Alice'S Magic Privalige

Alice'S Magic Privalige
Pembuatan Obat Penyembuh Part 3


__ADS_3

Alice menahan sebuah tangan peserta yang akan memasukan bahan terakhir.


"Jangan di masukkan dulu. Tunggu 10 detik lagi." Jawab Alice yang menahannya lalu membantunnya memasukan.


"Kakak hampir membuat semua bahan obat ini rusak dan tidak dapat di pakai." Jawab Alice.


"Terima kasih Alice."


"Ingat yang lain, jangan sampai salah." Ucap Alice dan berjalan ke panggung. Alice mengecek kembali buatan miliknya. Dan terlihat bahwa milik Alice sudah selesai. Alice meminta bantuan terhadap bawahan Rose untuk meletakan ke dalam botol yang sudah di sediakan. Alice kembali untuk mengecek semua pembuatan mereka.


Satu persatu Alice, Alika, Rose dan Selly melihat semua isi tungku. Beberapa tungku isi dalam masakan ya salah. Mereka harus mengulang kembali pembuatan obat herbal.


"Terlihat mudah tapi sebenernya sulit." Jawab Kozi.


"Bagaimana bisa kau memiliki anak seperti itu Darren? Dia begitu cerdas dan juga sangat teliti. Bahkan presentasi yang di buatnya mudah di pahami yang lain."


"Karena dia memang anak ku." Jawab Darren yang terlihat bangga.


Di sisi lain, murid inti lainnya yang berpisah dari para raja juga mengatakan hal yang sama.


"Presentasi Alice cukup bagus." Jawab Aleda.


"iya. Melihat nya dari atas mungkin terlihat mudah, apalagi saat dia mempresentasikan itu di hadapan banyak orang. Tapi sebenernya itu sulit karena apa yang dikatakan olehnya memang benar. Jika salah memasukkan urusan pada bahan herbal atau jarak waktu saat memasukkan itu akan membuat kesalahan besar. Pembuatan obat penyembuh akan gagal jika tidak mengikuti apa yang dikatakan Alice." Jawab Freya.


"Dia bahkan sudah memperkirakan semuannya dengan detail." Jawab Dylan.


"Karena dia wanita ku, tentu saja hebat." Jawab Arlan membuat semua orang meliriknya dengan tajam kemudian kembali memperhatikan ke bawah. Mereka kembali melihat melihat pembuatan obat penyembuh.


"Jika kalian sudah menyelesaikan semuanya bahkan sesuai dengan tata cara yang aku katakan namun hasilnya tidak berwarna biru, seperti ada beberapa kemungkinan yang salah. Yang pertama kalian tidak memperhatikan bahan yang kalian masukkan, mungkin saja ada bahan lain yang ikut masuk ke dalam tungku itu. Kedua karena kalian menutup tungku tidak rapat." Ucap Alice.


"Jamur herbal dan bahan lain akan tercampur menjadi satu dan saat mereka bersatu akan menghasilkan uap, itulah kenapa harus di tutup rapat. Uap yang dihasilkan dari penggabungan semua bahan akan menjadi sebuah tetesan air. Air itu akan berubah menjadi biru dan menjadi air sulingan yang berhasil dari hasil pembuatan obat herbal." Jawab Alice.

__ADS_1


Mereka menganggukan kepala, mengerti apa yang dikatakan oleh Alice. Mereka kembali memeriksa tutup tungku dengan benar dan menunggu waktu yang sesuai seperti yang dikatakan oleh Alice.


"Jika yang sudah berhasil maka sediakan beberapa botol yang dibutuhkan untuk di simpan. Dan coba ulang kembali pembuatan yang sudah kalian lakukan di percobaan pertama yang sudah berhasil. Terus ulang kembali dalam pembuatan sampai kalian selesai dengan semua bahan yang sudah kalian bawa kemari." Jawab Alice.


"Siap." Jawab mereka dengan semangat.


"Mama, jika lelah duduk lah dulu. Serahkan kepada ku." Jawab Alice kepada Alika.


"Apa kau lihat Mama sedang kelelahan?" tanya Alika.


