
"Ayah, ada satu hal lagi yang di menjadi rencana Alice. Prajurit atau penyihir yang level kekuatannya di bawah tingkat raja di perintahkan untuk menjaga rakyat yang akan di isolasi saat perang tiba. Kita harus membuat dungeon sebagai tempat persembunyian dan pengungsian rakyat saat peperangan itu terjadi. Alice mengatakan bahwa penyihir yang berada di bawah tingkat raja untuk melindungi para rakyat yang ada di dungeon." Jawab Freya menjelaskan.
"Maksudnya mereka tidak boleh ikut berperang?" tanya Georgi.
"Bukan tidak boleh berperang, tapi peran mereka bukan berada di garis utama namun menjadi pelindung para rakyat." Jawab Freya.
"Jadi seperti itu. Baiklah, Evan panggil semua jenderal kerajaan untuk membahas pembuatan dungeon ini." Jawab Georgi.
"Baik raja Georgi." Jawab Evan.
"Kalian istirahatlah terlebih dahulu. Setelah itu kita akan melaksanakan apa yang harus di lakukan pada rencana Alice ini." Jawab Georgi.
"Baik raja." Jawab Evan.
"Baik ayah." Jawab Freya.
Di tempat lain, Dylan yang sudah sampai di kerajaan Mizu. Kozi yang melihat kedatangan Dylan membuatnya bertanya-tanya karena baru saja dua hari yang lalu mendapatkan kabar bahwa mereka sudah menyelesaikan misi.
"Bagaimana kabar mu?" tanya Kozi yang mendapatkan informasi beberapa hari yang lalu.
"Sehat ayah, semuannya baik-baik saja." Jawab Dylan.
"Bagaimana racun di dalam tubuh mu?" tanya Kozi yang melepaskan pelukannya dan melihat keadaan anaknya yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Ayah. Semuannya sudah kembali seperti sebelumnya. Kami yang terkena racun monster serigala berkepala 3 sudah pulih total. Aku, Aleda dan Guru Haura. Mereka juga sudah baik-baik saja. Kami di rawat dengan baik dan juga semua ini karena obat yang diberikan oleh Alice. Obat penyembuh yang terbuat dari jamur herbal." Jawab Dylan.
"Duduklah, ayah ingin mendengarkannya dengan lebih jauh." Jawab Kozi. Dylan duduk di depan sang ayah dan langsung bercerita tentang apa yang terjadi pada mereka di hutan larangan. Dylan juga bercerita tentang bagaimana dia dan yang lainnya di rawat oleh Alice.
"Alice benar-benar bisa membuat obat penyembuh itu?" tanya Kozi.
"Iya. Buktinya ada pada kami bertiga. Awalnya aku juga tidak percaya. Tapi memang benar, saat aku meminum obat penyembuh itu aku mendapatkan kekuatan ku kembali secara bertahap. Lebih tepatnya adalah kesehatan. Badan lebih sehat dan luka-luka yang ada pada tubuh ku menghilang dengan cepat. Ini benar-benar seperti keajaiban......" Jawab Dylan yang menceritakan bagaimana timnya di rawat oleh Alice.
"Jadi seperti itu. Saat mendapatkan surat tentang kondisi mu aku ingin pergi langsung kesana namun tidak mungkin meninggalkan kerajaan begitu saja. Aku sungguh khawatir tentang mu. Tapi karena Dylan sudah datang membuat ku bersyukur." Jawab Kozi.
"Iya Ayah, aku baik-baik saja." Jawab Dylan.
" Lalu apa yang membuat mu kembali nak?" tanya Kozi.
"Jadi kalian sudah mengetahui tentang buku kuno dan kenapa kalian menerima misi untuk mencari jamur herbal?" tanya Kozi.
"Iya kami mengetahui hal ini. Oleh karena itu aku datang kemari untuk memberitahu tentang rencana untuk menghadapi perang di masa depan." Jawab Dylan.
"Apa yang di katakan oleh Ansel, Darren dan Viola?" tanya Kozi.
