke balok yang lain menghindari tsunami.

__ADS_1


Jarak serang tsunami yang diciptakan oleh Dylan hanya sejauh 20 meter. Arlan kembali turun ke tanah biasa setelah tsunami itu reda.


"Aku tidak akan membiarkan mu semudah itu." Jawab Dylan yang langsung membuat serangan kedua dengan tanah basa Arlan berdiri.


Dylan membuat lobang dari tanah basa itu menjadi sebuah kolam lumpur yang perlahan-lahan menenggelamkan Arlan kedalam.


"Kau tidak akan bisa lepas dari lumpur hidup ini. Semakin kau bergerak, kau akan masuk lebih dalam lagi." Jawab Dylan kepada Arlan. Arlan hanya tersenyum mendengarkan itu. Arlan tetap tenang saat tubuhnya sudah setengah kedalam lumpur.


Dylan kembali menyerang dengan air yang besar ke arah Arlan. Arlan yang tersiram air terus menerus mengangkat kedua tangannya dan mengarah ke Dylan.


Arlan membuat sebuah retakan tanah di atas Dylan berdiri sehingga Dylan masuk ke dalam retakan tanah. Air yang tersiram ke arah Arlan menjadi berhenti. Dylan yang masuk ke dalam retakan kembali keluar dengan air yang ada di bawah kakinya membawa ke atas permukaan.


Arlan tersenyum melihat Dylan yang berdiri di atas air untuk keluar dari jebakan yang buat olehnya. Arlan melayangkan serangan selanjutnya dengan melemparkan petir berbentuk naga ke arah Dylan.


Air yang di injak Dylan di selimuti oleh naga petir yang di buat oleh Arlan. Naga air itu menjadi pecah dan membuat aliran listrik mengisi ke seluruh air dan membuat Dylan tersetrum. Dylan yang langsung memasang pelindung dari baju yang digunakan olehnya. Dylan terjatuh ke tanah.


Arlan yang masih di dalam lumpur hanya tinggal kepala saja yang terlihat.


"Aku berhasil." Jawab Dylan dengan tersenyum di dalam hatinya melihat Arlan yang masuk ke dalam.


"Dylan." Panggil Glen yang khawatir melihat sepupunya sudah tenggelam.


"Dia tidak kalah, lihat saja beberapa detik lagi." Jawab Alice. Glen menoleh ke arah Alice yang begitu percaya dengan Arlan.


"Bagaimana kau tau?" tanya Glen.


"Lihat saja itu." Jawab Alice.


Sementara Arlan yang sudah menyiapkan hal dari bawah tanah lumpur. Lumpur hidup yang di buat oleh Dylan hanya sedalam 10 meter. Sementara di bawah adalah tanah biasa. Arlan membuat tanah biasa itu ke atas dan membuat bolongan ke arah lain sehingga lumpur hidup mengarah ke tempat lain. Tubuhnya terselamatkan dan muncul ke permukaan lain dengan kotak balok tanah yang mengelilingi dirinya. Tahan bergetar dan muncullah balok tanah yang didalamnya adalah Arlan.


"Apa itu yang muncul?" tanya Glen dan yang lainnya heran.

__ADS_1


"Arlan?" tanya Glen yang heran beserta dengan yang lainnya. Sementara Alice hanya tersenyum melihat Arlan.


"Sial, bagaimana bisa kau lepas dari lumpur itu?"


"Naga petir datanglah." Jawab Arlan mengarahkan tangannya ke atas langit dan membuat langit mendung dan kilat bermunculan. Terbentuklah naga petir yang besar dan bersiap menyerang ke arah Dylan.


Tanah yang tiba-tiba bergerak mengurung Dylan. Dylan yang tidak ingin kalah membuat serangan air untuk keluar dari kurungan tanah. Tapi Arlan tidak peduli, dia langsung menyerang lagi Dylan dan membuatnya tersambar petir.


"Aaaaaaaaaa." Dylan menjerit.


"Sejak tadi aku berfikir, ternyata memang benar bahwa pangeran Arlan memiliki dua elemen sihir. Hanya dia satu-satunya pangeran yang memiliki dua elemen di dunia ini. Pantas saja dia selalu di perbincangkan di negara-negara." Jawab Aleda dalam hati.


"Bagus. Jangan pernah kalah dari orang lain sebelum aku mengalahkan mu." Jawab Glen dalam hati.


"Strategi dan juga serangan yang dilakukan mereka berdua cukup bagus." Jawab Viola dalam hati.


"Dylan cukup baik tapi Arlan sudah terbiasa di Medan perang. Bagi dirinya serangan seperti ini hanyalah sebuah latihan biasa." Jawab Aidan dalam hati.


Dylan yang tersambar petir jatuh pingsan ke atas tanah. Aidan berjalan untuk memastikan keadaan Dylan. Dylan hanya pingsan.


"Tenang saja pak, aku hanya mengeluarkan 20 % kekuatan ku saja." Jawab Arlan.


"Pemenangnya adalah Arlan. Rose , bantu aja menyadarkannya." Jawab Aidan.


Rose yang berjalan ingin mengobati di kejar lebih dulu oleh Aleda yang berlari ke arah Dylan. Begitu juga Jagger yang berjalan ke arah tuannya sebagai pengawal kerajaan yang harus menjaga Dylan.


"Dylan." Panggil Aleda yang berlari ke arah Dylan dan membuat kepala Dylan di atas pangkuannya.


"Tuan muda Dylan." Jawab Jagger yang memegang urat nadin di tangan dan leher Dylan.


"Biar aku periksa." Jawab Rose yang menyingkirkan mereka berdua di sisi Dylan Sementara Arlan berjalan ke arah Alice untuk mendapatkan pujian dari Alice telah berbuat keren.

__ADS_1


__ADS_2