"Iya iya, terima kasih mama sudah menemani ku." Jawab Alice yang tadi berpura-pura tidak bisa melakukan presentasi namun karena dukungan dari Alika membuatnya percaya diri. Padahal sebenarnya Alice mampu, namun seperti biasanya Alice akan menutupi segala kemampuannya sesuai batas.


Alice, Alika, Rose dan Selly kembali berkeliling untuk mengecek pembuatan obat penyembuh. Beberapa peserta sudah melakukan ke 2 kali percobaan. Lama kelamaan mereka menjadi terbiasa dan semakin handal untuk melakukannya dengan baik. Mereka membutuhkan waktu beberapa hari dalam pembuatan obat penyembuh sesuai dengan bahan yang mereka miliki.


Beberapa pelayan yang di panggil oleh raja Ansel untuk membantu kebutuhan para peserta untuk menikmati hidangan dan istirahat. Mereka bekerja di dalam laboratorium dari lagi hari hingga malam hari. Ada yang bergantian untuk terus bekerja membuat obat herbal.


Beberapa raja yang datang juga hanya hadir satu hari melihat proses pembuatannya dan kemudian mereka semua kembali ke kerajaan masing-masing karena tidak bisa berlama-lama meninggalkan kerajaan.


"Aku masih sanggup Arlan." Jawab Alice.


"Jangan menolak. Ini adalah perintah raja." Jawab Arlan yang terpaksa mengancam Alice karena semua hal yang dilakukan sudah tidak dapat di dengar oleh Alice lagi.


"Baiklah, baik aku akan istirahat." Jawab Alice yang sedikit kesal.


"Jangan takut, serahkan semuannya kepada Mama." Jawab Alika yang menyambungkan ucapan Arlan.


"Iya ma, mohon bantuannya." Jawab Alice.


"Terima kasih Alice." Jawab peserta yang lainnya sedang mengucapkan terima kasih kepada Alice.


Peserta yang lebih tua daripada Alice dan mereka yang dilarang oleh Alice untuk memanggilnya dengan sebutan lain selain nama saja.

__ADS_1


Arlan tersenyum jahat melihat keberhasilan dirinya yang sudah membuat Alice mau mendengarkan dirinya. Arlan mengikuti Alice dari belakang saat Alice keluar dari laboratorium.


"Kau mengikuti ku?" tanya Alice.


"Tentu saja." Jawab Arlan.


"Yah sudahlah." Jawab Alice yang menghiraukannya karena dia juga sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat. Alice yang sudah masuk kamar lalu menutup pintu dengan keras. Arlan hanya tersenyum dan menunggu Alice di depan pintu. Arlan bersiaga menjaga Alice.


"Nona, akhirnya nona kembali." Jawab Ema.


"Ada apa Ema?" tanya Alice


"Nona, istirahat di dungeon Ana saja. Ana sudah menyiapkan air mandi herbal untuk Nona." Jawab Ema yang langsung menarik Alice untuk masuk ke dalam dungeon.


"Nona akhirnya kembali. Nona silahkan bersihkan diri mu, aku sudah menyiapkan bak mandi yang berisi air herbal untuk nona." Jawab Ana.


Alice masuk ke dalam bak dan merendamkan dirinya. Ana menyiapkan baju dan hal lain di dalam kamar Alice. Ana juga sudah menyiapkan tempat tidur untuk Alice.


"Nona, aku sudah menyelesaikan 5 juta obat penyembuh yang nona suruh. Aku juga mau melaporkan tentang Jerry. Jerry sudah mendapatkan 3 elemen dasar pada batu kristal pedang 5 elemen yang nona minta." Jawab Ana melaporkan.


"Apa? Kalian berdua?" tanya Alice yang terkejut dengan hasil pekerjaan dua hewan peliharaan ini.


"Iya nona, mungkin Jerry akan kembali 2 hari lagi. Nona jangan khawatir, kami sangat senang menjalankan perintah dari nona." Jawab Ana.


"Terima kasih." Jawab Alice.


"Silahkan istirahat nona, aku akan membangunkan nona nanti saat di dunia sana sudah 3 jam." Jawab Ana.


"Mohon bantuannya Ana." Jawab Alice tersenyum.


"Aku tidak menyangka bahwa mereka bisa bekerja dengan secepat ini." Jawab Alice.

__ADS_1


__ADS_2