"Hal pertama tentang pembuatan obat penyembuh. Alice yang akan menjadi pemandu dan pembimbing dalam pembuatan obat herbal mengatakan untuk mengirimkan beberapa dokter terbaik yang kita miliki untuk mengikuti pelatihan pembuatan obat penyembuh ini. Hal lain juga di sampaikan bahwa kita harus menyediakan beberapa bahan untuk membuat obat penyembuh yaitu 3 jenis tanaman herbal yang sudah aku tuliskan di kertas ini beserta jumlah yang harus di sediakan. Tidak boleh kurang atau lebih karena sudah sesuai dengan penjumlahan jamur herbal yang aku dapatkan." Jawab Dylan yang memberikan selembar kertas catatan kepada Kozi. Kozi menerima dan membacanya, Dylan juga melanjutkan cerita nya.
"Kedua, Alice memberitahu sebuah rencana untuk mengumpulkan batu kristal biru sebanyak mungkin sesuai dengan prajurit yang kita miliki. Yang berarti batu kristal biru yang berada di tambang milik kerajaan kita." Jawab Dylan.
__ADS_1
"Berapa banyak yang dibutuhkan? Bahkan jika semua baru yang ada di tambang kita habis aku tidak akan keberatan." Jawab Kozi.
"Jadi ayah setuju?" tanya Dylan.
"Tentu saja. Semua untuk melindungi rakyat dan juga bumi ini. Semua itu tidak ada artinya jika kita tidak dapat mengalahkan monster king mo." Jawab Kozi.
"Aku mengerti, itulah yang dikatakan oleh Alice. Bahwa kita bisa menggunakan tambang kerajaan sebanyak mungkin sesuai dengan keperluan prajurit yang kita miliki. Tapi, prajurit kita atau penyihir yang berjuang dengan kita hanya mampu menggunakan 3 buah batu kristal biru saja, tidak boleh lebih dari itu karena dapat mengakibatkan kerusakan pada inti sihir yang ada di dalam tubuh seorang penyihir." Jawab Dylan.
"Hanya 3 kali? Ayah baru mendengar hal itu." Jawab Kozi.
"Iya. Alice sudah meneliti hal ini. Dia mengatakan seperti itu. Bahkan dia sudah merencanakan untuk membagi para prajurit atau penyihir yang kita memiliki. Prajurit atau penyihir yang berada di atas tingkat raja akan menjadi pasukan utama yang melawan para monster. Mereka akan menjadi pasukan penyerang dan mereka akan di dampingi oleh para dokter kerajaan yang siap maju ketika mereka terluka dan menggunakan obat penyembuh dan juga batu kristal biru." Dylan menceritakan rencana singkat yang Alice katakan.
"Dan prajurit atau penyihir yang berada di bawah tingkat raja akan menjadi pasukan pelindung yang melindungi semua rakyat kerajaan kita. Mereka akan melindungi mereka di tempat pengungsian dan bersembunyi sebaik mungkin di sana." Jawab Dylan.
"Maksudnya rakyat kita di isolasi?" tanya Kozi.
"Iya. Kita akan membuat dungeon sebagai tempat persembunyian rakyat saat peperangan tiba. Kita harus membuat beberapa titik portal teleportasi untuk menyatukan mereka di satu tempat yaitu dungeon bertahan hidup selama peperangan yang akan terjadi." Jawab Dylan.
"Itu semua rencana Alice?" tanya Kozi.
"Iya, dia yang mengatakan hal itu kepada kami semua. Guru Darren, Bu Viola dan Raja Ansel menyetujui rencananya. Begitu juga dengan kami. Aku kira itu adalah rencana yang sempurna." Jawab Dylan.
"Kau benar Dylan. Itu adalah rencana yang sempurna. Pantas dia di akui sebagai anak Darren. Bahkan dia melebihi kehebatan ayahnya dalam merencanakan." Jawab Kozi.
__ADS_1
"Aku juga berfikir seperti itu. Bagaimana dia bisa berfikir seperti itu? Sampai aku mengerti dan menyimpulkan bahwa dia bisa berfikir seperti dari hasil pemikirannya yang selalu membaca banyak buku di perpustakaan. Aku melihat sendiri bahwa dia sering ke perpustakaan akademi, setiap hari tidak pernah absen untuk tidak datang." Jawab Dylan.